
" Mengapa kau berkata seperti itu?" tanya Cahaya.
" Orang buta juga tahu kali Kak, kalau kau Wahyu dan juga kan Cahaya itu saling mencintai. Tetapi kalian berdua gengsinya sangat tinggi, awas loh nanti nggak kecapaian. Dan akhirnya semua rasa yang kalian berdua rasakan akan hilang dengan waktu, karena ada seseorang yang telah mengganti posisi kalian di hati." ucap William.
" Yang dikatakan oleh William ada benarnya juga, lebih baik kalian selesaikan terlebih dahulu urusan kalian. Aku nggak mau terlibat dalam urusan kalian." ucap Amel.
" Kenapa Kakak juga jadi ikut-ikutan?" ucap Cahaya yang menjadi kesal.
" Bukannya Kakak mau ikut-ikutan Dek, hanya saja yang dikatakan oleh dia ada benarnya. Jangan gunakan kondisi Andre sebagai alasan, lebih baik sekarang kalian selesaikan urusan kalian. Jangan sampai urusan kalian menjadi berlarut-larut, dan mengakibatkan keluarga besar kita harus ikut campur." ucap Amel yang memang tidak mau urusan itu terlalu berkepanjangan.
" Yang dikatakan oleh kakakmu ada benarnya, aku memang ingin membahas mengenai hal itu. Tetapi aku tidak akan memaksa dirimu, sekarang terserah kepada dirimu saja. Bila kamu ingin urusan saya cepat selesai, maka ikutlah denganku. Karena akan tidak nyaman membahas hal tersebut dihadapan kakakmu, dan jujur saja aku akan sangat malu jika kamu mengetahui masalah kita." ucap Wahyu.
" Sebenarnya sih aku sudah mengetahui urusan kalian, tetapi aku tidak ingin bercampur dengan hal itu semua. Dan yang dikatakan oleh Wahyu ada benarnya, lebih baik kalian selesaikan urusan kalian berdua saja." ucap Amel dan membuat Wahyu sedikit kaget.
Mereka pun segera pergi, kini keduanya pergi ke taman yang berada di dekat rumah sakit. Keduanya kini duduk di bangku taman, tampak banyak orang yang berlalu lalang. Ada banyak yang menerka kalau mereka adalah sepasang kekasih, walaupun kenyataan yang sebenarnya adalah tidak.
" Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Cahaya.
__ADS_1
" Yang pertama, aku ingin meminta maaf atas kejadian sebelumnya. Kemudian yang kedua, aku ingin membahas tentang kisah kita yang telah berlalu." ucapnya yang merasa tidak enak.
" Kalau untuk urusan sebelumnya, aku sudah memaafkan dirimu. Itu semua karena sedang sedih, tetapi aku minta maaf. Untuk urusan yang kedua, aku tidak bisa lagi membahas hal itu." ucap Cahaya.
" Mengapa kau berbicara seperti itu, aku sangat ingin memperbaiki hubungan kita yang lalu. Aku tahu ini semua salahku, seharusnya dulu aku tidak pergi meninggalkanmu. Tetapi itu semua aku lakukan karena terpaksa, karena aku tidak bisa hidup hanya berdua dengan adikku saja." jelasnya yang tanpa sadar berderai air mata.
" Percuma saja kau melakukan itu, seharusnya kau memberitahuku dari awal. Bukannya menghilang tanpa sebab, sekarang semuanya sudah berlalu. Kita bukan lagi anak remaja, yang hanya mengharapkan cinta semata." ucap Cahaya.
" Aku mengerti dengan apa yang kau maksud, aku juga tidak ada niatan untuk bercanda lagi. Sekarang aku memiliki niat serius kepadamu, kini aku tidak memiliki siapapun lagi. Hanya kaulah harapanku, hanya kaulah yang bisa menemaniku." ucapnya.
" Aku tidak akan percaya dengan bualan semata, aku bukan lagi anak kecil yang percaya dengan omong kosong. Aku yakin di luar sana pasti kau memiliki orang lain, aku tidak mau menyakiti hati orang lain. Pergilah engkau bersama dengannya, karena ia pasti sedang menanti kehadiranmu." ucap cahaya yang tidak ingin kalau ia menjadi penghancur hubungannya.
" Aku bukanlah orang bodoh Wahyu, awalnya ketika pertama kali bertemu dengan engkau semalam. Aku juga mengira kalau kita memang dipertemukan kembali, dan mungkin kita bisa memperbaiki kisah Kita lagi. Tetapi harapanku telah musnah, dengan kehadiran dia." ucapnya yang membuat Wahyu kebingungan.
" Kalau memang itu harapanmu, berarti itu sama dengan harapanku. Lalu mengapa sekarang kau ingin pergi menjauh dariku, dan siapa orang yang kau maksud itu?" tanyanya yang memang tidak mengetahui siapa itu.
" Kau tidak usah berpura-pura lagi Wahyu, aku sudah mendengar kabar kedekatanmu bersama dengan Erna. Dan aku yakin kamu pasti sudah menjalin hubungan dengannya, lebih baik kau kembali ke sisinya. Karena dialah orang yang ada di sisimu saat engkau berjuang, bukan aku orang yang sudah lama tidak pernah engkau temui." jelas Cahaya.
__ADS_1
" Kamu salah sangka Cahaya, aku dan Erna tidak memiliki hubungan apa-apa. Ia hanyalah juniorku saja, dan aku tidak pernah menganggapnya sebagai orang yang spesial. Memang sudah banyak yang mengabarkan kalau ia suka kepadaku, tetapi aku tidak pernah merespon dirinya. Karena di dalam hatiku ini hanya tertulis namamu saja, dan karena itu aku tidak ingin kehilangan kamu lagi." ucapnya yang langsung memeluk Cahaya.
" Aku masih tidak percaya dengan apa yang kau katakan, begitu banyak bukti yang dikatakan oleh teman-temanmu. Begitu banyak bukti yang telah ditunjukkan oleh mereka, bukti-bukti kedekatanmu bersama dengan Erna. Lebih baik kau kembali saja bersama dengannya, mungkin dialah orang yang terbaik untuk dirimu." ucap Cahaya yang sebenarnya sangat sakit ketika melakukannya.
" Yang mereka katakan bukanlah kebenaran, mereka hanya selalu berusaha menjodohkan ku bersama dengan Erna. Aku akan memanggil salah seorang temanku, ia adalah temanku yang paling aku percayai. Dan hanya ialah yang mengetahui tentang dirimu, dan aku yakin ya pasti akan menceritakan semuanya." ucap Wahyu yang kemudian langsung menelpon seseorang.
" Halo, tolong cepat datang ke taman di dekat rumah sakit tempat korban yang sama dengan adikku." ucapnya kemudian langsung mematikan sambungan telepon.
" Kau sedang menelpon siapa?" tanya Cahaya yang penasaran.
" Kan aku sudah katakan kepadamu sebelumnya, aku menelepon orang yang paling aku percayai. Dan mungkin dengan penuturannya maka kau akan percaya denganku, karena jika aku hanya mau ngomong saja maka kamu tidak akan mudah percaya denganku." ucapnya.
Dan benar saja apa yang dikatakan oleh Wahyu, kini tibalah seseorang. Pemuda itu datang dengan nafas terengah-engah, ia menatap wajah Wahyu kemudian menanyakan keadaannya.
" Syukurlah aku menemukanmu, dan keadaanmu juga baik-baik saja. Lalu mengapa kau menelponku." ucap pemuda itu yang khawatir juga kesal melihat Wahyu.
" Aku memang baik-baik saja Wildan, aku ingin memperkenalkan dirimu dengan seseorang." ucap Wahyu dengan melihat ke arah Cahaya.
__ADS_1
" Wah dia sangat cantik, apa jangan-jangan dia adalah Cahaya ya. Orang yang sudah kamu cintai sejak SMP, dan bahkan kamu juga enggan untuk mengenal wanita lain. Padahal begitu banyak wanita yang jatuh hati kepadamu, tetapi kamu tidak pernah memandang mereka sama sekali." jelas Wildan.