
Setelah selesai berziarah ke makam Kakaknya. Salwa yang pada sore hari baru pulang menggunakan taksi online itu pun, langsung berjalan naik menggunakan lift menuju ke apartemennya. Salwa berniat ingin segera mandi dan bersih-bersih karena ia merasa badannya benar-benar sudah terasa lengket. Salwa yang sudah berada di depan pintu apartemennya itu pun membuka pintunya dengan menekan tombol sesuai password-nya. Setelah pintu terbuka Salwa pun melangkah masuk, namun saat Salwa melangkah masuk dengan langkah kaki yang agak terhuyung-huyung, dirinya malah seketika dibuat tegang melihat sosok yang ada dihadapannya. Mata Salwa yang awalnya terlihat lelah pun seolah segar kembali saat melihat Arga yang tengah berdiri sambil menyilangkan tangannya di perut, dengan mengenakan pakaian santai.
"Kenapa lo ngelihat gue kaya lihat hantu gitu?" Tukas Arga dengan suara datarnya yang berat.
Salwa agaknya salah tingkah dibuatnya, sejujurnya ia bingung dan kaget karena Arga sudah ada dirumah padahal ini masih sore hari. Kok dia udah pulang sih? Bukannya kata mbok Darmi kemarin cerita kalau Arga ini selalu pulangnya malem bahkan tengah malem ya?
"Ye... malah bengong, hei gue lagi ngomong sama lo!"
"Eh iya kenapa?" Salwa gelagapan karena sadar dirinya barusan sibuk bicara dalam hati.
"Gua tadi tanya, kenapa lo pas lihat gue auto kaget kaya lihat hantu?"
"Huh, maksudnya?" Dengan ekspresi polosnya Salwa menjawab.
Arga berdecak tanda mulai kesal. "Ah udah lupain soal itu, emang sebenernya lo interview dimana sih?"
Dih... kenapa dia tiba-tiba sok perhatian gitu? Pasti ada yang aneh nih!
"Tuhkan, malah diem lagi. Gua nanya perasaan dari tadi nggak ada yang lo jawab deh, lo sebenernya denger nggak sih gue nanya?"
"Iya, iya denger gausah galak-galak gitu juga kali!" ucap Salwa sambil melepas high heels-nya. Setelah itu Salwa langsung berjalan menuju ke dapur untuk mengambil air putih. Saat tengah minum Salwa merasa aneh karena seperti diperhatikan oleh orang lain, dan ternyata benar Arga yang mengikuti Salwa dari belakang kini tengah memperhatikannya. Merasa tidak nyaman Salwa pun protes pada suaminya itu. "Aduh please ya, gue itu bukan maling, jadi jangan ngelihatin gue seakan-akan gue itu kriminal yang lagi dicari-cari sama polisi!"
"Oh lo ngerasa diri lo itu maling ya?"
Sumpah ya ini laki bener-bener deh! Gerutu Salwa dalam hatinya. Salwa pun menaruh gelas air putihnya, dan langsung bertanya kepada Arga yang posisinya berdirinya tidak jauh dari Salwa. "Sebenernya lo mau apa sih?"
"Mau apa? Lah dari tadi gue kan cuma nanya tapi nggak lo jawab satu pun."
"Iya, nanya apa maksudnya?" Salwa mulai jengkel pada Arga yang sejak tadi baginya terus saja bertanya hal yang tidak jelas.
Arga mengacak-acak rambutnya yang berantakan. "Dah intinya lo interview dimana dan gimana hasil interview-nya?"
"Oh... gue dari... eh tunggu, ngapain lo nanya-nanya?"
Karena sudah kesal dengan Salwa yang sejak awal membuatnya jengkel, Arga pun mendekat ke Salma sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan berkata, "Nih! Dari tadi nyokap lo itu telepon gue. Dia nanya ke gue, elo lagi kemana dan gue bilang interview. Terus beberapa menit kemudian, bokap lo telepon gue dan nanya gimana hasil interview lo. Dan kemudian mereka telepon gue lagi."
"Terus?"
Arga yang sudah makin kesal pun langsung menghela napas panjang-panjang. Ini cewek beneran adeknya Salma nggak sih? Kalo iya kok beda banget sama Salma yang otaknya cepet nangkep! Ini adeknya otaknya belom di upgrade apa ya? Lemot banget!
__ADS_1
"Iya terus kenapa? Lagian kenapa coba mama sama papa teleponnya ke elo, kan bisa langsung hubungin gue."
"Nah kan beneran lo tuh nggak paham alias telmi!" Arga pun menarik tangan Salwa dan membawanya ke ruang utama dengan paksa.
~~
"Apa sih tarik-tarik, lepasin sakit tau!" ujar Salwa sambil mencoba melepaskan tangannya dari cengkeraman Arga.
"Mana hp Lo?" Tanya Arga
"Ini ada ditas."
"Keluarin!"
"Ih buat apaan?"
"Udah sini keluarin!" Arga akhirnya mengambil paksa handphone Salwa dari dalam tasnya. "Nih lo lihat hp lo mati!" Arga memegang hp Salwa dan menujukkannya. Arga memberitahukan jika gara-gara hape Salwa yang tidak aktif, alhasil mama Rania dan Papa Ramdani terus menerus menghubunginya untuk menanyakan soal Salwa, dan itu membuat Arga pusing. Bagaimana tidak membuat pusing, pasalnya Arga kala itu masih dalam keadaan baru sadar dari hangover, ditambah banyak dokumen yang harus ia cek. Tapi malah kedua mertuanya itu terus menghubunginya demi menanyakan soal anak mereka yang jujur saja Arga hanya tau dimana Salwa karena note yang ditempel di gelas air lemon tadi. Salwa yang sadar setelah mendengar cerita Arga pun jadi agak tidak enak dibuatnya. "Um... sorry ya udah bikin lo repot, soalnya... hp gue itu ternyata lupa di charge semalem jadinya pas dijalan mati, dan gue lupa bawa powerbank. Sekali lagi maaf..," ungkap Salwa menyesalinya.
"Maaf, maaf... Gua tuhー" Belum selesai berucap tiba-tiba ponsel Arga berdering. Ia pun mengambil hp-nya itu dari saku celananya, dan seketika Arga menyipitkan mata dan menoleh ke arah Salwa.
"Kenapa?" tanya Salwa.
"Yaudah cepet angkat!"
*Chat video call
Arga&Salwa : Halo ma...
Mama Rania : Hai nak, huft... akhirnya mama lihat dan dengar suara kamu juga. Mama tuh khawatir sama kamu, makanya dari tadi mama telepon Arga buat mastiin kamu kalau baik-baik aja.
Salwa : Salwa baik-baik aja kok ma. Maaf ya tadi hape Salwa mati, jadi gak bisa dihubungin deh.
Mama Rania : Kamu itu kebiasaan deh, sering.... banget handphone-nya mati, untung mama udah punya Arga jadi bisa tanya kamu lewat mantu mama.
(Salwa hanya tersenyum getir)
Salwa : Iya ma, maaf... habisnya si Arga tuh dia semalem... (Tiba-tiba Arga menutup mulut Salwa dengan tangannya. Salwa pun melepas tangan Arga dari mulutnya dan berujar, "Ih tangan lo kotor tuh...". "Enak aja tangan gue bersih!")
Rania lewat layar ponselnya memperhatikan kelakuan anak dan menantunya itu.
__ADS_1
Rania : Eh tunggu! Kalian...?
Salwa & Arga : Ada apa Mam?
Mama Rania : Kalian kok ngomong masih pakai gue dan elo sih?
(Seketika Arga dan Salwa saling melirik satu sama lain)
Arga : Oh itu, enggak kok ma, Aku sama Salwa... kita emang kadang bercanda aja ngomong gue lo biar akrab aja gitu.
Salwa : Hehe... I- iya ma, kita gitu biar akrab.
Mama Rania : Kalian yakin...?
Arga : Iya ma yakin bangetlah! Oh iya udah ya ma... Salwa sm Arga soalnya mau bersih-bersih terus langsung siap-siap buat makan malem, Iyakan sayang? (Menoleh ke arah Salwa)
Salwa : Huh sayang? (Arga tersenyum memberi kode) Eh maksudnya iya Ma kita emang mau siap-siap buat makan malem.
Mama Rania : (Senyum-senyum) Oh... jadi maksudnya Mama gak boleh ganggu pasutri baru gitu ya ceritanya... oke baiklah.
Arga : Hahaha... itu Mama paham. Kalau gitu udah dulu ya Ma. Oh iya salam ya buat papa bye Ma... we love you... muah...
Mama Rania : Bye juga~
*Videocall pun diputus.
Baik Salwa dan Arga sama-sama menghela napas lalu duduk di sofa. "Huft... capek juga, padahal cuma video call," keluh Salwa.
Arga tiba-tiba menoleh ke arah Salwa dan memandanginya.
"Kenapa ngelihatin gue gitu?" Tanya Salwa yang tidak nyaman dipandangi oleh Arga.
"Kayaknya diantara kita berdua emang harus ada buat kesepakatan!"
"Kesepakatan? Maksudnya?" Salwa yang tidak paham apa maksud ucapan Arga pun hanya bisa mengerutkan alisnya karena bingung.
🌹🌹🌹
Jangan lupa Like, Comment, Vote ya...😘
__ADS_1
Follow juga IG aku @chrysalisha98