
Setelah melaksanakan salat subuh, mereka pun kembali ke lapangan. Kini mereka mulai berbincang, sambil bergantian untuk mandi di mushola terdekat. Satu demi satu sudah mulai menyusun pakaiannya, dan tidak terasa hari sudah mulai pagi.
Pukul 07.00 pagi, para anggota konsumsi menyediakan sarapan pagi. Semua siswa tampak menyantap sarapan tersebut, kemudian setelah sarapan masih ada yang melanjutkan berberes-beres pakaian dan juga barang-barang lainnya. Dan yang lainnya bercanda tawa, sambil ada beberapa yang membereskan tenda.
Semuanya sedang sibuk, para panitia juga sedang membereskan peralatan yang mereka bawa. Mereka sedang menunggu bis jemputan mereka, akhirnya tepat pukul 10.00 pagi bu jemputan mereka pun. Mereka pun menaiki bus tersebut, satu demi satu bus pun berangkat pulang.
Semuanya tampak sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, ada yang masih merasa mengantuk dan akhirnya tidur. Dan ada juga yang bernyanyi di dalam bus, pukul 01.00 siang akhirnya mereka tiba di sekolah. Mereka pun segera menurunkan barang-barang mereka, kemudian berkumpul di lapangan.
Setelah semua rombongan sampai, Mereka pun diwariskan di lapangan. Dan kini Pak JP memberikan pengarahan, dan bapak itu berharap kegiatan seperti ini akan terus berlangsung. Meski masa jabatan OSIS yang saat ini sudah digantikan.
" Bapak sangat bahagia dengan kinerja OSIS, baru kali ini kita mengadakan kegiatan seperti ini. Dan syukur alhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan lancar. Dan kegiatan ini juga berhasil menghilangkan, pertengkaran antara jurusan IPA dan IPS." jelas Pak JP dan semuanya pun bertepuk tangan.
" Bapak berharap, kegiatan ini bisa menjadi kegiatan rutin kita. Dan agar hubungan antara IPA dan IPS semakin baik, bapak berharap pengurus OSIS berikutnya bisa melaksanakan kegiatan seperti ini juga." jelas Pak JP.
" Amin." jawab semuanya serentak.
" Kalau begitu, silakan kalian pulang ke rumah masing-masing. Karena bapak yakin kalian semua pasti capek." ucap pak JP.
Mereka semua pun membubarkan barisan, kemudian ada beberapa dari mereka yang sudah di jemput. Tiba-tiba saja Sasya ingin menghubungi papanya, tetapi ia di halangi oleh Edo.
" Kau mau ngapain?" tanya Edo yang melihat Sasya sibuk dengan handphonenya.
" Mau telepon papa." jawabnya.
" Ngapain?" tanya Edo yang heran.
" Ya minta jemput la." jawabnya.
" Nggak boleh, nanti aku antar aja." ucap Edo dengan mengambil handphone Sasya.
" Edo kembalikan handphone ku." ucap Sasya yang kesal.
__ADS_1
" Tapi jangan telepon papa mu ya." ucap Edo.
" Iya, aku nggak akan telepon papa." jawabnya dengan tersenyum, dan Edo pun segera mengembalikan handphonenya.
Edo pun kemudian pergi, ia membantu para peserta lain untuk menurunkan barang. Sasya tampak lihat itu yang lelah, sebenarnya ia sangat ingin membantu. Tetapi Edo melarangnya, gini Iya yang melihat Edo telah lelah. Ia akhirnya pun tetap menelpon papanya, karena ia tidak mau Edo semakin kelelahan.
Kini semuanya telah selesai, dan papa Sasya pun telah tiba. Edo tanpa kaget, sebelumnya ia telah melarang Sasya untuk menelepon papanya. Tapi ternyata kini, papa Sasya justru berada di hadapannya.
" Om kenapa di sini?" tanya Edo yang penasaran.
" Mau jemput Sasya." jawabnya.
" Seharusnya om gak usah repot-repot ke sini, Sasya biar saya saja yang antar." ucap Edo.
" Tapikan…" ucap papa yang belum selesai.
" Udahlah Edo, lagian papaku juga udah sampai. Aku pulang duluan ya, dah." ucapnya kemudian pergi meninggalkan Edo.
" Diam kau." ucap Edo yang kesal, kemudian Ia pun segera pulang.
" Ye itu anak, dari dulu sifatnya nggak pernah berubah." ucap Putra dengan menggelengkan kepalanya.
" Woy." ucap William dengan menepuk pundak Putra dan sontak saja Putra pun kaget.
" Astaghfirullahaladzim, kau ini buat aku kaget aja." ucap Putra dengan tatapan sini.
" Maaf, maaf. Oh iya, itu tadi bapaknya Sasya ya?" tanyanya yang penasaran.
" Tampaknya seperti itu, apalagi tadi dia memanggilnya dengan sebutan papa." jelas Putra dan William pun hanya mengangguk.
" Ternyata tampan juga bapaknya Sasya, kalau dibandingkan sama Edo kayaknya beda jauh deh. Aku jadi takut kalau Edo ke banting, Sasya aja yang gak pernah dandan bisa secantik itu. Coba kau bayangan kalau dia dandan, kayaknya sih Edo udah kayak langit dan bumi sama Sasya." jelas Wiliam dan mereka berdua pun mencoba membayangkannya, dan kemudian mereka pun tertawa hingga terbahak.
__ADS_1
" Kalian jangan ngomong gitu dong, nanti aku bisa menyerah." ucap Edo.
" Aku yakin, sebentar lagi kau juga akan menyerah." ucap Anaya yang tiba-tiba saja menyambung.
" Kau kenapa ngomong gitu Nay, dukung gitu kek." ucap Edo yang kesal.
" Karena Playboy sepertimu, yang suka gonta-ganti pacar. Tidak akan mungkin bisa bertahan dengan satu cewek, dan apalagi perjuanganmu hingga kini belum juga direspon." ucapkan Anaya kemudian pergi meninggalkan mereka.
" Ini semua gara-gara Fatur, karena tingkahnya yang suka gonta-ganti pacar. Terakhir kita yang merupakan teman-temannya juga ikut terimbas, rasanya pengen kutelan itu anak." ucap Edo yang sudah terlanjur emosi.
" Sudahlah enggak usah dibahas, lagian Fatur kan juga udah minta maaf." ucap William.
" Kau tenang saja Edo, sebentar lagi Fathur juga akan jadi orang yang tobat." jelas Putra yang baru saja tiba.
" Ya mudah-mudahan saja, jujur aku sudah sangat kesal dengan semua ini." ucap Edo.
" Kita jalankan rencana kita esok hari." ucap Putra dengan tersenyum.
Mereka semua pun segera kembali ke rumah masing-masing, dan kini Putra sudah menyiapkan rencana untuk hari esok. Dia bekerja sama dengan Andre juga, Edo dan Andre bertugas untuk membawa Fatur. Sedangkan ia akan membawa seorang gadis yang akan dijodohkan dengan fatur, dan ia berharap Fatur akan segera tobat.
...----------------...
Pagi ini Putra bangun dengan sangat cepat, kemudian ia segera menemui seseorang yang ingin Ia kenalkan dengan Fatur. Ia berbincang cukup lama dengan wanita tersebut, hingga akhirnya wanita itu mau dikenalkan oleh Fatur. Walaupun sebenarnya ia masih ragu, apalagi ia sudah banyak mendengar berita tentang Fatur.
Kini tepat jam 13.00 WIB atau jam 01.00 siang, Putra sudah membawa wanita tersebut ke sebuah taman. Dan di sana juga sudah ada Fatur dan juga yang lainnya, Putra meminta wanita tersebut untuk duduk di bangku taman. Kemudian Fatur pun segera menyusul wanita tersebut, Fatur sangat nervous dan gemetaran.
" Hai." ucap Fatur yang baru saja tiba di hadapan wanita itu.
" Hai juga." jawab wanita itu.
" Kau temannya Putra ya?" tanya Fatur.
__ADS_1
" Iya aku temannya Putra." jawabnya dengan tersenyum.