
" Yang kau katakan emang benar Joko, bahkan kami tidak mengetahui kalau kalian sedang bertengkar. Zia memang adalah orang yang sangat profesional, dan tidak pernah menggabungkan urusan pribadi dan juga sekolah." ucap Putra.
" Yang kalian katakan memang benar, tetapi bisa saja kan kalau tiba-tiba saja ia merasa malas bertemu dengan kita. Apalagi Joko sangat menyakitinya, Joko tadi sempat menghina kakaknya. Belum selesai urusannya bersama dengan Edo, kini berlanjut urusannya bersama dengan Joko. Coba kalian pikirkan hal tersebut, bagaimana jika kalian berada di posisinya. Kira-kira apa yang akan kalian lakukan, Kalau aku sih yang berada di posisinya aku tidak akan mau bertemu dengan kalian." jelas Fatur dan mereka pun mengangguk.
" Mudah-mudahan saja ia masih mau bertemu dengan kita, walaupun hatinya pasti sedang tersakiti." ucap Putra.
" Sudahlah, lebih baik kita lupakan hal ini untuk sesaat. Sekarang aku baru menyadari satu hal, sejak awal kita tidak bersama dengan Andre." ucap Edo yang membuat mereka tersadar akan kehadiran Andre.
" Jika kau tidak menyinggung nama Andre, mungkin aku juga tidak mengetahui kalau dia tidak bersama dengan kita." ucap Joko yang celingak-celinguk mencari keberadaan Andre.
" Kalau begitu cepat hubungi Andre, entah kenapa perasaanku mengatakan Andre sedang dalam suasana hati yang tidak enak." ucap Putra dan Fatur pun segera mengambil telepon genggamnya.
Fatur pun terus berusaha menelepon Andre, tetapi Andre tidak mengangkat sambungan teleponnya. Kini mereka menjadi cemas kepada Andre, karena temannya Andre tidak pernah bersikap seperti saat ini. Mereka pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah Andre, karena mereka sangat ketakutan dengan sikap Andre.
Kini mereka sudah tiba di rumah Andre, mereka pun bertemu dengan mamanya Andre. Sang mama tampak heran dengan kehadiran mereka, karena tidak biasanya mereka hadir tanpa memberitahu terlebih dahulu. Karena hal tersebut mama dari Andre merasa curiga, ia pun akhirnya menanyai mereka.
" Apa yang membuat kalian datang ke sini?" tanya mama Andre.
" Kami sedang mencari Andre tante." jawab mereka serentak.
" Tidak biasanya kalian mencari hingga datang ke rumah, biasanya kalian cukup menelponnya saja." ucap mama Andre yang masih kebingungan.
" Itu dia masalahnya tante, kami tidak bisa menghubungi Andre. Oleh karena itu kami menjadi cemas, dan akhirnya kami memutuskan untuk langsung pergi ke sini." jelas Putra.
" Yang benar saja kalian, tidak mungkin ada tidak mengangkat teleponnya." ucap sang mama yang masih tidak percaya.
" Kalau memang tante masih tidak percaya, kami akan mencoba meneleponnya di hadapan tante." ucap Joko dengan mengeluarkan telepon genggamnya.
Mereka pun terus berusaha untuk menelepon Andre, tetapi tidak satupun sambungan telepon diangkat oleh Andre. Kini mama Andre juga ikut menjadi cemas, karena putranya itu tidak pernah seperti ini sebelumnya. Tiba-tiba saja teleponnya pun diangkat, dan ternyata yang mengangkat bukanlah Andre.
" Kamu pasti temannya Andre." ucap sebuah suara dari sambungan telepon.
__ADS_1
" Kamu siapa, di mana teman kami Andre?" tanya Joko.
" Kalau kalian mau Andre selamat, lebih baik kalian datang ke sini bersama dengan Bintang." jelas suara itu dan mereka semua pun tersentak.
" Jangan berani-berani kamu sakit ya Andre, atau kami juga tidak akan segan kepada dirimu." ucap Edo yang kini emosinya telah membara.
" Aku tidak akan menyakitinya, asalkan kalian membawa Bintang ke hadapanku." jelasnya, kemudian sambungan telepon pun langsung terputus.
" Siapa itu Bintang?" tanya mama Andre yang penasaran.
" Dari cerita yang pernah kami dengar, Bintang itu nama pacarnya Andre tante." jawab Joko.
" Lalu apa hubungannya bintang dengan Andre saat ini, lebih tepatnya dengan pemuda yang menelpon tadi?" tanya mama Andre yang khawatir.
" Kalau untuk itu kami juga tidak mengetahuinya tante, jujur saja kami belum ada bertemu dengan Andre." jawab Putra.
" Kalau begitu tante minta tolong ya, tolong cari Andre sampai ketemu. Tante mohon kepada kalian, tante tidak ingin kehilangan Andre." jelasnya.
" Kalau begitu kalian hati-hati ya, dan tolong bawaan dia dalam keadaan selamat." ucap mama Andre dengan berderai air mata.
" Kami akan berusaha semaksimal mungkin tante, kami pergi dulu ya tante." ucap Putra dan mereka pun segera pergi dari rumah Andre.
Kini pun mereka mencari informasi tentang Bintang, karena mereka tidak mengetahui seperti apa rupa dari Bintang. Akhirnya mereka pun bertemu dengan seorang wanita, dan kebetulan wanita itu satu sekolah dengan Bintang.
" Hai kamu anak SMK A kan?" tanya Putra.
" Iya benar, kalian siapa ya?" tanyanya yang bingung.
" Sebelumnya perkenalkan, nama saya Putra dan mereka teman-teman. Maaf kalau mengganggu, tapi ini sangat penting. Karena ini berkaitan dengan nyawa manusia." ucap Putra.
" Wadu serem banget, memangnya apa yang ingin kalian bicarakan?" tanyanya dengan gemetaran.
__ADS_1
" Sebenarnya, kami boleh tau nama mu siapa?" tanya Joko.
" Nama saya Viona." jawabnya.
" Baik Viona, apakah kau mengenal seorang cewek bernama Bintang?" tanya Joko.
" Bintang, Bintang siapa ya? kebetulan di sekolah kami banyak yang bernama Bintang." jawabnya.
" Kami juga kurang mengetahui Nama lengkapnya, kami hanya mengetahui ia berpacaran dengan teman kami yang bernama Andre." jelas Joko.
" Berpacaran dengan teman kalian yang bernama Andre ya, kalau begitu berarti Bintang Sasmita teman sekelas ku." jawabnya dan kini senyuman mengembang di wajah mereka.
" Bisakah kau membawa kami ke hadapannya?" tanyanya kembali.
" Bisa sih, tetapi bolehkah aku tahu ada apa?" tanya Viona yang penasaran.
" Teman kami menghilang, dan orang tersebut mengatakan kami harus membawa Bintang untuk bertemu dengannya." jelas Joko kembali.
" Ini pasti ulah Ozi." ucap Viona yang kesal.
" Siapa itu Ozi?" tanya mereka secara serentak.
" Ozi itu mantannya Bintang, dia itu orangnya sangat berbahaya dan juga nekat." jelas Viona.
" Kalau begitu kita harus secepatnya menyelamatkan Andre, kini aku semakin khawatir kepadanya." ucap Putra yang diangkat suara.
" Kalau begitu kalian ikut aku ke rumah Bintang, tetapi sebelumnya aku ingin menghubungi Uza terlebih dahulu." ucapnya dengan mengemis akan genggamnya.
" Siapa lagi Uza?" tanya mereka yang penasaran.
" Uza itu anak memiliki yayasan sekolah kami, dan biasanya memang Uza yang selalu datang untuk melindungi Bintang. Dan bahkan aku juga sudah mendengar, kalau Andre sudah menitipkan Bintang kepada Uza ketika di sekolah." jelas Viona.
__ADS_1
" Kalau begitu ceritanya, cepat hubungi dia. Karena kita sudah tidak memiliki banyak waktu, kini kami takut terjadi sesuatu kepada Andre. Kasihan orang tuanya, Dia adalah anak laki-laki satu-satunya yang merupakan penerus marga." jelas Putra.