
Suasana menjadi semakin tegang baik audy maupun mayang sama-sama tidak mau mengalah. Salwa yang menyaksikannya pun jadi agak canggung dibuatnya.
"Heh tante ini tuh punya aku!" Ujar Ody sambil menarik pakaiannya yang telah dipilihnya itu.
"Apa lo bilang, tante?" Mayang terlihat sangat marah mendengar sebutan dari Ody untuknya itu.
"Ya emang tante, udah sana minggir ini itu baju aku!"
Akibat mereka berdua yang saling berebut, alhasil pengunjung lain pun jadi ikut menyaksikan pertengkaran mereka. Salwa pun jadi semakin tidak enak dibuatnya, pasalnya Ody adalah adik iparnya. Karena tidak ingin jadi tontonan pengunjung lain, Salwa pun akhirnya membujuk Ody untuk mengalah saja dengan Mayang.
"Ih Kakak, nggak bisa gitu dong! Ini baju kan aku duluan yang ambil. Dianya aja tuh suruh ngalah sama yang mudaan!" Ody menatap sinis pada Mayang.
"Dasar anak kurang ajar!" Maki Mayang. Lalu ia menatap ke arah Salwa dengan marah dan berkata, "Salwa! Tolong dong kamu kasih tau temen kamu itu buat lebih sopan sama saya!"
"Sopan? Maaf Bu Mayang, tapi kamu bilang begitu kok kesannya kamu malah nyindir diri kamu sendiri ya?"
"Apa maksud kamu?!"
"Aku nggak maksud apa-apa, cuma nggak habis pikir aja, kenapa kamu nyuruh orang lain sopan sama kamu, tapi kamunya sendiri nggak bisa bicara dengan sopan." Mayang mengepalkan tangannya tanda emosinya yang kini semakin membuncah. "Salwa kamu ituー"
Tiba-tiba suara ponsel Salwa berbunyi, Salwa pun mengangkat telepon yang ternyata dari suaminya. Sambil melirik ke arah Mayang Salwa menjawab panggilan dari Arga tersebut ; "Iya halo..."
"Aku lagi ke mall sama Audy, apa kamu mau ngomong sama dia?"
....
"Oh baiklah kalau begitu."
(Mengakhiri panggilan)
"Telepon dari siapa kak?" Tanya Audy.
"Suami aku."
"Kak Arga?"
__ADS_1
"Iyalah, emang suamiku siapa lagi kalau bukan kakak kamu."
KAKAK? Seketika Mayang terlihat shock saat mendengar Salwa mengatakan kalau Arga adalah kakaknya gadis disebelahnya itu. APA MAKSUDNYA JANGAN-JANGAN GADIS INIー Mayang sontak melihat ke arah Ody dan berujar, "Jadi kamu adiknya Arga yang dulu itu?"
"Dulu? Ih apaan sih sok akrab nyebut nama kak Arga," balas Ody.
Jadi Mayang dari tadi nggak tau kalau Ody ini adiknya Arga? Pikir Salwa.
"Kamu nggak inget aku? Aku dulu suka main sama kedua kakak kamu, ini aku Mayang Bestari. Kamu dulu masih kecil banget jadiー"
"Nggak! Aku nggak ingat kamu sama sekali, aku juga nggak pernah tau kalau kak Arga bisa kenal sm bibi rempong kayak kamu, jadi jangan sok akrab!"
Mayang merasa dipermalukan oleh kata-kata Ody, namun sebisa mungkin ia mencoba menahan amarahnya di depan gadis itu. Sebenarnya hal itu ia lakukan lantaran takut kalau ia marah nanti Ody malah akan cerita ke kakaknya tentang diriya yang berisikap buruk. "Oh kalau gitu yaudah baju ini kamu ambil aja nih!" Mayang mencoba mengambil hati Ody dengan mengalah padanya. Sayangnya hal itu sepertinya sia-sia saja, karena Ody sudah terlanjur tidak suka pada Mayang. "Udah nggak usah, kamu aja yang ambil! Aku udah nggak tertarik lagi!"
Mayang benar-benar naik pitam. Sialan, kurang ajar banget nih adiknya Arga! Kalo dia bukan adiknya si Arga udah aku kasih pelajaran dari tadi. "Oh, atau kamu mau baju yang lain? Aku bisa beliin buat kamu."
"Nggak perlu sok baik deh! Lagian aku masih mampu beli baju sendiri kok. Udahlah aku udah nggak mood disini. Yuk Kak Salwa kita pergi aja!" Ody menggandeng tangan Salwa dan mengajaknya pergi. Salwa pun mengikuti permintaan sang adik ipar. Dan sebelum pergi Salwa sempat menoleh dan melirik ke arah Mayang untuk memberikan senyum miring seolah tengah menunjukkan kalau dirinyalah pemenangnya.
"Sialan Salwa! Berani-beraninya dia senyum gitu ke arah aku!" Umpat Mayang.
**
"Habisnya aku sebel banget tau kak! Dia tuh udah dateng belakangan tapi malah ngotot, mana abis itu sok baik lagi sama aku, sebel!"
"Ya... Mungkin dia nyesel terus berusaha baik lagi sama kamu."
"Dih! Mana mungkin, aku tau dia tuh tiba-tiba baik soalnya aku sebut nama Kak Arga."
Salwa mengerutkan keningnya. "Tunggu, sebenernya kamu tuh kenal sama Mayang nggak sih?"
"Awalnya aku nggak ngeh soalnya aku kan tadi lagi marah perkara baju. Tapi pas dia tiba-tiba baik sama aku, seketika aku inget sama cewek sok cantik yang dulu suka main ke rumah. Aku lupa kalo namanya Mayang tapi aku inget tampang sombongnya tuh nggak berubah sama sekali, yang jelas dia dulu suka pura-pura baik sama aku kalo di depan Kak Arga dan Kak Rian."
"Tunggu? Rian, Rian siapa maksud kamu?" Salwa langsung jadi penasaran dengan Rian yang dimaksud oleh Ody.
"Kak Rian itu diaー"
__ADS_1
**
Mayang yang tengah berada di toilet mall terlihat tengah merapikan riasannya sambil marah-marah sendiri di depan cermin. "Huh! Kenapa sih aku nggak inget kalau itu adiknya Arga, kan kalau gini jadinya bisa-bisa tuh anak ngadu tentang aku ke Arga yang enggak-enggak! Mana songong banget lagi tuh anak dari dulu! Dan Salwa, udah berani dia ngelawan aku, dia pikir dia bakal menang dari aku? Never Salwa never! I'm Mayang Bestari, it means best is my name." Setelah selesai merapikan riasan wajanya, tiba-tiba saja ponsel Mayang berbunyi. Ia pun segera keluar dari toilet untuk mengangkat teleponnya.
"Ya Halo, ini siapa?"
Ini saya mbak, sekretaris Pak Tamin.
"Oh sekretaris Kakek, ada apa?
Ini Kakek mbak mau bicara sama mbak.
"Oh, Kakek mau ngomong sama aku."
Mayang sayang...
"Halo kek ada apa?"
Mayang, maaf harus bilang ini di telepon. Tapi Kakek harus kasih tau kamu sesegera mungkin. Kakek mau bilang ke kamu kalau kakek udah batalin rencana perjodohan kamu sama Arga. Karena Kakek udah tau kalau sebenernya Arga sudah punya istri, maka dari itu kakek menghormati itu.
(Ekspresi wajah Mayang tiba-tiba berubah jadi merengut) Kakek jangan becanda deh?
Kakek nggak bercanda sayang, kakek harap kamu mau menerimanya dan kakek yakin kamu pasti akan ketemu sama laki-laki yang lebih baik suatu hari nanti.
"Tapi kakek... Aku nggak bisa! kakek tau kan aku cinta banget sama Arga. Kenapa kakek tiba-tiba batalin rencana jodohin aku sama Arga!?"
Kakek hanya ingin menghormati keputusan Arga dan menghargai istrinya.
"Istri apa, di itu cuma dinikahin Arga karna kasian."
Mayang cucuku tolong kamu dewasa dan belajar menerima semuanya atauー
"Ah udah terserah kakek aja!" Mayang langsung menutup teleponnya dan marah-marah. "Kakek tuh kenapa sih, masa dia milih mundur daripada perjuangin aku!" Mayang diam sejenak. "Nggak bisa, gimana pun Arga nggak boleh bahagia sama Salwa, kalo aku nggak sama Arga berarti dia juga nggak! Aku harus telepon Tomy sekarang juga." Mayang menghubungi Tomy. "Halo Tom, aku minta kamu laksanain rencana buat misahin Arga sama Salwa secepatnya!"
BERSAMBUNG...
__ADS_1
🌹🌹🌹
JANGAN LUPA VOTE, KOMENTAR DAN LIKENYA.