Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps. 61


__ADS_3

Keesokan harinya...


Sebelum berangkat bekerja Salwa tampak di dapur menyiapkan seloyang puding yg tadi sudah dibuatnya sebelum mandi. Hari ini Salwa memang sengaja membuat puding untuk diberikan ke Arga sebagai dessert setelah makan siang. Hal itu Salwa lakukan mengingat sang suami suka cuek soal asupan makan, makanya ia buatkan puding buah-buahan supaya asupan nutrisinya tetap terjaga meski pekerjaannya banyak. "Nah udah deh siap!" Tutur Salwa melihat puding yang ia akan berikan pada sang suami sudah terbungkus rapi dan dimasukan ke dalam totebag lengkap dengan pisau dan peralatan makannya.


*Ting tung, suara bel berbunyi. Ternyata mbok Darmi yang datang untuk bersih-bersih. Mbok Darmi pun langsung menghampiri Salwa yang berada di dapur. "Wah, non Salwa habis bikin apa tuh?" Tanya si mbok melihat peralatan dapur yang belum dicuci dan tote bag yang sudah ditenteng oleh Salwa.


"Oh, ini aku habis buat puding buah buat Arga. Aku nggak tau sih Arga bakal suka apa enggak, tapi semoga sih suka," jelas Salwa.


"Tenang aja Non, si mbok yakin apapun yang dibuat non buat mas Arga pasti enak!" Mbok Darmi memuji Salwa.


"Ah si Mbok bisa aja," Salwa jadi makin optimis memberikan puding buatannya itu untuk Arga. "Oh iya mbok, maaf ya... perabotannya masih berantakan, aku nggak sempet nyuci soalnya aku ini udah mau berangkat kerja."


"Udah Non tenang aja, soal dapur biar mbok yang beresin. Non berangkat kerja aja." Mbok Darmi meminta agar Salwa tak terlalu memusingkan urusan dapur yang belum rapi. Ia malah meminta Salwa agar segera berangkat supaya tidak terlambat.


"Wah makasih banyak ya Mbok, kalo gitu aku berangkat kerja dulu ya..., bye Mbok." Salwa pun pamit berangkat kerja.


**


"Pagi non," sapa Mang Dirman yang sudah sejak tadi menunggu dan siap menyupiri Salwa berangkat


"Pagi Mang," balas Salwa diikuti senyum ramahnya sambil menutup pintu mobil.


"Jalan sekarang Non?" Tanya Mang Dirman.


"Iya Mang."


"Oke..." Mang Dirman pun menyalakan mesin dan melajukan mobil.


Di dalam perjalanan, Salwa memegangi tas berisi puding itu. Awalnya Salwa ingin memberikan puding itu di waktu jam makan siang, tapi karena takut tidak sempat akhirnya ia memutuskan untuk mengantarkannya sebelum ia ke kafe. Tapi sebelumnya Salwa ingin menelepon sang suami terlebih dulu, untuk memberitahukan kalau dirinya ingin datang ke kantornya saat ini.


Salwa : Halo Arga


Arga : Kenapa?


Salwa : Kamu sibuk ya?


Arga : Humー lumayan sih. Emang kenapa?


Salwa : Itu, aku mau kirimin kamu puding buah.


Arga : Puding buah, kamu beli?

__ADS_1


Salwa : Enggak aku buat sendiri, itu pun kalo kamu mau, kalo kamu nggak mau ya aku kasih Irsyadー


Arga : Mau! Siapa yang bilang nggak mau sih!?


Salwa : Oh mau, kirain nggak mau karena pudingnya buatan aku. (goda Salwa)


Arga : Dih...! Yaudah deh pokoknya kamu bawain aja ke kantor ke ruangan aku, kamu tau kan ruangan aku?


Salwa : Iya tau kok


Arga : Yaudah oke, kalo gitu aku tutup ya?


Salwa : Iya...


Arga : Yaudah bye!


Salwa : Bye...


Senyum Salwa merekah indah sehabis menelepon sang suami. "Yaudah Mang, kita ke kantor Arga dulu ya!"


"Siap Non!" Sahut Mang Dirman dengan semangat.


**


Setibanya di dalam kantor, Salwa yang sudah tahu dimana ruangan Arga pun langsung masuk ke dalam lift menuju dimana lantai tempat ruangan Arga berada. Di dalam kabin lift Salwa bersandar dipojok lift sambil menenangkan dirinya agar tidak terlihat terlalu salah tingkah saat memberikan puding yang dibawanya itu untuk Arga. Dan tak terasa, lift sudah menunjukan lantai 17, lantai tempat dimana ruangan Arga berada, Salwa pun menghela napas dan keluar dari dalam kabin lift. "Duh kok jadi agak deg degan sih, biasanya juga enggak?" Salwa pun berusaha menenangkan hatinya dan lanjut berjalan menuju ruangan Arga.


Meski sudah pernah ke kantor Arga, tapi ini kali pertama Salwa ke ruangan Arga. Disebelah ruangan Arga terdapat sekat ruangan kecil dimana Amel selaku sekretaris Arga berada. Salwa pun mendatangi meja Amel. "Umー permisi mbak, Pak Arganya ada di ruangan?" ujar Salwa pada Amel.


"Mbak cari pak Arga?"


"Iya saya cari Ar- eh maksud saya pak Arga."


"Pak Arganya ada, tapi sedang ada pertemuan penting mbak di ruangannya. Oh iya maaf kalo boleh tau mbaknya siapa ya cari-cari pak Arga?"


"Saya..." Aduh gue harus bilang apa nih?


"Mbak maafー helo..." Amel memanggil Salwa yang malah terlihat sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Oh kalo gitu gini aja deh mbak, saya titip ini sama mbak aja," Salwa menyerahkan goodie bag berisi puding buatannya itu pada Amel.


"Ini apa mbak?" tanya Amel tidak tau isi dari tas yang ia pegang saat ini.

__ADS_1


"Itu puding buah mbak. Jadi saya minta tolong aja sama mbak ya?"


"Tolong untuk?"


"Saya minta tolong mbaknya, untuk nanti kalo pak Arga udah selesai pertemuannya, tolong puding ini kasih ke dia."


"Ohー tapi kalo boleh tau mbaknya siapa?"


"Bilang sama Arga, itu puding dari Salwa gitu."


Amel mengangguk paham, "Oh oke, kalau gitu nanti saya akan sampaikan paket dari mbak Salwa ke pak Arga."


"Oke, terima kasih ya mbak atas bantuannya. Kalo gitu saya permisi dulu, mari..."


"Iya mbak sama-sama."


Pada akhirnya Salwa hanya mengantarkan puding buatannya itu lewat sekretaris Arga. Sebenarnya Salwa ingin memberikan langsung pada sang suami tapi berhubung Arga sibuk, tidak masalah jika hanya dititip lewat sekretarisnya. Setelah memberikan puding tersebut Salwa pun berencana langsung ke kafe.


***


Saat berjalan untuk keluar dari gedung perkantoran, tidak sengaja Salwa berpapasan dengan Mayang di lobby bawah.


"Hai!" Tukas Mayang dengan nada sedikit sinis.


"Hai juga," balas Salwa dengan intonasi datar. Dari sorot mata keduanya terlihat keduanya sama-sama saling tidak ramah satu sama lain.


"Kamuー ngapain disini? Emang ada yang pesen makanan dari kafe kamu? Eh tunggu, tapi kamu manajer ngapain ngaterin makanan?" Mayang seperti mengolok Salwa. Sayangnya, Salwa hanya menanggapi perkataan Mayang itu dengan santai dan cuek.


"Gini ya ibu Mayang, saya mau ngapain kesini itu semua bukan urusan ibu. So... ibu nggak perlu tau."


Mayang mengerutkan kening mendengar ucapan Salwa. Sialan, mulai songong nih perempuan! "Oke, emang bukan urusan saya, tapi kalau..." Mayang melirik Salwa dengan tatapan curiga yang membuat Salwa jadi agak terganggu.


"Kalau apa Bu Mayang?" Tanya Salwa penasaran.


"Tapi kalau soal kamu yang tinggal satu apartemen sama Arga itu gimana?"


Salwa pun langsung terperanjat dengan perkataan Mayang itu. Gimana bisa Mayang ngomong gitu?


"Kenapa? Kok diem?" Mayang mencoba terus menekan Salwa, namun Salwa tetap berusaha tenang. "Ibu Mayang, ibu iniー" saat ingin bicara dengan Mayang, ponsel Mayang justru tiba-tiba berdering, alhasil ia pun harus mengangkat panggilan itu dan pergi meninggalkan Salwa.


"Huft, untung aja dering hapena nyelamatin gue dari dia!" Salwa menghela napas merasa sedikit lega. Ia pun langsung bergegas pergi meninggalkan kantor Arga.

__ADS_1


🌹🌹🌹


Hai, maaf upnya lama... SELAMAT MEMBACA


__ADS_2