Rela Walau Sesak

Rela Walau Sesak
Sasya 72


__ADS_3

" Setan pergi dari Putriku." ucap Lulu yang memegang sapu lidi.


" Bunda, aku nggak kerasukan setan." ucapnya dengan menahan sapu lidi.


" Nggak usa banyak omong, kau pasti setan. Cepat keluar dari tubuh Putriku!" ucap Lulu yang berpura-pura tidak percaya.


Tiba-tiba Amel pun datang, dan ia terkejut melihat Lulu dan juga Cahaya. Ia pun segera melerai keduanya, tetapi ia tak kunjung berhasil. Dan kini Cahaya justru berlindung di belakang Amel, dan membuat Amel terkena pukulan sapu lidi tersebut.


" Bunda, ada apa ini sebenarnya?" tanya Amel.


" Menyingkir Amel, Bunda sedang ingin mengusir setan yang merasuki Cahaya." ucap Lulu.


" Kak, tolong bilang sama Bunda. Aku itu nggak kerasukan setan, dari tadi Bunda mengira aku kerasukan setan." jelasnya dan Amel pun tertawa.


" Ya ampun, jadi itu masalahnya. Bunda kenapa bisa menyimpulkan kalau Cahaya itu kerasukan?" tanyanya untuk memastikan.


" Ya coba kamu bayangkan aja, tadi adik kamu ini masuk rumah dengan keadaan senyum-senyum sendiri. Kalau bukan kerasukan, apa namanya dong?" ucap Lulu dan Amel pun menggelengkan kepalanya.


" kamu beneran senyum-senyum sendiri Dek?" tanya Amel untuk memastikan.


" Nggak…" jawabnya yang kemudian langsung menundukkan kepalanya.


" Kamu nggak usah bohong Dek, Bunda tidak mungkin mengatakan hal yang bohong. Bunda mengira kamu kerasukan itu karena alasan itu, sekarang coba kamu jelaskan sama Kakak. sebenarnya apa yang membuatmu tersenyum sendiri, hingga membuat Bunda salah paham." ucap Amel.


" Se-sebenarnya, tadi Wahyu sudah menceritakan semuanya Kak. Dan sekarang Cahaya mencoba untuk berhubungan kembali dengannya, mengingat temannya menceritakan tentang kesehariannya membuat aku sangat gembira. Aku tidak menyangka, ternyata hingga kini ia masih belum bisa melupakanku." jelasnya dengan tersenyum.


" Sekarang Bunda udah tahu kan apa sebabnya, jadi Bunda jangan mengira kalau Cahaya kerasukan lagi ya Bun. Aku juga jadi sakit Bun, karena tadi sempat terpukul." ucapnya dengan ekspresi manja.


" Sakit ya Amel, ya udah sini bunda obatin." ucap Bunda tetapi justru menjewer telinga Amel.


" Bunda sakit, kenapa Bunda malah jewer telinga aku." ucapnya.

__ADS_1


" Kamu itu udah dewasa Mel, tetapi kamu masih saja bertingkah seperti anak kecil. Nggak malu apa sama Cahaya, lagian tadi bunda mukulnya juga nggak kuat. Bunda tahu kali kalau dia nggak kerasukan, Bunda cuma sengaja karena kalau nggak digituin dia nggak akan jujur." jelas Lulu dan kini Cahaya pun tersipu malu.


" Yang Bunda bilang masuk akal juga, kalau nggak kayak gitu dia juga nggak tahu kapan ceritanya. Yang bisa-bisa kita tahunya si Wahyu langsung ngelamar, dan itu akan membuat aku kotar-katir sendiri." ucap Amel.


" Ya makanya cepat cari pendamping, Bunda juga pengen nimamg cucu dari kalian. Terutama dari kamu Amel, karena kamu adalah Putri sulung di rumah ini." ucap Bunda dan kini Amel menjadi kesal.


" Ya udah kalau begitu dari Cahaya dulu aja Bun, akunya nanti-nanti aja." ucapnya.


" Enak aja Kakak ini, ya dari Kakak dulu la baru nanti aku." ucap Cahaya.


" Gak apa-apa Dek, lagian kan Adek yang sudah ada calonnya." ucap Amel.


" Kakak nggak enak banget ih." ucap Cahaya.


Tiba-tiba saja bel pun berbunyi, Amel pun segera membukakan pintu. Dan ternyata ada seorang pemuda yang datang, Amel terpanah ketika melihatnya.


" Assalamualaikum, benarkah ini rumah Tante Lulu?" tanya pemuda itu.


" Waalaikumsallam, Iya benar, kebetulan itu Bunda saya. Kalau boleh tau ada keperluan apa ya?" tanya Amel.


" Assalamualaikum Tante Lulu." ucap pemuda itu.


" Waalaikumsallam, rupanya ada anak Hasnan. ayo masuk dulu nak!" ucap Lulu dan Hasnan pun segera masuk ke dalam rumah.


" Amel buatkan teh ya!" ucap dulu dan Amel pun segera pergi ke dapur.


" Ada apa ya anak Hasna datang ke sini?" tanya Lulu yang penasaran.


" Saya juga tidak tahu alasan saya ke sini Tante, saya hanya disuruh menyerahkan surat ini kepada Tante." ucapnya dengan tersenyum kemudian menyerahkan selembar surat.


" Surat apa itu nak?" tanyanya yang memang tidak tahu.

__ADS_1


" Saya juga tidak mengetahui ini surat apa Tante, saya hanya diamanahkan untuk mengantar surat ini kepada tante." jawabnya.


" Ya sudah kalau begitu, tante baca dulu suratnya ya." ucap dulu dengan membuka surat tersebut.


...----------------...


Assalamualaikum Lulu


Maafkan aku karena tidak bisa menemuimu, jika kau sudah menerima surat ini. Maka itu tandanya aku sudah pergi dari dunia ini, dan aku hanya menginginkan satu hal darimu. Sesuai dengan janji kita dulu, aku ingin menjodohkan Putraku dengan salah seorang Putrimu.


Mungkin aku sudah terlambat memintanya, tetapi aku hanya memiliki seorang Putra. Dan aku yakin Putrimu adalah orang yang terbaik untukmu, aku titip Putraku dan jaga dia baik-baik. Hanya dialah Putra semata wayangku, dan aku tidak bisa mempercayakan dia kepada orang lain selain dirimu.


Assalamualaikum, sampai jumpa sahabatku yang cantik.


...----------------...


" Ini semua beneran Hasnan?" tanya lu yang masih tidak percaya.


" Apa yang Tante maksud?" tanyanya yang masih belum mengerti.


" Tidak mungkin Miranda telah meninggal, katakan ini semua bohong!" ucapnya dengan mata berkaca-kaca.


" Itu semua adalah benar Tante, Mama sudah pergi dua hari yang lalu. Karena itu aku ingin segera menyampaikan wasiat Mama, karena aku tidak ingin Mama bersedih di sana." jawabnya juga dengan mata berkaca-kaca.


" Mengapa tidak menghubungi Tante, Tante tidak bisa melihat mamamu untuk yang terakhir kalinya." ucap dulu yang kini derainya atau menetes.


" Maaf Tante, Mama melarang untuk menghubungi Tante. katanya Mama tidak ingin melihat Tante bersedih, dan hanya ingin melihat tante tersenyum. Karena itu Mama menuliskan surat itu, dan memintaku untuk segera mengirimnya setelah Mama pergi." jelasnya.


" Mamamu selalu saja seperti itu, ia lebih mementingkan kebahagiaan Tante daripada kebahagiaannya sendiri. Kalau itu memang adalah keputusan Mamamu, Tante juga tidak bisa berkata apa-apa. Sekarang coba kamu baca surat ini, setelah itu kamu putuskan ingin menuruti wasiat mamamu atau tidak." ucap dulu dan menyerahkan surat itu kepada Hasnan.


Hasnan pun segera membaca surat wasiat dari mamanya, ia sangat terkejut ketika membaca isi surat tersebut. Ia tidak menyangka kalau mamanya sampai memikirkan kehidupannya, yang memang hingga kini tidak memiliki pendamping. Ia pun mencoba menarik nafas dengan dalam, kemudian mengutarakan apa yang ia inginkan.

__ADS_1


" Tante Lulu, Hasnan sudah memikirkannya dengan baik-baik. Dan hasnan bersedia mematuhi wasiat dari Mama, sekarang hanya tinggal dari pihak tanpa Lulu saja." ucapnya dengan menggenggam tangan Lulu.


" Kalau itu memang keputusanmu, Tante juga tidak bisa berkata apa-apa. Tante akan menyerahkan keputusan akhir, setelah kamu bertemu dengan Putri tante." ucap Lulu.


__ADS_2