
Sinar matahari menyilaukan mata seseorang yang tengah bergelung didalam tidurnya.
Ia perlahan membuka mata indahnya, sesaat orang itu belum sadar dimana ia berada sampai sebuah suara menyadarkannya.
"Apakah tuan putri tidurnya nyenyak?".tanya seseorang.
Angel yang mendengar suara pria seketika bangun dan betapa terkejutnya angel saat ia melihat pria gila itu ada dikamarnya.
"eh tunggu dulu, ini bukan kamarku. Aku ada dimana?".ucapnya dalam hati.
Seketika angel melihat tubuhnya yang terbalut selimut.
"Masih lengkap".pikirnya melihat ia masih menggunakan bajunya yang semalam ia pakai.
"Apa yang kau pikirkan?".tanya robert dingin.
"Dimana aku? apa yang kau lakukan disini?".tanya angel.
"Terserah aku mau disini atau dimana. Inikan rumah ku".jawab robert.
seketika angel membulatkan mata.
"Ke keke napa ak ak akku bisa disini?".tanya angel ketakutan.
"Kau pikir saja sendiri. Apa yang sudah kita lewati tadi malam?".ucap robert sambil tersenyum mesum kearah angel.
"Taataa tadi malam?".tanya angel memastikan.
"iya tadi malam. tadi malam ternyata kau sangat berbeda dari biasanya".ucap robert berpura memikirkan sesuatu.
"Aap aap appaa mak maksud anda bos?".ucap angel terbata.
"Apa kau tidak ingat apa yang terjadi tadi malam?".tanya robert kembali.
Seketika angel tertunduk dan menangis. Angel tak sanggup untuk memikirkan apa yang telah terjadi malam tadi.
Melihat angel menangis ada sedikit rasa iba dihati robert.
__ADS_1
Robert berjalan kearah angel dan mengangkat dagu angel agar ia dapat melihat wajah angel.
Angel masih menutup mata dengan air mata yang sudah mengalir deras.
Entah setan darimana, Robert menghapus air mata angel dengan sangat lembut dan membawa angel kedalam pelukannya.
Angel yang tiba-tiba dipeluk oleh robert pun menjauhkan diri dari robert dan berkata,
"jangan pernah sentuh saya. Anda pria brengsek yang pernah saya temui".ucap angel masih dengan tangisnya.
"Dasar gadis tak tau terima kasih".ucap robert yang mulai terbawa emosi.
"Harusnya kau berterima kasih kepadaku, karena aku mau menampung gadis seperti mu di apartemenku. Orang seperti mu itu hanya mengotori apartemenku".ucap robert tajam.
Angel yang mendengar perkataan kasar robert seketika berdiri .
" Saya juga tidak sudi ditolong sama pria brengsek seperti anda".ucap angel tak mau kalah.
Angel melangkah melewati robert. Angel ingin segera keluar dari rumah pria brengsek ini.
"Mau kemana kau?".ucap robert sambil mencekal tangan angel.
"cihh, seharusnya ****** sepertimu bangga bisa disentuh oleh orang seperti aku".ucap robert dengan bangga.
"Lebih baik saya mati jika disuruh memilih, disentuh oleh anda atau mati. Saya akan dengan sangat bangga memilih untuk mati".ucap angel marah.
"Kau".ucap robert murka dengan tangan yang sudah mengayun di udara hendak menampar angel. Tetapi tertahan entah karena apa.
"Kau selamat kali ini nona, pergi sekarang dari hadapanku dan jangan pernah menampakkan wajahmu didepanku".ucap robert lalu meninggalkan angel sendiri dikamar.
Angel terduduk dilantai meratapi nasibnya.
"Apa yang akan aku lakukan sekarang? mungkin sebentar lagi aku akan dipecat dari cafe. Dimana aku harus mencari kerja".ucapnya dalam hati sambil memikirkan nasibnya kedepan akan seperti apa.
Setelah puas menangis. Angel keluar dari kamar dan berjalan mencari pintu keluar.
Saat melewati sebuah ruangan, ternyata disana robert sedang duduk sambil memainkan ponselnya.
__ADS_1
Robert yang menyadari kehadiran angel hanya memandang sekilas kearah angel dan melanjutkan kembali melihat kearah ponselnya.
Angel berjalan cepat saat melihat sebuah pintu yang diyakini angel adalah pintu keluar.
Saat angel sudah berhasil keluar dari apartemen robert, angel baru bisa bernafas lega.
Angel pun pergi dari apartemen robert dan menuju kerumah kontrakannya.
Dilain tempat
Robert termenung diruang tamu.
Sebenarnya tadi robert hanya pura-pura bermain ponselnya. Robert mendengar langkah kaki angel mendekat. Jadi ia berpura-pura memainkan ponselnya.
Tadi saat ia bertengkar dengan angel, Entah mengapa ia tidak bisa berbuat kasar pada nya.
Padahal tadi ia sangat marah mendengar perkataan angel.
"entah mengapa aku suka melihat ekspresi marahnya, entah mengapa mengganggunya menjadi hobby ku sekarang. Dan yang lebih membuat aku tak mengerti. Mengapa aku membawanya ke apartemenku. Tidak ada seorang wanita pun aku izinkan masuk ke apartemenku . Tapi padanya, aku malah membiarkannya tidur dikamarku dan membiarkannya menggunakan kasurku".ucapnya merasa heran akan perubahan sikapnya.
"Apa yang terjadi padaku".ucapnya kembali pada dirinya sendiri.
------‐-----------------
Angel duduk termenung didalam kamarnya.
Angel memikirkan apa yang terjadi antara dirinya dan pria gila itu.
"seingatku, aku menunggunya bekerja. Aku duduk dikursi ruangannya hingga aku merasa ngantuk dan aku??".ucapnya menggantung memikirkan apa yang terjadi selanjutnya.
"Apa aku ketiduran diruangannya. Kalau aku ketiduran diruangannya. kenapa aku bisa ada di apartemennya, bahkan aku tidur dikamarnya".ucapnya lagi.
"Apa yang terjadi diantara kami pada malam itu, mengapa pria gila itu mengatakan kalau aku berbeda malam itu. Apa maksudnya".ucapnya masih berdialog sendiri.
"Apa yang dilakukan pria gila itu padaku. Mengapa aku tak bisa mengingat apapun".ucapnya frustasi sambil memukul kepalanya pelan.
Tanpa mereka sadari, sebuah ikatan sudah mulai terjalin diantara mereka.
__ADS_1
Sebuah ikatan perasaan, dimana ikatan perasaan ini sangat berusaha untuk mereka tolak satu sama lain. Namun siapa yang tau, dimana dan kapan sebuah perasaan akan tumbuh.