
Salwa baru saja pulang dari pameran budaya bersama Irsyad. Dirinya yang baru saja beres membuka sepatu, tiba-tiba malah dikagetkan oleh sang suami. "Abis darimana kamu?" Ujar Arga dengan nada datar tapi terdengar cukup serius.
"Hih, kamu tuh sering banget bikin kaget aku, kebiasaan!" Salwa mengelus dadanya karena terkejut dengan kehadiran Arga yang tiba-tiba itu.
"Yaudah yang penting jawab dulu kamu habis kemana?" Tanya Arga lagi.
Sayangnya Salwa bukannya langsung membalas pertanyaan Arga, malah lebih dulu pergi ke dapur untuk mengambil air putih. "Aku nanya kamu, kenapa malah melengos!" Arga mengikuti istrinya ke dapur.
"Ya aku kan haus mau minum dulu!" Salwa pun mengambil segelas air putih lalu meneguknya. Setelah minum ia pun membalas pertanyaan Arga tadi. "Aku habis keluar lihat pameran budaya."
Arga mengerutkan keningnya. "Pameran budaya? Sama siapa?" Awas aja kalau nggak ngaku pergi sama Irsyad.
"Sama Irsyad." Salwa mulai merasa tidak nyaman ditanya-tanya oleh Arga seperti itu. Seolah, dirinya seperti tengah dicurigai melakukan kesalahan. "Lagian, emang kenapa sih! Tumben banget nanya-nanya urusan pribadi aku?"
"Emang salah, kalo suami nanya istrinya habis darimana?"
"Yaー enggak sih! Tapi kanー," Salwa tidak meneruskan ucapannya karena ia bingung harus menjawab apa.
"Tapi kan apa? Dan lagi, setau aku pameran itu cuma sampe jam tiga sore, kenapa kamu baru pulang malem? Kenapa? Nggak betah dirumah? Apa sibuk seneng-seneng sama Irsyad sampe lupa pulang?"
Mendengar ucapan-ucapan Arga barusan, Salwa pun dibuat tersinggung dan kesal. "Ih kamu apaan sih! Emang salah, kalo aku cari kesibukan dan ngisi waktu libur aku di luar? Lagipula, di surat perjanjian kita kan tertulis nggak boleh ngusik kesenangan masing-masing, tapi kenapa sekarang kamu malah masalahin hal itu?" Salwa menatap Arga dengan tatapan tidak marah.
"Iya kamu bener! Tapi, seenggaknya kamu kan bisa telepon aku atau WA aku dulu kalau mau pergi."
Salwa memejamkan mata dan menghela napas. Gadis itu tengah menahan emosinya. "Telepon kamu? Emang penting ya buat kamu aku ada dimana, sama siapa? Penting?" Salwa seolah menantang Arga dengan pertanyaannya.
Arga yang tidak suka dengan pertanyaan Salwa pun tampak mulai emosi. "Penting nggak penting kamu masih statusnya istri aku, jadi kamu harusnya paham itu!"
Salwa sampai mencengkeram bajunya untuk menahan rasa kesalnya yang mulai membuncah pada suaminya.
"Kenapa diem? Sadar kalau kamu salah?" ujar Arga lagi.
Salwa pun memandangi Arga dengan tatapan nanar. "Aku diem, karena aku males berdebat sama laki-laki yang nggak pernah mau kalah, kayak kamu."
"Salwa! Kamuー" Arga ingin sekali memarahi Salwa namun entah kenapa tertahan tiba-tiba.
__ADS_1
"Kamu apa?" Salwa kemudian tersenyum getir. "Udah ya Arga, aku capek banget mau istirahat. Kalo kita terusin pembahasannya aku rasa nggak akan pernah selesai, karena sampe kapanpun kamu sama aku nggak akan saling paham." Salwa berjalan melewati Arga "Oh iya satu lagi. Aku harap kamu respect dan nggak terlalu mencampuri privasi aku, karena jujur aku juga nggak pernah ngurusin privasi kamu terlalu jauh," jelas Salwa yang kemudian pergi meninggalkan Arga disana.
Arga memukul tembok yang ada disebelanya. Ia merasa marah dan heran pada dirinya sendiri. "Sebenernya gue itu kenapa sih! Kenapa gue harus nggak suka dan kesel lihat Salwa sama Irsyad? Argh...!" Arga mengacak-acak rambutnya sendiri. "Nggak! Nggak bisa gue kayak gini ke Salwa! Ada yang salah pasti."
**
Di kamarnya Salwa yang mau bersiap mandi pun misuh-misuh kesal jadinya. "Apaan sih, si Arga itu, nggak jelas banget! Jelas-jelas dia yang buat perjanjian untuk nggak saling ikut campur urusan pribadi masing-masing, tapi kenapa dia justru yang gengges baget sekarang?" Salwa duduk ditepi ranjang sambil menyilangkan tangannya diperut, lalu menarik napas dan menghembuskannya agar bisa menurunkan amarah kekesalannya itu. "Sumpah, gue nggak paham sama pemikiran Arga sama sekali. Emang aneh banget, huft!" Salwa sampai memegangi kepalanya karena heran.
**
Esok harinya. Salwa yang biasanya berangkat kerja lebih telat dari Arga, hari ini harus berangkat lebih pagi karena ada urusan yang harus dibahasnya bersama Tania. Salwa pun menelepon Mang Dirman untuk mengantarnya. Sayangnya, Mang Dirman hari ini tidak bisa mengantar Salwa karena sedang kurang enak badan. Alhasil, Salwa pun terpaksa harus memesan taksi online. "Ih... kok nggak dapet-dapet sih taksi onlinenya?" Istri Arga itu mulai panik karena sejak tadi memesan taksi online tapi tak kunjung dapat.
Di ruang utama, Arga yang sudah rapi dan duduk di sofa sambil memeriksa berkas kerjanya di laptop, diam-diam mendengar ungkapan keresahan dan rasa panik Salwa.
Arga yang sudah selesai memeriksa pekerjaannya pun, segera menutup laptopnya kemudian meraih kunci mobil range rover miliknya. Ia berjalan menuju pintu keluar, sambil berujar pada Salwa. "Ayok berangkat!"
Mata Salwa membulat, ia menoleh pada Arga dan bertanya, "Maksudnya ayok apa?"
Arga mendengus kesal. "Dasar telmi!" Gumam Arga, "Ya ayok aku anterin! Kamu sendiri kan yg katanya lagi buru-buru karena hari ini si mamang sakit, dan nggak dapet-dapet taksi online?"
"I- iya."
Salwa yang memang ingin segera berangkatpun langsung melakukan apa yang dikatakan oleh Arga. Ia mengambil tas lalu pergi menyusul Arga.
**
Di dalam mobil menuju ke tempat kerja Salwa. Pasangan suami itu saling berdiam diri tanpa obrolan hampir lima belas menit lamanya. Sampai akhirnya, karena bosan Arga pun menyetel radio agar suasana hening diantara mereka agak mencair. Ah, akhirnya ada suara juga. Pikir Salwa demikian. Baik Salwa maupun Arga, tampak keduanya saling melirik, sayangnya mereka tak sadar hal itu.
"Ehem!" Arga mencoba untuk mecairkan suasana dengan membuat suara seolah batuk. "Oh iya kemarin aku lihat kamu sama Irsyad dijalan pas lampu merah," tutur Arga yang matanya fokus ke depan.
Salwa pun membalas, "Lah itu kamu tau aku pergi sama Irsyad, terus kenapa semalem kamu masih tanya sama aku pergi sama siapa?"
"Ya... kali aja kan kamu bohong sama aku."
"Idih!" Salwa melirik Arga lalu memalingkan wajahnya. "Emangnya aku kamu tukang bohong!" Gumam Salwa yang kemudian tiba-tiba ingat kejadian saat melihat Arga di restoran bersama Mayang beberapa hari lalu. Gue tanya aja deh. "Emー Arga!"
__ADS_1
"Apa?" jawab Arga yang masih fokus menyetir.
"Beberapa hari lalu aku lihat kamu sama Mayang di restoran."
Kening Arga berkerut mendengar nama Mayang disebut oleh istrinya. "Kapan kamu lihat aku?"
"Waktu itu dihari yang sama, pas aku sakit."
Arga tiba-tiba menoleh menatap Salwa, "Tunggu, kamu bilang dihari yang sama pas kamu sakit? Berarti kamu..." Arga merasa curiga pada Salwa.
"Ke- kenapa lihatin aku gitu?"
Arga menerka sambil memicingkan matanya, "Aku jadi curiga jangan-jangan, kamu nggak makan pas hari itu gara-gara lihat aku sama Mayang ya....?"
Salwa seketika jadi gelagapan mendengar ucapan Arga barusan. "Emー itu..., ih apa deh! Nggak nyambung, apa hubungannya coba aku sakit sama lihat kamu sama Mayang di restoran? Sotoy!"
Arga tersenyum kecil. "Ya ada bangetlah! Kan bisa jadi kamu lihat aku sama Mayang, terus kamu nggak suka dan jadi kehilangan selera makan. Iya kan?" Arga tersenyum penuh arti. Salwa pun semakin dibuat gelisah. Entah mengapa tapi, mendengar tebakan Arga barusan membuat pipi Salwa panas. Untungnya jarak kafe tempat Salwa bekerja sudah dekat, sehigga Salwa ada alasan untuk segera berpisah dengan Arga. "E- Eh.. stop Ga!"
"Lho, kafenya kan masih di depan?"
"I- iya sih, tapi udah disini aja." Salwa bersikukuh untuk diantar sampai di dekat persimpangan area kafe. Akhirnya Arga pun menurut dan berhenti. "Kamu yakin sampe sini aja?" Arga meyakinkan Salwa.
"Iya, yakin kok. Lagian, emang kamu mau diserbu sama pegawai kafe aku gara-gara lihat bapak Arganatha Yudhistira di Lorena cafe?"
"Oh iya bener juga sih kamu, yaudah deh!"
Salwa membuka sabuk pengamannya, kemudian bergegas berturun. "Oh iya sebelum turun, aku mau bilang makasih karena kamu udah anter aku."
"Iya, sama-sama."
Salwa pun turun dari mobil, dan memandangi mobil Arga yang semakin jauh pergi lalu menghela napas lega. "Untung aja, cepet turun. Kalo nggak, pasti si Arga bakal nuduh gue cemburu sama Mayang."
🌹🌹🌹
Halo temen-temen jangan lupa tinggalkan jejak berupa LIKE, COMMENT, VOTE ditunggu ya sarannya...
__ADS_1
Baca Novelku yang lain juga ya judulnya :
LOVE PETAL FALLS (udah tamat)