Rela Walau Sesak

Rela Walau Sesak
Sasya 61


__ADS_3

Kini mereka pun berpelukan, Lulu sangat bersedih. Karena orang yang menyakiti putranya adalah putra bungsunya, sungguh ia tidak menyangka semaunya bisa terjadi seperti itu.


" Sudahlah sayang, ini semua tidak salahmu. Jadi jangan bersedih ya nak." ucap Lulu untuk menenangkan Ozi, putra sulungnya itu.


Kini tiba-tiba datang dwa orang perempuan cantik, mereka sangat tergesa-gesa mencari keberadaan sang mama.


" Mama." teriak keduanya dan langsung memeluk Lulu.


" Akhirnya kalian sampai juga sayang." ucap Lulu.


" Tentu ma, walaupun Andre bukan saudara kandung kami. Tetapi Andre tetaplah adik kami, dan mama juga tidak pernah membedakan kami. Jadi sampai kapanpun Andre tetaplah adik kami ma." jelas Amel.


" Terimakasih sayang." ucap Lulu dengan mengelus kepala kedua putrinya.


" Mama jangan bilang gitu, mama nggak usa berterima. Semuanya memang sudah kewajiban kami, dan yang dikatakan oleh kak Amel memang adalah kebenaran." jelas Cahaya.


" Mama sangat senang, karena mama memiliki kalian." ucapnya dengan mencium kedua anaknya itu.


" Bagaimana keadaan Andre ma?" tanya Amel yang penasaran.


" Kepada Andre sudah mulai membaik, tetapi kita belum bisa mengunjunginya." ucap Lulu dengan berkaca-kaca.


" Astaghfirullah, kalau begitu bagaimana keadaan mama. Sepertinya mama sudah capek ya, sekarang mama pulang aja ya, biar kami yang menjadi Andre." perintah Cahaya.


" Mama tidak mau meninggalkan Andre, mama mau di sini saja menemaninya." ucapnya.


" Tetapi mama sudah lelah, biarkan kami yang menjaganya." ucap Amel yang bersedih melihat kondisi Lulu.


" Mama tidak mau pulang Amel, Cahaya. Mama ingin tetap di sini untuk menjaga Adik kalian." jelasnya walau dengan wajah yang kelelahan.

__ADS_1


" Ya udah kalau itu memang kemauan mama, cahaya janji akan mencari siapa pelaku dari semua ini." ucapnya yang tidak terima dengan keadaan Andre.


" Lebih baik tidak usah kalian cari, karena mama sudah mengetahui siapa pelakunya." jelasnya dan kedua putrinya itu pun tersentak.


" Siapa pelakunya ma, kami tidak terima dengan semua ini." ucap Cahaya yang kini menjadi emosi.


" Ini semua hanyalah kesalahan obsesi semata, dan mama tidak ingin kalian mau ngapa-ngapain dia." jelasnya dan membuat Amel dan Cahaya menjadi bingung.


" Andre adalah putra mama satu-satunya, dan dia juga adalah adik kami yang paling kecil. Mengapa mama berperilaku seperti mama tidak memperdulikannya, padahal mama sangat menyayanginya?" tanya Amel yang merasa heran.


" Ini semua mama lakukan bukan karena mama tidak peduli lagi kepada Andre, tetapi karena mama bingung harus berpihak di mana." jelasnya dan kini keduanya menjadi tambah bingung.


" Kami masih tidak mengerti dengan apa maksud pembicaraan mama?" tanya Cahaya yang memang tidak mengerti.


" Pelakunya saat ini berada di sini, dan mama sangat mengenal pelakunya itu. Dan mama sangat bingung harus membela siapa, di satu sisi ada Andre putra bungsu mama, dan di satu ada Ozi putra suruh mama." jelasnya dan membuat Amel dan Cahaya menjadi tersentuh.


" Mama bukan memiliki seorang putra, tetapi mama memiliki dua orang putra. Putra sulung mama tinggal bersama dengan ayah kandungnya atau suami pertama mama, sedangkan putra bungsu mama ikut bersama mama pergi meninggalkan suami mama dan tinggal bersama kalian." jelasnya dan hal tersebut mengagetkan Amel dan juga Cahaya.


" Apakah papa mengetahui semuanya ma?" tanya cahaya yang penasaran.


" Papa kalian sudah mengetahuinya sejak awal pernikahan kami, dan papa kalian juga menerima hal tersebut. Bahkan papa kalian juga sempat meminta mama untuk mengambil putra sulung mama, tetapi mama tidak bisa mengambilnya dari ayahnya." jelas Lulu.


" Kalau memang begitu ceritanya, berarti yang bertanggung jawab atas semua ini adalah mantan suami mama. Dia tidak mengizinkan mama untuk membawa putra seorang mama, tetapi dia juga tidak bisa mendidik putranya dengan sangat baik." ucap Amel yang kini menjadi sangat emosi.


" Yang kamu katakan memang benar, ini semua adalah salah saya. Saya adalah orang yang selalu saja sibuk di kantor, dan bahkan tidak pernah memperhatikan putra saya. Bahkan saya tidak menyadari ia memiliki sifat yang seperti ini, kalau bukan karena teman saya saya juga tidak mengetahuinya. Dan kejadian hari ini menjadi saksi bisu atas perbuatannya, ya memang selama ini tidak saya ketahui." jelasnya dengan mendekat ke arah mereka.


" Jadi anda mantan suami mama, anda sudah keterlaluan karena menjadikan putra anda menjadi seperti ini." ucap Cahaya yang menjadi sangat kesal.


" Saya menyadari kesalahan yang saya buat, saya tidak bisa mendidik putra saya dengan sangat baik. Hingga kejadian seperti ini bisa terjadi, dan iya telah menyakiti adiknya sendiri." ucap Ozan dengan berderai air mata.

__ADS_1


" Anda tidak usah banyak bicara, ini semua adalah ulah anda. Seandainya dulu anda membiarkan dia tinggal bersama kami, maka hal seperti ini tidak akan mungkin terjadi." ucap Amel dengan menatap tajam ke arah Ozan.


" Amel, Mama tidak pernah mengajarkanmu menjadi seperti itu. Walau bagaimanapun Dia adalah orang yang lebih tua dari dirimu, jadi tolong hormati dia. Walaupun dia memiliki kesalahan yang sangat besar, setidaknya ia sudah menyadari kesalahannya." ucap Lulu yang sangat kecewa dengan Amel.


" Maafkan Amel ma, Amel sudah sangat kesal kepadanya. Andai saja dulu dia mengizinkan Mama untuk membawa putra sulung mama, maka hal seperti ini tidak akan mungkin terjadi." jelas Amel dengan nada yang sudah melembut.


" Yang sudah terjadi biarlah berlalu, jangan tanamkan api kebencian di hatimu Amel. Karena bila hati itu menjadi membesar, itu akan menjadi penyakit hati untuk dirimu." jelas Lulu dan keduanya pun menangis.


" Mama memang sangat baik, seandainya dulu aku tinggal bersama dengan mama. Pastinya aku tidak akan mungkin menjadi kepribadian yang sekarang, kepribadian yang keras dan selalu menginginkan kasih sayang dan perhatian." batin Ozi.


" Halo Kak, perkenalkan nama saya Ozi. Saya adalah putra sulung dari mama, maafkan saya karena telah menyakiti Andre. Ini semua karena obsesi saya kepada Bintang, yang dulunya merupakan pacar saya tetapi kini telah menjadi pacar Andre." jelasnya.


" Saya yakin kamu adalah orang yang baik, tetapi engkau selalu saja merindukan kasih sayang dan perhatian. Jangan pernah kau sembunyikan hal tersebut, karena hal tersebut akan menyakiti dirimu." ucap cahaya dengan mengelus kepala Ozi.


" Ta-tapi." ucap Ozi yang gagap.


" Kamu tidak usah takut, awalnya kami memang marah kepadamu. Tetapi setelah mendengar semua cerita dari mama, akhirnya kami tidak tega kepada dirimu. Walaupun kita tidak pernah tinggal bersama, kau tetaplah di kami." ucap Amel dan kini keduanya langsung memeluk Ozi.


" Tak kusangka Kakak memang baik, aku yakin Andre pasti bangga memiliki kakak." ucap oji yang gini mulai menghapus derainya.


# Hai teman-teman, nafras up lagi ni. Nafras akan usahakan up tiap hari. Ikuti terus kelanjutannya dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.


1. Naura Abyasya


2. Derai Yang Tak Terbendung


3. Sepahit Sembilu


4. Azilla Aksabil Husna

__ADS_1


__ADS_2