Rela Walau Sesak

Rela Walau Sesak
Sasya 73


__ADS_3

Amel pun kini keluar dengan membawa teh, Hasnan kini memperhatikan Amel. Amel pun tersipu malu, dan ia pun hendak pergi ke dapur kembali. Tetapi Lulu menghentikannya dan memintanya untuk duduk.


" Sayang, duduk sini. Ada yang mau Bunda bicarakan." ucap Lulu dan Amel pun langsung duduk.


" Kalau boleh tau apa itu Bunda?" tanyanya yang penasaran.


" Sebelumnya, perkenalkan ini Hasnan anak sahabat Bunda dan ini Amel anak Tante." ucap Lulu memperkenalkan keduanya dan mereka pun berjabatan tangan.


" Ternyata namanya Amel, dia sangat cantik." batin Hasnan.


" Sebenarnya ini tergantung dengan keputusan kalian." ucap Lulu dan membuat Amel penasaran.


" Maaf Bunda, sebenarnya ini ada apa ya?" tanya Amel dengan sesopan mungkin.


" Mungkin lebih baik kamu baca ini dulu sayang!" ucapnya dengan menyerahkan surat yang dibawa oleh Hasnan.


Amel pun langsung membaca surat itu, dan dia cukup terkejut dengan apa yang tertulis. Ia pun langsung menatap Lulu dan tampak meminta penjelasan.


" Apakah kau mau dijodohkan dengan Hasnan?" tanya Lulu.


" Amel juga tidak tau Bunda, Amel serahkan saja semuanya pada Bunda. Amel yakin Bunda pasti mempunyai pilihan yang terbaik, dan juga semuanya Amel serahkan kembali kepada mas Hasan." jawabnya dengan menunduk.


" Kamu yakin sayang, karena yang akan menjalani adalah kamu. Dan Bunda tidak ingin membuat kau menyesalinya sayang." ucap Lulu yang kini justru mendekat pada Amel.


" Insyaallah Amel yakin Bunda, Bunda adalah orang yang paling menyayangi Amel. Dan Amel yakin keputusan Bunda pastinya adalah yang terbaik untuk Amel." jawabnya dan Lulu pun langsung memeluk Amel.

__ADS_1


" Ternyata dia tidak hanya cantik, tetapi juga sangat menyayangi Bundanya. Terimakasih Mama, Mama telah mencarikanku seseorang yang insyaallah akan ku bimbing hingga ke surganya Allah." batinnya dengan tersenyum.


" Sekarang keputusan ada di tangan mu Hasnan, kau sudah melihat Putri Tante. Dan Tante tidak akan memaksamu, walaupun itu semua adalah wasiat. Tetapi wasiat itu jangan sampai membuat kau menjadi menyesal, dan menghancurkan kebahagiaan kalian." jelas Lulu.


" Bismillahirrahmanirrahim, Hasnan telah memutuskan. Kalau Hasnan akan menerima wasiat dari Mama, dan insyaallah Hasnan akan membahagiakan dan menuntun Amel menuju surganya Allah." jawabnya dan Lulu pun kini langsung memeluk Amel dengan sangat kuat dan derai pun menetes dengan tak terhingga.


" Saya pegang ucapanmu, dan saya berharap kau bisa menang melaksanakan apa yang telah kau janjikan." ucap Lulu.


" Terima kasih Tante, saya akan berusaha untuk menepatinya. Dan tidak akan menyakitinya, sesuai dengan amanah dan wasiat." ucapnya.


" Insya Allah semuanya dapat berjalan sesuai dengan rencana, dan mungkin lebih baik sekarang kamu pulang dulu ke rumah kamu. Besok pagi, kita akan pergi ke rumah ustad. Kita akan melihat jadwal yang kosong, agar segera melangsungkan akad." ucap Lulu.


" Apakah tidak terlalu cepat Bunda?" tanya Amel.


" Kalau menurut Bunda, lebih cepat maka lebih baik. Tetapi sekarang keputusan tergantung kepada kalian, bila kalian merasa esok hari adalah waktu yang cepat. Maka kita akan memutuskan waktu di lain hari, dan mungkin di saat itu kalian bisa jauh lebih mengenal." jelas Lulu.


" Yang dikatakan oleh hasnan adalah benar, sekarang keputusan ada di tanganmu. Lagian lebih cepat lebih bagus untuk menghindar dari zina, dan hal tersebut juga akan membuatmu aman dari gangguan omongan orang-orang." ucap Lulu.


" Kalau memang begitu, Amel ikut saja dengan keputusan Bunda." jawabnya.


" Amel ini lebih dari kata sempurna, dan memang pilihan yang tepat." batin Hasnan.


" Kalau begitu sesuai dengan keputusan awal Bunda tadi ya sayang, besok kita akan pergi untuk memastikan tanggal. Dan dalam waktu dekat kalian akan melangsungkan akad." ucap Lulu dengan membelai rambut Amel.


" Baik Bunda." ucapnya.

__ADS_1


" Kalau begitu saya pamit dulu Tante, besok pagi saya akan datang kembali ke rumah ini." ucap Hasnan yang langsung menyalami tangan Lulu kemudian segera pulang.


Hasnan pun segera pulang menuju rumahnya, ia sangat bahagia setelah bertemu dengan Amel. Tingkah anehnya pun diperhatikan oleh sang kakak, dan ia pun langsung menghampiri adik kecilnya tersebut.


" Tampaknya hari ini kau sedang sangat bahagia, kamu sedang memikirkan apa Dek? Kalau saran Kakak kamu jangan memikirkan hal yang aneh-aneh, walaupun Kakak sudah menebang kalau kamu pasti memikirkan tingkah anak kecil yang kamu ajarkan. Tetapi saat ini umurmu sudah tidak mudah lagi, dan mungkin sudah saatnya kamu untuk mencari pendamping." ucap Tomi yang merupakan Kakak dari Hasnan.


" Siapa yang bilang aku sedang memikirkan anak-anak itu, aku sedang sangat berterima kasih kepada Mama Kak. Hari ini aku pergi ke rumah tante Lulu, dengan membawa surat yang Mama tinggalkan. Dan ternyata surat itu berisi naik perjodohan antara aku dan juga anak dari Tante Lulu." jelasnya dan membuat Tomi terkejut.


" Kakak tidak sedang salah dengar bukan, lalu apakah kamu menyetujuinya Dek?" tanya Tommy untuk memastikan.


" Awalnya aku berniat untuk menolaknya Kak, tetapi aku memikirkan kembali karena itu adalah wasiat dari Mama. Dan hingga pada akhirnya aku pun bertemu dengan anak dari Tante Lulu, dan aku sudah terpana dengannya dari paras dan juga budinya." jelasnya dan Tomi pun tersenyum.


" Mendengar dari penuturan mu ini, sepertinya kau setuju dengan wasiat dari Mama. Lalu kapan kalian akan melaksanakan akad?" tanya Tomi yang langsung kepada intinya.


" Kalau untuk acara akad, itu akan dibicarakan esok hari. Karena esok kami akan pergi untuk menemui ustad, dan juga menanyai penghulu kapan hari yang kosong?" ucap Hasnan.


" Kalau begitu esok, Kakak dan juga Kakak iparmu akan ikut. Karena kami juga sangat penasaran, karena ini adalah pernikahan adikku tersayang." ucapan yang mengacak-acak rambut Hasnan.


" Baiklah Kak, aku juga tidak akan keberatan. justru aku akan sangat senang, karena Kakak mau menemaniku dan pastinya esok hari aku akan merasa panik." ucapnya yang sudah membayangkan hari esok.


" Wah-wah, nggak nyangka ya. Sebentar lagi akan ada yang berstatus menjadi seorang suami, bukan lagi berstatus sebagai seorang pemuda." ucap seorang wanita yang baru saja tiba.


" Kak Jingga ternyata mendengarnya juga?" tanya Hasnan.


" Iya, Kakak tidak sengaja mendengarnya, dan lagian ini adalah kabar yang bahagia. Jadi cepat atau lambat semua juga akan diketahui, dan aku juga sudah sangat penasaran dengan calon istrimu." ucap Jingga dengan tersenyum.

__ADS_1


" Jangan terlalu menggoda hasnan sayang, bisa-bisa sebelum akad dia sudah membawa kabur calon istrinya." ucap Tomi yang sedikit bergurau.


__ADS_2