
" Tim kesembilan ada kelas XI IPS², XI IPS³, XII IPA³, dan IPA⁴." ucap Andre.
" Baik karena semua sudah di bagi tim, sekarang kita akan berangkat. Untuk informasi selanjutnya akan disampaikan di tempat kegiatan." ucap Putra.
" Baik sekarang kita akan masuk kedalam bis, untuk bis pertama silakan masuk kelas X IPA¹ dan X IPA²." ucap Wiliam, kemudian semuanya pun segera masuk dan menyusun barangnya.
" Bis kedua untuk kelas X IPA³ dan X IPA⁴." ucap Putra.
" Bis ketiga untuk kelas X IPA⁵ dan X IPA⁶." ucap Andre.
" Bis keempat untuk kelas X IPS¹ dan X IPS²." ucap Wiliam.
" Bis kelima untuk kelas X IPS³ dan X IPS⁴." ucap Putra.
" Bis keenam untuk kelas X IPS⁵ dan X IPS⁶." ucap Andre.
" Bis ketujuh untuk kelas XI IPA¹ dan XI IPA²." ucap Wiliam.
" Bis kedelapan untuk kelas XI IPA³ dan XI IPA⁴. Ucap Putra.
" Bis kesembilan untuk kelas XI IPA⁵ dan XI IPA⁶." ucap Andre.
" Bis kesepuluh untuk kelas XI IPS¹ dan XI IPS²." ucap Wiliam.
" Bis kesebelas untuk kelas XI IPS³ dan XI IPS⁴." ucap Putra.
" Bis keduabelas untuk kelas XI IPS⁵ dan XI IPS⁶." ucap Andre.
" Bis ketigabelas untuk kelas XII IPA¹ dan XII IPA²." ucap Wiliam.
" Bis keempatbelas untuk kelas XII IPA³ dan XII IPA⁴." ucap Putra.
" Bis kelimabelas untuk kelas XII IPA⁵ dan XII IPS¹." ucap Andre.
" Bis keenambelas untuk kelas XII IPS² dan XII IPS³." ucap Wiliam.
" Bis ketujuhbelas untuk kelas XII IPS⁴ dan XII IPS⁵." ucap Putra.
" Dan bis kedelapanbelas atau yang terakhir untuk panitia."
__ADS_1
" Baik kalau semua sudah masuk, mari kita berangkat." ucap Putra.
Satu demi satu bis pun berangkat, dan semua berjalan dengan perlahan. Setelah menempuh perjalanan hampir 4 jam akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, kini bis berbaris di lapangan. Dan Putra pun meminta para siswa untuk membantu ia untuk memasang tenda, sedangkan para siswa membantu mempersiapkan tempat untuk mereka makan.
Setelah satu jam akhirnya para siswa selesai memasak semua tenda, dan kini mereka langsung duduk di tempat yang sudah di sediakan oleh para siswi untuk makan.
" Nggak nyangka pasang tenda tentang capek." ucap Tio yang merupakan anak IPA⁴.
" Iya bener banget, aku juga nggak nyangka bisa secapek ini." jawab langit yang merupakan anak IPS³.
" Wah, uda dekat aja ni. Padahal sebenarnya sama-sama ketua di tim." ucap Gani.
" Gani, kau jangan membuat suasana menjadi panas. Kalau mereka baikan, kita semua juga mendapat untuk." ucap Bara.
" Yang kau katakan benar Bara, sudah waktunya perselisihan antara IPA dan IPS kita akhiri." ucap Langit dengan menatap Tio dan keduanya pun berjabat tangan.
Kini semuanya bersorak, karena perdebatan antara IPA dan IPS yang dimulai oleh kedua sudah berakhir. Dan kini semua siswa yang berpacaran dengan kelas yang berbeda langsung menemui sang kekasih, dan sontak saja hal itu membuat keduanya sempat kebingungan. Dan keduanya pun tertawa, dan kini semua pun juga ikut tertawa.
" Wah-wah, ternyata selama ini ada yang pacaran diam-diam di tengah permusuhan." ucap Tio.
" Iya bener, jangan-jangan kalau nggak kita hentikan saat ini. Mereka akan terus pacaran diam-diam, dan kebahagiaan pacaran akan hilang." ucap Langit dengan menggerakkan kepalanya.
" Sebenarnya kami sudah mau bilang, cuma kami takut akan terjadi baku hantam." ucap seorang siswa memberanikan diri.
" Ya ampun, kami nggak kayak gitu. Ya kan Tio?" tanya Langit dengan menyenggol lengan Tio.
Tetapi Tio tidak merespon, dan kini pandangan jatuh pada seorang siswi. Begini juga dengan Langit, yang tiba-tiba saja melihat ke arah seorang siswi yang lewat. Semuanya pun merasa bingung dengan kedua, dan kini Bara dan Gani melihat ke arah pandangan Tio dan juga Langit.
" Ya ampun, ternyata karena cewek." ucap Bara dan mengagetkan mereka yang ada di dekat mereka.
" Langit, itu siapa?" tanya Tio dan menyadarkan Langit.
" Yang mana?" tanya Langit.
" Itu yang sebelah sana?" tunjuk Tio.
" Oh itu namanya Cahaya, dia anak IPS²." jawab Langit.
" Wah, nama yang indah. Bantuin dong biar aku bisa dekat dengannya." ucap Tio.
__ADS_1
" Ok, aman itu. Tapi, kau kenal nggak sama cewek itu?" tanya Langit.
" Oh itu sih Anaya, anak IPA¹. Kau suka dengan ya?" tanya Tio untuk memastikan.
" Iya." ucapnya dengan tersipu malu.
" Astaghfirullah, ini beneran Langit yang ku kenal?" tanya Tio yang tidak percaya.
" Ih jangan gitu, bantuin dong." ucapnya.
" Ok, aman itu." jawabnya.
" Sepertinya akan tambah banyak anak yang bucin beda jurusan." ucap Bara.
" Ya begitulah, kau nggak berminat Bar?" tanya Gani.
" Memang kau berminat?" tanya Bara.
" Emm, sebenarnya berminat. Cuma belum ketemu sama yang pas." ucap Gani.
" Yauda lah, kalau begitu kita sama-sama cari yok." ucap Bara dengan tersenyum.
" Tak kusangka yang pacaran beta jurusan sebanyak ini." ucap Putra yang baru saja melihat hampir semua barisan berpasangan.
" Aku juga kaget, tapi untungnya sih Tio dan Langit mau menghentikan permusuhan mereka. Kalau tidak, kejadian seperti ini tidak mungkin terjadi. Dan pastinya kita juga akan putar kepala, agar permusuhan antara kedua jurusan di seberang akhir." ucapan Andre yang kini berdiri di samping Putra.
" Yang kau katakan benar, aku yakin setelah kegiatan kita selesai. Pastinya tidak akan ada lagi permusuhan antara kedua jurusan, dan aku berharap permusuhan antara kedua jurusan tidak akan lagi kembali. Dan hidup kita akan menjadi damai, serta anggota OSIS juga tidak harus kebingungan saat memilih keputusan untuk kedua belah pihak." jelas Putra selaku ketua OSIS.
" Tentu itu, tapi aku masih penasaran deh. Dan aku juga tidak menyangka, ternyata si Bara memiliki ide yang cukup jenius juga ya." jawab Andre.
" Bandel-bandel gitu, Si Bara sebenarnya adalah orang yang baik. Dan dia juga tidak akan menyerang, jika tidak ada api yang membara." ucap Putra dan membuat Andre semakin merasakan dengan Bara.
" Sepertinya kau mengenalnya ya, tampaknya kau seperti tahu selak-beluk kehidupannya." ucap Andre yang gini penasaran.
" Sebenarnya aku sama si Bara itu satu SMP, sama seperti aku dan juga Edo." jelas Putra.
" kalau seperti itu pantaslah kau mengenalnya, dan sepertinya dia juga cocok masuk OSIS." ucap Andre.
" Ya dia memang cocok masuk OSIS, cuma dia mau dimasukkan ke divisi apa. Lalu pemilihan anggota OSIS kan sudah selesai, dan lagian sebentar lagi kita juga tamat. Kamu lupa ya Andre, jadi sudah tidak mungkin dia untuk bergabung dengan kita. Tetapi kalau kita untuk bercanda, tertawa, dan bermain dengannya itu tentu sangat bisa.
__ADS_1