
" Orang aku memang nggak tahu kok." jawab Gani tanpa rasa bersalah.
" Sepertinya masa kecilmu kurang bahagia." ucap Wahyu yang tiba-tiba saja menyambung.
" Suka-suka aku lah, yang penting aku nggak pernah ganggu kehidupan orang lain." sindir Gani.
" Kau." ucap Wahyu dengan tatapan tajam.
" Apa." jawabnya dengan menatap balik tajam.
" Udah-udah, kalian berdua ini kerjaannya berantem aja. Di sini kita itu ingin menyatukan kedua jurusan, eh ini kalian berdua satu jurusan tapi bertengkar." ucap Bara dengan menggelengkan kepalanya.
" Habis dia sangat menyebalkan, kerjaannya selalu saja buat masalah. Kau masih ingat nggak kejadian beberapa waktu yang lalu, tepatnya sebelum kita merencanakan pengabdian masyarakat ini. Ia kan membuat masalah, dan dia menjelek-jelekkan anak IPA. Dan gara-gara dia juga, hampir saja kita bertengkar dengan anak IPA." jelaskan yang mengingat kejadian itu.
" Yang kau katakan memang benar, tapi untuk kali ini kita lupakan saja semua. Karena hari ini adalah hari yang sakral, sebab karena terlaksananya kegiatan ini kedua jurusan bisa bersatu. Dan bahkan, terbongkar sudah yang selama ini pacaran diam-diam. Dan kita tidak boleh menghancurkan hati mereka, sudah cukup selama ini mereka pacaran diam-diam dan sekarang sudah saatnya mereka menunjukkannya secara nyata." jelas Bara dan semuanya pun mengangguk.
" Yang kau katakan memang benar, dan aku berharap. Semoga saja kau juga memiliki pendamping dari jurusan lain, agar otaknya juga terbuka." usap Gani dengan menatap Wahyu.
" Ogah kali, mendingan aku nggak usah pacaran. Dari pada pacaran sama jurusan lain, aku dan dia itu nggak akan pernah nyambung." ucap Wahyu kemudian pergi meninggalkan semuanya.
" Awas kau makan omongan sendiri, bisa bahaya loh." ucap Edo dengan tersenyum.
" Hal itu nggak akan terjadi, karena aku tidak ingin memiliki pacar dan jurusan lain." jawabnya dengan sedikit berteriak kemudian memasuki tenda.
__ADS_1
" Bara, temanmu yang satu itu sangat menyebalkan." ucap William yang sudah tidak bisa menahan emosinya.
" Udahlah sabar aja, aku yakin dalam waktu dekat ia akan kemakan omongannya sendiri." jelas Bara dengan tersenyum.
" Tampaknya kau sangat yakin, semuanya. Kalau begitu kita nantikan apa yang diomongin Bara, aku yakin kalian semua pasti juga penasaran kan." teriak Andre dan semuanya pun mengganggu.
" Kalian nantikan saja kelanjutan ceritanya, Tetapi aku sudah sangat yakin dengan semua itu." ucap Bara.
...----------------...
Sasya kini di belakang sendirian, ia sudah lelah dan tak ingin di ganggu. Ia kini sedang merenung, ia masih mencoba memikirkan kepuasan yang terbaik meski sebenarnya ia sudah memutuskannya. Tiba-tiba saja ada sebuah tangan yang melingkar di pinggangnya, ia pun menjadi ketakutan dan berteriak.
" Tolong…" teriaknya.
" Wahyu, lepaskan Sasya." ucap Andre.
" Aku tidak akan melepaskannya, kalian selalu saja menganggap aku orang yang jahat kan. Kalau begitu, kalian akan menjadi saksi kejahatanku." ucapnya dengan tersenyum.
Sasya memikirkan cara untuk melepaskan diri, dan akhirnya ia pun menggigit lengan Wahyu. Wahyu yang merasakan sakit akhirnya melepaskan Sasya, dan Sasya segera berlari ke arah Andre. Mereka pun segera menangkap Wahyu, dan kemudian mengikatnya.
Andre yang merupakan ketua panitia, Iya pun segera menghubungi pak JP selaku panitia OSIS. Akhirnya setelah kurang lebih 1 jam Pak JP pun tiba, ia pun langsung pergi ke tempat Wahyu. Ia menatap Wahyu dengan cukup lama, kemudian ia menampar Wahyu.
Semua siswa menyaksikan itu turut kaget, Pak JP adalah guru yang sangat baik. Dan Pak JP tidak pernah memukul siapapun, tetapi kali ini Pak JP sampai menampar Wahyu. Semuanya menjadi takut melihat Pak JP, sorot matanya sangat tajam dan terlihat kecewa.
__ADS_1
" Kau sudah sangat mempermalukan ku, aku adalah panitia OSIS. Dan kegiatan ini terlaksana atas izin ku, kau adalah keponakanku seharusnya bisa bersikap baik dan membantu agar acara ini dapat berjalan dengan lancar. Tetapi kau malah jadi biang masalahnya, menghancurkan acara ini. Aku sangat malu mengakuimu sebagai keponakanku, kalau bukan karena ibumu adalah kakak sepupuku. Mungkin saja kau akan mendapatkan perlakuan yang lebih parah dari ini, sungguh aku tidak menyangka memiliki keponakan sepertimu." ucap pak JP yang sudah kesal.
" Sepertinya Pak JP sedang berkah." ucap gani dan mereka semua pun mengganggu.
" Kau jangan ribut nggak nih, bisa-bisa kita juga kena sasaran." ucap Sakti yang memang sudah ketakutan.
" Untuk kalian semua, saya harap kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi. Dan saya harap kalian dapat melaksanakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, dan ingatlah kalian di sini untuk membanggakan nama sekolah, bukan untuk menghancurkannya." jelaskan JP dengan seluruh mata tajam dan membuat semuanya ketakutan.
" Baik pak." jawab semuanya serentak.
Pak JP pun langsung melepas ikatan Wahyu, kemudian ia langsung berlari ke arah tenda Wahyu. Dan ia langsung membawa tas Wahyu, kemudian membawa keponakannya pulang. Karena ia tidak ingin keponakannya itu membuat masalah lagi, dan akhirnya menghancurkan nama baik sekolah.
" Anak-anak bapak balik duluan, dan bapak akan membawa biang masalah ini. Bapak harap kejadian seperti ini tidak terulang lagi, dan bila kejadian ini sampai terulang lagi maka bapak akan memberikan sanksi yang sangat berat kepada pelakunya." ucap pak JP dengan sorot mata tajam kemudian langsung masuk ke dalam mobilnya.
" Sungguh Pak JP ternyata sangat menyeramkan." ucap ibu yang baru berani setelah Pak JB pergi.
" Kan sudah pernah aku katakan, kalian jangan membuat masalah. Pak JP memang bawaannya tenang dan santai, tetapi seperti yang kalian lihat barusan. Pak JP bisa saja meledak, dan itu semua sudah terbukti karena ulah Wahyu. Dan seperti yang Pak JP katakan tadi, kita harus baik-baik di sini. Dan bila ada lagi yang membuat masalah, maka ia akan memberikan sanksi yang berat." jelas Putra dan semuanya pun mengangguk.
Mereka pun segera pergi menuju arah tenda, dan membatalkan rencana kegiatan mereka berikutnya.
" Tapi aku baru tahu loh kalau si Wahyu itu ternyata keponakannya Pak JP." ucap Umay anak IPS⁵ sambil berjalan menuju arah tenda.
" Dan sepertinya juga tidak banyak yang mengetahuinya, seperti yang kita tahu saja Pak JP saja tidak dekat dengan Wahyu. Kabar ini pastinya juga sangat menegangkan, hal yang tidak pernah terlihat selama ini akhirnya muncul di depan mata."ucap Desi yang sepakat dengan perkataan Umay.
__ADS_1
" Kira-kira bagaimana ya nasib Wahyu? jujur saja aku sangat penasaran." tanya Umay dan semuanya hanya menggelengkan kepala.