
Pagi harinya saat Arga keluar kamar dan bersiap untuk berangkat kerja. Dirinya memergoki sang istri sedang sibuk memasak di dapur. Bagi Arga itu pemandangan langka pasalnya Salwa jarang sekali terlihat ada di dapur jam segini. Karena memang biasanya Arga berangkat selalu lebih pagi dari Salwa jadi tidak pernah melihat sang istri di dapur kalau pagi. "Tumben banget tuh anak di dapur jam segini?" Penasaran, Arga yang sudah tampak rapi dengan setelan jas semi kasualnya pun berjalan menghampiri Salwa. Dari arah Arga berjalan ia sudah bisa mencium aroma semerbak masakan Salwa.
"Tumben kamu masak pagi-pagi begini?"
Salwa yang baru saja selesai memasak nasi goreng pun menoleh, "Eh kamu udah mau berangkat kerja, kebetulan aku baru aja kelar masak nasi goreng. Kamu tunggu aja di meja makan, biar nasi gorengnya aku yang bawain," ujar Salwa yang kemudian mengabil wadah untuk menaruh nasi goreng buatannya itu. Melihat tingkah dan ucapan Salwa, Arga benar-benar bingung dibuatnya. Ia merasa aneh melihat istrinya hari ini begitu baik padanya. "Tunggu, tunggu coba biar aku cek!" Arga meletakkan punggung tangannya di kening Salwa dan satu lagi dikeningnya, Arga membandingkan suhu tubuhnya dengan suhu tubuh sang istri.
"Kamu ngapain sih Arga?" Tanya Salwa heran melihat sang suami seolah sedang mengecek orang demam.
"Aku cuma mau ngecek, kamu itu sehat kan?"
Salwa berkeluh kesal karena dirinya yang tengah repot menyiapkan sarapan, malah terganggu oleh tingkah Arga. "Ih apaan sih kamu tuh! Aku ini sehat bugar sentosa kali! Udah deh, kamu minggir sana ke meja makan! Aku mau ngambil piring sama sendok dilaci jadi susah karena ada kamu." Arga pun minggir membiarkan Salwa mengambil peralatan makan di laci tersebut, sedangkan dirinya mengikuti seperti apa yang dikatakan oleh sang istri agar menunggu di meja makan.
"Tada...!" Salwa membawa nasi goreng buatannya itu kehadapan Arga dan mempersilakan sang suami untuk makan. "Ayok silakan dimakan sarapannya," ujar Salwa yang sudah duduk menghadap sang suami. Lucunya, Arga tetap saja masih terlihat heran dengan sikap dan perlakuan Salwa pagi ini terhadap dirinya. "Sebelum aku makan, serius aku mau nanya. Dalam rangka apa kamu buatin aku sarapan? Biasanya kan nggak pernah." Arga ingin memastikan maksud dari perlakuan Salwa pada dirinya saat ini.
Salwa pun langsung menghela napas. "Padahal cuma bikinin sarapan loh, tapi dicurigainya sampe kayak gitu."
"Bukan curiga, cuma aku aneh aja gitu, soalnya kamu itu kanー"
"Okey, okey... aku jelasin! Jadi sebenarnya aku cuma mau berterima kasih, karena semalem kamu udah mau berbaik hati beliin aku pembalut pas perut aku sakit. Nah sebagai rasa terima kasih, jadinya aku inisiatif masakin kamu nasi goreng buat sarapan."
"Ohー jadi ceritanya ini reward buat aku gitu?" Arga manggut-manggut paham sambil memandangi nasi goreng yang dimasak oleh Salwa. Dari tampilannya sepertinya enak, tapi tidak tahu dengan rasanya.
"Yaudah atuh, jangan diplototin aja nasinya. Makan dong, cobain masakan aku," pinta Salwa yang ingin sekali agar suaminya itu meicicipi masakannya. Berhubung Arga juga tergoda dengan aroma nasi goreng tersebut, suami Salwa itu pun langsung menyendok nasi goreng tersebut ke piring kemudian memakannya. Salwa antusias memperhatikan ekspresi Arga mencicipi nasi goreng buatannya. "Gimana, gimana? Enak nggak masakan aku?"
Arga terdiam sejenak, lalu dengan wajah datarnya ia mengunyah dan menelan nasi goreng buatan sang istri. "Ya, lumayan lah...," ucap Arga.
Salwa yang awalnya tampak antusias langsung berubah ekspresi menjadi datar. "Oh gitu ya, yaudah." Salwa bangun dari duduknya.
__ADS_1
"Mau kemana?" Tanya Arga.
"Ya mau mandilahー kan aku juga musti kerja. Udah kamu terusin aja sarapannya." Salwa melenggang pergi dari meja makan. Arga yang memperhatikannya malah terkekeh, "Si Salwa kayaknya ngambek tuh karena masakannya cuma gue bilang lumayan." Arga kembali menyendok nasi gorengnya, dan sebelum ia menyuapkan lagi ke mulutnya, Arga menatap sendok berisi nasi goreng tersebut. "Sebenernya nasi gorengnya si Salwa ini enak banget, dan rasanya pas sama selera gue. Sayangnya gue males aja muji dia, entar dia ge er lagi!" Terang Arga yang kemudian kembali fokus memakan sarapannya.
**
Di ruangannya, Arga dan Irsyad tampak baru selesai membahas urusan pekerjaan yang kemarin sempat tertunda. Setelah selesai menandatangani semua berkas-berkas penting, Arga pun melakukan knuckle cracking (mengkretekan jemarinya). Setelah itu ia bersandar pada kursi seraya bersantai sejenak. Tiba-tiba Irsyad yang kembali duduk sehabis mengambil soft drink di kulkas mini milik Arga bertanya. "Ga, gue serius mau nanya."
"Nanya apa?"
"Jujur sama gue, pembalut yang lo beli kemarin bukan buat Mbok Darmi kan?"
Arga terkesiap kaget hingga kembali duduk dengan posisi tegap. "Maksud lo apa bilang gitu?"
"Udah nggak usah ngelak, sebenernya lo bawa cewek kan ke apartemen lo. Dan pembalut kemarin lo beli buat cewek itu, karena setau gue mbok Darmi itu udah lama monopause. Iya kan, ngaku aja kali sama gue Ga, lagian gue juga tau kok, dari dulu kan lo nggak bisa kalo hidup tanpa cewek. Iya kan?"
"Nah, gitu dong! Itu baru Arga yang dari dulu dijuluki si don juan pemikat wanita." Ujar Irsyad dengan menggebu-gebu.
"Ya terus kenapa kalo gue bawa cewek ke apartemen gue, masalah?"
"Ya nggak papa, justru gue seneng, akhirnya setelah lo galau ditinggal mendiang Salma lo bisa buka hati lagi. Puji Tuhan gue sebagai sohib lo seneng banget sumpah!"
Arga hanya bisa tersenyum miring, melihat temannya itu yang sebenarnya sama sekali tidak tahu keadaan Arga saat ini pasca kepergian Salam. Lo hanya belum tau aja, kalo sebenernya gue suami dari perempuan yang lo kejar Syad!
**
Dikantor Salwa tampak sedang menerima telepon dari mama Rania.
__ADS_1
Salwa : Iya halo ma, kenapa?
Mama : Nak, mama cuma mau bilang. Besok malam kamu sama Arga tolong ke rumah papa dan mama ya.
Salwa : Ke rumah mama? Emang ada acara apa Ma, kok tiba-tiba nyuruh ke rumah?
Mama : Besok malam mama mau ada acara makan malem bersama aja sih sayang, ditambah mama kagen sama kamu. Besok bisa kan dateng?
Salwa : Umー kalo Salwa sih akan usahain bisa. Nggak tau deh kalau Arga. Nanti aku tanya dia dulu deh.
Mama : Nanti biar mama aja yang telepon Arga, intinya kamu besok usahakan dateng ya.
Salwa : Iya Ma, besok Salwa usahain.
Mama : Oke sayang, sampe ketemu besok ya... bye sayang i love you
Salwa : Bye Ma... love you too.
*
"Kira-kira kenapa ya, mama tiba-tiba ngajakin dinner bareng?" Salwa jadi penasaran dibuatnya.
🌹🌹
Halo... jangan lupa vote, like, comment.
Baca Novelku yang lain juga ya judulnya :
__ADS_1
LOVE PETAL FALLS (udah tamat)