Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps. 14


__ADS_3

Semua mata karyawan Arga dan para pelayan yang mendengar perkataan Arga barusan pun bertanya-tanya. Terutama Irsyad yang sejak tadi memperhatikan Salwa. Irsyad langsung terperangai mendengar apa yang barusan diucapkan oleh Arga. "Ga, lu serius?" Tanya Irsyad langsung memastikan perkataan Arga.


"Iya!" Arga berjalan menghampiri Salwa lalu merangkul pundaknya. "Semuanya, Salwa ini adik sepupu saya yang baru selesai kuliah diluar kota. Dan selesai kuliah diluar kota Salwa memutuskan untuk kembali ke kota ini. Iyakan?" Arga menoleh menatap Salwa agar mengiyakan ucapannya itu.


"I- iya!" Salwa tersenyum kaku.


"Oleh karena ini kafe adik sepupu saya berkerja, saya minta semuanya jangan sungkan ya...," tutur Arga. Arga mengangkat alisnya dan tersenyum pada Salwa seolah tengah memprovokasi istrinya itu.


Fix ini laki emang songong, seenak-enaknya aja ngenalin gue! Sabar Salwa sabar... "Um, baiklah kalau begitu semuanya, silakan dinikmati. Saya mau kembali ke ruangan saya dulu," ujar Salwa yang pamit pada para karyawan untuk kembali ke ruangannya.


"Silakan Ibu manajer..." Tukas Arga. Dan yang bisa dilakuka Salwa hanya tersenyum garing melihat kepura-puraan suaminya itu.


~~


Diruangannya Salwa tampak menggerutu. Ia merasa bodoh karena mau-maunya menuruti sandiwara konyol Arga dimana dirinya harus pura-pura menjadi sepupunya. Sambil duduk menopang dagu Salwa pun menggerutu. "Huh bete deh, kalau kayak begini rasanya kerja ada di dalam tekanan. Lagian itu cowok ada aja ide anehnya. Huft..."


~~


Jarum jam akhirnya menunjukan pukul enam sore, itu tandanya para karyawan dari roseland brighter sudah harus menyudahi meeting mereka di kafe Lorena. Sebagai manajer yang baik, Salwa pun mengucapkan terima kasih secara pribadi kepada PT. Roseland Brighter. Setelah satu persatu karyawan mulai meninggalkan kafe, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundak Salwa. "Hei!" ucap seseorang yang menepuk pundak Salwa. Gadis itu pun menoleh dan berkata, "Iya, ada apa ya?"


"Kamu inget sama aku nggak?" ucap laki-laki itu pada Salwa.


Salwa mengerutkan alisnya mencoba mengingat seseorang yang kini mengajaknya bicara itu. "Um... aduh maaf, aku kayaknya agak-agak lupa. Emangnya kita ketemu dimana?"


"Itu lho, aku kemarin laki-laki yang kamu kasih uang pas bayar soto."


"Soto?" Salwa kembali mengingat, "Oh iya iya aku inget sekarang! Jadi kamu laki-laki yang kemarin lupa bawa alat pembayaran itu kan?"


"Iya aku yang kemarin itu. Nggak nyangka yah kita bisa ketemu lagi disini. Dan lebih nggak nyangka lagi ternyata kamu sepupunya Arganata."


Salwa tersenyum, "Iya nggak nyangka, ternyata bumi itu sempit banget ya."


Keduanya saling melepar senyum. "Oh iya kita belum kenalan secara langsung. Nama aku Irsyad Rahadi panggil aja Irsyad." Salwa membalas jabatan tangan Irsyad, "Aku Salwa Natasha, panggil aja Salwa."


"Um... Salwa."

__ADS_1


"Iya kenapa Syad?"


"Aku, aku boleh nggak mintaー" Belum sampai Irsyad mengucapkan kalimatnya, tiba-tiba Arga datang menghampiri keduanya. "Lagi ngomongin apa kalian?" Tanya Arga. Salwa hanya diam tak menjawab pertanyaan suaminya itu. "Oh... ini Ga, gue sama sepupu lo lagi ngomongin..., ngomongin soal kafe aja kok."


"Oh!" Arga melirik Salwa yang tidak menyadari lirikannya. Arga pun meminta Irsyad dan Salwa agar menyudahi percakapan mereka, sebab Irsyad harus kembali ke kantor karena masih ada pekerjaan yang harus dibahas bersama dengan dirinya.


"Yaudah kalau begitu aku pamit balik kantor dulu. Salwa lain kali kita ngobrol lagi ya...," ucap Irsyad berpamitan.


"Ah lebay banget lu! Udah buruan ayok balik!" celetuk Arga sambil menarik kerah kemeja Irsyad dan membawanya pergi.


"Oke, hati-hati ya Shad," balas Salwa. Mendegar ucapan Salwa untuk Irsyad begitu, sontak membuat Arga memicingkan mata menoleh ke arah Salwa. Melihat Arga yang memandanginya begitu, Salwa jadi agak ngeri dan memilih untuk pura-pura tak melihatnya.


~~


Akhirnya setelah drama di kafe tadi, Salwa bisa beristirahat. Salwa yang baru saja pulang dari kerja langsung duduk bersandar dan membujurkan kakinya di atas sofa. "Huft, akhirnya selesai juga." Salwa memegangi pundaknya yang dirasa agak pegal. "Duh pegel-pegel nih, kayaknya harus mandi air hangat campur aroma terapi biar rileks,"ucapnya. Saat Salwa hendak menikmati waktu sejenak untuk melemaskan otot tiba-tiba ponsel Salwa berdering. Gadis itu pun langsung meraih ponselnya yang ia taruh di dalam tas. "Papa?" tutur Salwa mengetahui orang yang menghubunginya.


*Chat


Salwa : Iya halo pa?


Salwa : Salwa baik pa, Salwa juga kangen sama papa. Papa sehat kan?


Papa : Papa sehat dong, buktinya papa telepon kamu.


Salwa : (Salwa tertawa) Iya deh pa...


Papa : Oh iya nak, suami kamu mana?


Salwa : Um, Arga belum pulang pa... kayaknya dia agak maleman pulangnya. Emang ada apa pa?


Papa : Enggak, sebenernya papa cuma mau bilang, hari minggu nanti papa sama mama mau main ke apartemen kalian.


Salwa : Apa? (Terdengar kaget)


Papa : Iya, papa sama mama mau main ke apartemen kamu sama Arga. Nggak apa-apa kan?

__ADS_1


Salwa : E- i- iya boleh dong pa... masa orang tua dateng nggak dibolehin.


Papa : Oke, kalau begitu sampai ketemu hari minggu ya nak, kamu jaga kesehatan.


Salwa : Iya, iya papa. Bye papa....(agak terbata-bata)


*Percakapan selesai.


Salwa memasang wajah bingung harus apa. Dan tiba-tiba Arga yang baru pulang dari kantor pun masuk. Mengetahui Arga sudah pulang, Salwa pun langsung menghampiri Arga yang tengah mengambil air putih di dapur.


~~


"Arga!" Seru Salwa.


Arga meletakan kembali gelas air putih bekas dirinya minum. "Kenapa? Mau bahas soal di kafe tadi?"


"Bukan! Ini lebih penting dari hal itu."


"Ya terus apa?"


"Um, itu... kamu hari minggu dirumahkan?"


Arga terheran-heran dengan pertanyaan Salwa. Untuk apa si Salwa tanya hal kayak gitu? "Mm... nggak tau deh, jadwal hari minggu gue kadang berubah-ubah. Lagian emang kenapa sih nanya-nanya gitu ke aku? Aha! aku tau, jangan-jangan kamu mau..."


"Mama sama Papa mau Kesini hari minggu," jelas Salwa memotong ucapan Arga.


"Huh? Seriusan?" Arga terperangai.


Salwa mengangguk pasrah. "Terus kita harus gimana nanti, gimana kalau mereka tau kita pura-pura jadi pasangan asli." Raut wajah gusar tampak di wajah Salwa.


🌹🌹🌹


Hai temen-temen, jangan lupa buat VOTE, LIKE, COMMENT. Jangan lupa juga follow my IG @chrysalisha98.


Love -C

__ADS_1


__ADS_2