Rela Walau Sesak

Rela Walau Sesak
Sasya 24


__ADS_3

" Kalau urusan aku itu nanti belakangan aja." ucap Putra dan membuat keduanya menggelengkan kepalanya.


" Nggak seru kau, kau si mak comblang. Tapi kau ya nggak ada pasangan." ucap Wiliam dan Andre hanya mengangguk saja.


" Eh tunggu, kayaknya aku ingat seseorang deh." ucap Andre dan membuat William penasaran.


" Siapa?" tanya William yang penasaran.


" Si Febri anak sekelas kami." ucap Andre dengan menyenggol bahu Putra.


" Nggak usah macam-macam kau Andre." ancam Putra dengan tatapan sinis.


" Oh iya aku ingat, Si Febri itu paribannya Putra kan?" tanyanya.


" Yap bener banget, dan tampaknya mereka berdua sangat cocok." ucap Andre.


" Kalau diingat-ingat, Si Febri, Wulan, dan Sasya satu tim kan." ucap William yang tiba-tiba saja teringat.


" Eh yang kau katakan benar, kalau begitu suatu saat nanti jika kalian berjodoh pastinya akan terus bertemu." ucap Andre.


" Wah kalau gitu kita bisa jadi bestie Put." ucapnya dengan menyenggol bahu Putra.


" Kalian berdua jadi bestie, terus aku mau kalian kemanakan. Kalian lupakan gitu." ucap Andre dengan ekspresi tidak menyenangkan.


" Nggak gitu Andre, kita selamanya akan jadi bestie. dan aku berharap, kami juga akan segera bertemu dengan pacarmu itu." ucap William.


" Kalian berdua ini ya, belum apa-apa saja sudah menceritakan hal yang belum tentu terjadi. Dan ingat satu hal ya, aku nggak mungkin sama Febri." ucapnya yang kesal kemudian meninggalkan kedua temannya itu.


" Putra mau ke mana kau, kita masih harus membahas kelanjutannya." teriak Andre tetapi Putra tidak menghiraukannya.


" Sudahlah kalau begitu kita bahas berdua saja, sepertinya suasana hati Putra sedang tidak enak." ucap William.


...----------------...


" Edo kau sedang melamunkan apa?" tanya Fatur yang baru saja datang.

__ADS_1


" Aku sedang berpikir, apakah mungkin aku bersama dengan Sasya. Seperti yang kau tahu, Sasya tampak sangat membenciku." ucapnya dengan tatapan sendu.


" Yang kau bilang benar sih, lalu apakah kau ingin menyerah?" tanya Fatur.


" Aku tidak tahu, aku masih sangat menyukainya. Walaupun dia menolakku, atau apalah itu karena memang dia tidak memberi kepastian. Aku tidak bisa melupakannya, dan bayangannya selalu muncul di dalam benakku." jelasnya.


" Yang kau katakan memang benar, tapi di dunia ini wanita juga bukan hanya dia saja. Kau juga bisa melihat ada banyak wanita yang suka padamu, dan bahkan dengan sukarela mereka mendekatimu." ucap Fatur.


" Itulah penyebab utamanya, setiap perempuan sering mendekatiku. Tapi tidak dengan dia yang selalu saja, dan bahkan tidak memperdulikan kehadiranku." ucapnya.


" Ya memang si Sasya itu berbeda, dan dia juga menarik perhatian banyak pemuda. Aku tiba-tiba teringat sewaktu dia baru masuk ke sekolah ini, bukan hanya satu dua orang saja yang ia tolak. Dan yang ia tolak juga bukan dari kalangan orang biasa, kau ingat senior kita itu kan, Dia adalah anak seorang jenderal." jelas Fatur sambil mengingat masa lalu.


" Yah aku masih mengingatnya, bahkan namanya juga masih teringat dalam benakku. Iya adalah Kak Arga, ketua anggota pramuka. Dan kak Arga itu juga banyak yang mengejar, tapi entah kenapa yang ia kejar justru Sasya." ucapnya mengingat kejadian lalu.


" Aku jadi penasaran, sebenarnya kenapa Sasha bisa menolakmu. Kalau dulu ya beralasan karena sekolah, itu bisa saja terjadi karena ia baru memasuki bangku SMA. Tetapi situasi ini sangat berbeda, kini kita sudah hampir lulus SMA." ucapan tour yang sangat penasaran dengan Sasya.


" Kalau untuk soal itu aku juga tidak tahu, tetapi hingga kini aku masih terus menyukainya. Dan namanya tidak bisa terlepas, aku juga tidak tahu sampai kapan rasa ini akan bertahan." ucapnya.


" Kau belum jadian dengannya, tetapi kau sudah bucin dengannya. Aku jadi berpikir, bagaimana kalau kalian jadian nanti." ucapan dan keduanya pun bertatapan kemudian tertawa.


" Kau ya Put main nyambung aja." ucap Fatur yang kesal.


" Eh tunggu pembahasan tentang pengabdian masyarakat apa sudah selesai, kenapa kau ada di sini?" ucap Edo.


" Yah kau sangat benar, dan kenapa ekspresimu tampak tidak menyenangkan?" tanya Fatur.


" Biar aku tebak, pasti kau di jodoh-jodohkan lagi dengan Febri kan." ucap Edo dan Putra hanya mengangguk saja.


" Tapi kalau kau sama Febri pun tidak masalah, apalagi Febri adalah pariban mu." ucap Fatur.


" Ya Febri memang paribanku, tapi itulah alasan kenapa aku tidak mau dengannya. Kalau aku bersama dengannya, berarti aku kalah dong sama kakak ku. Kakakku aja bisa mendapatkan wanita yang tidak paribannya, masa aku sama pariban." jelas Putra, Edo dan juga Faktur yang mendengarnya pun hanya menggelengkan kepalanya saja.


" Masuk akal sih, tapi kan nggak ada yang tahu kalau jodoh. Dan lagian cari pasangan itu bukan untuk dibangga-banggakan, tetapi untuk dicintai." ucap Edo.


" Lihat nih belum apa-apa aja udah jadi bucin laknat, gimana kalau udah jadian nantinya. Tapi yang dikatakan oleh Edo aku setuju sih, walaupun aku sering gonta-ganti pacar." ucap Fatur mengakuinya.

__ADS_1


" Akhirnya kau mengakuinya juga." ucap Putra dan juga Edo bersamaan.


" Kalian kan tahu aku nggak bisa kalau cuma sama satu cewek." ucapnya dengan tersenyum.


" Tapi hal itu mempengaruhi kami tahu nggak, dan gara-gara kau kami sering ditolak." ucap Edo yang kesal.


" Oke aku akan berusaha merubahnya, tapi kalian bantuin aku dong. Carikan aku perempuan yang bisa buat aku tobat." ucapnya dengan tersenyum.


" Kayaknya aku tahu deh." ucap Putra yang tersenyum.


" Siapa Put?" tanya Edo yang penasaran.


" Anak IPA 3." ucapnya dan membuat Edo dan juga Fatur bertanya-tanya.


" Berarti kelas sebelah, tapi siapa?" tanya Edo yang masih penasaran.


" Ada deh, nanti kalau dia udah fix mau aku kabari." ucapnya dengan tersenyum.


" Pastinya mau lah." ucapan membanggakan dirinya.


" Idi so ganteng, tapi sepertinya dia belum tentu mau." Jawa Putra dan membuat Fatur kaget.


" Memangnya dia siapa sih, nggak ada yang bisa menolak pesonaku." ucapan yang kesal.


" Kau tadi kan bilangnya yang bisa buat kau tobat, jadi dia nggak sama seperti cewek-cewek pada umumnya. Dia itu sangat berbeda, dan pastinya kalau kau sudah sama dia. Kau tidak akan mau lepas darinya, dan akan selalu setia." jelas Putra dan membuat keduanya tambah penasaran.


" Tunggu dulu, jangan-jangan si AP ya?" tebak Edo.


" Yap kau benar." jawab Putra.


" Siapa itu AP?" tanya Fatur yang penasaran.


" Ada deh, besok kalau udah berhasil ngerayu dia baru kabarin." ucap Putra kemudian pergi meninggalkan mereka.


" Ya dasar kebiasaan, belum siap ngomong udah min pergi." ucap Fatur yang kesal dengan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2