Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps. 57


__ADS_3

Setelah beberapa menit berkendara menyusuri kota dengan sepeda motornya. Akhirnya Arga memutuskan untuk menepikan motornya itu di salah satu area, tempat berkumpulnya para penjajak makanan dipinggir jalan.


Melihat hal itu Salwa jadi terheran karenanya. Kenapa Arga berhenti disini? Apa dia mau makan di tempat ini?


Arga memarkir motor tersebut lalu keduanya turun. Setelah turun dari motor ia mengajak Salwa. "Ayok!" Ajak Arga.


"Ayok apa?" Tanya Salwa yang baru saja melepaskan helmnya.


"Duh, masih nanya lagi!" Arga pun langsung menarik Salwa yang baru saja menenggerkan helmnya di atas motor. "Duh... pelan-pelan dong!" Protes Salwa yang tangannya tiba-tiba digandeng oleh Arga.


"Bang nitip motor gue ya!" Seru Arga pada penjaga parkiran.


"Beres bos!"


*


Arga mengajak Salwa ke tempat dimana biasanya para pengujung duduk dan memesan makanan di area tersebut. "Kamu mau pesen apa?" Tanya Arga. Sudah ditanya begitu, Salwa malah masih tampak bengong dengan tindakan Arga saat ini.


"Hei, aku nanya!" Seru Arga membuyarkan lamunan Salwa.


"Ohー iya aku pesen roti bakar stroberi aja sama susu anget."


"Oke," Arga pun langsung berteriak untuk memesan. "Bang roti bakar rasa stroberi satu, susu anget satu. Sama saya mau nasi goreng seafoodnya satu!"


"Minumnya apa mas?"


"Biasa teh susu jahe! Nggak pake lama ya bang!"


"Siap bos!" Ujar para pedagang itu yang seolah sudah akrab dengan Arga.


Dan lagi-lagi Salwa dibuat terkesima dengan tingkah laku Arga saat ini.


Sambil melambaikan tangannya di depan wajah sang istri, Arga kembali berujar, "Salwa! Kamu kenapa sih! Bengang begong mulu?"

__ADS_1


Salwa tersadar dan hanya mengulum senyum kecil, "Oh nggak apa-apa, cuma aku agak nggak nyangka aja ternyata seorang bos perusahaan terkenal kayak kamu hobi juga makan di pinggiran gini."


Dengan nada meremehkan Arga pun hanya tertawa mendengus, "Kamu kira aku selalu makan di restoran mewah gitu?"


Salwa mengangguk, "Iya, emang aku kira gitu."


"Heh, justru aku malah lebih seneng makan disini, selain enak makanannya, suasananya seru aja. Dan di tempat ini juga aku banyak belajar, ternyata... kesenangan itu nggak harus identik dengan hal-hal mewah."


Dengan tatapan kagum Salwa mendengarkan tiap ucapan yang keluar dari mulut suaminya itu. Aku nggak nyangka, dibalik sikap dia yang ngeselin dan kelihatannya ngeremehin orang ternyata dia bisa memandang suatu hal dengan bijak.


"Mas, mbak ini pesenannya," ujar pelayan sembari menyajikan makanan pesanan keduanya.


"Makasih ya bang," ujar Salwa. Tidak berbeda dengan sang suami, kebetulan Salwa sendiri juga hobi makan di pinggir jalan. Tak lama setelah roti bakar Salwa datang, kini giliran pesanan nasi goreng seafood Arga yang datang. Dan keduanya pun mulai menyantap makanan mereka masing-masing. "Melihat Arga yang tampak lahap menyantap nasi gorengnya, membuat Salwa jadi ngiler dibuatnya."


Arga yang langsung menyadari jika Salwa memandanginya saat makan pun spontan menoleh ke arah Salwa. " Kenapa ngelihatin? Pengen?" Kata Arga.


Dengan salah tingkah Salwa pun mengelak, " Oh enggak kok." ia pura-pura meminum susu hangat pesanannya.


Lantas Arga malah menyendok nasi gorengnya dan meminta Salwa untuk membuka mulutnya. Sontak Salwa pun makin salah tingkah dibuatnya. "Ih Arga apaan sih, aku bukan anak kecil. Lagian kalau aku mau aku bisa pesen kok!"


"Gimana, enak kan?" Tanya Arga.


Sambil mengunyah Salwa mengangguk mengiyakan jika nasi gorengnya enak. Disamping itu, Salwa pun langsung di dera rasa malu sekaligus senang, karena ini pertama kali dirinya disuapi oleh Arga dari sendok yang sama yang dipakai oleh sang suami.


Malam semakin malam, keduanya menghabiskan makanan mereka hingga kenyang. Saat tengah berdiam diri, sembari menunggu makanan mereka tercerna sempurna. Sebelum pulang, Arga dan Salwa pun duduk-duduk disana. Terlihat banyak pengamen jalanan yang silih berganti menyambangi para pembeli, dan kini giliran Arga dan Salwa yang dihampiri oleh seorang pengamen jalanan. Pengamen itu memainkan gitar sambil menyanyikan salah satu lagu iwan fals. Tiba-tiba saja, Arga meminta si pengamen untuk berhenti bermain gitar, dan meminjam gitar si pengamen itu.


"Arga kamu ngapain? Emang kamu bisa main gitar?" ungkap Salwa.


Arga tidak menjawab Salwa dan malah langsung memetik gitar tersebut.


"Eh kamu bisa ternyata?" Ungkap Salwa tak menyangka.


"Duh Bang, gitar lo nggak enak suaranya. Sini dah gue stem dulu. Arga pun membantu menyetem gitar si pengamen hingga akhirnya suara petikan senarnya jadi lebih enak di dengar.

__ADS_1


"Nah... enak kan?" puji Arga mencoba memainkan gitar itu setelah di stem olehnya.


"Wah iya bang jadi bagus, abang jago ya main gitar?" Puji si pengamen.


"Elah, kaga biasa aja. Eh iya gue mau mainin lagu iwan fals yang izinkan aku menyayangimu, abang sama kamu nyanyi ya," ujar Arga pada Salwa.


"Aku nyanyi?" Ujar Salwa.


"Iyalah, udah nyanyi aja!" Kata Arga yang kemudian memainkan kunci nada untuk mengiringi Salwa dan si pengamen. Dan mereka pun bernyanyi bersama-sama. Setelah selesai bernyanyi, Arga mengembalikan gitar itu pada sang pengamen. Tak lupa Arga juga memberikan selembar uang seratus ribu pada si abang pengamen itu. "Eh ini gede banget uangnya, saya mah nggak ada kembaliannya bang!" Tukas si pengamen pada Arga.


"Yeelah bang, itu emang buat lo semua kali, gue nggak minta kembalian."


"Be- bener nih bang?" Ungkap si pengamen yang tampak belum percaya.


"Iya, udah itu rejeki abang," pungkas Arga dengan santai.


"Makasih ya bang... mbak makasih banget,"ujar si pengamen dengan sumringah dan kemudian pergi.


Lagi-lagi senyum bangga Salwa mengembang melihat apa yang dilakukan oleh sang suami pada si pengamen tadi. Dan Arga pun kembali memergoki istrinya memandanginya.


"Kamu kenapa sih, dari tadi udah berapa kali aku lihat senyum-senyum ngelihatin aku mulu! Kenapa, terpesona sama kegantengan aku?"


Raut wajah Salwa yang tampak sumringah, seketika berubah menjadi ekspresi malas. Huh baru aja kagum, eh over pedenya dah muncul lagi aja. Jadi buyar deh rasa kagumnya. "Udah deh Arga kamu nggak usah kepedean, aku lihatin kamu bukan cuma karena kamu ganteng tapi karena..."


"Oh jadi aku emang ganteng ya?" Goda Arga.


"Ah tau ah, males kepedean!"


"Cie... bilang aku ganteng tapi nggak mau ngakuin, cie...," Arga terus saja menggoda Salwa, hingga para pedangang lain ikut tergelitk melihat tingkah keduanya yang bak abg tengah bergurau.


**


Di sisi lain, ternyata ada Irsyad yang tidak sengaja melihat Arga dan Salwa di tempat makan itu. Irsyad yang kebetulan tengah menemani keponakannya membeli makanan di minimarket seberang lokasi jajanan pinggiran jalan itu pun, memastikan apa benar itu Arga dan Salwa. "Itu bener Arga sama Salwa bukan sih?" Karena cukup jauh jaraknya, Irsyad pun tidak bisa langsung memastikan, tapi jika diterawang memang dari segi gestur dan perawakan itu memang Arga dan Salwa. Sayangnya, saat Irsyad berinisiatif untuk menghampiri Arga dan Salwa kedua keponakannya malah keburu merengek minta pulang alhasil Irsyad gagal untuk menghampiri Arga dan Salwa.

__ADS_1


🌹🌹🌹


Jangan lupa, comment, vote, dan like ya...


__ADS_2