
" Wahyuuuu…" teriak Bara, dan Wahyu pun melarikan diri.
" Kan sudah aku bilang, nggak mungkin mereka melakukan hal seperti itu. Dan benar, ini semua karena si Wahyu. Sudah nggak usah kau panggil dia, dia sudah pergi melarikan diri." ucap Gani.
" Ya mau memang benar Gani, aku tidak seharusnya percaya pada Wahyu. Dan untuk kalian, aku minta maaf ya. Seharusnya aku mencari tau kebenarannya, bukannya langsung menyerang kalian." ucap Bara.
" Sudahlah Bar, setidaknya kelas kita tidak jadi bertengkar. Sudah kita dipenuhi konflik antara IPA dan IPS, kini kita justru hampir berkelahi. Situasi itu justru akan memperkeruh keadaan." jelas Putra, dan mereka semua pun mengangguk.
" Iya, yang kau katakan memang benar. Bagaimana kalau kita mengadakan pengapdian masyarakat, yang mudah-mudahan bisa mempersatukan IPA dan IPS seperti dulu." usul Bara.
" Yang kau bilang seperti bagus, tapi kita harus izin dulu untuk mengadakan acara. Apalagi sekarang semua harus pakai surat, kan jadi susah." ucap Putra.
" Ya itu kau yang tau, karena aku bukan anggota OSIS." ucap Bara.
" Iya Bara, aku akan diskusikan terlebih dahulu dengan pembina OSIS dan juga kepala sekolah. Terimakasih usulnya." ucap Putra dengan tersenyum, kemudian Bara dan Gani pergi ke ruangan kelasnya.
Setelah kepergian anak IPS⁴, mereka pun segera membahas usul dari Bara di dalam forum OSIS. Dan akhirnya mereka pun menyepakati hal itu, kini Putra dan Andre pun segera menghadap kepemimpinan OSIS yang tidak lain adalah bapak JP (Josua Pangaribuan).
" Selamat siang pak." ucap Putra yang kini berada di depan pintu ruangan pak JP.
" Eh ada Putra dan Andre, silakan masuk." ucap pak JP mempersilahkan.
Keduanya pun langsung masuk, dan kini duduk di kursi yang berada di hadapan pak JP.
" Kalau boleh tau ada apa ya?" tanya pak JP yang penasaran.
" Begini pak, kami memiliki usul menyatukan dan menghentikan perselisihan di antara IPA dan IPS. Jadi kami berencana untuk melakukan pengabdian masyarakat, kalau menurut bapak bagaimana?" ucap Putra mengutarakan.
" Ide yang sangat bagus, saya bangga sama kalian berdua. Kalau begitu kalian buat proposal nya saja, nanti saya tinggal menyetujuinya." ucapnya.
" Yang bener pak?" tanya Putra kembali.
" Iya, tapi tunggu. Apakah kalian sudah menentukan tempatnya?" tanya pak JP memastikan.
" Belum pak." jawabnya.
" Yauda kalau begitu, kalian siapkan beberapa tempat. Nanti malam setelah isya kita VC, tapi jangan lupa lokasi atau tempatnya ya." ucap pak JP.
" Baik pak, kami akan segera siapkan tempatnya.
" Iya, kalian sudah boleh pergi." ucap bapak itu.
__ADS_1
" Baik pak, kalau begitu kami izin pergi dulu." ucap Putra, kemudian mereka langsung pergi
Ke ruangan OSIS.
Kini mereka sudah sampai di ruangan OSIS, kini Andre dan Putra sudah bersama dengan anggota OSIS yang lain. Mereka mulai membicarakan tujuan atau tempat untuk pengabdian masyarakat yang akan mereka rencanakan.
" Teman-teman, apakah kalian punya usul kira-kira kita cocok mengadakan pengabdian masyarakat ke mana?" tanya Putra yang kini menjadi pemimpin diskusi.
" Aku ada usul di Danau Toba." ucap salah satu anggota.
" Ada lagi yang lain?" tanya Putra kembali.
" Usulku di Berastagi." ucap salah satu anggota.
" Ada lagi usul lain?" tanyanya kembali.
" Usulku di Tigaras." ucap salah satu anggota.
" Ok, masih ada yang lain?" tanya Putra kembali.
" Aku mengusulkan di Tarutung." ucapnya.
" Baik karena sudah tidak ada, makan tolong berikan alasan kenapa memberikan usul tempat-tempat yang sudah tertulis di sini." ucap Putra.
Mereka pun menjelaskan satu demi satu, dan akhirnya mereka pun memutuskan untuk voting.
" Baik karena sudah dijelaskan, sekarang kita voting saja." ucap Putra.
Mereka pun melakukan voting, dan akhirnya terpilihlah Tigaras sebagai tempat mereka melakukan pengabdian masyarakat, mereka pun segera meminta sekretariat untuk menulis surat yang akan di tujukan pada pak JP. Dan untuk waktu, akan mereka diskusikan dengan pak JP.
Setelah surat selesai, Putra dan Andre pun segera menemui pak JP. Dan mereka pun menjelaskan keputusan yang telah merendahkan ambil, dan pak JP pun menyetujuinya. Dan kini mereka membicarakan tentang waktu pengapdian masyarakat yang akan mereka jalankan.
Setelah berdiskusi yang cukup lama, akhirnya mereka pun memutuskan untuk melakukan pengabdian masyarakat selama 2 minggu. Dan mereka akan menggabungkan IPA dan IPS dalam 1 kelompok.
Setelah mendiskusikan waktu, Putra dan Andre pun keluar. Dan kini mereka mulai membagi anggota OSIS ke beberapa divisi, untuk menjadikan mereka sebagai panitia. Tetapi karena kekurangan anggota, akhirnya mereka pun membuka pendaftaran untuk siswa yang berminat menjadi panitia.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, sudah banyak siswa yang mendaftar ingin menjadi panitia. Kini Putra, Andre dan juga Wiliam sedang sibuk menyeleksi mereka. Sedangkan yang lainnya tidak dilibatkan, karena akan susah bila banyak yang menyeleksi.
Satu persatu semua mulai maju, kini giliran Wulan yang mengikuti tes. Sorot mata Wulan dan Wiliam bertatap, dan kini Wulan pun tersipu malu. Andre dan Putra merasa seperti obat nyamuk, setelah rangkaian tes selesai
akhirnya Wulan pun keluar dari ruangan tes.
__ADS_1
" Tampaknya kau sangat bahagia?" tanya Febri saat Wulan sudah sampai di luar.
" Ya bahagia la, kan baru ketemu sama Wiliam." ucap Sasya dan Wulan pun tersipu malu.
" Udalah, mending sekarang kita ke kantin aja. Aku sudah lapar." ucapnya.
" Yuada ayo, kebetulan aku juga laper." ucap Febri.
Mereka pun segera pergi ke kantin, dan memesan nasi goreng.
" Bu pesan ya nasi goreng 3." ucap Wulan, kemudian mereka langsung duduk di meja kosong.
...----------------...
" Cie yang lagi kasmaran." ledek Putra.
" Apaan si kalian, aku kasmaran sama siapa coba." ucap Wiliam.
" Ya sama Wulan la." ucap Andre dan membuat ia tersipu malu.
" Mana ada ya." ucap William.
" Nggak usa bohong, uda kelihatan tau." ucap Putra.
" Kelihatan banget ya." ucapnya yang akhirnya mengaku.
" Ya iyalah, apalagi tadi kalian sempat tatapan. Dan saat itu pandangan mu tidak bisa terlepas darinya." ucap Putra.
" Maaf ya, pasti kalian tidak merasa nyaman." ucapnya.
" Ya mau gimana lagi, tapi kapan ni jadian?" tanya Putra.
" Kalau soal itu aku juga nggak tau, jujur aku nggak berani untuk mengungkapkannya." ucapnya.
" Yauda, kalau begitu kau tenang saja. Kami akan bantuin kau." ucap Putra dan Andre pun hanya mengangguk saja.
" Makasih, kalau begitu tolong ya." ucapnya dengan tersenyum.
" Eh tunggu, kalau begitu kita harus menyatukan Edo dengan Sasya. Terus menyatukan Wiliam dengan Wulan. Kalau aku uda ada pacar, lalu kau mana?" tanya Andre dan membuat Putra tersentak.
Nantikan terus kelanjutannya, jangan lupa like, share, dan komen ya teman-teman ☺️
__ADS_1