
Keesokan hari nya mark mampir ke rumah sakit tempat di mana angel di rawat.
Mark ingin mampir ke rumah sakit terlebih dahulu sebelum mark pergi ke kantor.
Mark ingin melihat keadaan angel hari ini.
Saat mark ingin menuju ruangan angel, mark bertemu dengan dokter yang menangani angel.
"Permisi dok. Bagaimana keadaan pasien yang semalam?".tanya mark saat berpapasan dengan sang dokter.
Dokter itu tersenyum ke arah mark, karena dokter itu masih mengingat mark.
"Nyonya angel belum sadar kan diri sampai sekarang tuan. Mungkin karena pengaruh obat yang semalam saya berikan dan membuat nyonya angel belum sadar kan diri hingga sekarang".ucap sang dokter ramah.
"Apakah dia baik-baik saja dok?".tanya mark mulai cemas.
Tampak dokter itu pun terdiam sebentar.
"Apa ada sesuatu yang terjadi dok. Katakan kepada saya, apa yang terjadi".ucap mark cemas karena sang dokter hanya diam.
Dokter tersebut menghela nafas kemudian berkata.
"Saya harap ini hanyalah sebuah kemungkinan dan saya belum bisa mengatakan kepada anda tuan. Kita lihat saja nanti saat nyonya angel sudah sadar kan diri".ucap sang dokter tak ingin menebak.
"Baiklah dok. Saya harap kemungkinan yang anda katakan tadi tidak terjadi. Kalau begitu saya permisi dulu. Saya ingin ke ruangan angel".ucap mark kemudian pamit menuju ke ruangan angel.
Mark masuk ke dalam ruangan angel dengan perlahan.
Tampak seorang wanita yang masih tertidur dengan sangat pulas seakan tidak memiliki beban.
Mark semakin mendekat ke arah angel.
Mark berdiri di samping kasur angel sambil terus menatap ke arah angel dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Apakah kau tidak bosan tidur dari semalam ngell. Apakah kau tak ingin melihat ku lagi".gumam mark seperti orang bodoh.
Cukup lama mark di sana namun angel tak menampakkan tanda-tanda untuk bangun.
Mark melihat ke arah jam tangan nya.
"Aku harus ke kantor sekarang".gumam nya setelah melihat jam.
"Aku pergi dulu, cepatlah bangun dan jangan membuat ku semakin khawatir".ucap mark sendu.
Kemudian mark keluar dan menuju kantor ESC.
Sementara di lain tempat, tampak robert baru saja membuka mata.
"Shit".umpat robert saat merasakan sakit di bagian kepala.
Robert berusaha untuk berdiri dan menuju ke kamar mandi.
Beberapa menit kemudian robert telah selesai membersihkan diri nya dan terlihat lebih segar dari sebelum nya.
Robert bersiap-siap untu pergi ke kantor.
__ADS_1
Hari ini robert terlihat seperti tidak terjadi sesuatu kemarin.
Robert dengan santai menjalankan mobil nya menuju kantor ESC.
Robert pun sampai di kantor ESC.
Robert memasuki kantor ESC dengan santai dan menuju ke arah ruangan nya.
Robert langsung dudu di kursi kebesaran nya dan melihat semua berkas-berkas yang ada di meja nya.
Robert menghela nafas kasar melihat semua berkas tersebut.
Akhir nya dengan berat hati robert memeriksa semua berkas tersebut.
"Sedari tadi aku tak melihat mark, kemana dia".gumam robert yang heran karena tak melihat mark. Biasa nya mark lah yang membantu nya untuk mengerjakan semua pekerjaan ini.
"Kemana dia".ucap robert lagi kemudian mengabil ponsel nya untuk menghubungi mark.
Tut tut tut
"Halo".ucap robert saat telah tersambung.
"......
"Kau di mana mark?".tanya robert.
"......
"Datang lah ke ruangan ku sekarang".ucap robert kemudian memutuskan sambungan telfon mereka.
Beberapa menit kemudian mark pun masuk ke ruangan robert.
Sebenar nya mark tidak ingin menemui robert karena mark takut tidak bisa mengontrol emosi jika berada di dekat robert. Tapi mark tidak ingin membawa masalah pribadi dalam hubungan mereka.
Karena itulah sekarang mark berada di sini.
"Kau darimana saja. Biasa nya kau selalu ada di samping aku. Apalagi jika aku banyak pekerjaan seperti ini. Apa kau ingin aku pecat".ucap robert berusaha bercanda.
Mark yang memang dari awal sudah menahan amarah dari robert pun seketika terbawa perasaan.
"Lebih baik seperti itu".jawab mark tajam.
"Apa maksud kau mark?".tanya robert.
"Tidak ada apa-apa. Apa pekerjaan yang harus aku kerjakan?".tanya mark sengaja karena tak ingin memperpanjang masalah.
Namun robert bukanlah orang yang tak bisa memahami seseorang. Robert merasa ada yang aneh dari sikap mark.
"Ada apa dengan kau mark?".tanya robert.
"Memang ada apa dengan ku?".tanya mark berpura-pura tidak mengerti.
"Kau tidak bodoh mark. aku yakin ku tau maksud ku".ucap robert yang semakin kesal dengan sikap mark yang menurut nya sedang menutupi sesuatu.
"Aku tidak mengerti apa maksud nya. Memang nya ada apa dengan ku".ucap mark masih berusaha untuk tidak terpancing emosi.
__ADS_1
"Aku tau kau seperti sedang menutupi sesuatu dari ku. Apa yang sedang kau tutupi dari ku mark?".tanya robert mulai berbicara dengan nada dingin khas nya.
"Aku tidak menyembunyikan apapun dari mu".jawab mark santai.
Robert yang sudah terbawa emosi pun seketika menggebrak meja dengan sangat keras.
Braaakkk
"Aku tau kau sedang menutupi sesuatu dari ku mark. lebih baik kau mengatakan nya pada ku. karena kau tau aku seperti apa mark dan kau sangat mengenal ku. aku bisa dengan mudah mencari tau apapun yanh ingin aku ketahui. Jadi lebih baik kau mengatakan nya kepada ku sekarang".ucap robert mulai emosi.
Mark hanya menatap ke arah robert sambil tersenyum meremehkan.
"Apa kau tidak mengingat apa yang telah terjadi Tuan ROBERT ALEX STUART?".tanya mark sambil memperjelas di akhir kalimat nya.
Robert terpaku mendengar nada bicara mark yang tidak seperti biasa nya. Bahkan robert sempat terpaku saat mark menyebut nama lengkap nya dengan nada yang di pertegas.
"Ada apa ini, mengapa mark berubah seperti ini. Bahkan mark berani menyebut nama lengkap ku seperti tadi dan apa maksud nya dengan mengingat kejadian yang terjadi semalam. Memang apa yang terjadi semalam dan mengapa aku tak mengingat apapun".ucap robert dalam hati.
"Mengapa kau diam aL. Apa kau sudah mengingat apa yang terjadi semalam?".tanya mark tiba-tiba karena melihat robert yang termenung.
"Apa maksud kau mark. memang apa yang telah terjadi semalam dan apa yang telah aku perbuat?".tanya robert yang tak mengerti dengan pertanyaan mark.
Mark tersenyum mendengar ucapan robert.
"Cihh, bahkan setelah kau berbuat kesalahan kau lantas melupakannya. kau memang pantas di sebut pria brengsek".ucap mark menghina.
"MARK".ucap robert berteriak karena tidak terima dengan ucapan mark.
"Apa. Kau ingin marah dan membunuh ku. Silahkan aL, aku tak pernah takut dengan yang nama nya kematian, karena aku sendiri adalah pencabut nyawa. Jangan pernah kau lupakan itu".ucap mark dingin.
Seketika robert maju ke arah mark dan tanpa berfikir lagi robert langsung memberikan satu pukulan di pipi mark dan membuat mark jatuh tersungkur.
"Brengsek".ucap mark kemudian berdiri dan membalas memukul robert.
Dan sampai akhir nya mereka sama-sama sudah babak belur.
"Apa kau sudah puas brengsek".teriak mark.
Robert berdiri ingin kembali memukul mark, namun belum sempat berdiri tiba-tiba ponsel mark berbunyi menandakan ada panggilan masuk.
Mark melihat sekilas ke arah ponsel nya dan kemudian mengangkat nya
"Halo".ucap mark.
"......
"APA!!".ucap mark terkejut.
Robert yang melihat mark sangat terkejut mengerutkan kening heran.
".......
"Baiklah saya akan segera kesana".ucap mark pani kemudian memutuskan panggilan.
Mark langsung berdiri dan hendak pergi, namun sebelum pergi mark berhenti dan mengatakan pada robert.
__ADS_1
"Urusan kita belum selesai".ucap mark kemudian mark keluar dari ruangan robert dengan keadaan yang sudah babak belur.
"Apa yang terjadi, mengapa ia terburu-buru seteah menerima telfon dan mengapa ia sangat terkejut saat menerima telfon tadi. Sebenar nya siapa yang menelfon nya tadi".gumam robert heran melihat purubahan sikap mark yang sangat aneh menurut nya.