
" Tante Lulu jangan bersedih lagi ya, ini semua bukan kemauan kita Tante. Sekarang kita berdoa saja semoga Andre cepat bisa keluar dari rumah sakit, agar di acara resepsi pernikahan nanti Andre bisa ada." ucap Tomi untuk menenangkan Lulu.
" Yang dikatakan Mas Tomi benar Tante, kami jadi penasaran dengan kondisi Andre saat ini." ucap Jingga.
" Kondisi Andre sudah membaik, hanya saja ia masih belum boleh keluar rumah sakit. Kalau menurut Bunda setelah ini kita datang ke rumah sakit, itu sih jika kalian mau." ucapnya.
" Tentu saja tidak masalah Bunda, Hasnan juga sangat penasaran dengan rupa Andre." ucapnya.
Mereka pun segera menyelesaikan makan mereka, kemudian mereka segera pergi ke rumah sakit untuk menemui Andre.
" Assalamualaikum." ucap mereka serentak.
" Waalaikumsallam." jawab serentak yang berada di dalam.
" Selamat datang Tante." ucap Edo.
" Ternyata ada kalian di sini." ucap Lulu.
" Iya Tante, kami tau Tante sedang sibuk hari ini. Jadi kami memutuskan untuk datang dan menemani Andre." jelasnya.
" Terima kasih ya, kalian memang teman-teman Andre yang baik." ucap Lulu dengan tersenyum.
" Tante bisa aja, sebagai teman kita harus saling membantu dong." ucap Putra.
" Yang kau katakan memang masuk akal Putra, hanya saja tidak semua orang memiliki pemikiran seperti kalian." ucap Lulu.
" Kak Amel, mana suami Kakak?" tanya Andre.
" Halo Andre." ucap Hasnan yang langsung maju ke depan.
__ADS_1
" Kakak pasti suaminya Kak Amel ya?" tanya Andre untuk memastikan.
" Iya benar, perkenalkan nama saya Hasnan." ucapnya dengan mengulurkan tangannya.
" Nama Kakak bagus, semoga saja begitu juga dengan sifat Kakak." ucapnya dengan sinis.
" Maaf ya Andre, kau pasti kaget karena kami langsung menikah." ucap Hasnan.
" Tidak masalah Kak, yang terpenting Kak Amel bahagia." ucap Andre.
" Aku akan berusaha untuk membahagiakannya, dan bila aku menyakitinya. Maka aku akan siap mendapatkan konsekuensinya." ucap Hasnan dan Andre pun tersenyum.
" Ternyata apa yang dikatakan oleh Bunda benar, aku yakin Kak Hasnan pasti bisa menjaga Kak Amel. Aku titip Kak Amel ya Kak, tolong perlakukan dia seperti anak kecil. Walaupun ia itu adalah orang yang bawel, tetapi tetap saja ia selalu ingin bertingkah seperti anak kecil." ucap Andre.
" Andre." ucapnya.
" Aku hanya mengatakan yang sebenarnya Kak, aku tidak ingin Kakak tersakiti apalagi menderita. Aku hanya ingin Kak Hasnan bisa memaklumi Kakak, dia juga bisa menyayangi Kakak. Aku ingin Kak Hasnan bisa menjadi seorang pahlawan, yang akan selalu ada di samping Kakak. Aku ingin Kak Hasnan akan selalu bersama dengan Kak hingga maut memisahkan, aku tidak ingin apa yang terjadi kepada orang tuaku terjadi kepada Kakak. Karena hal tersebut juga akan berdampak bagi anak nanti, dan aku tidak ingin anak Kakak mengalami apa yang aku alami." ucapnya dan Amel pun berderai air mata.
" Ternyata Adikku kini sudah dewasa, dan sepertinya ia sudah memikul tanggung jawab yang cukup berat. Kini ia sudah mengetahui titik berat dalam kehidupannya, kini ia sudah bertanggung jawab atas anak orang." batin Tomi.
" Mas Tomi pasti bangga melihat hasnan, kini ia telah berani memikul tanggung jawab yang berat. Kini bukan hanya dirinya lagi yang ada dalam genggamannya, tetapi sudah ada Amel yang menjadi tanggung jawabnya." ucap Jingga.
" Yang kamu katakan emang benar sayang, aku tidak menyangka Adik kecilku ternyata sudah sebesar ini. Dan kemungkinan dalam waktu dekat rumah kita juga akan dipenuhi dengan anak-anak, kebisingan itu adalah hal yang paling aku nantikan. Seandainya Mama dan Papa masih ada, pastinya hal ini akan menjadi kebahagiaan terbesar bagi mereka." ucap Tomi.
" Kamu tidak usah terlalu memikirkan hal tersebut, aku yakin Mama dan Papa pasti bahagia melihat hal ini. Walaupun Mama dan Papa tidak berada di samping kita, tetapi aku yakin Mama dan Papa selalu ada di dalam hati kita." ucap Jingga.
...----------------...
" Sasya." panggil Febri.
__ADS_1
" Ada apa Feb?" tanya Sasya.
" Kau sudah mendengar kabar pernikahan Kak Amel belum?" tanyanya untuk memastikan.
" Kak Amel, Kakaknya Andre?" tanyanya untuk memastikan.
" Iya benar." jawabnya.
" Kau mendapat kabar dari mana, bukannya Andre saat ini masih di rumah sakit ya. Lalu mengapa Kak Amel menikah?" tanyanya yang penasaran.
" Hal ini memang sulit dijelaskan, tetapi katanya Kak Amel menikah atas dasar perjodohan." jawabnya.
" Aku tidak sedang salah dengarkan, memangnya siapa orang yang dijodohkan dengan Kak Amel. Mengapa sepertinya ia sangat terburu-buru sekali, hingga ia menikahi Kak Amel pada saat Andre masih berada di rumah sakit." ucapnya yang sedikit kesal.
" Aku juga kurang tahu siapa pemuda itu, tetapi katanya ia adalah anak dari sahabatnya Bunda Lulu." jelasnya.
" Ternyata anak sahabatnya Bunda Lulu, kalau begitu pantas aja caranya dilangsungkan dengan secepat ini. Kalau begitu bunda dulu pasti sudah tahu sifat dan karakter pemuda itu, jadi tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan." jelasnya.
" Yang kamu katakan emang benar Sya, tetapi sebenarnya pada awalnya mereka hanya ingin mencari hari baik saja dan menemui ustadz. Tetapi awal yang mereka rencanakan berubah, karena ternyata ustadz tersebut langsung meminta keduanya mengucapkan akad." jelasnya.
" Sepertinya kau tahu banyak tentang rangkaian kegiatan ini, sebenarnya kau tahu dari siapa Febri?" tanyanya yang sangat penasaran.
" Aku tahu dari Putra." ucapnya yang langsung menundukkan kepalanya.
" Tidak kusangka ternyata hubungan kalian sudah semakin dekat, sepertinya sebentar lagi kau juga akan jadian dengan Putra. Karena aku ingat ketika momen awal Wulan bersama dengan William dulu, awalnya mereka tidak saling mengenal hingga akhirnya mereka bisa dekat kemudian jadian. Dan semuanya tanda-tandanya sama seperti dirimu dan juga Putra, dan pastinya sebentar lagi hanya akulah yang sendirian." ucapnya.
" Kamu jangan ngomong sembarangan dong Sasya, walaupun memang nantinya aku jadian dengan Putra. Aku tidak akan pernah melupakanmu, karena kau adalah sahabat terbaikku." ucap Febri yang kemudian langsung memeluk Sasya.
" Aku mengetahui hal itu Febri, pastinya kau tidak akan pernah meninggalkanku. Tetapi kau pasti akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan Putra, tetapi aku tidak akan mempermasalahkan hal tersebut. Karena memang sudah waktunya kamu berbahagia, apalagi orang tuamu juga sangat setuju jika kau bersama dengan Putra." ucapnya dengan tersenyum.
__ADS_1
" Aku masih belum mengetahui apa yang akan terjadi di kemudian hari, jika memang aku dan Putra berjodoh aku juga tidak bisa berkata apa-apa. Tetapi aku pastinya tidak akan pernah melupakan persahabatan kita, dan jika memang aku dan Putra nantinya jadian. Maka aku akan mencarikan pendamping untuk dirimu, agar kamu tidak merasa kesepian ketika tidak ada aku di sampingmu." ucapnya.