Rela Walau Sesak

Rela Walau Sesak
Sasya 67


__ADS_3

" Mengapa kau menatapku dengan seperti itu?" tanya Putra yang penasaran.


" Aku tidak melakukan apa-apa Putra, lebih baik kamu tidak usah banyak tanya deh Put. Sekarang kamu lebih baik pergi bersama Febri, kamu pergi ke sini tidak izin. Kasihan tuh Febri nyari kamu keliling-keliling, untungnya dia teringat untuk ke sini. Kalau tadi dia masih sempat keliling-keliling lalu dia lapor polisi kalau kamu hilang gimana." ucap Edo yang memang sengaja melebih-lebihkan.


" Apaan sih kau Edo, ya nggak mungkinlah Febri sampai lapor ke polisi. Lagian ini kan di rumah sakit, dan nggak mungkin juga aku akan diculik. Ayo kita kembali ke ruangan Febri, aku sudah lelah melihat tingkah anak satu ini." ucap Putra dengan menunjuk Edo.


Putra dan juga Febri pun segera pergi meninggalkan ruangan tersebut, kini hanya tinggal Edo dan juga Uza. Edo pun merasa kesal kepada Putra, dan akhirnya ia pun menceritakan semuanya kepada Uza. Ia yang mendengar penjelasan dari Edo tidak bisa berkata apa-apa, ia hanya ingin tertawa melihat kebodohan dari Putra yang tidak menyadarinya.


" Hahaha, Putra sangat bodoh. sudah bagus Febri mencintai dirinya, tetapi hingga kini ia masih belum menyadarinya dan ia terus saja menyakiti hati Febri dengan perkataannya." jelasnya.


" Yah begitulah si Putra, dia selalu mengatakan aku bodoh. Tetapi sebenarnya yang bodoh adalah iya, karena ia tidak bisa membaca gerak-gerik yang sudah terlihat sangat jelas." jelasnya.


" Yang kau katakan emang benar Edo, dan sepertinya dia lebih bodoh daripada Sasya. Bahkan siapa saja bisa menyadari kalau ada orang yang menyukainya, walaupun ia harus menahannya demi persahabatan. Ya walaupun saat ini persahabatannya telah hancur, padahal ia tak kunjung jadian dengan pemuda itu." jelas Uza dan membuat Edo tersentak.


" Bagaimana kalau bisa mengetahui hal itu?" tanya itu yang penasaran.


" Aku mengetahuinya dari raut wajah Sasya, dari sana tampak terlihat kalau dia sedang memikirkan sesuatu. Dan di sana aku melihat nama seseorang berinisial E, yang tertulis sebagai orang yang telah menyukai dirinya. Tetapi di satu sisi dia juga bimbang, dan di sana tertulis nama seorang perempuan berinisial W. Dan dia harus pergi jauh dari si E, itu semua demi agar si W tidak sakit hati." jelasnya.

__ADS_1


" Ternyata semuanya dapat tergambar dengan jelas ya, aku tidak menyangka ternyata kau bisa membaca sampai sedetail itu." ucap Edo yang tidak percaya.


" Ya begitulah, inilah kelebihan yang aku miliki. Tetapi memang masih banyak yang tidak mengetahuinya, dan aku harap kau juga tidak akan memberitahu kepada siapapun. Karena seperti yang sudah aku katakan tadi, aku akan merasa tidak nyaman jika ada yang mengetahuinya. Tetapi aku akan memberitahu seseorang itu, jika aku memang merasa kalau dia pantas untuk mengetahuinya." jelas Uza.


" Kamu tenang saja, aku tidak akan memberitahu kepada siapapun. Tetapi aku masih sangat penasaran, jika kamu bisa melihat hal tersebut dengan sangat jelas di wajah Sasya. Apakah kau juga mengetahui siapa orangnya, bisa saja kan ternyata kamu mengetahui namanya bukan inisialnya saja." ucap Edo ya memang sangat penasaran karena ia takut kalau Uza mengetahui siapa pemuda berinisial E itu.


" Kau pasti sangat penasaran bukan, tetapi aku tidak mengetahui nama lengkapnya. Tetapi aku sebenarnya mencurigai dirimu, tetapi hal itu tidak mungkin. Karena yang tertulis di wajahmu adalah inisial A, sedangkan Sasya kan inisialnya S." jelasnya.


" Ternyata kau bisa melihat sampai sedetail itu, seandainya saja kau mengetahui nama aslinya. Pastinya kau akan mengetahui semuanya, syukurlah kamu tidak mengetahuinya. Karena jika engkau mengetahuinya, pastinya kau akan bercerita kepadanya kalau aku masih belum bisa melupakannya." batin Edo.


" Kau sedang melamun apa?" tanyanya yang melihat Edo terdiam.


" Yang kau katakan memang benar, daripada mencari tahu mengenai dirinya lebih jauh. Lebih baik aku mencari tahu tentang dirimu, orang yang sekarang sudah mulai menjadi sahabatku." ucapnya dengan tersenyum.


" Jangan macam-macam ya kamu, aku merasa tidak nyaman." ucapnya dengan sedikit mengancam.


" Tenang saja Edo, aku tidak akan melakukan hal yang akan menyakitimu. Aku hanya ingin mengatakan satu hal kepada dirimu, selain tertulis inisial A di wajahmu yang merupakan orang yang kau cintai, di situ juga tertulis inisial T dan dia adalah orang yang mencintai dirimu. Tetapi bukan hanya ada inisial T saja, tetapi juga terdapat inisial W. jujur saja aku jadi penasaran, kira-kira kamu akan tetap mencintai inisial A. atau mungkin kau akan berpaling pada inisial T, atau bisa jadi juga kepada inisial W." ucapnya ya memang penasaran.

__ADS_1


" Orang saat ini aku tidak bisa memikirkan hal itu, jujur saja aku masih belum bisa berpaling dari inisial A. Dan mungkin suatu hari aku mungkin akan berpaling kepada salah satu dari mereka, tetapi hal itu masih belum jelas akan terjadi atau tidak. Jujur saja yang membuatku gagal untuk berhubungan dengan inisial A, ia adalah inisial W yang merupakan sahabat dari inisial A." jelasnya dan membuat Uza terkejut.


" Sungguh kasihan sekali nasibmu, aku tebak mungkin sekarang kamu sudah tidak respect lagi kepada inisial W. Karena ia telah menghalangi rasa cintamu kepada inisial A, dan mungkin saja sekarang kamu juga sudah sangat membencinya." ucapnya.


" Kalau untuk saat ini aku juga tidak mengetahui, jujur saja aku juga sudah malas bertemu dengannya. Tetapi karena suatu alasan aku masih harus bertemu dengannya, dan bahkan aku setiap hari bertemu dengannya." ucapnya.


" Sungguh kau sangat kasihan, mudah-mudahan saja kamu cepat berpaling. Karena aku rasa lebih baik kamu berpaling, tetapi jika kamu memang masih ingin menunggunya. Mungkin hal itu akan memakan waktu yang cukup lama, karena dia masih menghargai perasaan sahabatnya itu." jelasnya.


" Yang kau katakan ada benarnya juga, kalau begitu aku akan mencoba menenangkan hatiku terlebih dahulu. Dan kemudian mencari seseorang yang bisa menjadi pendampingku, dan mudah-mudahan saja aku merasa cocok dan nyaman dengannya." jawab Edo dengan tersenyum.


" Kalau begitu aku hanya bisa membantu lewat doa, dan semoga saja kau cepat bertemu dengannya. Kalau aku boleh memberi saran, aku sih berharapnya kamu bersama dengan inisial T. Karena sepertinya ia tidak ada hubungan dengan inisial A dan juga inisial W, sedangkan inisial W dan A mereka bersahabat." jelasnya memberi usul.


# Ikuti terus kelanjutannya dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.


1. Naura Abyasya


2. Derai Yang Tak Terbendung

__ADS_1


3. Sepahit Sembilu


4. Azilla Aksabil Husna


__ADS_2