Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps 58


__ADS_3

Arga Salwa akhirnya kembali ke kediaman mereka setelah selesai menyantap kuliner pinggir jalan yang nikmat. Keduanya sama-sama terlihat kenyang setelah menyantap makanan tadi. "Kenyang...," ujar Arga yang kemudian terlihat menguap. Salwa pun juga merasa ngantuk, ia pun bergegas kembali ke kamarnya. Namun sebelum ia kembali, Salwa tak lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada Arga karena sudah mengajaknya makan di luar. "Emー makasih ya Arga udah mau ngajak makan keluar."


Arga tersenyum kecil. "Iya sama-sama, sebenernya itu juga sebagai bentuk permohonan maaf aku karena udah nyuruh kamu ngumpet di kamar pas Mayang dateng tadi, jadi sorry ya soal tadi," akhirnya Arga bisa mengucapkan kata maaf pada Salwa. Tentu saja Salwa mendengarnya cukup senang, setidaknya ia tahu bahwa sang suami menyesal karena telah berbuat begitu padanya tadi.


"Iya, udah aku maafin kok! Tapi lain kaliー"


"Lain kali aku nggak bakal nyuruh kamu ngumpet, paling nyuruh minggat," celetuk Arga dengan nada bercanda. Sontak wajah manis Salwa langsung merengut dibuatnya, dan hal itu pun memicu Arga untuk mencolek pipi kanan sang istri. "Uluh, gitu aja cemberut. Becanda kali..."


"Gak lucu tau!" sahut Salwa kecut.


"Yaudah maaf-maaf," tutur Arga. Salwa masih buang muka, karena sejatinya hatinya tidak suka dengan bercandaan Arga. Terlihat semakin merasa mengantuk hingga ia menguap, Arga pun pamit tidur duluan. "Hoam... yaudah ya, aku ngantuk nih! Besok mesti kerja pagi. Kalau gitu aku tidur duluan ya," ucap Arga yang matanya sudah sayu.


"Yaudah gih tidur sana," kata Salwa yang tahu suaminya sudah mengantuk.


"Hoah..., ok selamat malem istri...," ucap Arga sambil berjalan menuju ke kamarnya.


"Malem juga suami," lirih Salwa sambil senyum-senyum kecil lalu pergi ke kamarnya.


**

__ADS_1


Keesokan harinya di ruang kerjanya, Mayang yang duduk menghadap laptop terlihat sedang memikirkan sesuatu. Mayang pun merogoh tas miliknya dan mengeluarkan lulur yang ia temukan di apartemen Arga kemarin. Ia terus memandangi lulur yang dipegangnya itu dengan lamat-lamat. "Aku masih nggak percaya sama omongan Arga yang bilang lulur ini punya ART-nya?" Mayang bangkit dari kursinya dan berdiri dengan tetap memegangi lulur mandi tersebut. "Aku tau banget merek lulur ini, dan... emang ARTnya Arga itu masih muda banget apa, sampe pake lulur ini! Kalo iya..." Pikiran Mayang pun semakin dibuat penasaran dengan segala dugaan yang semakin banyak diotaknya. "Nggak, pokoknya aku harus selidikin siapa sebenernya pemilik lulur ini! Iya harus! Tiba-tiba di otak Mayang muncul satu nama yang ia rasa bisa membantunya menjawab rasa penasarannya yang semakin membucah itu. "Oh iya, dia pasti bisa bantu Aku!" Mayang pun langsung mengambil ponselnya. "Aku harus telepon Irsyad. Aku yakin pasti Irsyad sering main ke apartemen Arga, dia pasti tau banyak tentang Arga." Mayang pun menghubungi Irsyad dan mengajaknya ketemuan di kafe siang ini.


**


Sementara itu di ruangannya Salwa tampak senyum-senyum sendirian sambil memutar-mutar ponselnya diatas meja, dan reflek menopang wajahnya dengan satu tangannya yang lain. "Huft, kenapa ya? Habis lihat sisi lain Arga kemarin, gue jadi kepikiran mulu sama dia. Entah kenapa... jadi pengen ngobrol sama dia deh." Salwa mengangkat ponselnya, ia bermaksud ingin mengirim chat pada sang suami. Tapi sayangnya Salwa merasa malu kalau harus chat duluan, ditambah ia bingung bagaimana cara untuk memulai chatnya. "Ih... kenapa jadi salting gini sih gue!" keluh Salwa. Tapi siapa sangka gayung bersambut, beberapa saat kemudian justru handphone Salwa berdering, yang ternyata orang yang ingin ia telepon malah kini menghubunginya. "Duh, gimana nih?" Salwa gelagapan, ia pun tarik napas dan menghebuskannya perlahan. "Oke Salwa tenang...," Salwa yang sudah mulai tenang pun barulah mengangkat panggilan dari Arga dengan seelegan mungkin.


Salwa : Iya halo...


Arga : Halo,


Salwa : Kenapa?


Salwa : (Ekspresi Salwa tampak senang) Oh gitu, syukur deh, soalnya kalo kamu nggak jadi lagi paling kamu habis sama mama. (Salwa mencoba meledek Arga)


Arga : Ya makanya ini aku usahain. Eh iya kalo gitu, nanti kamu aku jemput deh.


Salwa : Yaudah, aku tunggu deket tamanー


Arga : Nggak usah, aku jemput kamu langsung ke kafe aja.

__ADS_1


Salwa : (Menunjukan ekspresi agak heran) Eh tumbem banget kamu mau jemput aku langsung. Emang ngha takut ketauan kalo kita...


Arga : Aman, lagian pegawai kamu juga taunya kan aku sepupu kamu.


Salwa : Tapi kalo kenalan kamu ada yang lihat.


Arga : Nggak akan...! Udah deh, kamu nurut aja sama aku okey?


Salwa : Iya deh, iya....


Arga : Yaudah, kalo gitu. See you...


Salwa : See you...


Salwa pun mengakhiri percakapannya ditelepon. Wajah Salwa nampak berseri sehabis ngobrol di telepon dengan sang suami. Entah ini hanya efek senangnya saja atau bukan, Salwa merasa jika hubungannya dengan Arga makin hari mulai makin baik, dan oleh sebab itu, lentera harapan Salwa untuk terus memperbaiki kehidupan pernikahan yang sesungguhnya pun seolah semakin nyata adanya. Salwa tersenyum dan berkata, "Aku hanya berharap hal-hal baik semakin banyak terjadi dalam pernikahan aku sama Arga. Karena meski pernikahaan aku sama Arga awalnya cuma karena wasiat kak Salma, tapi aku dari awal selalu menganggap pernikahan ini adalah serius, jadi aku berharap yang baik-baik akan terjadi. Dan aku harap suatu hari nanti aku sama Argaー" Seketika wajah Salwa jadi malu-malu sendiri, ia bahkan menutup wajahnya sendiri dengan kedua tangannya. Hem, sepertinya ada yang jatuh cinta nih?


🌹🌹🌹


Vote, Like, Comment

__ADS_1


__ADS_2