Rela Walau Sesak

Rela Walau Sesak
Sasya 9


__ADS_3

'' Ya udah deh, karena Ira bilang aku cantik.'' ucapnya dengan tersenyum.


'' Idih kumat dianya, guys ada yang mau obatnya nggak?'' tanya Desi kepada teman-temannya.


Tidak ada satupun dari mereka yang menjawab, semuanya hanyalah. Sasya yang mendengar perkataan dari Desi, ia pun merasa sangat kesal. Karena ia dianggap seperti orang stres, padahal ia tidak sedang sakit apa pun.


'' Desi kamu menyebalkan, aku nggak lagi sakit tau.'' hujannya yang emosi.


'' Udah Sya, jangan ngambek. Kayak nggak tau si Desi aja, dia kan memang begitu. Kamu juga Des, nggak usah cari masalah napa.'' ucap Ira menasehati keduanya.


'' Iya maaf, habisnya seru tau godain Sasya.'' ucapnya dengan tersenyum nakal.


Mereka semua kemudian tertawa, sangking bahagianya mereka. Mereka sampai tidak memiliki kehadiran Aisyah, Aisyah hanya dia mematung melihat keakraban mereka. Hingga akhirnya Widya menyadari keberadaan Aisyah, kemudian ia langsung menarik Aisyah ke dalam perkumpulan mereka.


'' Aisyah, kamu dari tadi di situ. Kenapa diem aja?'' ucapnya sambil menarik tangan Aisyah.


'' Iya aku dari tadi di sini, nggak enak ganggu keakrapan kalian.'' ucapnya dengan tersenyum.


'' Ya ampun Aisyah, kamu kan udah jadi teman kamu. Ganggu aja kali, kami juga nggak masalah.'' ucap Widya.


'' Kamu juga Sasya, Kamu yang bawa Aisyah. Kamu juga yang lupain dia, macam mananya dirimu.'' ucap Ira dengan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


'' Eh iya, Maaf ya Aisyah. Aku lupa kalau tadi kita bareng ke sini, aku malah asik berdebat.'' ucapnya dengan menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


'' Iya gpp.'' ucap Aisyah dengan tersenyum.


Mereka pun kemudian pun akhirnya melanjutkan pembicaraan sebelumnya, sambil pergi menuju gerbang. Dan tidak disangka ternyata, kakak dari Aisyah sudah menjemput. Aisyah pun pergi untuk pulang bersama dengan sang kakak, dan meninggalkan mereka.


Mereka kini tinggal berlima, mereka berencana untuk pergi kumpul di tempat biasanya. Tetapi mereka tidak jadi pergi, karena Widya teringat kalau dia tidak bisa pulang sore. Akhirnya mereka pergi pulang ke rumah masing-masing.


Sejak saat itu mereka bersahabat, Aisyah terus bergabung dengan mereka. Ia bahkan tidak menyangka telah mendapatkan banyak kejutan dari keenam teman barunya, dan bahkan status teman-temannya yang merupakan anak dari orang berada juga membuat ia takjub. Karena penampilan dari mereka semua yang tampak biasa aja, sangat jauh berbeda dari anak orang berada pada umumnya.


Kini memasuki semester baru, ada seorang siswi baru di kelas mereka. Ia pindah dari SMA Bakti, sebut saja namanya Tara. Wina yang melihat penampilan dari Tara, ia pun merasa kalau Tara sama dengannya. Dan benar saja, ternyata Tara juga sama dengan Wina yang merupakan anak dari anggota dewan.


Sejak saat itu, Wina lebih dekat dengan Tara. Dan Wina mulai menjauh dari Sasya dan juga teman-temannya yang lain. Alhamdulillah masih ada Febri dan juga Aliya yang mau berteman dengan Sasya, Wina masih duduk satu meja Sasya. tetapi ia sudah jarang berkomunikasi dengan Sasya, Sasya yang menyadari itu, karena ia malas berdebat. Ia pun membiarkan sikap Wina hingga mereka lulus dari kelas X dan naik ke kelas XI.


Aliya dan juga Febri duduk di meja belakang Sasya dan Wulan. Wina yang rencana awalnya ingin duduk dengan Tara, nta kenapa mereka tidak jadi duduk satu meja. Wina justru menjadi duduk dengan Andre, sedangkan Tara duduk dengan Nando. Keduanya duduk di meja yang bersebelahan di bagian belakang.


Sasya, Wulan, Aliya dan Febri menjadi semangkin dekat. Mereka bahkan sering disatukan menjadi 1 kelompok, tetapi tidak dengan kelompok fisika yang berisikan Sasya, Aliya, Febri, Edo, Paska, dan Fatur. Keenannya sering bersama karena kelompok fisika, mereka selalu duduk berkelompok setiap hari Senin dan Rabu.


Karena kelompok fisika, Sasya menjadi semangkin dekat dengan Edo. Bahkan Edo juga sering mengajari Sasya, karena Sasya sangat membenci pelajaran fisika. Dan itu yang membuat ia sering tidak mengerti pelajaran fisika, Alhamdulillahnya Edo selalu sabar mengajari Sasya. Awalnya Sasya nggan untuk di ajarin oleh Edo, karena ia mengingat perkataan Wina yang pernah bilang kalau ia suka dengan Edo. Tetapi mau tidak mau ia harus terima, karena Edo la yang paling jago fisika di kelompok mereka.


Lama-kelamaan, Edo dan Sasya menjadi semangkin dekat. Edo pun mulai merasakan perasaan pada Sasya, tetapi Sasya yang memang tidak peka ia tidak mengetahui kalau Edo sudah suka dengannya. Edo selalu berdebar saat berdekatan dengan Sasya, dan gelagatnya juga menjadi aneh.

__ADS_1


Semua yang ada di sekitar mereka pun menyadarinya, hanya Sasya saja yang tidak menyadarinya. Terlebih lagi karena sikap mereka yang hampir sama, yaitu sama-sama pemalu. Tapi mereka memiliki perbedaan yang sangat jauh, yaitu Edo yang terkenal karena ketampanannya dan juga anggota OSIS dan Sasya anak marching band yang cuek, dan dekil.


Kedua karakter itulah yang di kenal oleh banyak orang, keduanya sangat berbeda bagaikan langit dan bumi. Tetapi nta mengapa Edo justru menyukai Sasya, padahal banyak cewek yang mengejar-ngejar nya. Suatu hari Edo berjalan berdua dengan Sasya, dan nta mengapa banyak yang mengibarkan keduanya seperti punduk yang merindukan bulan.


Sasya sangat tidak nyaman saat bersama dengan Edo, karena ia menjadi pusat perhatian. Sedangkan Edo merasa sangat bahagia, karena sebenarnya ia menyukainya Sasya. Tetapi ia tidak tau, harus bagaimana cara mengungkapkan perasaannya pada Sasya.


Karena ia sudah bingung, dan tidak tau lagi harus bagaimana. Akhirnya ia menemui teman dekatnya, sebut saja namanya putra.


'' Put, bantuin aku dong.'' ucapnya.


'' Bantuin apa?'' tanyanya.


'' Bantuin aku, aku nggak tau cara buat nembak Sasya.'' ucapnya.


'' Sasya ya, dia itu orangnya cuek. Jadi agak sulit sih.'' ucapnya.


'' Ya karena itu, aku minta bantuan. Seperti yang kau tau sifat Sasya, untuk dekat dengannya saja sulit. Apalagi pacaran dengan dia.'' ucap nya.


'' Gimana kalau kamu tembak dari chat aja.'' usul Putra.


'' Ide bagus si, tapi bagaimana mulainya.'' ucapnya yang bingung dengan memegang HP.

__ADS_1


Disisi lain, kini Sasya sedang bersama dengan Febri. Febri sedang bersama dengan Sasya untuk menanyakan tentang ujian yang mereka kerjakan sebelum, dalam ujian tersebut Sasya telat mengumpulkan jadi tidak terdapat skor saat pengumpulan. Dan sistem ujian kali ini sangat sulit dan tidak mudah di mengerti, karena baru kali ini ujian dengan sistem link.


__ADS_2