Rela Walau Sesak

Rela Walau Sesak
Sasya 45


__ADS_3

" Kalau begitu kapan kita mulai rencana ini?" tanya Wulan yang penasaran.


" Ya mulai hari ini lah, biar kita buat dia kocar-kacir." ucap Sasya.


" Siap laksanakan." ucap keduanya serentak.


Mereka memulai rencana mereka, ketiganya kini masuk ke kelas karena sudah bel. Dan mereka pun melanjutkan pelajaran, dan ketiganya tampak cuek dengan Andre. Andreas kini mereka bingung dengan sikap ketiganya, dan satu Putra pun hanya menggelengkan kepalanya saja.


Ini jam pembelajaran sudah selesai, dan ketiganya memutuskan untuk pulang. Andre yang masih bingung dengan sikap ketiganya akhirnya ia pun bertemu dengan Putra, ia pun menanyakan apa jawaban yang dijelaskan oleh Putra tadi. Karena hingga kini ia masih belum mengetahuinya, dan ia juga merasa kalau tingkah Sasya dan teman-temannya menjadi aneh.


" Put tolong jelasin yang tadi dong, sampai sekarang aku masih belum mengerti." ucap Andre.


" Kau ini ya, aku capek menjelaskannya. mending kau tanya deh sama yang lain, aku udah capek menjelaskan panjang kali lebar tapi kau masih juga nggak ngerti." ucap Putra yang kemudian pergi meninggalkan Andre.


" Apa sih jawabannya sebenarnya, mana Putra enggak mau ngasih tahu lagi. Aku harus tanya sama siapa ya." ucap Andre kemudian mengedarkan pandangannya ke sekitar.


Kini Andre tampak bingung, dan ia pun telingak-celinguk kanan dan kiri. Bara yang melihat tingkah aneh Andre, ia pun akhirnya mendekati Andre.


" Kau kenapa Andre?." ucap Bara dengan menepuk pundak Andre dan membuat Andre kaget.


" Ya ampun Bara, kau mengagetkanku saja." ucap Andre yang kini memegang dadanya.


" Maaf deh, habisnya aku lihat tingkah mu aneh." ucapnya.


" Ia tapi nggak langsung ngagetin kali, tinggal muncul dari depan kan bisa. Eh ini malah numpuk pundak dari belakang, untung aja jantung aku nggak." ucap Andre.


" Sorry-sorry, kau lagi mikirin apa sih?" tanyanya yang penasaran.


" Aku sedang memikirkan Sasya." jawabnya dan membuat Bara terkejut.


" Jangan bilang kau ingin merebutnya dari Edo ya." tudu Bara.


" Kalau ngomong itu jangan sembarangan, nanti bisa-bisa aku dihabisin sama fans mereka." ucapnya dan Bara hanya tertawa saja.

__ADS_1


" Ya maaf, habisnya tadi kau bilang begitu." jawab Bara.


" Aku tuh nggak ada rencana buat ngerebut Sasya, apalagi aku itu udah punya pacar." ucap Andre dan Bara pun menjadi penasaran dengan pacar Andre.


" Kau udah punya pacar, tapi kok nggak pernah ada kabar kau punya pacar ya?" ucap Bara.


" Memangnya aku harus ngumbar pacarku ya, kan nggak perlu." jawabnya dengan santai.


" Ya memang nggak perlu sih, tapi aku penasaran sama pacarmu." ucapnya yang memang penasaran.


" Ya udah nanti aku kenalin, tapi yang sekarang jadi masalah sepertinya Sasya sedang marah denganku." ucap Andre dan Bara pun langsung menatap Andre dengan tajam.


" Memangnya kamu lakukan apa?" tanyanya yang penasaran.


Andre pun menceritakan semua kejadiannya kepada bara, Bara sempat kaget mendengar perkataan dari Andre. Setelah menyimak perkataan Andre satu demi satu, akhirnya Bara pun dapat menyimpulkan itu semua.


" Kamu kalau ngomong itu jangan sembarangan, inti dari semuanya adalah dari ucapanmu." jelas Bara.


" Perasaan aku nggak ada ngomong yang aneh-aneh deh, tapi kenapa kok bisa bilang itu semua dari omonganku?" tanya Andre yang heran.


" Oh jadi gara-gara perkataanku yang salah, tapi aku nggak bermaksud untuk seperti itu." ucapnya yang baru menyadari akan kesalahannya.


" Kalau begitu kau harus segera minta maaf padanya, jangan sampai masalah ini berlarut-larut. Dan takutnya ia tidak mau mengenal dirimu lagi, dan lebih parahnya kau akan kehilangan tiga sejoli itu." jelas Bara dan Andre pun mengangguk.


" Makasih ya udah ngasih tahu, besok aku akan mencoba berbicara kepadanya. Mudah-mudahan saja dia mau memaafkanku, dan itu tidak akan berdampak kepada pertemananku dengan yang lainnya." ucap Andre dengan tersenyum.


" Mudah-mudahan aja, semangat ya Andre." ucapnya dengan melambaikan tangannya kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.


Andre pun segera meninggalkan tempat tersebut, ia pun kini ingin menjemput sang kekasih. Kini ia sudah tiba di depan sekolah kekasihnya, dan tiba-tiba ada seorang pemuda yang datang dan menyuruh Andre untuk pergi.


" Minggir dong, aku mau jemput pacarku." ucapnya dengan mendorong sepeda motor Andre.


" Memangnya kau aja yang mau jemput pacarmu, lagian di sebelah sana juga masih lebar." ucap Andre yang kesal.

__ADS_1


" Sayanggg…" ucap seorang wanita dengan berteriak dari dalam.


" Minggir kau pacar gue datang." ucap pemuda tersebut.


" Kau tuh apa-apaan, itu tuh pacarku." ucap Andre.


Wanita itu pun segera lari untuk memeluk Andre, pemuda itu menjadi kesal dan langsung menarik wanita tersebut.


" Kau ngapain peluk dia, pacar kau itu aku." bentak pemuda tersebut.


" Ozi kita udah putus dari tahun lalu." ucap wanita itu yang kesal.


" Oh jadi kau yang namanya Ozi, kalian itu udah putus dari tahun lalu. Dan Bintang sekarang udah menjadi pacarku, jadi tolong ya jangan ganggu kami." ucap Andre.


" Nggak Bintang itu masih pacarku, yang minta putus itu kan kau. Sedangkan aku tidak ingin putus darimu, jadi hingga kini kau masih menjadi pacarku." ucapan udah bernama Ozi itu dengan mencengkram lengan Bintang.


" Lepaskan, sakit tahu." ucap Bintang yang kesakitan.


" Aku nggak mau ngelepasin kamu, kamu itu cuma milik aku." ucapnya dengan berusaha menarik bintang menuju mobilnya.


" Lepasin, lepasin." ucap Bintang yang merasa kesakitan.


Andre pun akhirnya berusaha menolong pacarnya itu, dan akhirnya terjadi pukul memukul antara keduanya. Bintang pun segera meminta pertolongan, ia berlari ke sana ke sini dan meminta pertolongan. Akhirnya teman sekelas Bintang pun hadir, ia pun segera menolong Andre.


" Awas aja kau, aku pasti akan membuat perhitungan padamu." ucap Ozi kemudian ia langsung masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari tempat tersebut.


" Kau tidak apa-apa kan?" tanya Uza yang merupakan teman sekolah Bintang.


" Aku tidak apa-apa, terima kasih telah menolong." ucapkan deh yang kini sudah babak belur.


" Tenang aja bro, oji nggak akan datang ke sini lagi." ucap Uza dan membuat keduanya heran.


" Aku anak pemilik yayasan sekolah ini, jadi aku bisa jamin kalau dia nggak akan ke sini lagi. Tapi kau harus jaga diri, karena bisa saja dia melakukan hal yang sangat mengerikan." jelas Uza dan kini bintang pun merasa ketakutan.

__ADS_1


" Yang dikatakan olehnya benar, Ozi adalah orang yang sangat nekat." ucap bintang yang tanpa sadar berderai air mata.


__ADS_2