
Pagi yang sangat cerah, kini Sasya sedang mempersiapkan barang-barangnya. Sasya kini bersiap ingin berangkat, kini sang ayah sedang memanaskan motornya. Tiba-tiba saja ada yang datang, dan ternyata itu adalah Edo.
" Assalamualaikum." ucapnya.
" Waalaikumsallam, eh nak Edo. Mau jemput Sasya ya." ucap ayah dengan tersenyum.
" Iya om." jawabnya.
" Ngapain kau disini?" tanya Sasya.
" Sayang, kau nggak boleh gitu. Edo kan mau jemput." ucap sang ayah.
" Iya, maaf. Habis tumben aja dia pagi-pagi uda muncul disini, kan kakak jadi heran ayah." ucap Sasya.
" Kan hari ini kita ada kegiatan pengabdian masyarakat, jadi aku jemput karena aku yang meminta izin semalam." ucap Edo.
" Yauda deh." ucap Sasya.
Sasya pun segera naik ke motor Edo, dan keduanya pun langsung berangkat ke sekolah. Setibanya mereka di sekolah, mereka menjadi pusat perhatian semua siswa.
" Aku nggak salah lihat kan?" ucap Tara.
" Nggak." ucap temannya.
" Ayo cepat, aku sudah risi di lihatin." ucap Sasya.
Sasya tidak nyaman dengan tatapan semua orang, tetapi yang menjadi pusat perhatian buka ia dan Edo saja. Ternyata di belakang ia sudah ada Wulan yang di bonceng oleh Wiliam, dan juga Febri yang di bonceng sama Putra. Ketiga menjadi pusat perhatian, dan akhirnya mereka merasa lega setelah mereka tiba di parkiran.
Ketiga ingin mengangkat barang mereka, tetapi tiba-tiba saja Edo dan Wiliam mengambil barang bawaan itu. Wulan sangat senang, karena Wiliam memperhatikannya. Tetapi tidak dengan Sasya yang tampak kesal, dan ia pun berusaha mengambil barang bawaannya.
" Kembalikan barang bawaanku." ucap Sasya, tetapi Edo tidak mau memberikan barang bawaannya.
" Nggak mau, ini itu berat. Biar aku yang bawak, nanti kau capek." ucap Edo, dan semua yang mendengar itu menjadi iri.
" Iri deh sama mereka, jadi beneran ya mereka uda jadian?" tanya seorang siswi dari kelas lain.
" Mereka pacaran, hahaha." ucap Desi sambil tertawa.
" Kau kenapa Des?" tanya temannya yang heran.
__ADS_1
" Percayalah, kalau mereka itu nggak pacaran." jelas Desi.
" Kenapa kau sepertinya tidak percaya kalau mereka jadian, padahal aku sudah mendambakan mereka jadian." ucap seorang siswi yang kini sudah menjadi fans Edo dan Sasya.
" Umay, Umay. Belum apa-apa aja kau sudah jadi fans, aku yakin kau akan sangat kecewa." ucap Desi.
" Kenapa kau gitu, bukannya kau sahabatnya Sasya?" tanya Umay, gadis cantik asal IPS⁵ ini.
" Ya, karena aku sahabatnya. Makannya aku yakin dia nggak akan jadian sama Edo." jelas Desi.
" Kenapa kau bisa berargumen begitu, kan siapa tau nanti mereka tiba-tiba jadian." ucap Umay yang kini mendukung keduanya untuk jadian.
" Ya berdoa saja ya, semoga yang kau harapkan terjadi." ucap Desi kemudian ia langsung pergi ke menemui Sasya.
" Dasar itu anak, buat orang emosi aja." ucap Umay dengan menatap kepergian Desi.
" Sasya." panggil Desi.
" Hai Des." ucapnya dengan tersenyum.
" Kau ini, kenapa sih bertengkar dengan Edo. Lagian barang mu itu pasti berat, mumpung ada pembantu gratis kenapa nggak." ucap Desi di depan mata Edo, dan Edo pun menjadi kesal karena di bilang pembantu gratis.
" Eh nggak bisa gitu, Edo mau di bawak kemana?" tanya Sasya yang sedikit berteriak karena Edo sudah menjauh.
" Sudahlah Sya, lagian kan dia yang mau." ucap Desi.
" Nggak bisa gitu Des, kalau misalnya ada yang jatuh gimana. Kan bisa bahaya, apalagi sekarang sedang ramai." ucap Sasya.
" Jangan bilang, kau sedang datang bulan." bisik Desi, dan Sasya pun mengangguk.
Dan benar saja, tiba-tiba ada yang terjatuh dari tas Sasya. Tetapi untungnya kini Edo sudah berada di ruang penyimpanan barang.
" Apa ini?"
" Astaga, ternyata dia sedang datang bulan. Pantas saja tadi dia takut, kalau misalnya barang ini jatuh di muka umum tadi, pasti dia akan malu." ucapnya dengan menepuk jidatnya, kemudian langsung memasukkan asal saja pembalut yang sempat terjatuh tadi. Kemudian Edo pun segera keluar untuk mengurus semua siswa yang akan berangkat.
Akhirnya kini waktunya pembagian kelompok, mereka akan di tempatkan di 2 titik berbeda. Dan juga ada beberapa kelompok, Ada yang akan membersihkan pelabuhan, membersihkan pantai, membersihkan kantor kecamatan, mengajar di sekolah, dan juga melakukan kebersihan di sekitar sekolah.
" Baik saya akan membagi menjadi beberapa kelompok, yang pertama itu untuk kegiatan kebersihan di pelabuhan. Ada kelas X IPA¹, X IPS², XI IPA³, dan XII IPS⁴" ucap Putra.
__ADS_1
" Wah bener ternyata kita di campur." ucap Gani.
" Kan ini memang sesuai dengan rencana kita, agar IPA dan IPS bisa bersatu." ucap Bara.
" Tapi aku nggak nyangka, akan sangat acak seperti sekarang." ucap Gani.
" Sudah, sekarang aku panik ni." ucap Sakti.
" Kenapa kau panik?" tanya Gani.
" Ya panik lah, gimana kau aku nggak satu kelompok sama pacarku." jawabnya.
" Ya ampun Sakti, kau ini uda jadi bucin akut ya." ucap Bara dengan menggelengkan kepalanya.
" Biarin aja, yang penting aku bahagia." ucap sakit.
" Oke kita lanjut ke tim kedua, tolong dengarkan baik-baik. Ada kelas X IPS ³, XI IPA⁴, XI IPS⁵, dan XII IPA⁵." ucap Putra.
" Mangkin kesini, mangkin ngacak aja." ucap Gani.
" Sudahlah Gan, gak masalah itu. Yang penting dapat kelompok." jelas Bara.
" Enak banget ngomongnya, tapi uda nggak mungkin satu kelompok sama dia." ucap Sakti dengan ekspresi sedih.
" Sudahlah, yang penting masih bisa ketemu." ucap Bara.
" Oke, baik kita lanjut ke tim berikutnya. Tim ke tiga kelas X IPA², X IPS⁴, XI IPA⁵, dan XI IPS⁶." ucap Putra.
" Tim ke empat ada kelas X IPA³, X IPS⁵, XI IPA⁶ dan XII IPS¹." ucap Andre membantu Putra.
" Tim ke Lima ada X IPA⁴, X IPS⁶, XII IPA¹, dan XII IPS²." ucap Wiliam yang membantu Edo.
" Tim ke enam ada kelas X IPA⁵, XI IPA¹, dan XII IPS³." ucap Putra.
" Maaf kak, kenapa hanya tiga kelas. Yang lainnya empat kelas?" tanya salah satu dari siswa.
" Baik saya akan menjelaskan, kenapa hanya tiga kelas di dalam tim keenam. Karena tim keenam akan melakukan pengabdian di sekolah, lebih tepatnya mereka akan mengajar di kelas. Oleh karena itu tidak dibutuhkan terlalu banyak orang, jadi karena itu kami memutuskan untuk tiga kelas saja. Dan yang mendapat tiga kelas bukan hanya tim keenan saja, tetapi juga ada tim kedelapan yang juga akan mengajar di sekolah. Walaupun berbeda sekolah, jadi tidak ada sangkut pautnya ya." jelas Putra, dan semuanya pun mengangguk.
" Baik kita lanjut ke tim berikutnya. Tim ketujuh ada X IPA⁶, XI IPA², XI IPS¹, dan XII IPS⁴." ucap Putra.
__ADS_1
" Tim kedelapan ada X IPS¹, XII IPA², dan XII IPS⁵." ucap Andre.