
" Tetapi aku takut bila dia menolakku." ucapnya yang memang merasa takut.
" William, kau harus berani mengutarakan isi hatimu. Untuk diterima atau ditolak, itu adalah urusan belakang, yang terpenting kau sudah mengutarakan isi hatimu." jelas Putra.
" Ta-tapi." ucapnya yang masih ragu.
" Kau harus berani William, masa kamu kalah sama Edo. Edo aja berani, masa kamu nggak berani." tambah Putra.
" Edo, waktu itu kamu mengutarakannya bagaimana?" tanya William yang memang tidak mengetahuinya.
" Sebenarnya aku melalui chat." jawabnya.
" Aku nggak salah dengar?" tanya William untuk memastikan.
" Kau nggak salah dengar kok, memang aku menembaknya melalui chat." ulangnya kembali.
" Kalau begitu patah saja dia nolak kamu, dari kabar yang aku dengar dia itu adalah orang yang tidak suka hal seperti itu. Jadi gimana kemarin dibalas sama dia?" tanya William yang justru membahas tentang Sasya.
" Dibales sih sama dia, ya memang cuma dibalas dengan kata "nggak tahu" gitu aja sih." jawab Edo.
" Lho berarti kamu nggak ditolak, berarti itu kau sendiri yang menyimpulkan dia menolak ya. Astaga Edo, kamu dibalas aja udah syukur alhamdulillah. Aku kenal dengan dia, dia itu nggak akan pernah balas chat begituan." jelas William yang sok tahu tentang Sasya.
" Kau jangan sok tahu deh tentang dia, lagian kita kan bahas tentang Wulan. Kenapa sekarang malah bahas tentang dia, dan kau malah bilang caraku salah. Sebenarnya kau ini mau diajari, atau mau menyalakan aku." ucap Edo yang tiba-tiba saja emosi dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
" Edo tunggu." dari aku William yang tidak digubris oleh Edo.
__ADS_1
" Udahlah Wil, percuma saja kau memanggilnya. Saat ini ia sedang emosi, jadi jangan diganggu. Biarkan saja dia tenang terlebih dahulu, kita bicarakan hal itu nanti dengannya. Tapi aku heran deh, mengapa kau seperti sangat mengenali Sasya?" tanya Joko yang tiba-tiba angkat suara.
" Tentunya aku sangat mengenal dirinya, anak cuek yang sebenarnya adalah anak manja. Anak mandiri yang tapi sebenarnya cengeng, anak yang selalu tampak ceria tapi sebenarnya menyimpan banyak luka." jelas William dan membuat mereka semua penasaran.
" Tampaknya kau sudah sangat mengenalnya?" tanya Fatur setelah menyimak perkataan William.
" Dia adalah gadis yang tidak terlalu dekat dengan kedua orang tuanya, rumahku dekat dengan rumah neneknya oleh karena itu aku dapat mengetahuinya. Gadis kecil yang lebih sering menghabiskan waktu bersama neneknya itu, mengakibatkan Dia memiliki kepribadian yang sangat berbeda ketika di luar dan di dalam rumah." jelas William dan sontak saja mereka menjadi kaget.
" Memangnya orang tuanya ke mana?" tanya Joko yang jadi penasaran.
" Terlahir dalam keluarga sederhana, yang memiliki kesibukan yang sangat lebih. membuat ia menjadi kurang kasih sayang akan orang tuanya, hidup yang ia rasakan selama ini sangat jauh berbeda dengan apa yang kita tebak. Hidupnya yang tampak sempurna di luar tersebut, sebenarnya banyak menyimpan luka yang mendalam." jelas William dan membuat mereka semakin penasaran dengan Sasya.
" Ternyata yang kita lihat selama ini tidak benar ya?" tanya Fatur yang memang sering memperhatikan Sasya.
" Yang kalian lihat selama ini, itu adalah topeng yang ia bangun. Kesibukan dari kedua orang tuanya, membuat ia selalu kesepian." jelasnya.
" Dia bukan dirimu Fatur, yang mudah menghilangkan kesedihan ketika bersama pacar atau bersama dengan kami. Dia adalah orang yang memiliki kepribadian tertutup, sangat jarang orang mengetahui sifat dan karakter aslinya. Hanya orang-orang tertentu saja yang dapat mengetahuinya, dan orang yang memang bisa mengetahuinya adalah orang yang spesial bagi hidupnya." jelas William.
" Kenapa jadi aku sih yang kena, memangnya kau sedekat apa sih dengan dia?" ucapan tour yang memang kesal karena ia terbawa dengan urusan Sasya.
" Aku tidak terlalu dekat dengannya, hanya saja sewaktu kecil aku memang pernah bermain dengannya. Sikapnya yang aku lihat dulu sangat berbeda dengan sekarang, kalau kalian tidak percaya. Kalian bisa ikut aku ke rumahku, kalian bisa melihat sifatnya ketika bermain bersama anak-anak di sana." jelas William dan membuat mereka menjadi penasaran dengan karakter Sasya yang tidak mereka ketahui.
" Boleh juga tuh, tapi apakah kau yakin ketika kami ke sana dia ada di sana?" tanya Putra.
" Kalau untuk hal tersebut, itu adalah hal yang mudah. aku bisa atur hal itu, ketika ia sedang berada di rumah neneknya. Maka aku akan menghubungi kalian, dan kalian bisa melihat sendiri karakter seperti apa ia itu." jelas William dan diangguki oleh keduanya.
__ADS_1
" Kalau begitu, kami tunggu kabar dari dirimu. Kami akan stand by meluncur ke rumahmu, ketika kau menelpon kami." ucap Putra.
" Oke, secepatnya aku akan mengabari kalian." ucapnya dengan tersenyum.
" Kami akan selalu menantimu, tapi saat ini seharusnya yang kita bahas adalah hubunganmu dengan Wulan." ucap Putra.
" Yang kau katakan memang benar sih, tetapi aku takut untuk menjalankan rencana yang diberikan oleh Edo. Aku takut juga akan ditolak, seperti yang kalian tahu Sasya dan juga Wulan adalah teman terbaik. Takutnya mereka juga memiliki sifat dan karakter yang sama, dan bila aku melakukan hal yang sama seperti yang Edo lakukan maka ia juga akan menolakku." jelas William dan mereka semua pun memikirkan hal tersebut.
" Yang kau katakan benar juga sih, Kalau begitu kau harus menembaknya secara langsung." ucap Fatur.
" Tapi aku takut gugup, secara aku tidak pernah nembak cewek." jelas William dan sontak saja semuanya kaget.
" Tunggu Wil, jangan bilang bulan adalah cinta pertamamu." tebak Fatur dan William pun mengangguk.
" Kalau begitu kita harus buat momen yang berkesan, jangan sampai momen pertamamu menjadi hal yang buruk." ucap Putra yang sedang berusaha memikirkan rencana.
" Nah itu dia masalahnya, aku tidak tahu harus bagaimana." ucap William yang memang tidak mengetahuinya.
" Gimana kalau nembak di taman?" Usul Fatur.
" Ide yang bagus itu, tetapi kita juga harus membuat konsepnya terlebih dahulu." ucap Putra.
" Kalau ngasih bunga gimana?" ucap William yang memang hanya terpikirkan hal itu.
" Memang harus pakai bunga William, tapi kita harus bikin konsepnya terlebih dahulu. Seperti berpuisi, atau membuat drama. Agar kau tidak terlalu kaku nantinya, dan momen itu bisa menjadi momen yang berkesan untuk kalian berdua." jawab Putra.
__ADS_1
" Bantuin dong kalau kayak gitu, aku nggak punya konsep." ucap William memang sudah kebingungan.
" Gimana kalau kau ajak aja dulu Wulan buat ke taman, nanti di sana kami akan siapkan sebuah dekorasi yang bertuliskan I Love You." usul Joko.