Rela Walau Sesak

Rela Walau Sesak
Sasya 37


__ADS_3

Sasya kini berkumpul dengan Febri dan juga Wulan, ia tampak tersenyum dengan sangat lebar. Dan hal itu membuat kedua sahabatnya itu menjadi heran, karena tidak biasanya sahabat mereka ini berubah menjadi seperti ini.


" Sepertinya kau sangat bahagia?" tanya Febri.


" Apakah sangat kelihatan?" tanya Sasya.


" Ya tentu saja, apa sih kabar bahagia yang kau dapatkan hingga kau sangat bahagia?" tanya Wulan penasaran.


" Atau jangan-jangan kabar itu benar ya?" tanya Febri.


" Kabar apa Feb?" tanya Sasya yang memang belum mendengar kabar itu.


" Katanya kau dan Edo jadian." jawab Wulan dengan tidak berdosa.


" Kalian dengan kabar itu dari mana?" tanya Sasya.


" Sebenarnya kami melihat postingan dari "SADO" dan berita itu juga sudah menyebar." jawab Febri.


" Siapa itu sado?" tanyanya yang tidak tau.


" Ininih, coba kau lihat." ucap Wulan dengan memberikan handphonenya.


" Apa…jadi sado itu singkat dari (Sasya dan Edo), siapa sih yang buat ini?" tanya Sasya yang penasaran.


" Kalau soal itu aku nggak tau, aku hanya kebetulan dapat di Instagram." jawab Febri.


" Nggak usa di tanya Sya, sudah pasti ini yang buat fans kalian la. Dan bahkan sudah banyak loh yang mengidolakan kalian, kalau tidak percaya lihat saja pengikutnya." ucap Wulan.


" Apa…sebanyak itu, ini tidak mungkin. Sangat banyak sekali, tapi kan kalian tau aku nggak mungkin pacaran saat ini." jelas Sasya.


" Iya kami tau, makannya kami selalu tertawa ketika melihat postingan editan yang ada di Instagram tersebut. Ya kan Febri, hehehe." ucap Wulan dengan tertawa.


" Iya Sya, coba kau lihat postingan ini." tunjuk Wulan pada sebuah postingan.


" Eh postingan ini." ucapnya dengan sangat bingung.


" Kau kenapa, bukannya ini editan ya?" tanya Febri.


" Sebenarnya postingan ini bukan editan, kebetulan tadi aku dan Edo memang sedang berbincang dan memandang laut." jelas Sasya dan membuat keduanya kaget.


" aku sedang membicarakan apa dengan Edo?" tanya keduanya yang penasaran.


" Aku tidak ada berbicara dengan Edo, kebetulan tadi papa ku menelpon di handphone Edo. Jadi terpaksa Edo harus duduk disampingku untuk menunggu handphonenya." jelas Sasya.


" Ini mah kejadian yang tidak disengaja, tetapi membuat para fans kalian menjadi bahagia." jelas" jelas Febri dengan memukul jidatnya.


" Yang dikatakan oleh Febri benar, dan hal ini bisa membuat mereka menjadi berharap kalau kalian jadian." tambah Wulan yang menguatkan perkataan Febri.


" Lalu bagaimana dong, bagaimana kalau papa ku sampai tau." ucap Sasya yang sudah ketakutan.


" Kau berharap saja, agar papamu tidak mengetahuinya. Dan keinginanmu untuk melanjutkan sekolah, juga bisa berlanjut." jelas Febri.


" Mudah-mudahan saja begitu, karena aku masih sangat ingin melanjutkan sekolah. Mimpiku masih belum tercapai, dan aku tidak ingin kalau mimpiku hanyalah anganan saja." jelas Sasya.


" Kalau begitu kalau lupakan saja soal ini, dan lanjutlah belajar dengan baik. Agar kamu bisa masuk ke Universitas impianmu, dan dapat membanggakan kedua orang tuamu." jelas Febri dan Sasya hanya mengangguk saja.

__ADS_1


" Yang kau katakan memang benar, aku harus tetap belajar dengan sungguh-sungguh. Agar aku bisa masuk ke Universitas impianku." ucapnya dengan antusias.


...----------------...


" Aaa…" teriak Umay dan mengagetkan Desi.


" Umay, Kamu kenapa sih teriak-teriak?" tanya Desi yang merasa terganggu.


" Aku baru saja melihat postingan di sado, dan mereka sangat kiyowo." ucapnya dengan memegang kedua pipi.


" Sado itu apa?" tanya Desi yang memang tidak mengetahuinya.


" Sado itu singkatan dari Sasya dan Edo." jawab Umay dan membuat Desi kaget.


" Siapa yang buat singkatan itu?" tanya Desi yang penasaran.


" Ya kami lah, para fans dari mereka berdua." ucapnya dengan tersenyum.


" Ya ampun, aku tidak menyangkal sampai segitunya. Ternyata kalian sangat total mengidolakan mereka, padahal keduanya belum tentu akan jadian." jelas Desi dengan menggelengkan kepalanya.


" Ya mau gimana lagi, kami itu sudah sangat ngefans dengan mereka. Dan kami sudah sangat menantikan, bila suatu hari nanti mereka jadian." jelas Umay.


" Semoga saja, apa yang kalian harapkan menjadi kenyataan. Dan keduanya bisa menjalin hubungan, walaupun kemungkinan itu masih sangat kecil." jelas Desi kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


" Aku tidak menyangka, ternyata mereka sudah sejauh itu. Dan sepertinya, hubungan mereka akan terus berlanjut. Walaupun itu kemungkinannya masih kecil, tetapi hal itu pasti akan membuat para fans mereka sangat bahagia." batin Umay.


Tiba-tiba saja terdengar sebuah lonceng, yang menandakan mereka harus berkumpul di depan api unggun. Kini mereka sudah berkumpul dan duduk melingkar, Andre pun mengeluarkan gitarnya. Kemudian mereka mulai bersiap-siap untuk bernyanyi, tetapi sebelum itu mereka ingin mengocok lagu. Dan terpilih lagu "katakan cinta."


" Baik lagunya "KATAKAN CINTA"." jelas Andre.


" Siapa yang akan bernyanyi?" tanya Andre.


" Eh nggak, kami nggak bisa nyanyi." ucap Febri.


" Dari mana kau nggak bisa nyanyi, apa perlu aku tunjukkan bukti kalau kau bisa nyanyi." ucap Wulan dengan memegang handphonenya.


" Eh iya Ok, yauda kami yang nyanyi." ucap Febri pasrah.


" Eh tunggu, SYAFELAN itu kan Sasya, Febri dan Wulan. Terus kalian nggak minta pendapat Wulan?" ucap Umay dan membuat mereka tersadar.


" Eh iya, Sasya bagaimana?" tanya Wulan.


" Kalian uda mengambil keputusan, jadi aku mau bilang apa. Ayo mulai." ucap Sasya yang kini sudah di samping Andre.


" KU SEBENARNYA TAU." ucap Sasya dan semuanya pun berteriak.


" Yeee…" teriak semaunya.


" KAU ADA SESUATU." sambung Febri.


" Wah, nggak nyangka akan seseru ini." ucap Bara.


" MATAMU SELALU SAJA MENCARI." sambung Wulan dan semuanya pun menjadi heboh.


" KEMANA PUN NGKAU PERGI." sambung semuanya serentak.

__ADS_1


" KATAKAN SAYANG BILA SAYANG." nyanyi Sasya.


" KATAKAN CINTA BILA CINTA."


" JANGAN COBA BERPURA-PURA."


" SEPERTI TAK ADA RASA."


" TAPI DI HATI SAYANG."


" KUTUNGGU SAMPAI KAMPAN." nyanyi Febri.


" KAMU PUNYA KEBERANIAN."


" SUDAH CUKUP JANGAN SAMPAI DIRIKU."


" YANG MENYATAKAN SUKA KAMU."


" SUKA KAMU." serentak ketiganya.


" KATAKAN SAYANG BILA SAYANG." nyanyi Wulan.


" KATAKAN CINTA BILA CINTA."


" JANGAN COBA BERPURA-PURA."


" SEPERTI TAK ADA RASA."


" TAPI DI HATI SAYANG."


" KATAKAN SAYANG BILA SAYANG." nyanyi semuanya serentak.


" KATAKAN CINTA BILA CINTA."


" JANGAN COBA BERPURA-PURA."


" SEPERTI TAK ADA RASA."


" TAPI DI HATI SAYANG."


" KATAKAN SAYANG BILA SAYANG."


" KATAKAN CINTA BILA CINTA."


" Horeeee…lagi…lagi…lagi." ucap semuanya serentak.


" Nggak, aku haus." ucap Sasya kemudian langsung pergi.


" Ya, Sasya nggak enak." ucap Sakti yang kecewa.


" Masih mau mereka nyanyi, kalau begitu mana suaranya…?" teriak Andre.


" Lagi…lagi…lagi." teriak semuanya.


" Ok, kami akan turuti. Tetapi setelah kita bermain game, COBA TEBAK SIAPA AKU." ucap Andre.

__ADS_1


" Bagaimana cara mainnya?" tanya Gani yang memang tidak tahu.


" Ya ampun, gitu aja masa nggak tau." ucap Sakti dengan memukul kepala.


__ADS_2