Robert Dan Angel

Robert Dan Angel
Pertemuan 2


__ADS_3

Robert masih setia menggenggam tangan angel saat memasuki restaurant.


Robert tak sekali pun melepaskan genggaman tangannya, karena robert tau kalau angel sedikit gelisah.


"Mengapa saat pria ini menggenggam tanganku seperti ini rasanya sangat nyaman. Aku merasakan sebuah perlindungan melalui tangan ini".gumam angel dalam hati sambil sesekali melirik ke arah robert.


Tak sadar ternyata mereka sudah sampai, dimana sudah ada satu wanita paruh baya namun masih terlihat sangat cantik dan anggun yang tersenyum ke arah angel dan robert.


Sedangkan di sebelah wanita tersebut ada seorang pria yang di usia nya tak lagi muda namun masih terlihat sangat gagah dan sangat berwibawa.


"Ma".panggil robert seraya mencium pipi sang mama.


Lalu ia beralih memeluk sang papa.


"Sayang, mama sangat merindukanmu. Kau tak pernah mengunjungi kami lagi".ucap sang mama.


"aL sibuk ma".jawab robert.


Sementara angel masih diam menperhatikan interaksi keluarga mereka.


"Siapa gadis cantik yang kau bawa aL?".tanya sang mama saat melihat anaknya datang bersama wanita.


"Ma Pa perkenalkan dia angel dan dia yang akan menjadi calon menantu kalian".jawab robert memperkenalkan angel.


"Malam om tante".sapa angel.


Mama robert langsung berdiri dan menghampiri angel dan tanpa aba-aba Mama alesha langsung memeluk sang menantu.


"Astaga sayang, benarkah kau akan menjadi menantu kami?".tanya mama alesha.


Angel hanya mengangguk kan kepala sebagai jawaban.


"Ma suruh angel duduk dulu, baru bicara".ucap papa albert.


"Astaga aku lupa. Sini duduk sayang".ucap mama alesha mempersilahkan angel duduk.


"Terima kasih tante".ucap angel.


"Panggil mama jangan panggil tante sayang. Karena kan sebentar lagi kami akan menjadi orang tua mu".ucap mama alesha.


"Ii iiyaa tan .. eh mama".jawab angel gerogi.


Robert yang melihat sang mama yang begitu menyayangi angel seketika merasa senang. Karena sang mama sepertinya menerima angel.


"Mari kita makan dulu, lalu setelah itu kita akan membahas tentang kalian".ucap albert kepada semua orang.


Selanjutnya mereka semua makan dalam diam.


Tak ada seorang pun yang berbicara.


Beberapa menit kemudian tak terasa makan malam pun selesai.


"Jadi apa rencana kamu selanjutnya aL?".tanya albert memulai pembicaraan.


"Rencana 3 hari lagi kami akan melangsungkan pernikahan pa. Semua sudah aL persiapkan".jawab robert mantap.


"Mengapa terlalu tiba-tiba?".tanya sang mama.


"Tidak ada yang tiba-tiba ma. Kami sudah membicarakan ini jauh-jauh hari".jawab robert.

__ADS_1


"Mengapa kamu baru mengenalkan angel sama kami 0aL?".tanya sang mama kembali.


"aL sangat sibuk mengurus pekerjaan ma. Yang pentingkan sekarang aL sudah memperkenalkan calon menantu mama".jawab robert dan jawaban ini mampu membuat jantung angel berdegup kencang.


"Astaga pria ini. Mengapa selalu membuat jantungku berdebar".ucap angel dalam hati.


"Baiklah. Apa kau mengundang banyak tamu aL?".tanya sang papa albert.


Seketika robert dan angel saling tatap.


Seolah memberikan isyarat satu sama lain.


"Kami hanya mengundang orang-orang terdekat saja".jawab robert.


"Mengapa kamu tak menggelar acara yang besar aL. Seluruh dunia harus tau bahwa angel adalah menantu dari keluarga stuart".ucap sang papa heran.


"Kami tak ingin terlalu di ekspos pa. Lagian angel tidak suka keramaian".jawab robert berusaha santai.


"Apakah itu benar nak?".tanya albert pada angel.


Untuk sesaat angel terdiam, tidak tau harus menjawab apa.


"Sayang".panggil alesha pada angel yang masih terdiam.


Robert yang melihat angel terdiam, seketika berinisiatif memegang tangan angel seolah memberikan isyarat untuk menjawab.


angel melihat sekilas ke arah robert lalu beralih melihat ke arah orang tua robert.


"Benar pa, ma. Angel tidak suka terlalu ramai. Tak masalah jika pernikahan ini di laksanakan secara sederhana. Yang terpenting kami berdua bisa mengucap janji dan sah jadi suami istri".jawab angel mencoba meyakinkan.


Mendengar jawaban angel, alesha bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah angel.


"Apa maksud mama dengan mengembalikan pria itu seperti dulu. Memang apa yang terjadi padanya?"gumam angel dalam hati.


Lalu setelahnya alesha melepas pelukannya pada angel dan duduk kembali.


"Baiklah jika ini semua sudah keinginan kalian".ucap albert.


"Kapan papa dan mama sampai? mengapa kalian tidak mengabariku?".tanya robert mengalihkan pembicaraan.


"Kami sampai semalam nak. Pak chan yang menjemput kami di bandara. Kami ingin memberimu kejutan. Lagian kamu kan sangat sibuk nak. Jadi mana mungkin bisa menjemput kami".jawab sang mama menggoda.


"Mama mengapa bicara begitu. Kalau tau semalam kalian sampai, pasti aL akan mengambil libur dan menjemput kalian di bandara".jawab robert.


"Sudah nggak usah dibahas".ucap sang papa tiba-tiba.


"Siapa orang tua mu nak? mereka kerja dimana?".tanya albert dan seketika angel terdiam mendengar pertanyaan albert.


Sementara robert melirik ke arah angel yang mematung saat mendengar pertanyaan sang papa.


Saat robert ingin menjawab, tiba-tiba angel berkata.


"Saya tidak mempunyai orang tua. Sedari kecil saya telah di titipkan di panti asuhan. Saya di besarkan di panti asuhan, hingga saat ini saya tidak mengetahui siapa orang tua kandung saya. Apakah mereka masih ada atau sudah tiada".jawab angel dengan sekali tarikan nafas, berharap agar ia tak terlalu bersedih.


Alesha kembali berdiri dan menuju angel.


Seketika naluri seorang ibu dalam diri alesha keluar, alesha langsung memeluk angel ke dalam pelukannya.


"Jangan di lanjutkan nak jika kau tidak sanggup untuk menjawabnya".ucap alesha sambil mengelus pelan punggung angel.

__ADS_1


angel masih terdiam di dalam pelukan alesha.


Robert dan albert hanya memandangi kedua wanita yang ada di depan mereka.


Kedua wanita itu seolah tak menghiraukan keberadaan robert dan albert.


"aL apakah kau sudah tau latar belakang angel?".tanya albert.


"Sudah pa. Apapun dan bagaimana pun latar belakangnya. aL akan tetap menikahi angel. aL yakin kalau angel adalah pilihan yang tepat untuk aL".jawab robert masih terus menatap ke arah angel.


"Papa harap kau tidak mempermainkan pernikahan nak dan papa harap ia bukanlah pelampiasan mu".ucap albert yang tau apa sebenarnya yang sedang di rencanakan anaknya.


Sedari kecil aL sangat dekat dengan albert, sehingga albert dengan mudah mengetahui apa yang akan di lakukan robert.


Di tambah lagi, sifat robert sangat mirip dengan sifatnya sewaktu muda.Jadi jangan salahkan jika albert tau apa yang ada di pikiran anaknya.


"Apa maksud papa".tanya robert heran mendengar nasehat sang papa.


"Kau tau apa maksud papa nak. Jangan sampai kau salah melangkah dan jangan sampai kau menyesal dengan perbuatanmu".ucap albert santai dan membuat tanda tanya besar dalam pikiran robert.


"Apa yang di maksud papa. Siapa yang salah melangkah lalu siapa yang akan menyesal?".gumam robert dalam hati.


Lalu setelahnya albert berdiri dari duduknya dan mendekati sang istri dan juga calon menantunya yang sudah dibanjiri air mata.


"Mari kita pulang ma. Pasti angel ingin pulang untuk istirahat".ucap albert kepada sang istri.


"Tapi pa...".ucapan alesha terpotong oleh perkataan albert.


"Besok kita masih bisa bertemu dengan angel lagi ma. Sekarang sudah malam. Mari kita pulang dan istirahat".ucap albert berusaha membujuk alesha.


Akhirnya alesha menyerah dan melihat ke arah angel.


"Mama pulang dulu ya sayang. kamu jangan menangis lagi. Bagaimana pun kami semua akan menerima kamu di dalam keluarga kami".ucap alesha tulus.


"Antar angel sampai kerumah aL".ucap alesha pada robert.


"Iya ma, papa dan mama hati-hati dijalan".ucap robert seraya mencium pipi sang mama.


"Baiklah mama dan papa pulang dulu. Bye sayang".ucap alesha.


Mereka pun melangkah menuju pintu keluar, saat albert tepat di depan robert. Albert berhenti dan berkata.


"Ingat pesan papa tadi aL".ucap albert lalu berjalan meninggalkan angel dan robert.


"Apa maksud papa".gumam robert dalam hati.


Robert melirik ke arah angel dan berkata.


"Ayo pulang. Biarku antar".ucap robert sambil berjalan terlebih dahulu dan di ikuti angel.


Sepanjang perjalanan tak ada yang membuka suara sampai mobil robert memasuki perkarangan angel.


"Terima kasih".ucap angel saat sudah turun dari mobil robert.


"Baiklah. Kalau begitu aku pulang dulu".ucap robert.


"Baiklah. Bye".jawab angel.


Lalu setelahnya mobil robert meninggalkan perkarangan rumah angel.

__ADS_1


__ADS_2