Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps. 33


__ADS_3

Di ruangannya, Arga terlihat sedang berdiskusi soal proyek baru perusahaannya bersama dengan Irsyad, dan ada Amel juga disebelahnya. Mereka terlihat serius membahas prospek kerja yang akan mulai dijalankan bulan depan.


"Gua yakin project pembuatan layanan startup digital kita bisa berkembang pesat, kalau pangsa pasar kita condong ke generasi milenial dan generasi Z," ujar Arga.


"Betul, karena beberapa kali survei yang kita dapet responden kita kebanyakan generasi millenials dan anak-anak remaja SMA," sahut Irsyad menanggapi. Arga dan Irsyad sepertinya sudah satu misi, dan tinggal start promosi bulan depan harus dibuat semenarik mungkin. "Kalo gitu Mel!"


"Iya Pak," jawab Amel yang sudah sejak tadi stand by dengan tablet ditangannya untuk mencatat semua meeting dan jadwal Arga. "Kamu udah catet kan semua jadwal saya?"


"Sudah Pak."


"Good!"


"Kalau begitu saya sudah boleh permisi Pak?" Tanya Amel.


Karena kebetulan sudah mau masuk jam makan siang, ditambah Arga yang memiliki janji makan siang dengan Mayang. Arga menyuruh Amel dan Irsyad untuk silakan pergi istirahat. Amel pun meninggalkan ruangan bosnya itu. Tetapi tidak dengan Irsyad, ia malah masih berleha-leha di atas sofa yang ada di ruangan Arga. Irsyad merenggangkan tubuhnya, "Hoam... sumpah gue ngatuk banget!" ujar Irsyad yang semalam begadang.


"Makanya jangan begadang mulu!" sahut Arga yang terlihat sudah mengambil jasnya, yang ia taruh di sandaran kursi kerja miliknya. Melihat temannya itu rapi-rapi memakai jas, Irsyad pun jadi penasaran dengan Arga mau pergi kemana. Pasalnya Arga jarangbsekali memakai jasnya lagi kalau sudah dilepasnya, kecuali saat pulang atau pergi ke luar. "Mau kemana lo Ga, pake jas gitu tumben?"


"Keluar makan siang," balasnya singkat.


"Eh tumben, emang ada klien yang mau lo temuin? Bukannya tadi kata Amel, hari ini lo kosong jadwal sampe menjelang sore?" Irsyad yang awalnya bergoler-goler diatas sofa pun langsung bangkit duduk.


"Nggak ada klien, gue cuma ada janji makan siang aja sama Mayang."


"Mayang?" Irsyad pun langsung bereaksi dan bangun dari duduknya, mendekati Arga dan merangkul sahabatnya itu. "Bro! Kayaknya lo sama Mayang harus balikan deh. Gue bisa lihat kok, tatapan Mayang ke elo tuh, kelihatan jelas kalau dia tuh kode minta lo balik lagi ke dia."


Arga tidak terlalu menanggapi perkataan Irsyad, dan malah menyingkirkan tangan Irsyad dari bahunya. "Udah ah, lo jangan banyak omong gue mau pergi dulu. Lo silakan keluar dari ruangan gue." Arga meminta Irsyad meninggalkan ruangannya, karena Arga sudah mau pergi makan siang.


"Iya, iya gue keluar!" Irsyad akhirnya keluar berbarengan dengan Arga meninggalkan ruang kerja tersebut.


**


Di kafenya Salwa juga terlihat tengah menunggu seseorang di salah satu meja kafe. Tiba-tiba Tania sang pemiliki kafe Lorena datang, dan semua pegawai termasuk Salwa pun berdiri untuk menghormatinya. Tania tampak anggun berjalan sambil melempar senyum pada pegawai yang ia lewati. Ternyata Tania datang menghampiri Salwa.


"Hai, maaf ya bikin nunggu lama," ucap Tania lalu cipika cipiki dengan Salwa.

__ADS_1


"Ah nggak apa-apa kok Bu Tania," balas Salwa formal. Ternyata sejak tadi Salwa menunggu Tania, karena memang mereka tadi pagi sudah buat janji, mau pergi ke salah satu pusat perbelanjaan bersama.


"Yaudah kalau gitu kita pergi sekarang aja gimana?" Usul Tania mengajak Salwa.


"Boleh," balas Salwa.


Salwa dan Tania pun sudah menggenggam tas mereka masing-masing. Kedua perempuan itu bergegas pergi, dan sebelum pergi Salwa pamit pada Nina. "Nin, saya pergi dulu sama big boss ya!" Salwa melirik Tania.


"Iya mbak, iya Bu Tania," ucap Nina segan karena ada Tania.


Keduanya pun pergi meninggalkan kafe.


**


Arga sudah tiba di restoran yang dimaksudkan oleh Mayang. Setelah memarkirkan mobil BMW g-classnya Arga pun langsung masuk ke dalam restoran.


Sesampainya di dalam, Arga langsung mencari keberadaan Mayang. "Oh itu dia!" Arga pun langsung menghamipiri meja tempat dimana Mayang berada.


"Hai May, udah lama nunggu?" ujar Arga sambil menarik kursi untuk duduk.


"Oh kalau gitu, langsung pesen makan aja," kata Arga yang kemudian langsung memanggil pelayan untuk mecatat pesanan makan mereka.


"Iya Mas, Mbak? Mau pesan apa?" ucap si pelayan yang kini sudah menghampiri meja Arga dan Mayang.


"Umー saya mau macaroni panggang dan lobster panggang keju, ditambah minumnya blackcurrant. Kalau kamu May, pesen apa?" Arga bertanya pada Mayang yang kini tengah membolak balik buku menu.


"Aku bingungー" Mayang masih berpikir ingin memesan apa. "Gini deh, karena aku lagi bingung mau makan apa, jadi mas tolong pesenan saya disamain sama pacar saya aja ya, cuma diganti minumnya jadi jus buah peach."


Pelayan mengulang pesanan Arga dan Mayang, lalu meminta keduanya menunggu.


Ekspresi wajah Arga langsung berubah terkejut, mendengar Mayang menyebut dirinya sebagai pacarnya. "Ma- Mayang, maksud kamuー?"


Hanya tersenyum tanpa beban. "Maaf ya, aku sebut kamu pacar aku. Nggak tau kenapa, tiba-tiba aku jadi ingetnya kita masih pacaran. Maaf ya, kamu marah ya?"


"Nggak kok, cumaー agak kaget aja. Oh iya by the way tadi kamu di telepon kayak mau ngomong sesuatu gitu? Emang kamu mau ngomong apa?"

__ADS_1


Mayang menyelipkan rambutnya ketelinga, "Umー gimana ya Ga, aku nggak enak sih sebenernya minta tolong sama kamu tiba-tiba. Tapi, kakek aku yang baru pulang pengobatan dari Tiongkok minta aku buat ajak kamu, main golf bareng hari minggu nanti."


Arga tampak sedang mempertimbangkan ajakan Mayang tersebut. Mayang yang memperhatikannya pun mulai menerka-nerka dalam pikirannya. Gimana pun caranya, Arga harus mau nerima ajakan aku. "Tapi Arga, kalaupun kamu nggak bisa nggak apa-apa kok! Paling nanti aku bakal kasih pengertian ke kakek, kalau kamu nggak bisa karena sibuk."


Melihat wajah Mayang yang sepertinya sangat berharap pun membuat Arga jadi tidak enak jika menolak. "Kata siapa aku nggak bisa?"


"Jadi kamu bisa?" Mayang langsung sumringah, dan langsung menggenggam tangan Arga. Kali ini Arga tidak menghindar genggaman tangan Mayang, mungkin ia merasa Mayang sedang senang, jadinya tidak sadar akan tindakannya.


"Makasih ya Argaku..." ucap Mayang menatap Arga.


Arga pun hanya tersenyum kecil dan mengedipkan matanyanya tanda mengiyakan.


**


Salwa yang baru saja selesai dari berbelanja di mall bersama Tania, memutuskan untuk mampir makan siang. Karena tidak mau jauh jalan, akhirnya mereka memilih salah satu restoran yang tidak terlalu jauh dari mall tempat mereka belanja.


Setibanya di restoran tersebut, Tania yang herus menerima telepon dari suaminya itu meminta Salwa masuk duluan untuk mencari tempat. Salwa pun masuk untuk mencari tempat kosong, saat ia tengah mencari-cari meja yang tepat siapa sangka Salwa malah langsung disuguhi pemandangan suaminya yang tengah terlihat makan siang bersama seorang perempuan. Salwa seketika mematung dan merasa dirinya seperti tidak tenang. "Arga sama siapa?" ucapnya, penasaran dengan sosok perempuan yang hanya tampak dari belakang oleh Salwa. Tapi perempuan itu tiba-tiba menghadap kesamping, dan seketika degup jantung Salwa menjadi cepat. "I- itukan Mayang? Kenapaー kenapa dia bisa sama Arga?" Salwa bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Tiba-tiba ada yang menepuk bahu Salwa dari belakang. "Salwa kok nggak cari meja? Katanya mau makan?" Salwa seketika jadi kikuk hingga bicaranya terbata-bata. "Oh, umー itu kak Tania, akuー"


"Kamu kenapa sih kok jadi sepotong-sepotong gitu ngomongnya?" Tania keheranan melihat Salwa yang bicaranya terbata-bata begitu.


"Em... Kak, kayaknya aku langsung balik ke restoran aja deh, nggak tau kenapa tiba-tiba aku jadi kayak nggak nafsu makan gitu, trus badan aku juga agak nggak enak deh rasanya."


"Waduh? Oh yaudah deh, kalau gitu biar kamu aku anter pulang aja ya?"


Salwa mengangguk, dan akhirnya mereka berdua tidak jadi makan di restoran tersebut.


🌹🌹🌹


Hai jangan lupa ya LOVE LIKE COMMENT :)


Baca Novelku yang lain juga ya judulnya :


LOVE PETAL FALLS (udah tamat)

__ADS_1


__ADS_2