
Arga terdiam sejenak, otaknya pun langsung berpikir tentang apa yang harus ia lakukan saat kedua mertuanya datang nanti."Oh gue tau!" Seru Arga.
"Tau gimana?"
"Sini aku kasih tau," Arga memberitahukan idenya kepada Salwa, tentang bagaimana cara yang harus mereka lakukan saat mama dan papa Salwa datang mengunjungi mereka hari minggu nanti. "Gimana bagus kan ide aku?" tanya Arga dengan wajah pedenya yang super percaya diri.
"Oh iya bener juga, kenapa aku nggak kepikiran ya?"
"Ya kalau kamu kan emang agak-agak lemot, ya mana kepikiran!"
"Dih, kok malah ngatain sih!"
"Ya emang kenyataannya gitu. Kamu tuh selalu aja bingung kalau ada apa-apa. Ujung-ujungnya aku juga yang nyelesain." Lagi-lagi pasangan ini cekcok.
"Iya deh, kamu yang pinter aku yang nggak pinter!" tukas Salwa saking kesalnya pada sang suami.
"Emang iya!"
Salwa melirik Arga dengan tatapan keki.Dasar laki-laki yang pedenya setinggi menara dubai! "Udahlah... mendingan aku mandi daripada debat sm laki-laki over pede kayak kamu." Salwa beranjak pergi namun malah ditahan oleh Arga. "Apaan sih Arga? Lepasin tangan gue!"
"Enggak mau, sebelum kamu jawab pertanyaan aku!"
Salwa berdecak kesal. "Yaudah mau tanya apa, buruan!"
"Gue mau tanya, lo udah kenal akrab sama Irsyad ya?" Ternyata Arga dibuat penasaran melihat kedekatan sang istri dan temannya itu di kafe tadi.
"Ih kepo deh!" tukas Salwa dengan santainya tanpa menatap Arga. Melihat jawaban sang istri begitu, Arga pun agak terpelatuk karenanya. Ia pun semakin menarik tangan Salwa dan mendekatkannya ketubuh Arga. "Eh, apa-apaan sih Arga." Salwa tersentak melihat apa yang dilakukan Arga pada dirinya. "Salwa aku tanya serius, kamu udah lama kenal sama Irsyad?" Arga menatap Salwa dengan mimik wajah serius, tentu saja itu membuat Salwa semakin canggung dan tak berani menatap balik Arga. Ih Arga kenapa sih, kok cuma nanya soal gue sama Irsyad aja, sampe serius gitu raut mukanya.
"Salwa jangan diem, suami kamu lagi tanya, jadi cepet jawab!" Arga berkata dengan nada suaranya yang rendah, namun terdengar mengintimidasi.
"Um... gue... eh maksudnya, aku kenal sama Irsyad baru kemarin kok, pas di tempat beli soto," tutur Salwa dengan suara lembut dan terdengar canggung.
"Oh, oke!" Arga pun langsung melepaskan tangan sang istri dan kemudian pergi meninggalkan Salwa. Melihat tingkah Arga yang bagi Salwa aneh, membuat wanita itu mengeluh kesal, "Dih apaan banget sih tuh cowok!Tadi nanya-nanya serius banget, giliran udah dijawab main kabur gitu aja. Huh, dasar laki-laki aneh bin ngeselinnya seantero jagat dunia!"
__ADS_1
~~
Keesokan harinya Arga tampak tengah menapaki lobby kantornya. Tampak para karyawan Arga menyapa dirinya yang sedang berjalan menuju ke ruangan miliknya. Arga memasuki lift yang akan membawanya ke ruangan kerjanya. Di dalam lift tiba-tiba Arga teringat akan kejadian kemarin malam bersama Salwa, dirinya tak habis pikir kenapa merasa sangat ingin tahu saat melihat sang istri tampak ngobrol akrab dengan Irsyad sahabatnya sendiri. "Gue tuh kenapa sih kemarin rasanya kepo banget sama Salwa yang kelihatan akrab sama Irsyad, padahal mau Irsyad atau Salwa, dua-duanya sama-sama bilang kalau mereka tuh kenal baru dan nggak sengaja juga kenalnya." Arga pun tampak menyilangkan tangan dan menyadarkan tubuhnya di kabin lift dengan raut wajah terheran-heran pada diri sendiri. "Gua jadi bingung sama diri gue sendiri"
~~
"Woy Arga!" ujar Irsyad melihat Arga yang baru saja keluar dari lift. Arga yang mengenakan baju turtle neck biru dengan outer blazer berwarna coklat pekat berjalan menuju ruangannya.
"Lu makin ganteng aja bos!" puji Irsyad menghampiri Arga.
"Pengen apaan lu dari gue?" balas Arga dengan ekspresi wajah datar.
"Yeelah to the point banget bro...,"
"Gua males basa basi, apalagi sama elu!" Arga mempercepat gerak langkah kakinya.
"Eh Ga, slow dikit napa jalannya," Irsyad mengejar langkah Arga. "Iya deh gua ngaku emang ada perlu sama elu, tapi gue ngomongnya nanti di ruangan lo aja, ya?" Irsyad tampak membujuk Arga.
"Serah lu dah Irsyad Rahadi..." Arga dan Irsyad pun berjalan bersama-sama menuju ruangan Arga.
~~
"Iya mbak, oh iya tanya dong mbak Mas Arga udah punya pacar belum?"
"Mas Arga sukanya cewek kayak gimana mbak?"
"Mas Arga tipenya gimana, kasih tau rahasinya mas Arga dong mbak..."
"Pacar mas Arga beneran diumpetin ya mbak?"
Mendengar pertanyaan-pertanyaan itu membuat Salwa mumet dan tidak konsenterasi. Alhasil Salwa pun menegaskan kepada para pegawai yang terlalu ingin tahu kehidupan Arga. "Aduh tolong ya stop nanya aku gitu!" Semua tiba-tiba terdiam. "Maaf... banget, aku bukan mau pelit atau gimana-gimana sama kalian, cuma masalahnya, aku ini kan juga baru balik dari luar kota sebulan lalu, dan aku baru ketemu lagi sama Arga jadi jujur aja aku nggak begitu tahu soal dia, terutama soal hubungan percintaan beliau. Jadi buat semuanya, please banget jangan todong aku pertanyaan-pertanyaan kayak begitu. Okey?"
"Iya mbak, maaf ya mbak..." balas para pegawainya menyesal.
__ADS_1
"Nggak apa-apa saya juga minta maaf ya, kalau begitu yuk kita balik kerja lagi, semangat!" Ujar Salwa yang kemudian masuk keruangannya. Di ruangannya Salwa dengan raut wajahnya yang masam malah misuh-misuh sendiri. "Hilih, gara-gara Arga ngusulin ide pura-pura sepupuan, gue jadinya repot! Emang itu orang kalau ngasih ide suka nggak mikir deh!"
~~
Sampai di ruangannya, Arga yang sudah duduk di kursi kerjanya langsung membuka berkas-berkas kantor yang harus ia tangani. Sedangkan Irsyad yang sama-sama masuk berbarengan dengan Arga justru terlihat memiliki maksud khusus mendatangi Arga.
"Sebenernya lu mau nanya apa sih Syad?" ujar Arga sambil sibuk membolak balik kertas dokumennya.
"Gini Ga, sebagai temen lu pasti mau nolongin gue dong?"
"Hem..."
"Jadi sebenernya, gue itu mau nanya soal..." Irsyad masih ragu-ragu mengakatannya.
"Syad lu kalo cuma mau klemar klemer depan gue, mending lu keluar aja deh!"
"Eh iya oke bos, jangan galak-galak gitu dong!"
"Ya habis, lu malah bikin gue emosi!"
"Oke oke... jadi sebenernya, gue mau nanya sama lu tentang Salwa."
Arga yang awalnya fokus menatap berkas-berkasnya seketika langsung beralih pandangan dan menatap Irsyad, saat mendengar nama Salwa.
"Apa? Tentang Salwa?"
"Iya tentang Salwa, adik sepupu yang lo kenalin kemarin ke gue sama karyawan lain."
"I- iya, maksud gue, kenapa lo tiba-tiba nanya tentang Salwa?" Entah kenapa perasaan Arga jadi gusar mendengar sahabatnya itu tiba-tiba ingin tau soal perempuan yang sebenarnya adalah istrinya.
"Yaelah Ga, masa elu yang terkenal penakhluk perempuan sejak SMP nggak paham maksud gue sih!" Irsyad menaik turunkan kedua alisnya sambil melihat ke arah Arga. Sejatinya Arga pun sudah mengetahui maksud Irsyad menanyakan tentang Salwa.
🌹🌹🌹
__ADS_1
Hai jangan lupa di LIKE, COMMENT DAN VOTE ya...
Love -C