Robert Dan Angel

Robert Dan Angel
Perasaan Apa Ini??


__ADS_3

Issy dengan cepat membantu mark untuk berdiri.


"Ya tuhan, anda kenapa pak".tanya issy sambil membantu mark untuk berdiri.


Dengan susah payah issy memapah mark menuju kursi.


karena tubuh mark yang lebih besar daripada nya.


Saat sudah di dekat kursi, dengan perlahan issy membaringkan mark di kursi.


"Hati-hati pak".ucap issy saat membantu mark berbaring di kursi.


"Bapak sakit apa?".tanya issy khawatir saat sudah membaringkan mark di kursi.


Mark yang mendengar issy bertanya, lalu membuka kedua matanya.


"To.. long sa...yaa".gumam mark pelan hampir tak terdengar.


"Tolong apa pak.Bapak sakit apa?".tanya issy lagi sambil memegang kepala mark.


Dan ternyata kepala mark sangat panas.


"Astaga, kepala bapak sangat panas. Apa mau saya antar ke dokter pak?".tanya issy khawatir.


Mark hanya menggelengkan kepala mendengar pertanyaan issy.


"Lalu apa yang harus saya perbuat pak".tanya issy lagi.


Mark menunjuk ke arah tas yang terletak di atas meja tak jauh darinya.


"Maksud bapak tas ini?".tanya issy sambil menunjuk ke arah tas yang tadi di tunjuk mark.


Mark pun membalas nya dengan anggukkan kepala.


Lalu issy mengambil tas itu dan memberikan kepada mark.


Dengan perlahan sambil menahan sakit, mark membuka tas nya dan mencari sesuatu di dalam nya.


Saat sudah mendapatkan apa yang ia cari, mark memperlihatkan nya kepada issy.


Ternyata sebuah obat.


"Obat".gumam issy pelan.


Lalu kemudian dengan inisiatif sendiri, issy berdiri dan mengambil minuman untuk mark lalu memberikannya kepada mark.


"Ini pak".ucap issy sambil menyerahkan segelas air putih.


Namun mark tak sanggup memegang gelas tersebut dan jika issy tak menyambutnya dengan tepat waktu. Mungkin gelas tersebut sudah terjatuh dan membasahi tubuh mark dan juga kursi yang di tempatinya.


Dengan telaten issy membuka botol obat yang di pegang mark.


Pertama issy membaca petunjuk obat tersebut lalu kemudian memberikan sebutir obat kepada mark.

__ADS_1


Lalu mark menelan obat tersebut dan kemudian mark meminum air yang di ambil issy tadi dengan issy yang memegang gelas tersebut.


"Apa bapak masih mau minum atau bapak menginginkan sesuatu?".tanya issy.


Dan mark hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban.


"Baiklah pak. kalau begitu saya permisi. Jika ada apa-apa bapak bisa menekan alarm lagi".ucap issy lalu hendak berdiri.


Namun lagi-lagi mark mencekal tangan issy.


"Teman kan saya di sini".ucap mark parau hampir tak terdengar.


Awalnya issy ingin menolak, namun melihat wajah kesakitan mark.


akhirnya issy memutuskan untuk tetap di sini menjaga nya.


Issy berjongkok di bawah lantai pas di depan mark.


Karena sedari tadi mark terus memegang tangannya hingga ia tertidur.


"Badannya sudah tak panas lagi".gumam issy saat mencoba memegang kepala mark.


Issy memperhatikan wajah mark yang sedang tertidur dengan sangat damai.


"Tampan".gumam issy tanpa sadar.


Issy masih setia memperhatikan wajah mark.


Lalu issy melepaskan pegangan tangan mark pada nya dengan perlahan agar tak mengganggu istirahat mark.


Setelah berhasil terlepas, issy keluar dari ruangan mark.


"Tangan ku kram rasanya".gumam issy saat sudah di luar.


Karena sedari tadi mark tak melepas tangan issy.


Kemudian setelahnya issy melanjutkan pekerjaannya.


Sekali-sekali issy melihat ke dalam ruangan untuk memastikan keadaan mark.


Sampai tak terasa jam pulang kerja pun tiba.


Hari ini issy masuk shift pagi.


"Pak mark belum bangun sampai sekarang. Bagaimana kalau aku pulang, nanti siapa yang akan melihat keadaannya. Tak mungkin aku memberitahukan kepada yang lain untuk mengecek keadaan pak mark".gumam issy bingung.


Karena ini sudah waktu nya ia pulang.


Akhirnya dengan keyakinan hati yang kuat, issy memilih untuk lembur malam ini.


jadi ia akan melanjutkan sampai shift malam.


"Issy, kok kamu masih di sini? bukannya ini udah jam nya shift kamu pulang?".ucap salah satu teman kerja nya.

__ADS_1


"Iya. tapi hari ini aku mau lembur".jawab issy singkat.


"Tumben sekali kamu lembur. Ada apa?".tanya nya kembali.


"Tak ada. Hanya ingin mendapat uang tambahan".bohong issy sambil tertawa.


"Ya tuhan issy. Jangan terlalu keras bekerja. nanti bisa sakit".ucap sang teman.


"Makasih cin. Mudah-mudahan aku sehat terus. Jadi bisa lembur terus. kan ingin cepat jadi orang kaya".jawab issy asal sambil tertawa.


"Kamu benar".jawab teman yang bernama cinta sambil tertawa.


"Kalau begitu aku ke depan dulu mau ngasir hari ini".ucap cinta.


"Oke".jawab issy singkat.


Lalu setelahnya mereka mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing.


Hari ini malam minggu. Jadi cafe lumayan ramai di kunjungi dari hari biasa.


namun tidak seramai hari kemarin


Tak terasa akhirnya jam kerja malam pun selesai.


Para karyawan sedang bersiap-siap untuk pulang.


Sementara issy sekarang sedang berada di ruangan robert untuk melihat keadaan mark.


Karena terakhir kali issy lihat, mark belum bangun.


Tadi issy sudah menitip pesan kepada teman kerja nya, untuk pulang terlebih dahulu dan dia yang akan mengunci pintu nya.


"Bagaimana ini, pak mark tidak bangun-bangun sedari tadi. Apa jangan-jangan pak mark pingsan?".gumam issy takut.


Issy melihat jam tangannya, sudah sangat malam.


"Pasti nenek sedang menunggu ku. Tapi jika aku pulang, siapa yang akan menjaga pak mark. Tapi jika aku tak pulang, pasti nenek akan khawatir".gumam issy bimbang.


Akhirnya issy berinisiatif menginap di sini dan issy menelfon sang nenek dan berkata bahwa ia tidak bisa pulang karena harus menemankan teman yang sedang sakit.


"Teman".gumam issy saat mengingat kembali alasan nya kepada sang nenek.


Issy kembali melihat ke arah mark yang masih setia tertidur.


"Mengapa aku tak bisa meninggalkan pak mark sendirian ya? Mengapa aku sangat mengkhawatirkannya. Padahal selama ini ia tak pernah berbuat baik pada ku. Bahkan pandangannya kepada ku seolah-olah aku ini adalah kotoran yang harus di jauhkan. Bahkan ia memandangku seakan jijik. Tapi mengapa aku malah mengkhawatirkannya, dan mengapa aku malah lebih memilih tinggal di sini untuk menemani nya".ucap issy heran.


"Perasaan apa ini?".ucap issy lagi sambil memegang dada nya yang berdetak kencang.


Karena kelelahan dan mengantuk.


Tanpa terasa issy tertidur di bawah lantai tepat berhadapan di depan mark.


Dan mereka berdua pun tertidur dengan berpegangan tangan.

__ADS_1


__ADS_2