Robert Dan Angel

Robert Dan Angel
Hari Pernikahan


__ADS_3

Tak terasa hari yang di nanti pun tiba.


Hari ini adalah hari pernikahan robert dan angel.


Hari ini mereka akan mengucapkan ikrar janji suci sehidup semati.


Angel sedang bersiap-siap di bantu oleh laura.


"Astaga kakak ipar kau sangat cantik. Aku yakin pria kutub itu pasti akan terpesona melihatmu kak".ucap laura takjub.


"Apaan sih ra. Mana mungkin seperti itu".jawab angel tersipu.


"Yaudah kalau kakak nggak percaya, aku akan buktikan nanti".jawab laura penuh tekat.


Angel hanya diam mendengar jawaban laura.


"Mana mungkin pria kutub itu terpesona melihatku. Yang ada dia pasti sangat jijik melihat ku. Pria itu bahkan tak ingin melihatku".gumam angel dalam hati.


Sementara di tempat lain, tampak robert sudah hadir di gereja.


Robert sangat tampan dengan setelan jas hitam nya di padukan dengan Boutonniere yang membuat ia menjadi lebih elegan, tampan dan pastinya menawan yang mampu memikat semua mata para wanita.


Robert terlihat gelisah menunggu kedatangan angel.


"Kemana gadis itu, mengapa sampai jam segini ia belum datang. Apa jangan-jangan ia kabur".gumam robert seraya melihat jam tangannya.


"aL mengapa kamu gelisah nak?" tanya sang mama menghampiri robert yang terlihat gelisah.


"Tidak ada ma".jawab robert singkat.


"Kau tak bisa berbohong nak. Apakah kau mengkhawatirkan angel?".tanya sang mama lembut.


"Iya ma. Entah apa yang terjadi sehingga ia belum sampai".jawab robert khawatir.


"Apakah kau sudah mencoba menelfon angel atau laura? bukankan laura bersama nya?".tanya sang mama.


"Sudah ma. Tapi angel tak mengangkat telfonnya. aL menghubungi laura tapi nomornya tidak aktif".ucap robert pelan.


"Dimana gadis itu. Apa yang terjadi padanya".gumam robert dalam hati.


"Sabar sayang, mungkin ada sesuatu yang membuat mereka terlambat. Sebentar lagi pasti mereka sampai".jawab sang mama berusaha menenangkan hati robet.


"Iya ma. aL harap begitu".jawab robert.


Saat sedang memikirkan keadaan angel, tiba-tiba..


Semua mata terpana melihat kearahnya, seolah semua yang ada di sana terhipnotis oleh seseorang yang baru saja memasuki area gereja.

__ADS_1


Ya seseorang itu adalah angel.


Angel masuk ke dalam bersama laura.


Semua mata tertuju padanya.


"Astaga aku gugup sekali. Mengapa semua orang melihat ke arah ku. Apa yang salah denganku".gumam angel dalan hati.


Sementara laura sudah tersenyum penuh kemenangan karena tebakannya benar.


Bahwa robert sekarang sedang terpesona melihat angel bahkan robert tak berkedip sekali pun melihat angel.


"Yes. Aku menang kakak ipar".gumam laura sambil tersenyum.


Mereka berjalan ke arah albert yang sudah menunggunya dengan senyuman kebahagiaan.


"Mari nak. Aku akan mengantar mu menuju altar".ucap albert pada angel seraya mengulurkan tangannya.


Langsung saja angel menggandeng tangan albert.


Mereka berjalan perlahan menuju dimana robert dan pendeta sudah berdiri.


Saat pandangan angel dan robert bertemu, angel dapat melihat bahwa robert melihat ke arahnya tanpa berhenti.


"Astaga mengapa pria kutub itu terus melihatku".gumam angel dalam hati.


Albert yang merasakan bahwa angel gelisah seketika melihat ke arah angel.


"Apa kau gugup?".tanya albert pada angel.


Seketika angel menoleh ke arah albert.


"Sedikit".jawab angel pelan sambil tersenyum.


"Tenanglah. Semua pasti akan berjalan dengan lancar. Jangan khawatir dan jangan terlalu gugup".ucap albert berusaha memberikan semangat pada angel.


Angel mendengarkan setiap ucapan albert.


Angel berusaha untuk bersikap tenang dan santai, dan lagi-lagi angel tak sengaja bertatap mata dengan robert dan itu langsung membuat angel menjadi gelisah kembali.


Hingga tak terasa ternyata mereka sudah sampai ke tempat di mana robert sudah menunggu.


"Aku serahkan ia padamu dan tolong jaga ia sepenuh hatimu dan bahagiakan ia seperti kau membahagiakan dirimu".ucap albert pada robert sambil mengulurkan tangan angel pada robert.


Robert menerima uluran tangan angel dan menggenggamnya untuk naik ke atas altar.


Sebelum sampai di depan pendeta, robert berbisik pelan.

__ADS_1


"Tersenyumlah dan jangan menundukkan kepalamu. Karena itu bisa membuat orang lain curiga".ucap robert berbisik dan di dengar oleh angel.


Seketika angel menoleh sebentar ke arah robert lalu setelahnya ia melihat ke depan.


"Baiklah. Apakah ikrar janji suci nya sudah bisa kita mulai?".tanya sang pendeta ramah pada angel dan robert.


Angel hanya mengganggukkan kepala sebagai jawaban sedangkan robert hanya diam .


"Baiklah, kalau begitu kita langsung saja mengucapkan ikrar janji suci pernikahannya. Kalian hanya mengucapkan sesuai dengan yang sudah saya berikan".ucap sang pendeta tadi.


Lalu setelahnya pendeta tersebut melihat ke arah robert.


"Apakah anda bersedia menjadikan nona Megan Angelica sebagai istri anda dan keputusan ini anda ambil dengan keadaan yang sadar dan tanpa paksaan dari pihak mana pun?".tanya sang pendeta pada robert.


"Saya bersedia dan saya menerima semua atas keadaan sadar dan tanpa paksaan dari pihak mana pun".jawab robert.


Kemudian sang pendeta beralih melihat ke arah angel.


"Apakah anda bersedia menikah dengan tuan Robert A. Stuart dan menjadikannya sebagai suami anda . Dan ini semua atas kehendak anda sendiri tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun?".tanya sang pendeta pada angel.


Untuk sesaat angel terdiam. Apakah keputusannya ini sudah benar. Angel menarik nafas sebentar lalu dengan yakin menjawab.


"Saya bersedia dan saya mengambil keputusan ini dengan keadaan sadar dan tanpa paksaan dari pihak mana pun".ucap angel akhirnya.


"Kalau begitu ikrar janji suci akan di mulai dari pengantin pria. Ucapkan dengan suara yang lantang, tegas dan penuh keyakinan".ucap sang pendeta memberi arahan.


Setelah itu robert menarik nafas sejenak untuk menguatkan tekatnya dan selanjutnya.


"Saya ROBERT A. STUART mengambil engkau MEGAN ANGELICA menjadi istriku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus".ucap robert tegas.


"Kalau begitu selanjutnya anda mengucap ikrar janji suci untuk calon suami anda".ucap sang pendeta.


Saya MEGAN ANGELICA menerima engkau ROBERT A. STUART menjadi suamiku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus.


"Tuhan, ku harap apa yang sudah aku putuskan dan aku lakukan adalah sesuatu kebenaran. Aku berharap tidak salah melangkah. Selalu sertai aku di setiap langkahku. Karena ku tau engkau selalu ada untuk umat mu".ucap angel dalam hati setelah mengucap ikrar janji suci pernikahannya.


Pendeta tersenyum melihat ke arah angel dan robert lalu berkata.


"Mulai hari ini kalian berdua sudah sah menjadi sepasang suami istri di mata negara dan agama. Semoga tuhan selalu memberikan kelimpahan kebahagiaan, kelimpahan rezeki nya kepada kalian".ucap sang pendeta.


Semua yang berada di gereja tersenyum bahagia, tapi tidak bagi mark. Karena mark tau robert memiliki rencana untuk angel.


"Aku harap kau tidak melakukan kesalahan yang nantinya akan kau sesali aL. Aku harap kau bisa membahagiakan angel".ucap mark dalam hati sambil melihat kedua mempelai.


Tamu yang datang hanya kerabat terdekat saja tidak ada orang luar. Karena memang perjanjiannya pernikahan ini di tutupi dan hanya mengundang keluarga saja.


Bahkan ibu panti pun tidak di undang ke acara.

__ADS_1


Robert tersenyum melihat ke arah angel. Bukan senyuman tulus kebahagiaan, tapi senyuman yang penuh dengan arti dan pastinya hanya robert yang tau apa arti dari senyumannya pada angel.


__ADS_2