
Keesokan harinya robert terbangun dan meringis memegangi kepalanya yang pusing.
"Oh shit".umpatnya saat merasa pusing dibagian kepala.
"Ini semua gara-gara wanita sialan itu. Aku akan beri dia pelajaran". ucap robert ketika mengingat kembali kejadian semalam.
Robert bangkit dari tidurnya dan masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah beberapa menit, akhirnya robert selesai.
Hari ini robert berencana untuk datang ke cafe. Robert ingin memberi pelajaran kepada angel.
"Aku akan beri kau pelajaran yang tak akan pernah kau lupakan".ucap robert tersenyum penuh makna.
Setelah robert selesai bersiap, robert langsung menuju ke cafe.
SKIP
Robert sampai di cafe dan langsung masuk kedalam.
Karyawan yang ia lewati menyapa nya.
Tapi robert hanya diam melewati mereka.
Robert kembali dingin dan tak peduli oleh siapapun.
Saat sampai diruangan, robert langsung menduduki kursi kebesarannya.
Tak berapa lama datanglah mark dan masuk kedalam ruangan robert.
"Bos".sapa mark.
"Ada apa mark".tanya robert.
"Nanti malam kita ada transaksi dengan tuan louis di tempat biasa".ucap mark.
"Baiklah".jawab robert singkat.
Mark yang melihat perubahan sikap robert seketika khawatir kalau sahabatnya akan kembali seperti kemarin atau mungkin akan lebih parah.
"Apa anda ingin dijemput atau pergi sendiri bos". tanya mark.
"sendiri".ucapnya masih tetap cuek.
"Baiklah. Saya permisi dulu, jika anda butuh sesuatu kabari saya bos".ucap mark lalu undur diri.
Setelah kepergian mark, robert kembali memeriksa berkas pekerjaannya.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pertukaran shift.
Angel pun sudah tiba di cafe.
Hari ini angel merasa malas untuk bekerja, entah mengapa perasaan angel tidak enak dan badan angel pun lagi kurang fit.
Mungkin karena semalam ia bergadang.
Semalam angel tidak bisa tidur, entah mengapa angel selalu memikirkan pria itu.
Angel merasa ada sesuatu yang terjadi dengan pria itu.
Saat angel sampai didapur cafe, angel mendengar suara interkom berbunyi.
Itu suara yang langsung terhubung keruangan robert.
"Siapapun tolong keruangan saya sekarang".ucap robert melalui interkom.
Angel yang mendengar suara robert hanya tersenyum dan dengan semangat angel keluar dari dapur dan berjalan keruangan robert.
"Akhirnya aku bisa melihatnya, setidaknya aku bisa mengobati rasa penasaranku dari semalam".ucap angel dalam hati
Angel sampai didepan ruangan robert dan tak lupa angel mengetuk pintu.
Setelah diperbolehkan masuk, angel langsung masuk dan menutup kembali pintu ruangan.
Untuk sesaat angel diam didekat pintu sambil melihat kearah robert yang masih sibuk dengan berkasnya.
"Syukurlah ternyata keadaannya baik-baik saja". ucap angel bersyukur karena robert dalam keadaan baik-baik saja.
Setelah itu angel berjalan kearah robert dan bertanya.
"Apa anda membutuhkan sesuatu bos".tanya angel sambil tersenyum begitu manis.
Seketika robert mendongak menatap orang yang berbicara padanya.
"Kenapa kau disini?".tanya robert dingin.
Seketika angel terdiam menatap robert.
"Mengapa ia bersikap dingin".tanya angel dalam hati.
"Tadi kamu kan manggil aku buat keruangan kamu aL".jawab angel masih dengan senyumannya.
Angel pikir, mungkin robert marah karena ia memanggil robert dengan sebutan bos. Karena kemarin robert bilang, jika sedang berdua jangan terlalu formal.
Mendengar angel menyebutkan namanya, robert menatap tajam kearah angel.
"Apa kau tuli, aku bukan memanggil anda. aku memanggil SIAPA SAJA !! itu bukan berarti aku memanggil anda saja".ucap robert sedikit membentak. Angel yang mendengar bentakan robert hanya terdiam.
"Dan satu lagi, Sebaiknya anda tau batasan antara BOS dan BAWAHAN".ucap robert kembali menekankan kata bos dan bawahan.
"Baik bos".ucap angel pelan.
__ADS_1
"Sekarang buatkan saya kopi".ucap robert tanpa melihat kearah angel.
"Baik bos".ucap angel lalu pamit keluar.
Setelah keluar dari ruangan robert. Angel bertanya dalam hatinya.
"Apa aku ada berbuat salah padanya. Kemarin ia tidak seperti ini. Apa yang salah. Kenapa aku merasa ia seperti.....
Ah sudahlah , mungkin hanya perasaanku saja". ucap angel meyakinkan hatinya.
Setelah itu angel membuat kopi untuk robert.
Angel ingat robert suka kopi tanpa gula.
Setelah membuat kopi angel kembali keruangan robert dan meletakkan kopi tersebut di meja robert.
Saat angel pamit untuk keluar. Tiba-tiba robert berkata,
"Kopi apa ini".ucap robert marah dan memuntahkan kopi yang tadi ia minum.
"Itu adalah kopi yang biasa anda minum".jawab angel takut saat melihat wajah marah robert.
"Kau ingin membunuhku?".tanya robert menatap tajam angel.
"Maksud anda apa bos".tanya angel.
"Kau kasih aku kopi seperti ini. Kopi tanpa gula. Kau bodoh atau apa. Mana bisa aku minum kopi tanpa gula yang pahit begini rasanya".ucap robert.
"Kau memang tak becus bekerja".ucap robert kembali.
"Tapi bos....".ucap angel terpotong.
"Tak ada tapi-tapian. Dasar karyawan tak berguna. Kau sungguh tidak becus bekerja".hinanya.
Angel yang mendengar perkataan robert hanya bisa tertunduk. Air mata angel sudah mengumpul di kelopak matanya.
"Sekarang kau keluar dari ruanganku".usir robert.
"Maafkan saya bos".ucap angel lalu pamit.
Setelah keluar dari ruangan robert, angel langsung berlari kearah kamar mandi. Didalam kamar mandi, angel menumpahkan seluruh air mata yang sudah ia tahan sedari tadi.
"apa yang terjadi padanya. Mengapa ia kembali membenciku".ucap angel lirih.
Setelah puas menangis, angel keluar dari kamar mandi dan melanjutkan pekerjaannya.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan waktunya untuk pulang.
Angel gelisah karena sedari tadi robert tidak keluar ruangan dan tidak memesan makanan. Angel khawatir jika nanti robert jatuh sakit.
"angel, ayo pulang".ucap salah satu teman kerjanya.
"Oke deh. Aku duluan ya. Bye".ucap sang teman sambil melambaikan tangan.
Angel hanya menjawab dengan melambaikan tangannya saja.
Setelah kepergian temannya, angel mondar mandir diruangannya .
Angel bimbang, apakah ia harus keruangan robert untuk bertanya sekaligus memastikan keadaannya atau angel langsung pulang saja.
Setelah berpikir, angel menutuskan untuk keruangan robert.
Angel sudah berada didepan ruangan robert, sebelum masuk angel menarik nafas terlebih dahulu.
Tok tok tok
"masuk".ucap robert dari dalam.
Angel masuk kedalam dengan rasa takut.
"Mau apa kau kemari".tanya robert ketus saat melihat angel masuk kedalam ruangannya.
"Saya ingin pulang bos".ucap angel pelan.
"Lalu apa urusannya dengan saya".jawab robert.
"Tidak ada bos. Tapi sebelum saya pulang, apa anda membutuhkan sesuatu bos?".tanya angel.
"Saya tidak butuh apapun darimu".ucap robert dingin.
"Tapi bos, sedari siang anda belum ada memakan apapun. Jika anda ingin saya buatkan makanan atau minuman. Saya akan membuatkannya sebelum saya pulang".Tanya angel khawatir.
"Saya tak butuh. Kau keluar saja dari ruanganku. kau hanya mengganggu ku".ucapnya .
Angel hanya bisa sabar menghadapi bos nya.
"Baiklah bos. Kalau begitu saya permisi pulang".ucapnya lalu angel berbalik ingin melangkah keluar. Tapi angel mendengar sekilas perkataan robert.
"Dasar karyawan tak berguna. Bos sedang lembur mereka semua enak-enakkan pulang cepat".gumam robert yang didengar angel.
Saat angel sudah keluar dari ruangan robert, angel teringat dengan perkataan robert tadi.
"Apa yang sekarang harus aku lakukan. Nggak mungkin aku pulang setelah mendengar perkataannya tadi".gumam angel.
"Lebih baik aku tunggu bos di ruangan saja. Aku rasa bos pasti hanya sebentar".ucap angel lalu bergegas menuju ruangan khusus karyawan.
Satu jam, dua jam sudah berlalu . namun tidak ada tanda robert untuk pulang.
"Astaga aku sudah sangat mengantuk".ucap angel setelah menguap karena mengantuk.
"Kapan bos akan pulang".tanya angel sendiri.
__ADS_1
"Apa bos tidak merasa kelaparan sedari siang tidak makan. Lebih baik aku buatkan bos makanan sekalian untukku. Aku sangat lapar".monolog nya lalu bergegas menuju dapur.
Angel ingin memasak seafood. Angel berjalan kearah tempat penyimpanan bahan makanan seafood dll.
Penyimpanan bahan seafood, ikan dll di cafe ini disimpan disebuah ruangan seperti lemari pendingin yang sudah diberi temperatur suhu.
Saat memasuki ruangan penyimpanan, hawanya sangat dingin seperti masuk kedalam lemari pendingin.
"Astaga dingin sekali".ucap angel.
Saat sudah mengambil semua bahan yang diperlukan. angel bergegas untuk keluar.
Namun musibah menimpanya. Pintu ruangan tersebut tidak bisa terbuka.
Memang pintu ruangan ini sedikit susah jika dibuka dari dalam.
Angel menggedor pintu meminta pertolongan, angel berharap agar sang bos mendengarnya.
Sudah hampir setengah jam angel didalam, angel semakin melemah karena suhu dingin ruangan tersebut.
Semakin lama suara angel semakin pelan. Angel terjatuh kelantai yang sangat dingin.
Bibirnya sudah membiru bahkan tubuhnya menggigil sangat hebat.
"Tolong selamatkan aku aL".ucap angel setelah itu angel tak sadarkan diri.
Sementara itu, robert baru selesai mengerjakan pekerjaannya.
Hari ini tak jadi melakukan transaksi dengan tuan louis. Akhirnhmya robert menghabiskan waktu di cafe untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Robert melirik jam ternyata sudah tengah malam.
Robert mengemas pekerjaannya dan ingin pulang istirahat.
Robert sudah sangat lelah hari ini.
Saat robert melewati ruangan khusus karyawan, robert melihat pintu ruangan tersebut terbuka.
"Tumben pintunya tak ditutup".ucap robert sambil berjalan kearah ruangan tersebut bermaksud ingin menutup pintunya.
Saat ingin menutup pintunya.
Robert melihat ada sebuah tas dan robert tau siapa pemiliknya.
"Dasar. Selain gadis pembuat onar ternyata dia gadis yang teledor".ucapnya karena ia mengira angel melupakan tas nya.
Robert menutup pintunya dan berjalan kearah pintu keluar.
"Kok ada yang aneh".ucap robert melihat pintu keluar cafe nya.
"Kenapa pintunya terkunci dari dalam. Siapa yang menguncinya dari dalam?".tanya robert heran.
"Apa jangan-jangan gadis itu masih ada disini, kan tadi aku masih lihat tas nya diruangan itu".monolog nya saat mengingat tas yang ia lihat di dalam ruangan tadi.
"Ngapain dia disini sampai jam segini. tapi dari tadi aku tidak melihatnya".ucap robert lalu melangkah untuk mencari angel.
Robert sudah berkeliling kesemua tempat, namun tidak menemukan angel.
"Kemana gadis ini. Sungguh menyusahkan".pikirnya.
"Hanya dapur yang belum aku cek, apa mungkin ia didapur. Mau ngapain ia didapur. Ah coba aku lihat saja kesana".ucapnya lalu berjalan kearah dapur.
"Tak ada siapa-siapa".ucapnya berkeliling sampai sesuatu membuatnya yakin bahwa angel ada disini.
"Panci dan beberapa bahan makanan. Pasti gadis itu ada disini. Tapi dimana dia".ucap robert frustasi.
Robert sudah sangat kelelahan dan mengantuk, sekarang ia harus mencari gadis yang membuatnya emosi.
"Dasar gadis pembawa sial. Awas kalau aku sampai menemukanmu".ucap robert.
Robert mencari angel keseluruh dapur sampai sebuah ruangan membuat robert berhenti dan berpikir.
"Apa mungkin ia diruangan pendingin?".tanya nya tak yakin.
"Lebih baik aku periksa, hanya ruangan itu yang belum aku periksa. Kalau gadis itu tak ada. aku pulang saja". ucapnya dan berjalan kearah ruangan pendingin.
Saat robert masuk keruangan tersebut, suhu dingin dari ruangan itu seperti menusuk tubuhnya.
"oh shit, dingin sekali".ucapnya berjalan masuk lebih dalam.
Sampai robert melihat sesuatu yang sedari tadi ia cari tengah tak sadarkan diri didalan sebuah ruangan pendingin.
"Angel". panggil robert setelah menghampirinya.
"angel buka matamu, hei angel".ucap robert menepuk pelan pipi angel berharap gadis itu sadar.
"angel bangun. Kamu jangan bercanda. ini tidak lucu".ucap robert lalu ia menggendong angel keluar dari ruangan.
Segera setelah keluar robert membawa angel kerumah sakit menggunakan mobilnya.
Robert mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Robert tak memperdulikan umpatan orang-orang karena ia melawan rambu lalu lintas.
Yang robert pikirkan saat ini hanya angel.
"Aku mohon bangun ngell".Ucap robert lirih menatap gadisnya dari kaca spion mobilnya.
Tak terasa air matanya sudah mengalir melihat keadaan gadisnya.
"AKU MOHON BERTAHANLAH DEMI AKU".ucapnya.
__ADS_1