
" Aku mengetahuinya dari Febri, Febri kan SMP di SMP Ulma." jawab Sasya.
" Oh jadi Febri SMP di SMP ulma, pantas saja dia mengetahui letak tempat ini. SMP ulma kan letaknya dekat dari sini, dan aku yakin Febri pasti semasa SMP sering ke sini." jelas Edo.
" Ya begitulah, karena aku sangat penasaran. jadi aku menanyakan langsung pada Febri, dan Febri langsung membawaku ke sini hari ini." jawabnya dengan tersenyum.
" Tadi kalian berlarian mau ke mana?" tanya Edo yang mengingatmu mentabrakan mereka.
" Oh tadi kami ingin ke pojok sebelah sana." ucapnya dengan menunjuk sebuah sudut.
" kalian ingin melihat hamparan sungai dan jembatan ya?" tanya Edo yang memang sudah biasa di sana.
" Iya aku ingin melihatnya, aku sangat penasaran dengan apa yang diceritakan oleh orang-orang." jawabnya dengan tersenyum.
" Ya udah ayo kita ke sana." ucap Edo dengan memapah Sasya.
" Wah ternyata memang sangat indah, aku tidak akan pernah melupakan momen ini." ucapnya dengan tersenyum dan Edo terus memandang wajahnya.
" Aku juga tidak akan pernah melupakan momen ini." jawab Edo dengan senyum.
__ADS_1
" Sepertinya kau memang sering ke sini ya, kau bahkan mengetahui kalau tempat ini juga misterius." tanya Sasya dan Edo pun mengangguk.
" Aku SMP di situ." ucap Edo dengan menunjuk sebuah sekolah.
" Oh ternyata kamu SMP di situ, pantas saja kau mengetahui tempat ini. Dan pastinya kau memang sering ke tempat ini bukan, katanya anak-anak SMP sering ke sini kalau jam istirahat." jelas Sasya.
" Yang kau katakan memang benar, tapi anak SMP ulma yang sering ke sini. Kalau anak SMP ku sih jarang ke sini, karena letaknya juga lumayan jauh sih." jelasnya.
" Setelah diperhatikan dengan seksama, ternyata tempat ini tidak jauh dari SMA kita ya. Aku aja yang selama ini tidak pernah tahu tempat ini, pasti kau merasa heran karena aku tidak mengetahui tempat ini dan hari ini adalah kali pertama aku datang ke sini." jelasnya.
" Untuk anak yang super sibuk dan juga pintar sepertimu, mengetahui tempat ini justru adalah momen yang langka. Karena seperti yang aku dengar, kau adalah anak yang jarang bermain. Dan kau lebih sering menyibukkan diri dengan les, pada saat kau tidak ada kegiatan marching band." jelas Edo dan Sasya hanya mengangguk saja.
" Yang kau katakan memang benar, apalagi marching band telah menyita waktuku. Karena itu waktu belajar ku juga kurang, oleh sebab itu aku sering menyembuhkan diri disaat tidak ada waktu latihan marching band. Bahkan terkadang aku mengerjakan tugas pada saat jam istirahat, itu semua aku lakukan agar jadwalku tidak bertabrakan. Dan aku tidak perlu merasakan rasa lelah yang berlebih, karena tugasku sudah aku selesaikan sebagian." jelasnya dengan tersenyum.
" Ya begitulah, aku kan memang harus pandai membagi waktu. Itu semua adalah pilihanku, karena aku mengikuti ekskul marching band yang dikenal sangat menyita waktu." jelasnya dan Edo pun mengangguk.
" Kenapa kau tidak keluar saja dari marching band, kan masih banyak ekstrakurikuler yang bisa kamu ikuti?" tanya Edo yang penasaran karena Sasya tidak mau melepaskan marching band.
" Bukannya aku tidak ingin melepaskannya, tetapi aku merasa sudah nyaman di sana. Aku sudah menemukan orang-orang yang pas menurutku, dan untukku yang susah bergaul ini sangatlah sulit untuk bergaul dengan orang baru. Dan bagiku di sana adalah tempat yang tepat, karena aku sudah mengenal banyak dari mereka. Bila aku harus bergabung ke organisasi baru, manga pastinya aku harus mulai mengenali teman-teman dengan sifat yang sangat mungkin bertolak belakang denganku." jelasnya dan Edo pun mengangguk, karena Edo juga merasakan hal yang sama ketika ia baru masuk organisasi.
__ADS_1
" Yang kau katakan memang benar sih, ketika kita mengikuti organisasi baru. Maka kita harus mulai mengenal teman-teman kita yang baru, dan terkadang sifat dan karakter mereka sangat bertolak belakang dengan kita. Tetapi kita harus memaklumi mereka, karena kita ingin membangun sebuah organisasi dengan mereka bukan sebuah pertentangan." jelasnya.
" Ya itu sangat benar, karena itu aku sangat malas untuk bergabung dengan organisasi baru. Dan aku lebih memilih menetap di marching band, karena aku sudah akrab dengan para anggota marching band." jelasnya yang memang sudah merasa nyaman di organisasi marching band.
" Kalau begitu semangat ya, oh iya ngomong-ngomong sebentar lagi kita akan menghadapi ujian akhir sekolah loh. Kira-kira kau sudah tahu belum Universitas mana yang akan kau pilih?" tanya Edo dan membuat Sasya tiba-tiba berpikir sangat keras.
" Aku sangat ingin sekali masuk universitas negeri, tetapi aku sangat tidak yakin kalau aku bisa masuk." jelasnya yang khawatir.
" Mengapa kau berkata seperti itu, lagian kita kan kita belum mencoba." ucap Edo yang mencoba menyemangatinya.
" Jurusan yang ingin ku ambil sangat berkaitan dengan ilmu kimia, biologi dan juga fisika. Ya walaupun di jurusan yang ingin ku ambil lebih mementingkan ilmu kimia, sesuai dengan klub yang sudah ku ambil yaitu club OSN kimia. Tetapi aku masih tidak yakin aku akan lulus, karena saingannya sangat banyak." jelasnya dan membuat Edo menjadi penasaran.
" Memangnya kau ingin mengambil jurusan apa?" tanya Edo.
" Aku ingin mengambil farmasi, suatu pekerjaan yang bermanfaat untuk banyak manusia. Karena kami bertugas untuk meracik obat, dan karena itu juga kami juga adalah kunci sebuah kehidupan. Dan kami harus belajar dengan sangat keras, karena hanya satu sel saja yang berlebihan saat dicampurkan maka akan menjadi racun." jelasnya dan Edo pun mengangguk.
" Aku tidak menyangka kalau ingin mengambil kimia farmasi, yang kau katakan memang benar sih untuk jurusan itu sangat sulit karena peminatnya banyak tetapi peluang untuk pendaftarannya sangatlah sedikit." jelas Edo.
" Ya begitulah, ngomong-ngomong kain ngambil jurusan apa?" tanya Sasya.
__ADS_1
" Aku sih ingin mengambil pertanian, ya walaupun awalnya aku enggan sih ke sana. Tetapi orang tuaku sangat mendukung aku untuk terjun ke sana, mereka berharap agar aku bisa melanjutkan bisnis keluargaku." jelasnya dan Sasya pun mengangguk saja.
" Yang dikatakan oleh orang tuamu ada benarnya juga, mereka menyuruhmu ke sana pasti karena mereka sudah memiliki prospek yang terbaik untukmu. Memang terkadang apa yang diinginkan orang tua sangat berbeda dengan apa yang kita inginkan, tetapi apa yang diinginkan orang tua terkadang lebih baik untuk kita." jelasnya meyakinkan Edo.