Robert Dan Angel

Robert Dan Angel
Lumpuh


__ADS_3

Mark mengemudikan mobil nya dengan kecepatan penuh menuju ke arah rumah sakit.


Tadi Mark mendapat telfon dari rumah sakit jika Robert telah sadar. Hanya saja terjadi sesuatu pada Robert dan membuat Robert mengamuk di rumah sakit.


Mark begitu sangat khawatir saat mendapat telfon dari rumah sakit dan di tambah lagi tadi Mark sedikit mendengar keributan yang terjadi dan Mark tau jika itu adalah ulah Robert.


Tanpa memikirkan para pengendara yang lain, mark terus memacu mobil nya membelah kota Jerman.


Beberapa menit kemudian Mark telah sampai di Rumah sakit tempat Robert di rawat.


Dengan berlari sekuat tenaga Mark menuju ke ruangan Robert.


Terlihat Alesha tengah menangis di dalam pelukan aLbert di depan ruangan Robert.


"Papa, mama kalian di sini. Apa yang terjadi dengan aL. Tadi Mark mendapat telfon dari rumah sakit jika aL mengamuk. Memang apa yang terjadi ma, pa?".tanya Mark menatap ke arah aLbert dan Alesha untuk meminta penjelasan.


"Mama mengapa nangis? apa yang sebenar nya terjadi. Katakan pada Mark".ucap Mark lagi meminta penjelasan.


Alesha menatap ke arah Mark dengan berlinang air mata.


"Mark".panggil Alesha sendu.


"Iya ma, ada apa? katakan dengan Mark ma. Apa yang terjadi?".tanya Mark dengan sedih.


Mark merasakan sesak di hati nya saat melihat air mata Alesha.


Mark sungguh tak sanggup melihat Alesha menangis dan bersedih seperti saat ini.


"aL mark, aL lumpuh".ucap Alesha akhir nya dan kembali menangis di dalam pelukan Mark.


Seketika tubuh Mark membantu mendengar perkataan Alesha.


Bagaikan petir di siang bolong saat Mark mengetahui keadaan yang menimpa Robert.


Mark bahkan tak mampu untuk menggerakkan tubuh nya.


Perkataan Alesha terus berputar di kepala Mark.


Hal yang tak pernah mereka pikirkan hari ini terjadi.


"Tuhan apalagi cobaan yang kau berikan kepada kami. Tolong beri kekuatan kepada aL tuhan, jangan biarkan ia lemah".pinta Mark dalam hati.


"Mama tenanglah. Mama jangan seperti ini. Kita pasti bisa menemukan dokter yang bagus untuk menyembuhkan aL. Mama harus kuat agar aL juga bisa kuat. Kita harus memberikan aL dukungan untuk saat ini agar aL tidak putus asa. Mama harus kuat demi aL ma".ucap Mark berusaha memberi kekuatan kepada Alesha.

__ADS_1


Alesha masih menangis di dalam pelukan Mark.


Albert yang tak tega melihat sang istri menangis pun seketika membawa Alesha kedalam pelukan nya.


Mark menatap ke arah Albert yang terlihat diam tak mengeluarkan air mata.


Meskipun Albert tidak menangis, tapi percayalah hati seorang ayah juga akan merasakan sakit dan sedih saat melihat putra semata wayang nya terluka.


Albert berusaha untuk tegar agar Alesha tidak semakin bersedih.


Itulah yang ada di dalam pikiran Mark saat melihat kesedihan di wajah Albert yang terlihat jelas di mata nya.


"Lebih baik papa bawa mama pulang. Biar Mark di sini yang menemani aL. Jika nanti ada perkembangan, mark akan memberitahukan kalian".ucap Mark.


"Baiklah mark. Papa akan mengantar mama pulang. Jika ada apa-apa segera hubungi papa".ucap Albert kemudian membawa Alesha berjalan meninggalkan rumah sakit.


Sementara itu Mark langsung menuju ke ruangan dokter yang merawat Robert untuk menanyakan apa yang terjadi pada Robert.


SKIP


Toktoktok


Mark mengetuk pintu ruangan dokter yang menangani Robert.


"Masuk".terdengar suara seseorang dari arah dalam mempersilahkan Mark untuk masuk.


"Terima kasih".ucap Mark kemudian duduk.


"Saya langsung saja ke inti nya dok. Sebenar nya apa yang terjadi pada aL? mengapa aL mengalami kelumpuhan?".tanya Mark to the point.


Sang dokter tersenyum ramah mendengar pertanyaan Mark yang terdengar begitu sangat khawatir dengan robert.


"Sebenar nya apa yang di alami oleh tuan Robert ini akibat dari benturan keras yang terjadi pada tuan Robert pada saat kecelakaan. Benturan yang sangat keras di bagian kaki tuan Robert yang mengakibatkan kelumpuhan terjadi. Saat kami lakukan CT Scan ulang, tulang kaki tuan Robert terjadi pergeseran yang sangat signifikan. Karena hal itulah kaki tuan robert tidak bisa untuk di gerak kan".ucap sang dokter memberi penjelasan.


"Lalu apakah aL akan selama nya lumpuh? atau ada cara untuk menyembuhkan aL dok? beritahu saya jika ada yang bisa menyembuhkan aL dok. Apapun akan kami lakukan demi kesembuhan aL".ucap Mark frustasi.


"Kelumpuhan yang di alami oleh tuan Robert bukanlah kelumpuhan yang permanen tuan. Dengan kata lain tuan Robert masih ada harapan untuk sembuh. Hanya saja kita harus terus beri semangat kepada tuan Robert agar beliau bisa bersemangat untuk sembuh".ucap sang dokter lagi.


"Benarkah? lalu apa yang harua di lakukan dok?".tanya Mark lagi.


"Untuk saat ini kita harus membuat tuan Robert tenang dan menerima apa yang terjadi. Setelah itu kami akan mulai melakukan terapi untuk Tuan Robert di bantu oleh dokter-dokter senior yang ada di rumah sakit kami. Jadi anda tidak perlu khawatir tuan. Saya yakin tuan Robert akan bisa kembali jalan seperti dulu lagi".ucap sang dokter.


"Lalu berapa lama waktu yang di butuhkan dok?".tanya Mark lagi.

__ADS_1


"Itu tergantung dari semangat tuan Robert untuk sembuh. Kami akan berusaha semampu kami dan memberikan yang terbaik".jawab sang dokter lagi.


"Baiklah. Kalau begitu saya permisi dulu dok. Terima kasih".ucap Mark kemudian keluar dari ruangan dokter tersebut.


Mark berjalan ke arah ruangan Robert dengan perasaan sedih.


Begitu banyak yang Mark pikirkan dalam hati nya dan tanpa sadar mark telah sampai di depan kamar Robert.


Mark menarik nafas sejenak sebelum membuka pintu ruangan Robert dan perlahan masuk ke dalam.


Terlihat Robert tengah tertidur di atas kasur karena obat penenang yang di suntikkan oleh dokter di saat Robert mengamuk tadi.


"aL apa yang harus aku lakukan. Cepat sembuh aL".gumam Mark sendu menatap ke arah Robert yang masih memejamkan mata nya.


SKIP


Malam hari pun tiba, Mark masih senantiasa menunggu Robert terbangun.


Tiba-tiba ....


"aL kau sudah sadar?".tanya Mark senang saat melihat Robert perlahan membuka mata nya.


Robert hanya diam menatap ke arah Mark dan beberapa mengedipkan mata nya seolah tengah menyeimbangi cahaya di dalam ruangan.


"Mark, aku dimana?".tanya Robert akhir nya dengan suara pelan hampir tak terdengar.


"Kau sedang ada di rumah sakit aL".jawab Mark.


Mendengar kata rumah sakit, seketika Robert membelalak kan mata nya.


Mark yang tau jika Robert teringat akan kaki nya dengan cepat berkata.


"Tenang aL. Kau hanya tidak bisa berjalan untuk sementara, kata dokter kau pasti akan bisa sembuh. Jadi aku mohon jangan seperti ini aL, ingat mama Alesha. Mama sangat sedih melihat kau seperti ini. Aku akan berusaha mencarikan dokter terbaik yang bisa menyembuhkan kau aL, percaya dengan ku aL".ucap Mark mencoba memberi pengertian pada Robert.


"Tapi aku sekarang lumpuh mark".ucap Robert sendu.


"Hanya sementara aL, aku pastikan kau akam cepat sembuh".ucap Mark dengan percaya diri.


Robert hanya bisa menghela nafas nya.


Melihat Robert yang terlihat tenang, mark pun memberanikan diri untuk bertanya.


"Apakah kau sudah bertemu dengan Angel aL?".tanya Mark akhir nya.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Mark, seketika Robert menatap tajam ke arah Mark.


Tatapan yang sulit untuk di artikan.


__ADS_2