
Salwa masuk kerja dengan raut wajah berseri-seri, Nina yang melihatnya pun langsung melempar senyum lalu menggodanya. "Duh Mbak Salwa cantik dan manis banget sih senyumnya hari ini."
Salwa pun dibuat tersipu dengan ucapan pegawainya hingga membuatnya agak salah tingkah, dan kemudian menghampiri sang pegawai. "Aduh Nina, kamu tuh apaan sih!"
"Hehehe... oh iya lupa, selamat pagi mbak Salwa."
"Pagi juga Nin."
"Tapi jujur aku penasaran, Mbak kenapa sih hari ini kayak happy banget!"
"Masa sih, kayaknya biasa aja tuh." Lara meraba-raba wajahnya merasakan tidak ada yang aneh dengannya.
"Hem, namanya orang seneng mana sadar pasti yang sadar yang lihat," balas Nina.
"Oh gitu ya? Tapi ya emang bener sih saya lagi seneng hari ini," ungkap Salwa dengan wajah agak malu-malu mengakui.
Seketika Nina pun langsung jadi kepo dengan pernyataan Salwa dan langsung dengan wajah penuh antusiasme ia pun bertanya, "Eh seneng kenapa?"
Salwa pun tersenyum lalu berkata pada Nina, "Ke- po!" dan kemudian pergi ke ruangannya.
"Ye... dasar!" gerutu Nina diikuti senyum penuh keheranan.
**
Di ruangannya Salwa langsung duduk dan mengeluarkan ponselnya, wanita itu senyum-senyum memandangi wallpaper dihp-nya yang menggunakan foto Arga. Lucunya, saat tengah senyum-senyum memandangi gambar sang suami, tiba-tiba saja muncul panggilan dari Arga. Salwa pun langsung gelagapan dibuatnya. "Duh bikin kaget aja deh! No Salwa, kamu harus tenang okey...!" Salwa sebisa mungkin mengontrol dirinya barulah ia mengangkat telepon dari Arga.
Salwa: Ehem, iya halo?
Arga : Hai sayang lagi mikirin aku ya sampe gerogi gitu jawab teleponnya? (Meledek)
Salwa : Apaan sih, sok tau!
Arga : Jiah pake malu-malu, udah sih kita kan udah sama-sama tau isi hati masing-masing kenapa masih aja gengsi, lagian aku suka kok kalau kamu mikirin aku tiap saat.
Salwa : Dasar kang gombal! (Salwa senyum-senyum) Oh iya ada apa?
Arga : Nggak ada apa-apa cuma mau denger suara lembut istriku aja.
__ADS_1
Salwa : Ih kamu mah.
Arga : (Tergelitik )
Salwa : Arga serius dong...
Arga : Iya jangan ngambek dong... Oke, jadi gini aku mau ajak kamu makan siang bareng nanti bisakan?
Salwa : (Tampak ragu) Umー
Arga : Pasti kamu lagi mikir alesan ya?
Salwa : Enggak kok, aku cuma emang nggak bisa siang ini soalnya aku nanti ada urusan sama petinggi kafe jadi udah janji makan siang bareng mereka. Maaf ya...
Arga : Yaudah kamu bilang aja sama mereka, kamu istri aku biar pada diizinin hahaha...
Salwa : Idih aku anti nepotisme.
Arga : (Tertawa geli) Yaudah yaudah, kalau gitu lain kali aja makan siangnya, asalkanー
Arga : Asalkan kamu bilang i love you Arga, muah...
Salwa : Ih apaan sih lebay! (Salwa tidak mau melakukannya)
Arga : Yaudah kalau nggak mau aku bakalー
Salwa : Yaudah okey! (Daripada Arga memberi syarat aneh lainnya lebih baik turuti saja. Salwa pun tarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya) Arga... ai... (Salwa masih malu untuk mengatakannya)
Arga : tik tok tik tok waktu berjalan nih...
Salwa : Arga i love you muah... (Bicara dengan tempo cepat)
Arga : Nggak jelas, ulangin.
Salwa : Ih kamu tuh! (Tarik napas lagi dan buang) Arga... aku cinta sama kamu, muuahhh...
Arga : Muuuaaah, aku juga cinta kamu sayang.
__ADS_1
Salwa : Udah ah, aku tutup bye!
Salwa pun menutup percakapannya dengan Arga, bisa dilihat saat ini wajah gadis itu benar-benar seperti kepiting rebus karena saking malunya, ia bahkan sampai menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. "Duh malu banget sumpah...!" Salwa ternyata masih belum terbiasa untuk bersikap romantis dengan Arga bahkan ditelepon sekalipun.
**
Di ruangannya Arga terlihat senyum-senyum sendiri. Ia memandangi ponselnya seraya tertawa kecil mengingat percakapannya barusan dengan sang istri. "Dasar beo kaku! Suruh ngomong i love you aja susah bener!" Arga menghela napas, sebenarnya ia sangat berharap bisa makan siang dengan Salwa, tapi apadaya hal itu tidak bisa terlaksana hari ini.
**
Ditempat kerjanya Mayang tampaknya masih belum bisa menerima semuanya. Ia tidak percaya jika Arga lebih memilih Salwa dibanding dirinya yang sudah lebih lama mengenalnya. Tapi tentu saja meski begitu, Mayang yang dikenal tidak mau kalah tentu tidak dengan mudah menerima dan membiarkan Arga dengan Salwa begitu saja bahagia. Bagi Mayang, jika dirinya tidak bisa dapatkan apa yang ia inginkan maka orang lain pun tidak boleh mendapatkannya. Sungguh egois bukan? Ya memang begitulah Mayang, wanita penuh ambisi. Mayang terlihat memeriksa pesan di ponselnya, sepertinya ia tengah menunggu seseorang menghubunginya. Dan benar saja, beberapa saat kemudian ponselnya berdering lalu diangkatnya panggilan itu.
"Halo! Gimana, tertarik sama tawaran gue?" ucap Mayang dipecakapannya dengan seseorang yang meneleponnya itu.
....
Mayang tesenyum licik mendengar ucapan diteleponnya. "Oke! Kalau lo udah setuju, lo tinggal nunggu semua aba-aba dari gue!" Mayang pun mematikan ponselnya dan kembali tersenyum puas dengan raut wajah jumawa. "Kamu pikir kamu bisa bahagia gitu aja setelah kamu ngerebut Arga dari aku? Enggak Salwa! Nggak akan pernah!"
**
Salwa baru saja selesai melakukan pertemuan dengan salah satu kliennya. Salwa yang tidak membawa kendaraan ataupun jemputan terpaksa harus mencari taksi online sendiri, pasalnya mang Dirman sang supir tengah kurang sehat hari ini. Saat tengah menunggu taksi online-nya tiba, tiba-tiba Salwa melihat seorang gadis muda yang mengenakan pakaian bermerek terlihat tengah kebingungan. Awalnya Salwa pikir tidak penting, tapi melihat gadis itu celingak celinguk kebingungan Salwa pun jadi kasihan dan memutuskan untuk menghampirinya.
"Hai, maaf mbaknya lagi cari alamatkah?" Tanya Salwa pada gadis itu.
"Hua..." Tiba-tiba gadis itu menangis memeluk Salwa, akibatnya Salwa pun jadi kaget dan kebingungan. "To- tolong lepasin aku dong!" Pinta Salwa karena dipeluk terlalu erat oleh gadis itu. Sang gadis pun melepaskan pelukannya. "Ma- maaf ya, habisnya aku bingung banget, hiks aku habis kecopetan hape, uang, dompet semuanya ilang huhu..."
Salwa mengerutkan keningnya, ia tengah mengamati ucapan gadis itu serius atau tidak tentang dirinya yang kecopetan. Tapi dilihat dari merek fashionnya kayaknya dia orang kaya deh, masa sih dia bohong soal dicopet. Gadis berperawakan manis itu menampakkan raut wajah memelas dihadapan Salwa, ditambah dengan suara perut kelaparanya alhasil Salwa pun jadi iba dan tersentuh. Akhirnya ia pun dengan niat membantu atas nama kemanusiaan membawa gadis itu bersamanya kembali ke restoran.
"Jadi mbaknya mau nolongin saya?"
Salwa mengangguk. "Yaudah yuk itu taksi onlinenya udah dateng kita naik itu."
"Oke!" Jawab si gadis yang belum diketahui Salwa siapa namanya dengan tampang polosnya yang kegirangan seperti anak kecil.
🌹🌹🌹
Halo.... maaf baru update lagi 🙏
__ADS_1