Robert Dan Angel

Robert Dan Angel
Percaya


__ADS_3

Malam pun tiba, robert dan angel sedang makan malam bersama.


Dan di temani oleh paman pohlan yang sedang berdiri di belakang mereka.


"Paman tidak makan bersama kami?".tanya angel pada pohlan.


"Tidak nak. Kalian makanlah dulu paman bisa makan nanti".jawab pohlan.


"Mengapa tidak makan sekarang di sini bersama kami".tanya angel lagi.


"Tidak perlu nak".jawab paman pohlan cepat.


Seketika angel melihat ke arah robert berencana ingin meminta izin.


Robert yang sadar sedang di perhatikan seketika menoleh dan ternyata angel sedang memperhatikannya.


"Apa?".tanya robert.


"Kamu pasti mendengarnya aL. Apa boleh?".tanya angel dengan memasang wajah andalannya.


Untuk sementara robert masih memperhatikan angel. Lalu..


"Duduklah di sini bersama kami paman".ucap robert tiba-tiba dan itu sukses membuat paman pohlan terkejut tak percaya sedangkan angel sudah sangat kegirangan mendengar ucapan robert.


"Paman sini duduk".ucap angel semangat.


Paman pohlan masih terdiam di tempat.


"Duduklah paman".ucap robert kembali.


"Terima kasih".ucap paman pohlan.


Angel masih menampakkan senyumannya.


Sementara robert, sedari tadi memperhatikan wajah bahagia angel.


Hanya karena masalah sepele seperti ini bisa membuat istrinya bahagia.


"Apa yang aku katakan. Istri?? apakah sekarang aku sudah menerima nya. Tidak tidak, aku tidak boleh jatuh cinta dengannya . Niat awal ku hanya ingin membuat gadis ini menderita. Aku tidak akan menggunakan hati ku lagi".gumam robert dalan hati masih menyangkal hatinya.


"Cepatlah makan.Setelah itu kita harus bersiap, karena nanti malam kita akan berangkat ke paris".ucap robert dan seketika angel berhenti tersenyum.


Lalu angel beralih melihat ke arah robert.


"Ada urusan apa kita ke paris?".tanya angel.

__ADS_1


"Mau bulan madu lah".jawab robert santai.


Angel yang mendengar jawaban robert, seketika bersemu malu.


Mendengar kata bulan madu membuatnya malu.


Paman pohlan yang melihat wajah bersemu angel hanya bisa tertawa dalam hati melihat kepolosan sang majikannya.


"Astaga nak angel ini masih polos kali ternyata".ucap paman pohlan dalam hati.


"Mengapa kau diam?".tanya robert yang tak mendapat respon dari angel.


"Sebenarnya aku....".gumam angel terbata.


"Sebenarnya apa ?".tanya robert penasaran.


"Sebenarnya... hmmmm.. aku... hmm .. Aku tak pernah naik pesawat. Jadi aku takut".jawab angel pelan sambil menundukkan kepala.


Robert dan paman pohlan tercengang mendengar perkataan angel.


"Mengapa kalian berdua melihat ku seperti itu?".tanya angel mali di lihat intens seperti itu oleh robert dan paman pohlan.


"Apa kau serius tidak pernah naik pesawat?".tanya robert.


"Hmmm".gumam angel sambil menunduk.


lalu setelah nya robert berdiri dan berjalan menuju kamar.


Tinggal lah angel dan paman pohlan yang berada di meja makan.


"Apakah kau serius nak belum pernah naik pesawat?".tanya paman pohlan memastikan.


"Iya paman. angel belum pernah naik pesawat".jawab angel lesu.


"Bagaimana bisa. Apakah tuan aL tidak pernah mengajak mu berlibur selama kalian berpacaran?".tanya paman pohlan kembali.


Seketika angel termenung mencerna ucapan paman pohlan.


"Pria kutub itu ngajakin angel liburan? Jangankan liburan keluar negri, bahkan pria kutub itu saja tak pernah mengajak ku jalan-jalan romantis. Apa tadi kata paman. Pacaran?? cihh jangan kan pacaran, menyatakan perasaannya saja ia tak pernah. Menikah ini pun karena ancaman nya. Jika bukan karena panti asuhan. Aku nggak mungkin mau menikah dengan pria kutub ini".gumam angel dalam hati.


"Mengapa kamu termenung nak?".tanya paman pohlan menyadarkan angel yang tiba-tiba termenung entah memikirkan apa.


"Tidak ada apa-apa paman. Kalau begitu angel ke atas dulu, mau bersiap-siap".ucap angel lalu berdiri dan berjalan menuju ke kamar nya.


Sebelum masuk ke kamar, angel menetralkan degup jantung nya yang masih berdegup kencang karena masih memikirkan perkataan robert tadi.

__ADS_1


Setelah di rasa cukup, akhirnya angel masuk ke dalam kamar dengan perlahan.


Disana tampak robert sedang berdiri menghadap ke luar jendela sambil sedang menghubungi seseorang.


Mendengar ada yang masuk, sekilas robert melihat ke arah pintu lalu kembali melihat ke arah luar jendela.


"Baiklah. Kalau begitu nanti akan saya kabari lagi".ucap robert lalu memutuskan sambungan ponsel nya dan berbalik menghadap ke arah angel.


"Mengapa kau hanya diam di sana?".tanya robert yang melihat angel masih terdiam di dekat pintu.


"Hmm apakah serius kita akan pergi naik pesawat nanti?".tanya angel pelan.


"Iya, ada apalagi??".tanya robert kembali dengan nada sedikit keras.


"Tidak ada".jawab angel singkat setelah mendengar nada kurang bersahabat dari robert.


"Kalau begitu bersiap lah. Jam 11 malam kita akan berangkat".ucap robert lalu menuju keluar kamar.


Saat robert sudah keluar.


"Ya tuhan, aku harus bagaimana. Aku sangat takut".gumam angel resah.


Setelah itu angel berjalan ke arah lemari pakaian dan mulai mengemas keperluan mereka berdua.


Dalam hati angel berdoa, semoga semua berjalan lancar dan tanpa ada hambatan.


Sementara di tempat lain, tampak frans sedang terlihat frustasi.


"Kemana angel. Nomornya tidak aktif, lalu dia sudah tidak tinggal di kontrakan. Dimana ia sekarang, apa yang terjadi padanya?".gumam frans.


Memang beberapa hari ini frans mencoba menghubungi angel tapi nomornya selalu tidak aktif.


Lalu frans coba datangi ke rumahnya, kata tetangga angel. Dia sudah tidak tinggal di sana lagi.


"Dimana kamu my angel".gumam frans frustasi.


Seketika frans ingat dengan satu nama, ya tuan Robert Stuart .


"Apakah hilang nya angel ada hubungannya dengan pria itu?? bagaimana jika dia tidak ada hubungannya sama angel?? Astaga my angel kami di mana?".gumam nya lagi.


Sementara di lain tempat, angel masih sibuk mempersiapkan keperluannya untuk pergi bersama robert.


Angel melihat kembali persiapannya, angel tak ingin berbuat satu kesalahan pun.


Lalu di kira sudah cukup, angel berdiri dan menuju keluar kamar.

__ADS_1


Angel ingin pergi ke taman belakang, untuk melihat taman bunga di belakang rumah.


__ADS_2