Rela Walau Sesak

Rela Walau Sesak
Sasya 57


__ADS_3

" Inilah yang sempat kami takutkan." jelas Viona.


" Tolong kami." ucap Fatur.


" Aku sudah menghubungi Bintang dan juga Uza, secepatnya mereka akan segera ke sini. Dan kita akan segera pergi menuju titik yang telah ditentukan, tetapi sebelum itu aku ingin bertanya apakah kalian bisa beladiri?" tanya Viona dan mereka pun menjadi kebingungan.


" Tentu saja kami bisa beladiri, tetapi apa hubungannya dengan ini semua?" tanya Putra yang masih penasaran.


" Ya karena kita tidak bisa mempercayai omongan dirinya, oleh karena itu kita juga harus mengerahkan tenaga kita untuk menyelamatkan Andre." jelas Viona yang sudah mengenal Ozi.


" Kalau memang begitu ceritanya, kami akan berusaha semaksimal mungkin. Kami tidak ingin Ozi menyakiti teman kami, tetapi sepertinya kau sudah sangat mengenal dirinya ya." ucap Fatur.


" Tentu saja aku mengenalnya, karena aku sudah lama berteman dengan bintang. Karena itu aku sudah tahu sifat dan karakter Ozi, dan hal itu sangat berbahaya." jelas Viona.


Akhirnya Bintang dan juga Uza pun tiba, kini wajah bintang tampak sangat pucat. Ia pun langsung menghampiri Viona dan juga yang lainnya, kini ia sudah sangat khawatir kepada Andre.


" Apa yang terjadi kepada Andre?" tanya Bintang yang penasaran.


" Kami juga tidak mengetahuinya, yang jelas ketika kami menghubungi Andre yang mengangkat bukanlah ia. Dan orang yang mengangkat telepon itu mengatakan akan mengembalikan Andre ketika ia bertemu denganmu, jujur kami sangat panik hingga mencari-cari tentang dirimu." jelas Putra.


" Apakah ia sudah mengirimkan titik letaknya?" tanya Bintang.


" Sudah." ucap Putra dengan menyerahkan handphonenya kepada Bintang.


" Kalau begitu, ayo kita segera pergi ke sana." ucap Bintang.


" Kau yakin dengan keputusanmu Bintang?" tanya Viona yang memperhatikan Bintang.


" Aku sudah sangat yakin, aku tidak ingin melihat Andre tersakiti. Jadi ayo sekarang kita pergi ke sana, hiks…hiks." ucapnya yang berderai air mata.


" Kalau memang begitu ceritanya, ayo kita segera pergi ke sana. Takutnya Ozi akan melakukan hal yang tidak-tidak kepada Andre, dan itu akan sangat berbahaya." jelas Uza.


Mereka pun akhirnya segera pergi menuju tempat yang sudah dikirimkan, kini mereka semua segera masuk ke dalam. Kini tampak Andre yang tengah duduk dan diikat, mereka tidak percaya menyaksikan pemandangan yang mereka lihat.

__ADS_1


" Lepaskan Andre." ucap Bintang dan Ozi pun tersenyum.


" Kalian harus pergi dari sini." teriak Andre.


" Diam kau." ucapnya dengan melempar kayu dan kayu itu pun mengenai kepala Andre.


" Jangan sakiti Andre." ucap Bintang yang berderai air mata.


" Aku nggak akan sakiti dia, asalkan dia tidak banyak tingkah. Dan kau mau balikan denganku." ucap Ozi, Putra dan teman-temannya pun kaget mendengar penuturan dari Ozi.


" Mau sudah sangat keterlaluan, kau melakukan hal ini hanya demi hal yang tidak penting. Kau bahkan tidak memikirkan akibatnya, sepertinya kau sudah gila." ucap Joko yang kini sudah kesal.


" Diam saja kau Joko, kau kan juga menjadi saksi perjuanganku ketika menembaknya. Dan bila kau banyak bertingkah, kau juga akan menjadi saksi bisu kematian temanmu ini." ucapnya dengan tersenyum.


" Jangan lakukan hal bodoh Ozi, masa depanmu masih panjang." ucap Joko memperingati Ozi.


" Jau juga mengenal Ozi?" tanya Fiona yang kaget.


" Aku, Ozi dan juga Bintang. Kami bertiga sama-sama paskibraka kabupaten. Dan aku juga menjadi saksi waktu Ozi menembak Bintang, tetapi aku tidak menyangka kalau Ozi ternyata segila ini." jelas Joko dengan menggelengkan kepalanya.


" Sadar Ozi, kau jangan pernah main-main dengan nyawa manusia." ucap Uza yang kini angkat suara.


" Kalian semua diam, atau kita semua akan mati bersama-sama di sini." ucapnya dan kini mereka semua pun tertegun.


" Kita jalankan rencana, aku akan mengalihkan perhatian Ozi. Dan kalian harus segera membawa Andre dari sana." jelas Bintang.


" Tolong jangan seperti itu Ozi, aku akan kembali kepada mu. Tapi tolong lepaskan Andre." ucap Bintang untuk mengalihkan perhatian Ozi.


Kini Putra sudah berada di dekat Andre, dan mereka pun berhasil mengambil Andre. Tetapi tiba-tiba saja Ozi mengetahuinya, dan yang kesal pun menyalakan korek api dan melemparnya ke sebuah sudut. Dalam sekejap api pun merambat, mereka pun segera menyelamatkan diri dari kobaran api.


Kini Ozi yang tidak terima, ia pun menarik tangan Bintang agar Bintang tetap bersama dengannya. Putra dan juga Uza yang melihat itu pun segera menolong Bintang, kini terjadi tarik-menarik antara mereka. Ozi pun terjatuh, dan kini mereka mencoba untuk melarikan diri. Akhirnya mereka pun berhasil lepas dari Ozi, dan kini mereka berusaha untuk keluar.


Tiba-tiba saja terjadi ledakan besar, dan kini mereka bertiga pun terpental. Mereka pun segera membawa Putra, Uza, Andre dan juga Bintang ke rumah sakit terdekat. Pihak rumah sakit terkejut melihat kondisi keempatnya, dan mereka langsung di bawa ke ruang ICU.

__ADS_1


Dokter pun menangani mereka, dan kini Fatur, Edo, Joko, dan Viona langsung menghubungi orang tua dari keempat korban. Tidak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya mereka semua pun sudah tiba. Dan kini mereka mengerumuni keempatnya untuk meminta penjelasan, karena mereka sangat kaget dengan kondisi anaknya.


" Ada apa sebenarnya ini?" tanya umi Putra.


" Biar aku yang cerita." ucap Joko.


Joko pun akhirnya menceritakan dari awal pertemuan Ozi dan juga Bintang, hingga akhirnya rasa tidak suka Ozi kepada Andre. Semuanya tampak kaget mendengar perkataan Joko.


" Kenapa kalian harus berurusan dengan orang yang seperti itu, lalu si Ozi itu dimana?" tanya umi Putra.


" Kami tidak mengetahui tentang Ozi umi, karena kami tadi tidak bisa menemukan ia paska ledak tersebut." jawab Joko.


" Mudah-mudahan saja hal ini tidak akan berdampak pada pendidikan kalian." ucap umi Putra.


" Semuanya tenang saja, saya yang akan mengurusnya. Sekarang kita pikirkan keadaan anak kita saja." ucap seseorang yang mengagetkan mereka.


" Yesya itu kamu?" tanya umi Putra.


" Sarla, apa kabar?" jawabnya yang justru bertanya.


" Aku baik, bagiamana dengan mu?" tanya Sarla.


" Syukurlah kalau begitu, ngomong-ngomong kau ngapain di sini?" tanya Yesya yang merasa heran.


" Aku sedang menunggu anakku." jawabnya.


" Jangan bilang anakmu salah satu dari korban ledakan?" tebak Yesya.


" Iya benar." jawabnya.


" Ozi sudah sangat keterlaluan, aku akan menghubungi orang tuanya. Aku sudah bosan dengan tingkahnya." ucap Yesya yang sudah emosi.


" Memangnya siapa orang tua Ozi, sepertinya kau sangat mengenalnya?" tanya Sarla yang penasaran.

__ADS_1


" Sebenarnya bukan aku saja yang mengenalnya, tetapi kau juga mengenalnya." ucap Yesya dan membuat Sarla penasaran.


# Ikuti terus kelanjutannya, dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.


__ADS_2