Rela Walau Sesak

Rela Walau Sesak
Sasya 60


__ADS_3

Kini Sasya sedang duduk termenung, ia sedang memikirkan apa yang dikatakan oleh Yesya dan Sarla. Ia sangat merasa sedih, tetapi ia tidak bisa membantah perkataan orang tua. Kedua orang tuanya selalu mengajarkan untuk sopan kepada orang yang lebih tua, dan hal itulah yang terjadi saat ini.


" Sasya." panggil Febri dan Wulan kemudian langsung memeluk Sasya.


Mendapatkan pelukan dari keduanya, kini ia menjadi histeris. Rasa sakit yang sempat ia redam kini terasa menyakitkan, ia sangat ingin mengadu. Tetapi ia masih belum berani menceritakan semua tentang kehidupannya kepada kedua sahabatnya ini, ia kini menjadi bingung sendiri.


" Bila kau ingin cerita, kami siap mendengarkan ceritamu." ucap Febri.


" Terimakasih, tetapi aku masih belum sanggup untuk cerita." jelasnya.


" Yauda gak masalah, tapi kami mohon jangan sakiti dirimu sendiri. Kami ada di sini bersama dengan mu, kami siap membantu mu Sya." ucap Febri untuk menenangkan Sasya.


" Yang dikatakan oleh Febri benar, kami juga merasa tersakiti kalau kau begini." jelas Wulan.


" Sekali lagi makasih." ucapnya dengan memeluk keduanya lekat dan tak ingin lepas.


" Sasya, kami sesak." ucap Wulan.


" Hahaha." tawa mereka serentak.


" Maaf ya." ucapnya dengan ekspresi sedih.


" Sudahlah gpp, sekarang kita kembali ke sana yuk. Pastinya mereka semua kaget ketika kau berlari tadi." jelas Febri.


" Maaf ya, pastinya kalian juga akan menjadi bahan olok-olokan mereka nantinya." jelas Sasya yang merasa tidak enak.


" Sudahlah, semua itu tidak masalah. Lagian kita kan sahabat, jadi kita baru menghadapinya bersama-sama." ucap Febri dengan tersenyum.


Kini mereka memutuskan untuk kembali ke tempat Andre di rawat, kini mereka di kagetkan dengan kondisi Lulu yang sangat mengerikan. Mereka berniat bertanya, tetapi mereka mengurungkan niatnya. Mereka mengira ini bukanlah saat yang tepat, mereka pun melihat Edo yang sedang duduk sendirian. Akhirnya mereka pun menghampirinya untuk menanyakan situasi yang terjadi.


" Apa yang terjadi Edo?" tanya Sasya yang penasaran.


" Kondisi Andre kritis." jawabnya dan ketiganya pun tersentak.


" Kau jangan bercanda Edo?" tanya Febri yang tiba-tiba saja menjadi emosi.


" Aku tidak bohong, kondisinya memang seperti itu. Kalau kalian tidak percaya, kalian bisa tanya sama yang lain." ucapnya.


" Sudahlah Feb, kau tenangkan dirimu dulu. Jangan buat masalah di sini, ini tempatnya orang sakit. Dan sepertinya mamanya Andre sedang sangat bersedih." jelasnya.

__ADS_1


" Iya Sya, aku minta maaf." jawabnya dengan menunduk.


" Padahal ia sedang sangat tersakiti, tetapi ia terus saja memikirkan orang lain. Mungkin yang ia katakan memang benar, untuk saat ini lebih baik aku dan dia tidak menjalin hubungan." batin Edo dengan menatap Sasya.


Tidak ada suara yang bergeming, terjadi keheningan yang cukup panjang. Dan suasananya itu tiba-tiba saja berubah, dengan kedatangan Ozan dan juga Ozi.


" Untuk apa kalian datang ke sini?" ucap Yesya yang maju paling depan.


" Kami ingin meminta maaf kepada pihak korban." ucap Ozan dengan lembut.


" Kalian kira dengan minta maaf semuanya bisa kembali semula, lebih baik kalian pergi dari sini." ucap Yesya yang sudah sangat kesal.


" Sarla." ucapnya yang lirih ketika menyadari kehadiran Sarla.


" Tidak usah menjadi sok baik di hadapanku, apa yang telah dilakukan putramu sudah sangat keterlaluan. Ia membuat banyak nyawa dalam bahaya, dan salah satu diantara mereka adalah putraku." ucapnya dan Ozan pun tersentak.


" Jadi ini namanya tante Sarla, yang merupakan cinta pertama ayah." batin Ozi.


" Lalu bagaimana dengan keadaan putramu?" tanya Ozan dengan nada lembut.


" Kau tidak perlu mengetahui kondisinya, lebih baik kau segera pergi dari sini. Dan kau urus putramu dengan baik, dia telah melakukan hal yang sangat-sangat berbahaya." ucap Sarla kemudian langsung kembali untuk memeluk Lulu.


" Dia..." ucapnya yang terhenti kemudian melihat ke arah Lulu.


" Lulu…" panggilnya kemudian Lulu pun langsung berlari ke pelukannya.


" Mas, putra bungsu kita." ucapnya.


" Apa maksudnya ini ayah?" tanya Ozan yang tidak mengetahui.


" Dia adalah Ibu kandungmu." ucapnya dan Ozi pun tersentak.


" Apa maksud perkataan ayah?" tanyanya yang terkejut.


" Maafkan ayah, ayah tidak menceritakan semuanya kepadamu. Sebenarnya ayah dan ibumu terpisah, dan saat itu Ibu pergi membawa adik kecilmu." jelasnya dan kini oji pun duduk bersimpuh dengan berderai air mata.


" Jangan bilang Andre itu adikku." ucapnya dengan melihat ke arah Lulu.


Lulu tidak ada menjawab perkataan Ozi, ia hanya mengangguk saja pertanda iya. Ozi Lulu, ia tidak menyangka kalau dia telah menyakiti adiknya sendiri. Suasana di sana menjadi cukup tegang, tidak hanya mereka bertiga saja yang kaget tetapi juga semua yang melihat.

__ADS_1


" Kenapa hal ini harus terjadi." ucap Ozi dengan memukul lantai.


" Jangan salahkan dirimu nak, Ini semua adalah salah ayah. Seharusnya Ayah menceritakan semuanya kepadamu, hingga kau dapat mengetahui adikmu ini." jelasnya.


" Sungguh sangat miris, ternyata seorang kakak menyakiti adiknya sendiri." ucap Yesya dan membuat Lulu tersadar.


" Apa maksudnya bu?" tanya dulu yang memang belum mengerti.


" Saya tidak ingin ikut campur dalam urusan keluarga kalian, lebih baik Ibu dulu tanya saja kepada Ozi." ucap Yesya kemudian membawa Sarla dan yang lainnya pergi.


" Coba jelaskan sama mama." perintah Lulu.


" Ini semua adalah salahku ma, aku tidak mengetahui kalau Andre adalah adikku. Dan sejak dulu Ayah selalu mendidik ku untuk selalu mendapatkan apa yang aku inginkan, karena itu aku selalu saja melakukan segala cara untuk mendapatkan yang aku inginkan." jelasnya.


" Apa maksudnya ini?" tanya dulu yang kini menghadap mantan suaminya itu.


" Ini semua salah aku ma, seharusnya aku tidak melakukan tindakan ini." ucapnya dengan berderai air mata dan mencium kaki Lulu.


" Jangan bilang kau yang telah menculik Andra?" tanya Lulu yang sudah berderai air mata.


" Maafkan aku ma, aku tidak tahu kalau dia adalah adikku. Andai saja sejak awal aku mengetahui, hal ini pastinya tidak akan pernah terjadi." jelasnya dan mungkin tersentak kemudian Ia pun jatuh pingsan.


" Lulu…"


" Mama…"


Teriak keduanya serentak, dan perawatan segera menghampiri mereka. Ia pun segera membawa Lulu ke ruangan kosong, dan segera memberitahu dokter untuk memeriksanya.


" Maafkan aku ayah, hiks…hiks." ucapnya dengan berderai air mata.


" Sudah la nak, Ini semua adalah kesalahan ayah. seharusnya Ayah mendidik mu dengan baik, bukannya mengajarkanmu untuk selalu menggunakan uang dan berusaha mendapatkan apa yang kau inginkan walau dengan cara apapun." jelas Ozan dengan memeluk putranya.


" Ini semua bukan salah ayah, ini semua adalah salahku. Aku terlalu mencintai Bintang, namun sebenarnya itu bukanlah cinta melainkan obsesiku semata. Dan kini obsesiku telah membuatku menyakiti Andre, yang ternyata merupakan adikku sendiri." jelasnya.


Penasaran, ikuti terus kelanjutannya dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.


1. Naura Abyasya


2. Derai Yang Tak Terbendung

__ADS_1


3. Sepahit Sembilu


4. Azilla Aksabil Husna


__ADS_2