
Tetapi bukan Joko yang menjawab, melainkan si Edo.
'' Yang mana tadi yang nggak tau?'' tanyanya lembut.
'' Yang ini, yang nomor 3. Bisa tolong bantuin, aku nggak ngerti.'' ucap Sasya dengan sopan.
Tiba-tiba saja, Edo pun tertawa dengan kuat. '' Kayak gini aja nggak tau, bodoh kali sih.'' ucapnya dengan semangat.
Sasya yang merasa kesal, ia pun kembali ke mejanya. Dan Wina pun langsung menanyainya, tentang jawaban soal nomor 3 tersebut.
'' Gimana, uda dapat jawabannya?'' tanyanya.
Sasya tidak menjawab, ia hanya menggelengkan kepalanya. Pertanda ia tidak mendapatkannya, dan Wina langsung menatap sinis.
'' Gimana bisa nggak dapet, bukannya kau sudah dari tadi di sana.'' ucapnya.
Sasya tidak menjawab, ia hanya memasang wajah tidak enak. Wina yang takut tugas akan di kumpul segera, akhirnya ia terus-menerus menanyakan jawaban pada Sasya. Sasya yang sudah kehabisan kesabaran, akhirnya ia bersuara.
'' Mending minta sendiri sana.'' ucapnya ketus, kemudian ia duduk di mejanya.
Wina pun akhirnya memutuskan untuk pergi menemui Joko dan Edo, dan ia pun mendapatkan hasil yang sama dengan Sasya. Yaitu tidak mendapatkan jawaban, kini ia pun kembali duduk di kursinya.
'' Gimana dapat nggak?'' tanya Sasya yang sebenarnya sudah tau tanpa perlu jawaban.
'' Nggak dapat apa-apa.'' ucapnya.
'' Yauda, nggak usa kemana-mana lagi. Aku uda baca buku dan uda dapat jawabannya juga.'' ucapnya, dan Wina kegirangan.
'' Wah, ternyata kau bisa juga mengerjakannya.'' ucapnya tidak percaya.
'' Bisalah cuma terkadang kebanyakan malas, hehehe.'' ucapnya.
'' Ye dasar kau ya Sya, tapi gpp yang penting uda dapat.'' ucapnya sambil menyalin jawaban yang dikerjakan Sasya.
Tidak lama kemudian ibu guru pun datang, kemudian semuanya mengumpulkan tugas yang sudah di berikan sebelumnya. Setelah mengumpulkan tugas, mereka pun pulang ke rumah masing-masing. Tetapi tidak dengan Sasya yang harus latihan marching band, bersama dengan Paskah.
Sasya kini berada di sekretariat MB, ia bertemu dengan teman-teman SMP-nya yang juga ikut MB.
__ADS_1
'' Hai Sya, kau uda tau mau ngambil di bagian mana?'' tanyanya.
'' Belum Gun.'' ucapnya menjawab pertanyaan dari Anggun.
'' Oh belum, kayak aku dong. Aku mau jadi mayoret.'' ucapnya dengan percaya diri kemudian meninggalkan Sasya.
'' Sya kau kenal dengannya?'' tanya Ais yang merupakan temannya di sini.
'' Oh itu teman SMP ku.'' jawabnya sopan.
'' Oh teman SMP mu, tapi dia kok sombong amat ya. Jadi kesal deh aku sama dia Sya.'' ucap Ais yang tidak suka dengan sikap sombong Anggun.
'' Udalah Ais dia memang kayak gitu, yang terpenting dia nggak buat masalah.'' ucap Sasya.
'' Yaudalah kalau bukan karena kamu yang ngomong gitu, aku si ogah sama dia. Oh iya Sya, kamu jangan mau dibodohi.'' ucap Aisyah.
'' Dibodohi gimana?'' tanya Sasya yang memang tidak mengerti yang dimaksud oleh Aisyah.
'' Ya kamu lihat aja dia, aku yakin dia adalah orang yang tipe di depan baik. Tapi dibelakang busuk.'' ucapnya.
'' Itu sih terserah dia, yang penting nggak ganggu kita.'' ucap Sasya.
'' Ya udah ikhlas aja, insya Allah kalau aku akan selalu melindungi kita.''
'' Nah ini yang aku suka dari kamu, kamu tuh baik banget. Dan jujur, kamu itu membuat aku nyaman.'' ucap Aisyah.
'' Apaan sih Ais, kita itu sama nggak ada bedanya.'' ucap Sasya dengan tersenyum.
'' Kamu ya Sya, nggak pernah mau dipuji.'' ucapnya dengan tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Tiba-tiba saja terdengar suara peluit, yang menandakan sudah waktunya mereka kumpul. Mereka pun dikumpulkan di sebuah ruangan, dan mereka diuji peralatan satu persatu. Hari ini adalah jadwal pengujian untuk drum, dan banyak dari mereka yang tidak bisa memainkan drum.
Sangat sedikit dari mereka yang bisa bermain drum, tetapi tetap diuji terus-menerus hingga hari latihan selesai. Seusai latihan, berarti mengatakan esok hari kita akan tetap latihan namun dengan alat yang berbeda. Setelah itu mereka semua pulang ke rumah masing-masing, namun tidak dengan Ais yang tiba-tiba saja menghentikan langkah Sasya.
'' Ya aku malu banget, tadi aku nggak bisa.'' ucap Aisyah.
'' Ya nggak apa-apa, lagian di sini kita masih latihan. Dan kalaupun kita memang nggak bisa main drum, dia mau dibilang apa. Tapi ingat, besok kita masih ada latihan. Jadi ayo tetap semangat, dan buktikan kalau kita bisa. Walaupun kita bukan menjadi pemain drum, jadi kita masih tetap bisa berpartisipasi.'' jelas Sasya.
__ADS_1
'' Yap bener banget itu, mudah-mudahan aja kita jadi satu tim ya.'' ucapnya dengan membawa Sasya ke arah jalan keluar.
'' Ya udah kita baca doa aja, mudah-mudahan aja ya.'' ucap Sasya.
Tak terasa mereka telah sampai di depan gerbang, ternyata di situ sudah ada kakak dari Aisyah yang menunggu. Tetapi ibu dari Sasha belum, dan sosial memutuskan untuk duduk di kursi dekat pintu gerbang.
'' Kakak udah jemput, tumben cepet?'' ucap Aisyah kepada kakaknya.
'' Iya Kakak udah jemput, nanti jemputnya lama kamu merepet.'' ucap sang kakak dengan menjulurkan lidahnya.
Aisyah yang kesal, Iya pun langsung mencoba dengan kakaknya. dan tiba-tiba Ia baru tersadar, akan kehadiran Sasya di sana.
'' Oh ya Kak, kenalin ini temen aku namanya Sasya.'' ucap Aisyah dengan menunjukkan arah Sasya.
'' Hai Sasya, kenalin aku Haikal. Aku kakaknya Aisyah.'' ucapnya dengan mengeluarkan tangannya.
Sasya yang melihat uluran tangan itu, Ia pun segera menggapainya. kemudian tersenyum dengan lebar.
'' Hai kak, aku Anastasya. Panggil Sasya.'' ucapnya dengan tersenyum.
Tiba-tiba saja, jemputan Sasha pun datang. Haikal pun menatap ke arah motor yang datang, iya bertanya-tanya siapakah gerangan lelaki itu.
'' Sya, ayo pulang. udah ditunggu sama mama kamu.'' ucapkan lelaki yang menjemput saja.
'' Aisyah aku duluan ya, udah dijemput sama Abang aku soalnya.'' ucapnya kemudian pergi.
'' Dek Aisyah, itu tadi yang jemput teman kamu kakaknya ada pacarnya ya?'' tanya Haikal kepada Aisyah.
'' Kayaknya abangnya deh Kak, tapi nggak tahu sih.'' ucap Aisyah.
'' Cari tahu dong Dek!'' perintah Haikal.
'' Kakak suka ya sama temen aku, ayo ngaku.'' tanyanya yang penasaran.
Haikal tidak menjawab pertanyaan dari adiknya itu, dia hanya tersenyum. Dan melihat dari senyumannya saja, Aisyah sudah mengetahui kalau sang kakak sedang jatuh hati.
'' Ya udah nanti aku bantuin deh, tapi kalau udah jadi .... biasa.'' ucapnya dengan tersenyum.
__ADS_1
'' Ok aman itu.'' ucap Haikal.
Mereka berdua pun akhirnya pergi meninggalkan sekolah dan pulang, disisi lain Sasya kini sedang bersama dengan abangnya. Mereka sekeluarga sedang bersiap untuk makan malam, dan ada tamu juga yang akan datang ke rumah mereka.