Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps. 32


__ADS_3

Salwa pun menikmati sarapannya bersama kedua orang tua tercintanya. "Hem..., emang bener deh nasi goreng mama itu juara!" Puji Salwa yang memang sangat terlihat lahap menyantap nasi goreng buatan sang mama.


"Syukur deh kamu masih suka masakan mama," ucap Rania.


"Suka dong Ma, masa nggak suka."


Ditengah-tengah momen sarapan bersama, Ramdani sang ayah tiba-tiba menanyakan pada Salwa mengapa Salwa hanya datang sendirian dan tidak ditemani sang suami. "Kamu nggak lagi cekcok atau gimana-gimana kan sama Arga?" ucap Ramdani.


Salwa yang tengah mengunyah makanannya pun berhenti mengunyah sejenak untuk menjawab pertanyaan sang papa. "Oh enggak kok Pa, aku sama Arga baik-baik aja. Dia juga tau aku kesini."


"Tapi kok dia nggak anter kamu kesini, kan walau dia sibuk, pasti dia bisa dong anterin istrinya dulu." Mama Rania protes seolah menyalahkan Arga yang seperti kurang perhatian pada putrinya.


"Umー nggak kok Ma, Argaー dia sebenernya mau nganterin Salwa, cuma Salwanya aja yang nggak mau. Soalnya kalau dari jarak kesini sama ke kantor Arga kan hampir dua jam, jadi Salwa takut aja meeting Arga jadi kacau." Salwa tidak mau sang mama berpikiran jelek soal suaminya itu, akhirnya Salwapun beralasan begitu.


"Ohー gitu, tapi kalau buat mama yang namanya suami itu tetep harus prioritaskan istri, baru pekerjaan. Ya itu sih menurut mama, bukan berarti mama mau ikut campur urusan rumah tangga kamu sama Arga ya," jelas Rania yang seperti menilai kurang suka melihat Arga begitu. Salwa hanya bisa tersenyum getir menanggapi ucapan sang mama. Papa yang sepertinya paham sikon pun mengalihkan pembicaraan. "Oh iya nak, nanti kamu ke kafe biar papa aja yang anter ya?"


"Loh, tapi Pa aku sama mang Dirman loh kesininya."


"Urusan itu mah gampang, nanti tinggal papa bilang sama supir kamu buat pulang duluan aja. Atau dia mau main-main disini dulu juga boleh, yang penting hari ini papa mau anter kamu." Sepertinya papa pengen banget anter putrinya hari ini? Salwa sendiri sebenarnya senang sekali jika pada akhirnya sang papa mau mengatarnya.


"Kamu mau kan kalau papa yang anter?"


Salwa mengangguk dan tersenyum, "Mau Pa, mau banget!"


"Yaudah kalau gitu kita habisin dulu sarapannya, baru abis itu kita berangkat," ujar papa Ramdani.


**


Di kantor Arga tengah bergelut dengan laptopnya, lelaki itu tampak begitu serius dan fokus menatap layar laptopnya. Hal itu sebenarnya tidak aneh, mengingat Arga memang tipikal laki-laki yang akan berubah sangat serius dan profesional, jika sudah menyangkut pekerjaan dan bisnisnya. Tidak heran jika perusahaan rintisannya itu berkembang dengan pesat.


Namun tampaknya, keseriusan Arga harus terganggu karena handphonenya tiba-tiba berdering. Arga pun berdecak kesal. "Ck! Siapa lagi telepon?" Arga meraih ponsel yang berada tidak terlalu jauh dari jangkauannya. Ia melihat nama Mayang tertera dilayar hapenya.


Arga : Halo?


Mayang : Halo Arga, kamu sibuk nggak?


Arga : Hem, nggak juga. Ada apa May?

__ADS_1


Mayang : Aku mau ngajak kamu makan siang bareng hari ini, bisa?


Arga : Kayaknya sih bisa, emang kamu mau ngajak makan dimana?


Mayang : Umー nanti aku WA kamu deh.


Arga : Oke!


Mayang : Eh Arga!


Arga : Apa?


Mayang : Emー nggak jadi deh nanti aja di restoran.


Arga : Oke, kalau gitu aku tutup ya teleponnya?


Mayang : Iya.


*Tut... panggilan terputus.


"Mau ngomong apaan si Mayang tadi?" Arga menerka-nerka.


**


🎶Syair dan melodi


Kau bagai aroma penghapus pilu


Gelora di hati


Bak mentari kau sejukkan hatiku


Burung-burung pun bernyanyi


Bunga pun tersenyum


Melihat kau hibur hatiku

__ADS_1


Hatiku mekar kembali


Terhibur simfoni


Pasti hidupku 'kan bahagia.


"Oh iya nak, papa boleh jujur sama kamu?" ungkap Ramdani tiba-tiba.


"Of course boleh dong Pa, emang papa mau jujur apa?" Salwa bersiap mendengarkan apa yang ingin dikatakan oleh papanya itu.


"Sebenernyaー, entah ini cuma perasaan papa aja atau gimana. Tapi nggak tau kenapa papa ngerasa ada suatu hal yang kamu sama Arga sembunyiin dari papa dan mama tentang kalian berdua. Seperti ada yang mengganjal gitu papa lihatnya."


Salwa mendadak tegang mendengar pernyataan papanya tersebut. Dirinya pun tidak bisa denial pada dirinya sendiri kalau, sebenarnya pernikahan dirinya dan Arga memang berjalan tidak selayaknya seperti pasangan menikah pada umumnya. "Emー"


"Papa bukan mau intervensi urusan rumah tangga kamu sama Arga, hanya saja sebagai orang tua. Papa hanya ingin kasih masukan buat kamu."


"Iya Pa," balas Salwa menurut.


"Nak, sejatinya pernikahan itu adalah pelajaran seumur hidup, jadi kamu dan suamimu jangan lelah buat belajar ya... Dan papa doakan apapun masalah yang 'mungkin' lagi kamu sama Arga hadapi di rumah tangga kalian bisa kalian selesaikan dengan baik."


Salwa mengangguk paham. Dan tanpa terasa mobil mereka sudah tiba di depan kafe, tempat Salwa bekerja. Salwa pun lekas membuka safebeltnya. "Pa, Salwa pamit kerja dulu ya," ungkap Salwa kepada papanya lalu salim mencium tangan sang papa. Ramdani mengangguk dan tersenyum. "Oh iya Salwa!" "Iya Pa?" Papa menghentikan langkah Salwa yang hampir sudah mau keluar pintu mobil. "Semangat ya Salwa Natasha Adnan anak Papa Ramdani Adnan!" Salwa tersenyum menanggapi ucapan papa Ramdani lalu lanjut keluar dari mobil.


Ramdani menghela napas memandangi sang putri yang memasuki kafe dari dalam mobilnya. "Salwa, papa hanya berharap kamu selalu bahagia sayang."


**


Salwa yang memasuki kafe langsung disambut oleh para pelayan termasuk Nina. "Pagi mbak Salwa!"


"Pagi Nin!" balas Salwa yang langsung berjalan cepat menuju ke ruangannya.


"Mbak Salwa tumben kayak nggak terlalu semangat gitu?" Ungkap Nina yang melihat Salwa seperti tak secerah biasanya.


Memasuki ruangannya Salwa langsung meletakan tasnya di meja, dan duduk di kursinya. Ia menopang kedua sikunya diatas dan memijit-mijit kepalannya, lalu menghela napas agar dirinya tenang. "Aku nggak nyangka papa bakal tanya hal itu. Kalau gini caranya, aku jadi makin takut kalau sampe papa atau mama tau, tentang perjanjian pernikahaan diantara aku sama Arga. Ya Tuhan aku takut banget, kalau papa dan mama tau hubungan sebenernya aku dan Arga yang fake ini!"


🌹🌹🌹


Hai, temen-temen jangan lupa LIKE, COMMENT, DAN VOTE ya...

__ADS_1


Baca Novelku yang lain juga ya judulnya :


LOVE PETAL FALLS (udah tamat)


__ADS_2