
Keesokan harinya robert terbangun lebih dulu dan betapa terkejutnya ia tertidur disamping angel.
"Padahal semalam aku hanya ingin beristirahat sebentar, tetapi aku ketiduran sampai pagi. Tidurku terasa nyaman malam ini. Apa karena angel. Tapi tak mungkin. Aku rasa ini semua karena aku terlalu kelelahan".ucap robert masih menyangkal hatinya.
"Kenapa ia belum sadar juga".gumamnya.
Robert mengambil ponselnya untuk menelfon mark.
"Halo mark".ucap robert setelah tersambung.
".......
"Tolong bawakan aku satu set baju ganti dan juga tolong kau ambilkan tas angel di cafe dan bawakan kemari".ucap robert.
".......
"oke".jawab mark singkat lalu setelahnya sambungan terputus.
Sekitar setengah jam, mark sudah sampai di rumah sakit membawa pesanan robert.
Setelah itu robert pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Robert keluar dengan wajah yang lebih segar.
"Mark sekarang kau boleh pergi, tolong urus cafe sementara aku masih disini".ucap robert.
"Baik bos. Jika memerlukan sesuatu kabari saya".ucap mark lalu pamit.
Sekarang tinggal angel dan robert yang berada diruangan.
Angel belum juga sadarkan diri.
Tiba-tiba sebuah ponsel berbunyi dan robert mencari sumber suara tersebut.
Ternyata itu suara ponsel angel.
Robert pun membaca nama yang tertera di ponsel angel.
Betapa terkejutnya robert saat melihat nama yang tertera di ponsel angel.
"PANGERANKU"
"Shit".umpat robert sambil meletakkan kembali ponsel angel ketempatnya dengan kasar.
"Seharusnya aku tak banyak berharap sama wanita sepertinya. Dasar wanita ular".emosi robert.
Robert terbakar api cemburu hanya melihat nama sang penelfon di ponsel angel.
Robert masih dipenuhi oleh amarah, tiba-tiba mata angel terbuka perlahan menandakan bahwa ia sudah sadar.
"Bos".ucap angel pelan setelah sadar.
Robert yang mendengar seseorang berbicara seketika melihat kearah angel.
Ada sedikit rasa syukur saat melihat mata itu kembali terbuka. Tetapi robert kembali teringat akan nama si penelfon, seketika robert kembali emosi.
"Apa kau sudah sembuh. Sebaiknya kau cepat sembuh. Karena biaya perawatan dirumah sakit ini sangat mahal".ucap robert tajam.
Seketika angel merasa sedih saat mendengar perkataan robert.
Awalnya angel senang, saat pertama membuka mata orang yang pertama ia lihat adalah robert.
"Mengapa sekarang rasanya begitu sakit saat mendengar kata-kata tajamnya".ucap angel dalam hati sambil memegang bagian dadanya.
"Maaf merepotkan anda bos".ucap angel lirih.
__ADS_1
"Kau memang sangat merepotkan. Dari awal berjumpa kau memang gadis pembuat masalah dan gadis pembawa sial. Kau selalu membuatku tertimpa kesialan".ucap robert masih menatap tajam kearah angel.
"Anda benar bos. Saya memang gadis pembawa sial. saya akan berusaha untuk menjauh dari anda , biar anda tidak terkena masalah lagi".ucap angel sendu.
Robert yang mendengar perkataan angel seketika terdiam.
Ada rasa tak rela saat mendengar angel akan menjaga jarak dengannya.
"Baguslah. Kau memang harus menjaga jarak denganku. Agar aku tak terkena kesialan darimu".ucap robert berbanding terbalik dengan hatinya, lalu ia pergi meninggalkan angel sendiri diruangan tersebut.
"Mengapa rasanya sangat sakit saat aku mengatakan akan menjauhi nya. Mengapa ada rasa tak rela jika harus menjaga jarak dengannya".ucap angel setelah robert keluar dari ruangan.
Tak terasa angel sudah tiga hari berada dirumah sakit.
Selama dirumah sakit angel hanya ditemani mark.
Semenjak kejadian itu robert tak pernah menampakkan wajahnya lagi.
Ada rasa sedih yang angel rasakan saat mengetahui bahwa robert tidak ingin bertemu dengannya lagi.
Hari ini angel sudah di perbolehkan pulang.
"Apa anda sudah selesai berkemas nona".tanya mark yang baru datang.
"Astaga mark, sudah berapa kali aku katakan. jangan panggil aku nona. Panggil saja aku angel".ucap angel cemberut.
"Hahaha Aku belum terbiasa memanggil nama mu".ucap mark tertawa melihat wajah cemberut angel.
"Dasar".jawab angel.
"Apa kamu sudah selesai berberes ngell".tanya mark kembali.
"Sudah".ucap angel.
Angel mengikuti mark dari belakang.
Sekarang mereka lagi didalam mobil menuju rumah angel.
"Mark".panggil angel.
Seketika mark menoleh kearah angel.
"Ada apa".tanya mark.
"apa aku masih diperbolehkan kerja".tanya angel. Karena ia tak tau sekarang nasibnya seperti apa. Robert bilang untuk menjauhinya. Jika angel masih bekerja di cafe, pastinya mereka akan sering bertemu.
"Kenapa kau bertanya seperti itu".tanya mark heran.
"Aku hanya bertanya. siapa tau aku sudah dipecat karena berbuat salah".ucap angel berusaha mencari alasan.
"Tidak ada pemberitahuan dari bos kalau kau dipecat. Berarti kau masih boleh bekerja".jawab mark.
"Apa kau ada masalah dengan bos ngell".tanya mark kembali.
Mark yakin pasti mereka sedang ada masalah. Karena akhir-Akhir ini robert suka marah-marah.
"Tidak ada masalah apa-apa diantara kami".jawab angel berusaha menutupinya dari mark.
Tak terasa mereka sudah sampai didepan rumah angel.
"Terima kasih kamu sudah mau mengantarkan ku pulang mark".ucap angel setelah turun dari mobil mark.
"Sama-sama ngell. Jika ada apa-apa kabari aku".ucap mark.
"Baiklah".ucap angel.
__ADS_1
"Kalau begitu aku lanjut dulu, soalnya ada kerjaan yang harus aku kerjakan".ucap mark.
"Iya mark. Hati-hati dijalan".ucap angel lalu berjalan masuk kearah rumahnya.
Dilain tempat robert tengah duduk didalam ruangannya.
Robert sedang berada di kantor Energy Stuart Corp.
Tiba-tiba pintu diketuk dari luar.
"Masuk".jawab robert.
"Bos lusa para karyawan dicafe saatnya penerimaan gaji".ucap mark.
"Baiklah".jawab robert singkat.
Pasti ia nanti akan bertemu angel. Ia belum siap untuk bertemu gadis itu.
"Apa ada lagi yang ingin kau sampaikan mark".tanya robert yang melihat mark masih berdiri ditempatnya.
"Hari ini nona angel sudah keluar dari rumah sakit bos. Tadi saya sudah mengurus kepulangannya dan saya juga sudah mengantarnya sampai kerumah".ucap mark.
"Hmm".jawab robert.
Mark yang mendengar jawaban robert hanya menghela nafas lalu setelahnya mark pamit keluar.
Setelah kepergian mark, robert termenung.
"Bagaimana kabarnya. Apa ia sudah sembuh sepenuhnya".gumamnya.
Tak terasa malam pun tiba.
Robert bersiap ingin pulang ke apartemen nya.
Tapi sebelum itu, ia berfikir ingin singgah sebentar kerumah angel untuk melihat gadis itu.
"Mengapa malam ini aku sangat ingin melihatnya, apa aku mampir kerumahnya sebentar untuk memastikan keadaannya".ucap robert lalu melajukan mobilnya kerumah angel.
Dirumah angel ternyata sedang kedatangan tamu yaitu frans.
Tadi frans menelfon angel bahwa ia akan main kerumah.
Disinilah ia sekarang duduk di depan teras rumah angel.
"Kemarin aku menelfonmu, tapi kamu tak mengangkatnya".ucap frans.
"Mungkin kemarin aku lagi ada kerjaan".ucap angel berbohong. Angel tak tau kapan frans menelfonnya. Kalau angel jujur, ia takut frans bertanya lebih jauh. Angel tak ingin frans tau kalau kemarin angel masuk rumah sakit.
"Aku kira terjadi sesuatu padamu. Kemarin aku lagi diluar negri mengurus pekerjaan kantor. Makanya aku tak bisa langsung menemui mu".ucap frans.
"Tidak ada yang terjadi padaku. Apa masalah perusahaan mu sudah selesai".tanya angel mengalihkan pembicaraan.
"Banyak sekali masalah yang terjadi di kantor, rasanya aku ingin menyerah. Tapi aku tak tega melihat kedua orang tua ku sedih melihat perusahaan yang sudah mereka bangun dari nol harus hancur".ucap frans sendu.
"Sabar. aku yakin kamu pasti bisa menghadapi semua masalahnya".ucap angel sambil memegang tangan frans memberi semangat padanya.
Frans pun membalas pegangan tangan angel sambil tersenyum manis kearah angel.
Mereka berdua masih saling pandang dengan tangan yang masih saling berpegangan.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang memperhatikan semuanya dari awal.
Orang itu terlihat marah dan kecewa.
"Brengsek. Mengapa disaat aku ingin berbaikan, kau selalu membuatku menyesali keinginanku untuk berbaikan denganmu. Kau memang wanita jahat".ucapnya lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1