Robert Dan Angel

Robert Dan Angel
Keinginan Alex


__ADS_3

Sementara Alesha dan Angel sedang menyiapkan makan malam.


Alex sedang berada di dalam kamar Robert.


Setelah mendapat persetujuan dari Angel, Alex dengan senang berlari menuju ke kamar Robert dan di sinilah Alex sekarang sedang bermain bersama Robert.


"Kapan kamu sampai nak?".tanya Robert saat Alex tengah sibuk dengan Ipad Robert memainkan permainan yang baru saja Alex instal.


"Baru saja Dad dan aL langsung kemari".jawab Alex namun mata nya masih fokus pada permainan nya.


"Apakah aL tidak merindukan Daddy?".tanya Robert.


Mendengar perkataan Robert seketika Alex menghentikan permainan nya dan menatap ke arah Robert lalu bertanya.


"Tentu Dad. Mengapa Daddy bertanya seperti itu?".tanya Alex heran.


"Karena anak Daddy hanya sibuk dengan permainan nya dan tidak mau menghabiskan waktu nya bersama Daddy. Jadi Daddy pikir kalau Ipad itu lebih penting daripada Daddy".ucap Robert berpura-pura cemberut.


Dengan cepat Alex meletakkan ipad nya dan beranjak dari duduk nya menuju ke arah Robert dan seketika langsung berhambur ke pelukan Robert lalu berkata.


"Jangan mengatakan seperti itu Dad. Daddy dan Mommy adalah orang yang paling penting dalam hidup aL. Maafkan aL yang membuat Daddy kecewa".gumam Alex polos dan tanpa sadar air mata Alex menetes membasahi pipi nya.


Melihat air mata sang anak, seketika Robert menjadi merasa bersalah.


Niat nya hanya ingin mengerjai Alex, ternyata sang anak begitu sangat sensitif dan berakhir dengan tangisan rasa bersalah seperti ini.

__ADS_1


Dengan cepat Robert menenangkan Alex yang masih belum berhenti menangis.


"Maafkan Daddy nak, Daddy tadi hanya bercanda. Daddy tidak marah atau pun kecewa sama aL. Daddy hanya bercanda saja. Sudah aL, jangan menangis lagi ya. Maafkan Daddy".ucap Robert bingung melihat Alex yang masih senantiasa menangis di dalam pelukan Robert.


Robert seakan hilang akal melihat tangisan Alex yang baru pertama kali nya ia lihat.


"Sayang maafkan Daddy. Sudah jangan nangis lagi ya nak. Daddy tadi hanya bercanda. aL anak Daddy yang paling baik dan paling Daddy sayangi. Jadi jangan nangis lagi. Nanti kalau Mommy lihat aL nangis, bisa-bisa Mommy marah sama Daddy dan menghukum Daddy tidak memperbolehkan aL kemari lagi bertemu sama Daddy. Apa aL tega melihat Daddy di hukum seperti itu sama mommy?".tanya Robert berusaha mencari alasan agar Alex diam.


Alex dengan cepat menggelengkan kepala nya dan berkata.


"Tidak Dad. Alex tidak nangis lagi".jawab Alex dan menyeka air mata nya.


Robert akhir nya bisa bernafas lega melihat Alex yang sudah tidak menangis lagi.


"Daddy, apakah kaki Daddy sudah sembuh?".tanya Alex tiba-tiba.


"Tidak ada Dad".jawab Alex sendu.


Robert tau jika Alex sedang menutupi sesuatu, terlihat dari wajah Alex yang terlihat sendu.


"Ada apa aL, Daddy tau jika aL sedang menyembunyikan sesuatu. Ada apa katakan sama Daddy".ucap Robert berusaha membujuk Alex untuk mengatakan nya.


"Dad, boleh kah aLex berharap suatu saat aLex bisa pergi jalan-jalan bersama Daddy dan Mommy. Bolehkah Alex berharap suatu saat Daddy dan Mommy akan bersama-sama menjemput aL pulang sekolah dan aL akan mengatakan dan memperkenalkan Daddy kepada semua teman-teman aL bahwa aL juga memiliki Daddy sama seperti teman-teman aL yang lain. Bolehkah aL mengharap kan semua itu Dad?".tanya Alex dengan mata berkaca ke arah Robert.


Sementara Robert hati nya begitu sangat hancur mendengar keinginan seorang anak kecil seusia Alex.

__ADS_1


Hati Robert seolah tercabik-cabik mendengar keinginan Alex yang begitu sangat sederhana.


Bahkan Robert merasa tidak pantas menyandang status seorang ayah setelah mendengar keinginan sederhana Alex.


Dengan cepat Robert membawa Alex ke dalam pelukan nya dan berkata.


"Maafkan Daddy yang belum bisa menjadi Daddy yang baik untuk mu aL. Maaf kan Daddy yang baru muncul sekarang. Maaf karena Daddy aL dan Mommy Angel harus mengalami kesulitan dan karena Daddy juga aL harus di kucilkan oleh teman-teman aL. Daddy tidak bisa memutar kembali masa lalu yang telah terjadi tapi Daddy berjanji setelah ini tidak akan ada yang bisa membuat anak Daddy menangis atau pun kembali mendapatkan hinaan seperti dulu. Daddy janji dengan aL, masa kelam yang lalu tidak akan terulang lagi".ucap Robert sungguh-sungguh dan tanpa sadar Robert pun ikut menitik kan air mata.


"Benarkah Dad?".tanya Alex masih dalam pelukan Robert.


"Iya sayang".jawab Robert.


"Berjanjilah satu hal kalau Daddy akan membahagia kan Mommy mulai saat ini. Karena selama ini Mommy yang selalu menjadi tameng pelindung untuk aL. Jika ada yang menghina aL, maka Mommy yang akan maju terlebih dahulu. Jika ada yang mengucilkan aL, maka mommy yang akan selalu ada di samping aL. Sejak dulu Mommy yang selalu menguatkan aL. Meskipun Mommy terlihat kuat, tapi aL tau jika itu hanya di luar saja karena aL pernah melihat Mommy selalu menangis di tengah malam di saat aL sudah terlelap. Mommy adalah wanita yang hebat dan aL berjanji akan membahagiakan Mommy jika sudah besar nanti. Tapi karena aL belum besar, mau kah Daddy yang menggantikan aL untuk membahagiakan Mommy?".tanya Alex dengan polos.


Robert tersenyum mendengar permintaan polos Alex lalu menganggukkan kepala dan berkata.


"Daddy berjanji sayang. Tapi Daddy ada syarat untuk aL".ucap Robert.


"Apa Dad?".tanya Alex.


"Alex juga harus membantu Daddy untuk dekat dengan Mommy dan merayu Mommy untuk mau kembali sama Daddy. Oke?".tanya Robert meminta persetujuan.


Dengan semangat Alex menganggukkan kepala nya dan berkata.


"OKE".jawab Alex semangat.

__ADS_1


Setelah itu mereka menghabiskan waktu dengan candaan-candaan seperti layak nya ayah dan anak pada umum nya.


__ADS_2