
Setelah pulang dari kantor Arga dengan mengendarai mobil range rovernya, melaju menuju ketempat dimana Salwa tengah menunggu dirinya. Namun, di tengah perjalanan menuju ke tempat dimana Salwa berada, Arga tidak sengaja malah berpapasan dengan mobil yang tengah menepi di pinggir jalan. "Kok kayaknya gue kenal sama itu mobil ya?" Karena Arga merasa mengetahui si pemilik mobil tersebut, akhirnya Arga pun berhenti dan menghampiri mobil yang sepertinya tengah mogok itu.
**
Sementara itu, Salwa yang sudah sejak tadi menunggu Arga di tempat yang sudah mereka janjikan tadi mulai lelah, karena sudah setengah jam lebih Salwa menunggu suaminya itu, tapi tak kunjung datang juga. "Sebenernya dia kemana sih? Tadi bilangnya gak sampe dua puluh menit sampe sini!" Karena takut ada hal yang terjadi, akhirnya Salwa pun mencoba menghubungi Arga.
"Ish, bete banget deh kalo kayak gini!" Salwa kesal karena panggilannya berkali-kali tidak dijawab oleh Arga. "Sebenernya Arga kemana sih! Di telepon juga nggak diangkat-angkat, mudah-mudahan dia baik-baik aja deh," Salwa terlihat mencemaskan sang suami.
Tak selang beberapa saat, tiba-tiba ada chat baru yang masuk, Salwa pun langsung mengecek pesan yang baru masuk tersebut. "Nah ini dia orangnya ngeWA." Salwa pun membuka isi pesan dari sang suami ;
Arga ;
Salwa, maaf... sepertinya aku nggak bisa dateng buat dinner di rumah mama. Karena hari ini, tiba-tiba aku harus ngehadirin rapat mendadak di salah satu perusahaan besar. Aku juga minta maaf, karena nggak bisa anter kamu ke rumah papa dan mama. Tapi aku udah suruh Mang Dirman buat jemput kamu ditempat kamu nunggu sekarang. Oh iya tolong sampein ke papa dan mama maaf aku nggak bisa dateng.
Setelah membaca pesan itu, seketika raut wajah Salwa yang awalnya penuh kegembiraan dan semangat berubah jadi lesu dan tampak kecewa. "Huft, ujung-ujungnya sendirian lagi deh..." Tapi apa mau dikata, Salwa paham kalau jabatan sang suami sebagai pemimpin perusahaan sudah pasti akan sangat sibuk. "Ya... namanya bose besar sibuk, mau gimana lagi?" Salwa pun membalas pesan tersebut.
To Arga ;
Oh gitu ya? Yaudah deh, semoga lancar ya kerjaan kamu. Tenang aja, aku pasti sampein permintaan maaf kamu ke mama dan papa. Dan makasih juga udah kirim Mang Dirman buat jemput aku.
Tidak bisa dipungkiri, keputusan Arga yang mendadak batal ikut, membuat Salwa jadi merasa agak kurang semangat. Padahal, tadinya ia terlihat begitu antusias untuk acara dinner ini. "Huft... mau gimana lagi? Seperti biasanya, sendirian lagi deh!" Ujar Salwa yang lagi-lagi harus datang ke rumah orang tuanya tanpa sang suami.
**
Arga yang tengah menyetir mobil pun lansung meletakan kembali handphonenya, setelah dirinya membaca chat balasan dari Salwa. Syukur deh si Salwa nggak kepo berlebihan dan legowo, soalnya... kalo sampe dia nanya mulu, bisa-bisa ketauan kalo gue lagi sana Mayang sekarang.
"Baca pesan dari siapa sih, kayaknya penting banget sampe harus banget bacanya sambil nyetir," ujar Mayang yang duduk disebelah Arga yang tengah mengemudi.
"Oh bukan siapa-siapa kok!"
Tunggu, bagaimana tiba-tiba bisa ada Mayang di dalam mobil Arga? Ternyata, mobil yang dilihat oleh Arga mogok ditepi jalan tadi adalah mobil. Mayang. Arga yang sudah mencoba membenarkannya tetap saja tidak bisa menyala, dan mau tidak mau mobil Mayang harus segera di servis. Kasihan melihat Mayang yang bingung harus naik apa, Arga pun memberikan tumpangan untuk Mayang. Sayanganya, Arga lupa kalau dirinya saat itu tengah berjanji untuk menjemput Salwa. Tapi karena sudah terlanjur memberikan tumpangan pada teman wanitanya tersebut, terlebih Arga yang tidak ingin ketahuan oleh Mayang kalau dirinyan ingin menemui Salwa, Arga pun terpakasa membatalkan janjinya dengan Salwa dan memilih untuk mengantar Mayang.
"Anyway, sebenarnya kamu mau kemana sih May?"
Mayang hanya tersenyum.
__ADS_1
"Loh, kok malah senyum-senyum gitu?" Ucap Arga heran.
"Nggak papa, lucu aja."
"Lucu? Lucu gimana?" Arga masih fokus menyetir sambil terus menanggapi ucapan Mayang.
"Lucu karena lihat kita kayak gini tuh, jadi inget jaman dulu waktu kita masih deket," terang Mayang yang tengah mencoba mengajak Arga mengenang masa lalu. Sayangnya, Arga hanya diam dan tidak menanggapi.
"Oh, sorry aku nggak bermaksud ngungkit masa lalu kok!" Jelas Mayang segera karena melihat respon Arga yang dingin.
"It's okey May," balas Arga. "Oh iya kamu belum jawab aku, kamu mau kemana?"
"Akuー" Sebenarnya tidak mau kemana-mana tapi berhubung dirinya kini bersama Arga ia pun seolah ingin memanfaatkan waktu untuk bisa berduaan dengan lelaki pujaannya itu. "Oh iya Ga, kamu mau nggak anterin aku cari kado buat temen aku di mall?"
"Kado?"
"Iya kado, mau kan temenin aku? Mau dong ya... ya..." Mayang mencoba memkasa Arga menurutinya.
Karena sudah terlanjur pergi, ya mau tak mau Arga pun mengiyakan permintaan Mayang tersebut.
"Nah gitu dong!" Mayang terlihat puas karena berhasil mengajak Arga pergi berduaan dengannya.
**
"I- iya Non," kata bi Inah sambil celingak celingkuk memperhatikan mobil putih yang baru saja dikunci oleh Mang Dirman.
"Bibi, ngelihatin apa sih?" kata Salwa heran.
"Em, anu Non, bibi cuma heran. Kok yang keluar cuma Mang Dirman aja. Mas Arganya kok nggak ada?"
Mendengar bi Inah embahas Arga, mimik wajah Salwa pun kembali lesu. " Oh, Arga? Dia nggak ikut, soalnya tiba-tiba ada pertemuan mendadak sama kliennya."
"Oh gituー"
"Emー yaudah ya Bi, tolong dijamu Mang Dirmannya, aku mau masuk nemuin mama sama papa, " ucap Salwa yang kemudian masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Iya Non." Bi Inah pun jadi berceloteh sendiri. "Kasian Non Salwa, kayaknya tiap kesini sendirianー terus. Nasib jadi istri bos gitu ya?"
"Aduh neng Inah kok malah begong, atulah bikinin akang kopi atuhー," ujar Mang Dirman pada Inah yang malah bicara sendiri.
"Aduh punten ya kang, soalnya Inah teh kasian aja lihat non Salwa cantik-cantik gitu kaya jarang sama suaminya."
"Ya namanya Pak Arga teh sibuk, jadi nggak bisa nemenin Non Salwa," jelas Mang Dirman.
"Iya sih, tapiー" Inah bergidik ngeri.
"Kunaon neng ngegeliat gitu?"
"Enggak kang, Inah cuma takut aja. Jangan-jangan Mas Arga itu jarang nemenin Non Salwa karna mas Arganya punya pacar lain!"
"Hush! Neng, kamu teh jangan ngaco!"
"Ya maafー Inah kan cuma menerka-nerka aja kang."
"Udah jangan gitu, mending bikinin akang kopi buruan!"
"I- iya deh, akang tunggu ya Inah buatin dulu," ucap Inah yang langsung pergi untuk membuat kopi.
**
"Malem, Ma... Pa...!" ujar Salwa yang sudah datang. Rania dan Ramdan terlihat sumringah mendengar putri mereka datang. "Malam sayang," ucap Ramdan. Salwa pun langsung cipika cipiki dengan papa kemudian sang mama. "Malam Ma..."
"Malam sayang," balas Rania yang kemudian menatapa heran sang putri.
"Umー kenapa Ma, ada yang aneh?" Tanya Salwa penasaran dengan cara sang mama menatap pada dirinya.
"Kok kamu sendirian? Suami kamu mana?" Ujar Mama Rania menjawab maksud tatapannya itu.
🌹🌹🌹
Halo temen-temen jangan lupa like, vote, dan dikomentarin ya...
__ADS_1
Baca Novelku yang lain juga ya judulnya :
LOVE PETAL FALLS (udah tamat)