Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps. 65


__ADS_3

Arga pun jadi tidak fokus dengan pekerjaannya, akibat memikirkan apa yang tadi dibicarakannya dengan Irsyad. Ia nampak gusar, meski matanya melihat ke layar laptop namun pikirannya tidak tertuju pada benda itu. "Argh!" Ia menghardik kepalan tangannya ke permukaan meja. "Kenapa Irsyad bisa nanya kayak gitu, apa mungkin dia sebenernya udah sadar soal gue sama Salwa?" Arga tidak ingin statusnya dengan Salwa terungkap publik secepat ini, tapi dirinya juga tidak mau lama-lama bersandiwara yang membuat hidupnya tidak tenang. "Gue harus selesaikan ini!" Lelaki itu berujar dengan mimik wajah pasti.


**


Saat siang hari setelah jam makan siang usai, tiba-tiba Mayang menghubungi nomor Salwa. Dirinya sampai heran, "Darimana Mayang tau nomor aku?" Salwa pun mengangkat panggilan telepon Mayang.


Salwa : Ada apa? Dan dari mana kamu tau nomor saya?


Mayang : Hal itu nggak penting, yang penting sekarang aku mau kita ketemuan.


Salwa : Ketemuan? Buat apa, emang ada hal penting yang harus kita dibicarain? Kenapa nggak di telepon aja?"


Mayang : Nggak bisa, harus ketemu langsung!


Salwa : (Menghela nafa) Mau ketemuan dimana?


Mayang : Aku tunggu di kafe panorama sekarang.


Salwa : Oke, aku kesana!


*Tut! sambungan terputus.


Raut wajah Salwa menunjukan kecemasan sekaligus rasa penasaran. "Aku yakin, pasti Mayang mau ngomongin tentang hubungan aku sama Arga." Sejujurnya Salwa jengah sekali dengan hal ini, namun ia tau ini adalah konsekuensi dari apa yang telah ia sandiwarakan. "Tapi... gimana pun yang namanya bohong, pasti bakal ketahuan juga ujung-ujungnya." Dan tanpa berlama-lama, akhirnya Salwa pun bergegas untuk menemui Mayang ditempat yang sudah mereka sepakati.


"Loh Mbak Salwa mau kemana?" Tanya Nina melihat Salwa hendak keluar kafe dengan menjinjing tas.


"Saya ada urusan dulu di luar, nanti saya balik kok! Kamu tolong bantu yang lain urus kafe ya!"

__ADS_1


"Oke Mbak!" Balas Nina yang masih penasaran melihat Salwa yang sepertinya tengah terburu-buru. "Sebenernya mau kemana sih mbak Salwa?"


**


Irsyad terlihat termenung sendirian di atas rooftop kantor. Sambil meminum soft drink dirinya tampak diam saja memandangi sekitar dari ketinggian. Saat minumannya habis ia pun menginjak kalengnya lalu duduk di lesahan sambil memikirkan kenyataan tentang Salwa yang ternyata adalah istri sahabatnya sendiri. Ia bahkan sampai memaki dirinya sendiri "Gimana bisa gue nggak sadar akan semua itu! Dan disaat gue sadar, hati gue malah udah terlanjur jatuh cinta sama lo Sal" Irsyad mengacak-acak tatanan rambutnya seolah frustasi.


"Dan lo Arga! Gimana bisa lo nggak ngakuin istri lo sendiri. Sebenernya apa maksud lo nikahin Salwa tapi pada akhirnya malah lo tutupin hal itu dari banyak orang. Termasuk gue! Sabahat lo sendiri!" Irsyad kembali berdiri, kali ini ia tidak hanya diam memandang melainkan ia pun berteriak. "Kenapa? Kenapa giliran gue udah jatuh cinta, tapi semua itu terasa mustahil, kenapa!" Irsyad menundukan kepalanya, ia terlihat begitu sedih dan kecewa dengan kenyataan yang ada.


..."Ya, seringkali jatuh cinta itu memang seperti menentukan dua pilihan antara sakit atau bahagia"...


Akhirnya Salwa tiba juga kafe tempat ia dan Mayang telah berjanji untuk ketemuan. Setelah sampai di kafe itu, Salwa pun langsung menghampiri Mayang yang terlihat tengah menikmati secangkir minuman. Tanpa basa basi, Salwa pun langsung duduk dan bertanya. "So, apa yang mau kamu omongin ke aku?"


"Wah-wah, kayaknya kamu excited banget ya sama pertemuan ini."


Salwa memasang wajah serius. "Maaf ya May, tapi aku nggak banyak waktu buat kongkow. Jadi kalo ada hal penting, yang mau kamu omongin ke aku, tolong segera diomongin."


"Aku nggak bilang gitu kok Bu Mayang yang terhormat."


Mayang memandang sinis Salwa. "Oke, kita langsung ke pembahasan aja kalo itu yang kamu mau."


"Sure...!"


Tiba-tiba Mayang mengambil ponselnya dan memperlihatakan sebuah foto di layar ponseolnya itu pada Salwa. Saat Salwa melihat foto itu, ia pun langsung memberikan ekspresi kaget, dan tak biasa. "Ini..." Salwa pun bertanya pada Mayang. "Darimana kamu dapet foto aku sama kak Salma?"


"Oh pastinya dari seseorang. Tapi siapa peduli sama yang kasih foto itu, karna tujuan aku kasih lihat itu ke kamu adalah untuk kasih tau kamu kalau aku udah tai semuanya, se-mu-a-nya."


Jantung Salwa mulai berdegup semakin cepat, raut wajahnya menunjukan rasa cemas yang tidak bisa ia sembunyikan. "Ma- maksud kamu apa?"

__ADS_1


"Cih! Masih aja sok polos!" Ejek Mayang merasa muak. "Gini ya Salwa kamu tuh nggak usah pura-pura lagi deh. Aku itu udah tau semuanya kalau,kamu itu adiknya Salma mantan pacarnya Arga."


Salwa terpojok dan bingung mau berkilah apalagi, sebab yang diucapakan Mayang itu semuanya memang benar adanya.


"Dan itu tandanya... kamu bukan sepupunya Arga." Mayang terus menyerang Salwa dengan perkataannya sampai Salwa tak ada kesempatan untuk berkilah. "Kenapa diem? Oh mungkin aku kurang jelas ya, baiklah, kalau gitu biar aku rangkum semua perkataan aku tadi jadi satu kalimat." Mayang terus menyorot Salwa yang kini hanya diam saja. "Kesimpulannya adalah, kamu itu bukan sepupu Arga melainkan istrinya Arga."


Salwa pun sontak langsung terperangai menatap Mayang. "Mayang, jadi kamu cari tahu tentang aku?"


"Oh jelas dong!"


"Tapi buat apa?"


"Buat apa kamu bilang?" Mayang menyeringai. "Denger ya Salwa, aku sama Arga itu punya kisah spesial yang belum selesai. Jadi aku dateng kembali ke sini buat selesaikan kisah aku sama Arga yang tertunda."


"Tertunda? A- apa maksud kamu?"


Mayang tersenyum penuh rasa jumawa.


"Aku rasa kamu udah paham maksud aku, dan yang jelas kamu bukan penghalang sulit buat aku selesaikan tujuan aku sama Arga, karena apa?" Mayang kembali merasa jumawa dan tatapan matanya seolah tengah menyepelekan.


"Karena apa?" Tanya Salwa.


"Karena kamu cuma perempuan yang dinikahin Arga, tapi nggak diakuin sama sekali!"


Bersambung....


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2