
" Iya kan, mending sekarang kita nikmati aja masa-masa SMA kita. Dan jangan iri dengan apa yang menjadi hak milik orang lain." ucapnya.
" Yang kau katakan memang benar, lebih nikmat saja waktu-waktu kita yang tersisa di sekolah ini." ucapnya.
...----------------...
Sasya dan teman-temannya terus bermain hingga tanpa sadar waktu jam pelajaran pun telah habis, dan kini sudah waktunya mereka untuk pulang. Sasya kini pulang bersama dengan Febri, karena ia ingin mengerjakan tugas kelompok terlebih dahulu dengan Febri dan teman-temannya yang lain.
Mereka semua janjian bertemu di Husna, tempat dimana mereka bisa membeli wifi. Dan mereka bisa sambil duduk di joglo yang sudah di sediakan di depan kantor wifi itu, yang tepatnya di pinggir jalan. Dan mereka memang sudah sering duduk di sana.
Satu persatu mereka pun sampai, Sasya dan Febri sudah menunggu sejak tadi di sana. Fatur bersama dengan Edo pun tiba dengan membawa makanan berupa gorengan, Febri diam saja karena kurang mengerti dengan apa yang akan mereka kerjakan. Sedangkan Fatur ia asik bermain game, mau tidak mau Edo mengerjakan berdua saja bersama dengan Sasya.
Keduanya mengerjakan dengan sangat antusias, mereka sampai tidak menyadari kalau waktu sudah sore. Dan tiba-tiba saja ABG Sasya pun menelpon, dan dengan cekatan Sasya langsung mengangkatnya.
" Halo, assalamualaikum bg." ucapnya untuk mengawali telepon.
" Adek dimana?" tanya seseorang dari sebrang telepon.
" Adek masih kerja kelompok bg, ada apa ya?" tanyanya.
" Oh yauda, nggak apa-apa kok dek. Lanjut lah nanti malam aja abg telepon lagi." ucapnya, kemudian langsung mengakhiri telepon.
" Halo, halo. Ye dasar bg Ogi, kebiasaan langsung di matikan." ucapnya yang kesal.
" Siapa Sya?" tanya Febri yang melihat ekspresi kesal di wajah Sasya.
" Biasa bg Ogi, main matikan telepon aja." ucapnya dan Febri hanya mengangguk saja, tapi tidak dengan Edo dan Fatur yang menjadi penasaran dengan sosok Ogi.
" Udalah Sya, kayak baru kenal aja kau dengan bg Ogi." ucap Febri menenangkan Sasya.
" Ya karena aku uda kenal lama sama bg Ogi, makannya aku bisa marah." ucapnya.
" Yauda sabar aja ya, paling nanti malam nelepon lagi. Kalau tebakan ku mengatakan bg Ogi pengen ngomong sama mama mu." ucap Febri dan membuat Edo dan Fatur menjadi tambah penasaran dengan sosok Ogi.
" Ya emang, mana pernah nelepon bg Ogi kalau bukan karena kangen sama mama ku." ucapnya.
" Maaf ni, sebenarnya kalian lagi ngomongin siapa sih. Kalau nggak mau kasih tau juga gpp." ucap Fatur yang penasaran.
" Oh ini tu abg aku, namanya bg Yogi. Tapi aku sering panggil dengan bg Ogi." ucapnya.
__ADS_1
" Abg kandung? bukannya kau anak sulungnya ya?" tanya Edo yang juga penasaran.
" Ini itu abg sepupu aku, tapi dari kecil dia memang uda tinggal sama keluarga aku." jelas Sasya.
" Oh..." ucap keduanya serentak.
" Ya begitulah, eh uda sore ni. Aku pulang ya, nanti bisa dimarah aku karena pulangnya kesorean." ucap Sasya.
" Oh yauda, lagian kami juga harus pulang." ucap Fatur.
" Yauda, kalau gitu kami pulang dulu ya. Ayo Feb." ucapnya kemudian langsung pergi ke parkiran motornya.
" Hati-hati ya." ucap Edo dengan malu-malu.
Sasya dan Febri pun melambangkan tangannya, kemudian langsung melakukan motornya. Dalam sekejap keduanya langsung menghilang dari pandangan Edo dan juga Fatur.
...----------------...
Malam harinya Edo dan Fatur pergi menuju tongkrongan mereka, dan disana Edo terus saja tersenyum. Dan tingkah Edo pun menjadi pusat perhatian, dan mereka langsung menanyakan para Fatur.
" Fatur, ada apa dengan Edo?" tanya Putra.
" Biasa lah, tentang Sasya." ucapnya yang malas.
" Belum kali, cuma tadi kami berhasil mengetahui siapa itu Ogi." jelasnya.
" Oh ya, lalu siapa itu Ogi?" tanya Putra yang penasaran.
" Ogi itu abg sepupu Sasya." jelas Edo yang tiba-tiba saja langsung bergabung, dengan wajah yang masih dipenuhi dengan senyuman.
" Pantas aja kau bahagia, ternyata karena tau kalau si Edo itu bukan saingan." ucap Putra dan Edo pun hanya mengangguk saja.
" Cie, kami doain semoga bisa cepat lanjut ya." ucap Joko.
...----------------...
" Halo Guys." ucap seseorang untuk mengawali telepon.
" Hai Pena." ucap semuanya serentak.
__ADS_1
" Mau gibah tentang apa ni kita?" tanya Widya yang penasaran.
" Kalian ini, memang kalau Vc grup harus gibah ya." ucap Sasya dengan menggelengkan kepalanya.
" Ya nggak juga sih, cuma kan kita sering gibah. Hahaha." ucapnya dengan tertawa terbahak.
" Widya, awas nanti kemasukan nyamuk." ucap Ira dan semua pun tertawa.
" Iya benar itu Wid, jadi keinget waktu kau tersedak lalat di lapangan pas kita joging." ucap pena mengingat masa lalu.
" Iya, itu lucu banget tau." ucap Ira yang juga teringat dengan momen-momen itu.
" Kalian ini loh, jangan ingat-ingat momen itulah. Aku malu." ucapnya.
" Iya bener, hari ini apa topik terpanas?" tanya Pena.
" Topik terpanas adalah kedekatan Sasya dan Edo." ucap Widya.
" Eh benat itu Sya?" tanya Ira yang penasaran.
" Nggak ya, jangan macam-macam kau ya wid." ucap Sasya dengan sorot mata yang tajam.
" Eh nggak ya, jangan macam-macam kau ya Wid." ucapnya.
" Eh tapi itu beneran loh, orang aku tadi siang sepulang sekolah. Melihat kau dan Edo sedang berduaan." ucap Widya.
" Eh Widya, kalau ngomong yang benar ya. Itu aku lagi kerja kelompok, dan di sekitar kami ada Febri dan Fatur ya." ucapnya yang kesal.
" Iya-iya, jangan marah la." ucapnya dengan tersenyum.
" Cemana nggak marah, orang yang tambah-tambahi." ucapnya yang masih kesal.
" Habis kau dan Edo dekat banget, sedangkan Febri dan Fatur tampak tidak peduli." jelasnya.
" Bukannya mereka tidak peduli, hanya saja mereka tidak mengerti apa yang harus dikerjakan. Jujur aku aja masih belum ngerti, untungnya ada Edo, jadi bisa jelasin." ucapnya masih kesal dengan Widya.
" Kalian tau lah, guruku itu nggak pernah jelaskan panjang. Jadi kadang aku masih nggak ngerti sama tugasnya, dan sampai meminta orang lain mengajarkannya." ucapnya.
" Ya begitulah, dan seingatku kau pernah bilang kalau soal-soal yang diberikan ke kelas mu itu tidak ada di internet." ucap Widya.
__ADS_1
" Yap bener banget, karena itu aku juga bingung kalau mendapatkan tugas. Jadi mau atau tidak, kita harus memperhatikan dengan serius, tapi sebenarnya bukan nggak ada. Ada si, cuma yang sama persis itu nggak ada. Dan bila kita melihat internet ngerjainnya, pasti kita langsung dimarahi. Karena sudah beda jalan pengerjaannya." jelasnya.
Maaf ya teman-teman, nafras jarang up. Karena nafras lagi sibuk magang, nafras akan berusaha up diwaktu kosong.