Rela Walau Sesak

Rela Walau Sesak
Sasya 71


__ADS_3

Cahaya tersentak mendengar penuturan dari Wildan, ia tidak menyangkal kalau Wahyu selama ini hanya menyimpan hati kepadanya. Bahkan tidak pernah melihat wanita lain yang berada di sekitarnya, tetapi ia menjadi penasaran dengan sosok Erna. Kini ia mulai mencurigai apa yang dikatakan oleh Erna, karena siang tadi Erna sempat mengatakan kalau keduanya sempat menjalin hubungan.


" Iya benar saya Cahaya mas, tetapi saya masih tidak percaya dengan apa yang mas katakan tadi. Tidak mungkin selama ini Wahyu tidak pernah melirik wanita lain, hal itu sangat sulit untuk dipercaya." ucapnya.


" Apa yang saya katakan adalah kebenarannya, bahkan saya masih ingat ketika Junior kami selalu mengejarnya. Bahkan hingga kini ia masih terus berusaha mengejar Wahyu, tapi sayangnya Wahyu tidak pernah memperdulikannya." jelasnya.


" Jangan katakan kalau Junior itu bernama Erna." ucapnya dan membuat Wildan tersentak.


" Tadi Erna datang, dan aku tidak tahu apa yang dibicarakan bersama dengan Cahaya. Tetapi setelah itu Cahaya menjadi seperti ini, ia tidak mau berbicara denganku dan bahkan mengira kalau aku ada hubungan dengan Erna." jelas Wahyu dan kini Wildan pun menjadi kesal.


" Kamu jangan percaya sama dia, mungkin ia sudah mengetahui siapa kamu. Oleh karena itu dia mengatakan hal yang aneh-aneh tentang Wahyu, agar kamu membenci Wahyu. Dan akhirnya ia yang akan mendapatkan Wahyu, dan yang akan dikenal dengan sebutan nyonya Wahyu." jelas Wildan.


" Nyonya Wahyu, maksudnya dia mau jadi istrinya Wahyu gitu?" tanya Cahaya.


" Ya iyalah, ternyata bener ya kata Wahyu. Kamu memang cantik, tetapi terkadang lelet." WhatsApp Wildan dengan menggelengkan kepalanya, dan Cahaya pun langsung menatap ke arah Wahyu dengan tatapan sinis.


" Mampus aku, sepertinya aku salah ngomong." batin Wildan kemudian langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.


" Wildan…" panggil Wahyu yang kesal.


" Bagus ya, udah lama kita nggak ketemu. Sepala nya ketemu aku malah dapat aduan kayak gitu, apa lain yang sering kamu ceritakan sama dia." ucap Cahaya dengan menjewer telinga Wahyu.


" Sudah aku duga, pasti akan terjadi perang. untungnya aku sudah lari dari sana, kalau sampai aku masih di sana pastinya aku juga kena." ucap Wildan yang mengintip dari kejauhan.


" Ampun-ampun, aku nggak ada cerita yang aneh-aneh kok. Aku cuma cerita sama dia juga, jadi kamu tenang aja nggak ada yang tahu kok selain dia." ucap Wahyu yang merasa kesakitan.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Wildan memiliki ide, iya pun langsung nggak akan kejadian tersebut. Kemudian mengirimnya ke dalam grup, dan memberi caption "komandan Wahyu serakah dibuat calon nyonya Wahyu". seketika grup pun menjadi ramai, kini mereka penasaran dengan apa yang terjadi pada Wahyu.


Selain penasaran, ada juga yang memuji kecantikan cahaya. Dan mereka tidak menyangka kalau si kolot seperti Wahyu bisa mendapatkan calon yang cantik, grup mulai dibanjiri dengan begitu banyak komentar positif dan juga negatif. Wildan menjadi senang membaca komentar tersebut, Wahyu yang menyadari kalau teleponnya terus bergetar. Akhirnya ia pun mengecek teleponnya, dan alangkah kagetnya ia ketika melihat video tersebut.


" Wildan…" teriaknya yang mengagetkan Wildan hingga Wildan pun terjedot pohon.


" Hahaha, kasihan banget dia." ucap cahaya dengan menunjuk ke arah Wildan.


" Tidak ada yang perlu dikasihani dari dia beb, coba kamu lihat ini dulu." ucap Wahyu dengan menyerahkan handphone-nya.


" Belum apa-apa aja udah panggil beb." ucapnya yang merasa tidak senang kemudian langsung melihat handphone milik Wahyu.


" Itu yang kirim si Wildan?" tambahnya yang kaget.


" Ya iyalah beb, masa aku yang kirim. Kan yang di dalam video itu kita, jadi aku nggak mungkin bisa mengirimnya." jelasnya dan Cahaya pun mengganggu.


" Kamu tenang saja beb, aku akan buat perhitungan sama dia. Dan kalau perlu nanti aku akan videoin, kemudian aku akan kirim kamu beb." jelasnya Cahaya pun tersenyum.


" Janji ya, aku sudah sangat menantikannya." ucapnya dengan mengeluarkan jari kelingkingnya.


" Iya kesayangan aku." ucapnya dengan mencubit kedua pipi Cahaya.


" Sakit tahu." ucapnya kemudian langsung mengejar Wahyu.


Kini keduanya melakukan kejar-kejaran, dan dengan santainya Wildan pun memvideokan kegiatan tersebut. Dan kemudian ia mengirimnya kembali ke dalam grup, semua penghuni grup sontak saja menjadi kaget. Kini mereka benar-benar tidak percaya kalau itu adalah Wahyu, karena Wahyu yang ada di video sangat berbeda dengan Wahyu yang mereka kenal.

__ADS_1


Merasakan handphonenya bergetar dengan cukup kuat, Wahyu pun segera mengambil handphonenya. Kini ia dibuat menjadi semakin emosi, karena sahabatnya itu telah mem videonya kembali kemudian mengirimnya ke grup mereka. Ia sangat malu, karena tingkah hanya dilihat oleh angkatannya.


" Kenapa tampaknya sepertinya kamu emosi?" tanya Cahaya yang melihat wajah Wahyu.


" Si anak satu itu buat masalah, lagi-lagi dia mengirim video ke dalam grup." ucapnya dan kini pun Cahaya menjadi penasaran.


" Boleh aku lihat videonya." ucapnya dan Wahyu pun segera menyerahkan telepon genggamnya.


" Ya ampun, lucu banget. Kirim dong, aku ingin menyimpannya di handphoneku." ucapnya dengan ekspresi yang sangat imut menurut Wahyu.


" Kalau begitu aku minta nomor telepon kamu dong, biar segera aku kirim." ucapnya dengan tersenyum.


Tanpa banyak pertimbangan, cahaya pun langsung membacakan nomor kontaknya. Dan Wahyu langsung mencatatnya, dan kini ia mengasap nomor cahaya dengan nama "Si imut". Setelah mengasave, kemudian Ia pun segera mengirim video tersebut. Cahaya sangat gembira, ia sangat menyukai momen tersebut.


Kini keduanya mencari tempat duduk terdekat, kemudian mereka pun membahas tentang video-video yang sudah dikirim oleh Wildan. Awalnya Wahyu menjadi sangat emosi, tetapi setelah melihat tingkat Cahaya yang sangat lembut menurutnya. Kini ia menjadi tertawa bersama dengan Cahaya, ia tidak ingin menghilangkan momen kebersamaannya dengan Cahaya.


Tanpa keduanya sadari, kini waktu sudah hampir petang. Wahyu pun segera mengantar Cahaya pulang, dan ia sangat senang karena Cahaya mau diantar pulang olehnya. Kini ia pun mengantar Cahaya pulang dengan motor milik Uza, karena memang di sini ia tidak memiliki motor.


" Itu yang di ujung jalan sana rumah aku." ucapnya dengan menunjuk sebuah rumah.


" Oke." jawabnya kemudian langsung mengajukan motornya ke arah rumah yang ditunjuk.


" Makasih ya udah anterin aku." ucapnya dengan tersenyum.


" Iya sama-sama, kamu istirahat ya aku yakin pasti kamu capek. Kalau begitu aku pulang dulu ya, besok pagi aku jemput di sini." ucapnya dan tanpa sadar Cahaya pun mengangguk, Wahyu pun segera menyalakan motornya kemudian pergi meninggalkan rumah Cahaya.

__ADS_1


Cahaya pun langsung masuk ke dalam rumah, Dan kini ia pun tersenyum dengan sangat lebar. Senyumnya yang sempat sirna kini mengembang kembali, dan hal tersebut membuat Lulu menjadi kaget. Ia tidak mengetahui apa yang telah merubah mood putrinya itu, tetapi ia yakin kalau semua itu karena mendapat hal bahagia.


__ADS_2