Rela Walau Sesak

Rela Walau Sesak
Sasya 69


__ADS_3

Kini seorang perawat sedang mengecek keadaan Andre, dan tiba-tiba saja ia melihat kalau jari Andre bergerak. Ia pun segera menginformasikannya kepada dokter, dan dalam waktu singkat dokter itu pun segera hadir dan memeriksa keadaan Andre. Kini akhirnya Andre pun sadarkan diri, hanya satu nama yang selalu ia sebut. Dan dokter itu pun segera menemui keluarga dari Andre, Untuk menginformasikan keadaan Andre.


" Bintang…Bintang" panggilnya.


" Saya ingin berbicara dengan keluarga dari Andre." ucap dokter itu ketika keluar dari ruangan Andre.


" Bagaimana dengan kondisi Putra saya dok?" tanya Lulu yang khawatir.


" Ibu tenang saja ya, kondisi Andre sudah mulai membaik. Dan kini ia juga sudah sadarkan diri, tetapi ada satu yang membuat saya bingung." ucap dokter itu dan membuat mereka menjadi panik.


" Katakan saja dok, lakukan yang terbaik untuk adik kami." ucapannya yang tiba-tiba saja angkat suara.


" Kami tidak bisa bertindak untuk hal ini, ketika Andre sadar ia terus saja memanggil nama Bintang." jelas dokter itu dan kini semuanya tampak bingung, karena mereka sudah mengetahui kalau bintang telah meninggal dunia.


" Ternyata ia memang sangat mencintai Bintang." ucap Ozan yang baru saja tiba.


" Apakah cara yang harus kita lakukan dok?" tambahnya.


" Kamu tidak bisa mengatakan apa-apa, situasi seperti ini tidak ada di dalam medis. Mungkin lebih baik bapak dan Ibu saja yang mengatakannya, tetapi mengatakannya jangan pada saat ini. Karena saat ini kondisi Andre masih sangat lemah, dan dia masih belum bisa menerima kabar duka tersebut." jelas dokter itu dan semuanya pun mengangguk.


" Baik dok, tetapi bisakah kami menemuinya?" tanya Lulu yang memang sudah sangat merindukan putranya.


" Bapak dan Ibu sudah bisa untuk mengunjungi Andre, tetapi ketika mengunjunginya hanya dua orang saja ya. Karena saat ini kondisi Andre masih belum stabil, dan saya harap Bapak dan Ibu mengerti dan hanya akan berbicara hal-hal penting saja." jelas dokter tersebut.


" Baik dok." jawabnya.


" Mama dan Om saja yang masuk duluan, pastinya Andre sangat merindukan Mama. Dan mungkin sudah saatnya Andre mengetahui siapa Ayah kandungnya." jelas Amel.


" Yang dikatakan oleh kak Amel benar, silakan mama dan Om untuk masuk duluan." ucap Cahaya.


Keduanya pun segera memasuki ruangan rawat Andre, Kini Lulu langsung memeluk putranya itu. Tangis haru pun pecah, Ozan kini sangat bahagia melihat Andre sudah sadar.


" Mama…" ucapnya.


" Alhamdulillah kau sudah sadar sayang."ucap Lulu dengan memeluk Andre.


" Iya Ma, Ma bagaimana keadaan Bintang?" tanyanya yang menghawatirkan Bintang.


" Bintang baik-baik saja kok sayang, sekarang kau pikirkan kesehatanmu dulu ya!" ucap Lulu dan Andre pun tersenyum.


" Dia siapa Ma?" tanya Andre yang menyadari kehadiran Ozan.


Ozan yang mendengar Andre bertanya tentangnya, ia pun langsung mendekat ke arah Lulu dan Andre. Ia menatap Andre dengan tersenyum, walaupun matanya berkaca-kaca. Dia sangat senang, karena bisa bertemu lagi dengan Putra bungsunya itu.

__ADS_1


" Dia…" ucap Lulu yang bingung harus mengatakan apa.


" Halo sayang, bagiamana keadaanmu?" tanya Ozan.


" Saya baik Om, tapi Om siapa ya?" tanyanya yang penasaran.


" Namanya Ozan sayang." ucap Lulu dan Andre pun tiba-tiba teringat dengan cerita yang pernah mamanya ceritakan.


" Ozan, apa jangan-jangan Om ini…" ucap Andre yang tiba-tiba saja terhenti, dan Lulu pun mengangguk.


" Iya sayang." ucapnya dengan berderai air mata.


" Kenapa Ayah baru datang sekarang, untuknya ada Papa. Kalau nggak ada Papa, aku nggak tau nasibku dah Mama." ucap Andre.


" Maafkan Ayah sayang." ucapnya.


" Tapi yang aku herankan…" ucapnya yang terhenti karena tiba-tiba saja kepalanya merasakan pusing.


" Sudahlah, jangan banyak berfikir. Yang terpenting saat ini adalah kesehatanmu. Soal Ayah nanti kita bahas lagi ya sayang." ucap Ozan.


" Yang dibilang Ayah benar, jadi kau pulihkan dulu kesehatanmu." ucap Lulu dan Andre pun mengangguk.


...----------------...


" Kita berdoa aja ya, mudah-mudahan tidak akan terjadi sesuatu kepada Andre." ucap Amel dan Cahaya pun mengganggu.


" Yang kakak-kakak katakan benar, aku juga sangat takut terjadi sesuatu kepada Andre." ucapnya ya memang khawatir.


" Tampaknya kalian sedang khawatir?" ucap Wahyu yang tiba-tiba saja mengagetkan mereka.


" Wahyu, kamu ngapain ke sini?" tanya Cahaya.


" Yang pertama aku ingin bertemu dengan kamu, dan yang kedua aku ingin mengecek keadaan Andre." jelasnya dan Cahaya pun mengangguk.


" Untuk alasan yang pertama sangat tidak penting, dan untuk alasan yang kedua jawabannya Andre baru sadar." jawabnya dan Wahyu kan tersenyum.


" Syukur alhamdulillah kalau begitu, akhirnya Andre sadar juga. Tetapi kenapa wajah kalian murung?" tanya Wahyu yang penasaran.


" Ini urusan keluarga, jadi kau nggak usa ikut campur." jawab Cahaya dengan ketus.


" Nggak boleh gitu ngomongnya Dek, ingat perempuan itu harus lembut." ucap Amel mengingatkan.


" Ya tapi dia buat aku kesal Kak." jawabnya.

__ADS_1


" Ya tetap saja Dek, disini jangan ribut ya. Nanti kalian di usir pula, kan nggak lucu Dek." ucap Amel dan keduanya pun tertawa.


" Maaf, tolong suaranya di kecilkan. Ini di rumah sakit." ucap perawat yang menegur Wahyu dan juga Cahaya yang sedang tertawa hingga terbahak.


" Maafkan adik-adik saya sus, saya akan peringatkan mereka." ucap Amel dengan menatap sinis keduanya.


" Maaf Kak." ucap keduanya.


" Mereka berdua sangat lucu, dan aku rasa mereka sangat cocok." batin Amel.


" Tampaknya di sini sedang berkumpul, apakah aku mengganggu?" tanya Wulan dan Wiliam yang baru saja tiba.


" Eh rupanya ada kalian, nggak ganggu kok." jawab Cahaya yang langsung menghadap ke arah mereka, dan melupakan Wahyu.


" Sepertinya ia masih marah sama aku." batin Wahyu.


" Kalian berdua datang, tumben kalian datang bersamaan?" tanya Cahaya yang masih belum tau kalau keduanya sudah jadian.


" Is Kakak ini, aku kan sama Wulan sudah pacar…" ucap William yang yang tiba-tiba terhenti karena Wulan mencubit lengannya.


" Waduh, ada yang pacaran. Tapi kok nggak kasih tau ya." ucap Amel yang menyindir.


" Ih Kakak ini." ucap Wulan dan tersipu malu.


" Ih, dia malu-malu." ucap Cahaya.


" Wah-wah, ternyata ada yang pacaran. Tampaknya sedang happy-happynya, dan sepertinya baru jadian. Kalau begitu, aku cuma bisa memberikan saran untuk kalian, dan aku harap kau bisa menjadi pacarmu dengan baik." ucap Wahyu.


" Iya Kak, aku akan menjaga dia. Dan tidak akan menyakitinya, dan selalu membuatnya bahagia." ucap Wiliam dengan percaya diri.


" Sepertinya kau memang sangat mencintai pacarmu ya, kalau begitu semoga langgeng." ucap Wahyu.


" Kakak dan Kak Cahaya juga ya." ucapnya dan membuat semuanya kaget.


# Ikuti terus kelanjutannya dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.


1. Naura Abyasya


2. Derai Yang Tak Terbendung


3. Sepahit Sembilu


4. Azilla Aksabil Husna

__ADS_1


__ADS_2