
" Kau tenang saja Bintang, aku akan baik-baik saja. Uza tolong jaga Bintang ketika di sekolah ya, jujur aku takut melihatnya tadi menyakiti Bintang lagi." ucap Andre dengan memeluk Bintang.
" Kau tenang saja Andre, aku akan menjaga pacarmu ketika ia berada di sekolah. Tetapi kau harus tetap menjaga keselamatanmu, kau tidak boleh menyepelekan Ozi." jelas Uza.
" Kalian berdua tenang saja, aku pasti akan baik-baik saja." ucap Andre dengan tersenyum.
" Ya sudah, kalian lanjutkan urusan kalian ya. Aku mau pulang dulu, kebetulan juga sudah sore." ucap Uza kemudian pergi meninggalkan keduanya.
" Hati-hati ya." ucap keduanya serentak.
Kini mereka tinggal berdua saja, keduanya langsung menaiki motor Andre. Kini Andre sangat ingin mengetahui tentang mantan bintang tersebut, yang sempat mereka kabarkan adalah orang yang sangat berbahaya. Mereka pun akhirnya berhenti di sebuah taman, mereka duduk di bangku taman untuk berbincang mengenai pemuda tersebut.
" Sayang, aku boleh tahu mengenai hubunganmu dengan dia?" tanya Andre.
" Tentu saja sayang, apalagi kau sekarang sudah menjadi bagian dari hidupku. Dan bisa saja dia berbuat sesuatu kepada dirimu, dan aku sangat tidak menginginkan itu." ucap Bintang.
" Kalau kau belum mau menceritakannya, aku juga tidak masalah." ucap Andre.
" Tidak sayang, jadi begini ceritanya…"
...----------------...
17 Agustus, hari yang sangat terik yang merupakan hari kemerdekaan negara Indonesia. Semua siswa diminta untuk berbaris di lapangan stadion, di sana banyak berkumpul para siswa dan siswi dari berbagai sekolah. Kali ini bintang, ditunjuk sebagai paskibraka tingkat kecamatan.
Ia dan rekan-rekannya sudah berlatih 3 bulan penuh, dan akhirnya hari yang mereka nantikan telah tiba. Pagi ini mereka mengibarkan sang pusaka merah putih, dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Mereka sangat bahagia, pengibaran sang pusaka merah putih berjalan dengan lancar.
Kini tepat jam 13.00 siang, mereka sedang beristirahat. Karena sore nanti tepatnya pukul 17.00 WIB, mereka akan menurunkan sang pusaka merah putih. Mereka melihat banyak marching band dari tiap sekolah, sedang mengadakan pawai keliling kota.
17 Agustus adalah masa yang dinantikan oleh rakyat negara Indonesia, hari ini adalah hari yang sangat membanggakan. Karena pada tanggal 17 Agustus 1945 ditetapkan menjadi hari kemerdekaan negara Indonesia, tidak hanya para paskibraka saja yang berjasa pada saat pengibaran sang pusaka merah putih, tetapi juga ada para tim-tim marching band dan drumband yang meramaikan acara.
Para tim marching band, kini beristirahat di lapangan stadion. Dan mereka mempersiapkan diri untuk penurunan sang pusaka merah putih, mereka di sana banyak berbincang. Dan mereka mulai mengenang masa-masa di saat awal mereka dipertemukan, dan mereka tidak menyangka kalau mereka akan segera berpisah.
__ADS_1
Tiba-tiba saja suasana menjadi hening, Ozi menghampiri Bintang yang kini sedang berada bersama teman-temannya. Kemudian ia segera menarik Bintang ke tengah lapangan, ia duduk tersimpuh dengan memegang sekuntum mawar. Sontak saja Bintang merasa terkejut dengan hal itu, ia masih bingung apa yang dilakukan oleh Ozi.
" Bintang, ini adalah hari terakhir kita bersama. Oleh karena itu, aku ingin mengutarakan isi hatiku yang sebenarnya. Sebenarnya aku menyukaimu, dan aku ingin kau berada di sisiku." ucapnya dengan menatap wajah Bintang, dan Bintang pun tersipu malu dengan perkataannya.
" Terima, terima, terima." teriak para teman-teman paskibraka seperjuangannya.
Bintang masih hanyut dalam kebingungan, ia menatap sekitar dengan ekspresi tidak percaya. Kemudian Ia pun menampar pipinya, dan sontak saja semua teman-temannya terkejut melihat hal itu.
" Apa yang kau lakukan?" tanya Ozi yang langsung berdiri.
" Ternyata sakit, ternyata Ini bukan mimpi." ucap bintang yang mengelus pipinya yang terasa sakit.
" Hahaha." tawa teman-temannya yang pecah.
" Aduh jadi merah kan, lain kali jangan dipukul lagi ya." ucap Ozi dengan mengelus pipi Bintang.
" Aku tidak akan mengulanginya lagi, karena ini adalah mimpi yang sangat indah dan aku tidak ingin menghancurkannya dengan kesakitan. Apalagi saat kau ada di sampingku." ucapnya dengan tersenyum.
Bintang tidak menjawab pertanyaan tersebut, ia hanya mengangguk dan tersenyum saja. Semua yang menyaksikan ikut bersorak bahagia, karena temannya bisa jadian.
" We aku diterima." ucapnya dengan memeluk Bintang dan berputar.
...----------------...
" Begitulah cerita awal pertemuanku dengannya." jelas Bintang.
" Jadi karena kalian sama-sama menjadi paskibraka kecamatan ya, aku tahu masa itu. Dan di sana juga kita bertemu, tetapi saat itu aku lolos seleksi untung tingkat kabupaten." jelas Andre dengan mengelus kepala Bintang.
" Iya, itu adalah awal kisah kami. Tetapi saat itu aku masih belum mengenal sifat dan karakternya, setelah menjalin hubungan selama beberapa bulan dengannya. Akhirnya aku mengetahui sifat aslinya, karena itu aku meminta putus darinya. Tetapi ia terus saja menolak, dan karena hal tersebut. Orang tuanya mengirimnya ke suatu tempat, karena ia juga sudah membuat banyak masalah yang merugikan keluarganya." jelas Bintang dan Andre pun mengangguk.
" Maaf ya, andai saja aku duluan yang menjadi pendampingmu. Pasti hal seperti ini tidak akan terjadi, dan kita bisa sama-sama terus." ucap Andre yang merasa bersalah.
__ADS_1
" Ini semua bukan salahmu, ini semua sudah jalan takdir. Takdir yang mempertemukan aku dengannya, dan juga takdir yang mempertemukan aku dengan mu untuk mengusir kesakitan yang kurasakan." ucapnya dengan tersenyum.
" Jangan tersenyum bila itu menyakitkan, menangislah aku ada disamping mu." ucap Andre dengan menatap Bintang, dan dalam sekejap Bintang pun berderai air mata.
" Keluarkan saja, jangan pedulikan omongan orang." tambahnya.
" Makasih ya sayang, akhirnya aku bisa meluapkan emosi ku." ucapnya dan Andre segera mengelap air mata Bintang.
" Tampaknya mereka sangat bahagia, aku tidak rela." batin Ozi yang tidak suka dengan kedekatan keduanya.
" Aku merasa kita sedang diikuti." ucap Bintang yang merasa tidak nyaman.
" Kau tenang saja, aku akan selalu melindungi mu." ucap Andre dengan langsung mendekap Bintang di dalam pelukannya.
...----------------...
Edo kini sedang berkumpul bersama dengan teman-temannya, kini Wiliam juga ikut bergabung dengan mereka. Mereka kini sedang membicarakan rencana untuk membuat Wiliam dan Wulan jadian.
" Sepertinya kau sudah semangkin dekat dengan Wulan ya?" tanya Putra.
" Ya begitulah, dan aku bersyukur atas rencana kalian semua yang membuat aku dan Wulan semangkin dekat." ucapnya dengan tersenyum.
" Tidak masalah, jadi apakah sudah ada kepastian tentang hubungan kalian?" tanya Edo yang penasaran.
" Belum ada." jawabnya yang langsung murung.
" Apakah kau sudah menyatakan isi hatimu?" tanya Joko yang penasaran.
" Aku masih belum berani mengutarakannya." jawabnya.
" Kau harus berani Wil, karena jika terlambat kau akan kehilangan dia." ucap Fatur dan diangguki oleh semuanya.
__ADS_1