Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps. 24


__ADS_3

"Hai Arga!" Sapa seorang perempuan yang baru saja memasuki ruangan Arga sambil membawa sebuah tentengan. Kelihatannya oleh-oleh.


"Ma- Mayang?" ucap Arga terbata-bata melihat sosok perempuan yang bernama Mayang itu kini muncul di hadapannya itu. Mayang berjalan menghampiri Arga yang tengah duduk dibalik meja kerjanya.


"Aku nggak disuruh duduk?" ucap perempuan itu sambil menyelipkan rambutnya ke telinga. Arga sendiri sebenarnya masih tampak bingung melihat kehadiran perempuan yang sudah lama sekali tidak ia jumpai itu.


"Ohー iya, silakan duduk." Mayang pun duduk menghadap Arga. Mereka berdua saling memperhatikan satu sama lain. "Apa kabar Arga?" ucap mayang tiba-tiba membuka obrolan.


"Akuー aku baik, kamu sendiri gimana setelah enam tahun tinggal di australi?"


Perempuan itu tersenyum kecil. "Aku baik, dan kehidupan di luar negeri cukup menyenangkan. Tapi sayang, ternyata hati aku lebih memilih negara tanah kelahiranku sebagai tempat paling cocok buat aku."


"Oh!" Arga hanya membalas singkat lalu membenarkan kerah kemejanya dan posisi duduknya. Sepertinya Arga tengah mencari posisi ternyamannya saat ini karena dirinya merasa gerogi dan tiba-tiba canggung melihat sosok Mayang dihadapannya saat ini.


"Enam tahun lebih kita nggak saling ketemu dan komunikasi, kamu makin ganteng dan berwibawa secara tampilan. Yang aku heran justru sikap kamuー"


"Sikap aku?"


"Iya sikap kamu, aku ngerasa kamu jadi lebih dingin ke aku sekarang ini. Entah karena apa alasannya aku pun nggak tau."


Arga memperhatikan Mayang berbicara, lalu tersenyum miring. "Itu cuma perasaan kamu aja. Lagipula enam tahun itu waktu yang cukup lama, bukan tidak mungkin orang pasti akan berubah seiring bertambahnya umur dan pengalaman hidup."


Mayang mengiyakan ucapan Arga barusan. "Oh iya, aku denger perusahaan kamu ini bakalan jadi salah satu unicorn juga ya?"

__ADS_1


Arga hanya tersenyum menanggapi perkataan Mayang.


"Selamat ya, nggak nyangka plan kamu pas kuliah yang cuma asal bicara pas presentasi soal bisnis ternyata beneran jadi kenyataan. Kamu udah jadi bos salah satu perusahaan startup di Indonesia."


"Thanks, oh iya mau minum apa?"


Mayang menggeleng. "Aku nggak mau minum, aku maunya ajak kamu makan malem."


Arga mengerutkan alisnya. "Jadi maksud kedatangan kamu kesini itu, mau ngajak aku makan malam?"


"Yes, sekalian aku mau ngerayain pertemuan kita lagi, setelah enam tahun lamanya kita nggak saling ketemu dan komunikasi. Kamu mau kan?"


Arga terlihat diam saja, matanya melirik ke kanan dan ke kiri seperti tengah mempertimbangkan sesuatu. Mayang dateng-dateng langsung minta makan malem, dia jadi makin agresif. Mungkin pengaruh tinggal di negara luar dalam waktu yang lumayan lama. Baiknya gue tolak apa terima?


Arga menaikkan kedua tangannya keatas meja dan saling mengaitkan jemarinya, ia menatap Mayang dengan tatapan tegas. "Oke, kita makan malam. Tempatnya kamu tentuin aja, biar nanti sepulang kerja aku langsung temuin kamu."


"Oke!"


"Dan ini nomor telepon aku." Arga memberikan secarik kertas bertuliskan nomor handphone-nya, yang baru saja ia tulis.


Mayang pun tersenyum sambil bangkit dari duduknya, dan kemudian meraih selembar kertas yang diberikan Arga itu. "Baik, kalau gitu aku pergi dulu danー see u at dinner, Mister Arganata Yudhistira," ucap Mayang sambil memainkan matanya ke arah Arga lalu pergi. Arga yang memperhatikan Mayang sampai akhirnya keluar dari ruangannya pun spontan berucap. "Kamu lagi ingin coba main api sama aku lagi kah Mayang Putri Bestari?"


*

__ADS_1


Di salah satu pusat belanjaan, Salwa yang sudah pulang kerja menyempatkan diri untuk berbelanja beberapa keperluan rumah tangga. Sejak tinggal di apartemen Arga, tugas belanja bulanan yang awalnya dilakukan Mbok Darmi, kini diambil alih oleh Salwa selaku istri sah Arga. Selain karena kasihan pada Mbok Darmi yang sudah berumur, Salwa sadar jika mengatur kebutuhan rumah tangga adalah salah satu tugasnya. Dan kebetulan bagi Salwa, berbelanja kebutuhan bulanan adalah rutinitas yang selalu ia lakukan sejak dirinya kuliah diluar kota. Salwa mengecek kebutuhan apa saja yang belum ia beli lewat catatan yang sudah ia catat di smartphone miliknya. "Susu udah, roti udah, selai udah, kecap gula bumbu dapur dan teman-temannya udah, tisu udah, pewangi pakaian udah, tepung udah,...." Salwa men -ceklist nama barang-barang yang sudah ia masukan ke dalam troli belanjanya. "Hem, semuanya hampir udah. Berarti yang belum tinggal keju samaー Oh iya buah, hampir aja kelupaan."


Salwa berjalan ke bagian lorong buah-buahan. Disana ia membeli beberapa jenis buah-buahan, mulai dari apel, anggur, stroberi, pisang sampai buah lemon. Setelah mengambil beberapa kilo buah, tidak sengaja Salwa melihat di bagian tempat diletakannyabuah jeruk tertulis papan bertuliskan, turun harga. Otomatis naluri ibu rumah tangga Salwa pun bergelojak dibuatnya. "Wah kelihatannya seger dan bagus jeruknya. Beli ah..."


Setibanya ditempat jeruk Salwa langsung memilah milah jeruk untuk ditimbangnya. Dan saat tengah asyik memilih-milih jeruk, tanpa sengaja di dekat Salwa ada pasangan muda yang tengah ingin membeli jeruk juga.


Suami : Sayang aku mau jeruknya yang oren-oren.


Istri : Iya sayang, makanya kamu bantuin aku buat milih-milih jeruknya juga dong.


Suami : Iya deh istriku, aku lakuin demi kamu.


Istri : Ih apaan sih mas, jangan alay malu tau dilihatin sama orang lain.


Salwa yang ada didekat mereka, ternyata mendapati tengah memperhatikan sepasang suami istri muda itu. "Eh maaf ya Mbak," ujar si perempuan dari pasangan itu pada Salwa, karena merasa tidak enak dengan tingkahnya bersama sang suami. Dan Salwa pun hanya membalasnya dengan tersenyum kecil lalu pergi karena telah mendapat beberapa buah jeruk yang ia pilih. Sambil mendorong trolinya menuju ke kasir Salwa bergumam, "Enak ya, belanja bulanan ditemenin suaminya. Nggak kayak gue, status doang nikah tapi kayak nggak berasa punya suami. Huft..." Entah mengapa persaan Salwa jadi agak iri melihat pasangan tadi, tapi seketika Salwa seolah baru sadar dan menggelengkan kepalanya. "Ih gue mikir apa sih! Kok kesannya, kayak gue ngarepin banget Arga perlakuin gue kaya suami mbak-mbak tadi." Salwa pun bergidik geli. "Ih males banget mikir kayak gitu, mending cepet-cepet bayar terus pulang deh!"


**


Salwa yang sudah selesai berbelanja, kini sudah berada berdiri di depan pintu keluar pusat perbelanjaan menunggu taksi online pesanannya datang menjemputnya. "Duh macet kayaknya ya, tumben-tumbenan taksinya datengnya lama." Dan saat tengah menunggu driver online pesanannya datang. Tidak sengaja Salwa melihat sebuah mobil yang sama persis dengan mobil suaminya lewat, "Tunggu, mobil lewat barusan kok kayak mobilnya Arga ya? Apa gue salah lihat? Salwa mencoba memastikan nomor polisinya, tapi sayangnya mobil tersebut keburu pergi ke arah parkiran. "Ah mungkin cuma mirip, tapi mobil rolls royce kayak gitu kan yang punya gak terlalu banyak." Salwa agaknya masih tampak penasaran dengan mobil itu, untungnya driver taksi online pesanan Salwa sudah datang sehingga Salwa tidak jadi terlalu penasaran.


🌹🌹🌹


Halo temen-temen kalau kalian suka cerita ini, jangan lupa ya. Di LIKE, COMMENT, Dan Juga di VOTE oke :)

__ADS_1


Follow my Ig : @chrysalisha98


__ADS_2